Day: September 26, 2019
Clossing Ceremony Mahasiswa Program Sit-in Gelombang I
Thailand – Pelaksanaan program kuliah sit-in mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) telah beranjak di akhir perkuliahan. Waktu satu bulan menuntut ilmu di International Collage-University of Technology Krungthep (IC-UTK) yang disediakan terasa begitu cepat bagi mereka mahasiswa UNWAHA. Hal ini menunjukkan antusias mahasiswa yang begitu tinggi terhadap pentingnya pendidikan. Melalui acara “Farewell 49 sit-in students” oleh IC-UTK, secara resmi mengakhiri perkuliahan pada mahasiswa sit-in gelombang I. Acara dibuka dengan sambutan dari Direktur IC-UTK, Mrs. Prattana Srisuk, PhD yang juga turut mengapresiasi mahasiswa program sit-in atas keaktifannya dalam mengikuti perkuliahan. Seperti layaknya sebuah acara perpisahan, mahasiswa UNWAHA turut memberikan sebuah performance yang dipersembahkan untuk bapak/ibu dosen di IC-UTK. Farewell 49 sit-in students kali ini UNWAHA bersama dengan dua perguruan tinggi dari Jawa timur yaitu Universitas Kanjuruhan Malang, dan STIE Malangkuceerawa. “selain kita berinteraksi dengan mahasiswa asal Thailand, kita juga berinteraksi dengan rekan sesama mahasiswa Jatim”, ungkap salah satu mahasiswa peserta sit-in. Mrs. Prattana Srisuk, PhD di akhir acara perpisahan memberikan ucapan selamat sambil menyerahkan sertifikat bagi seluruh mahasiswa program sit-in. Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pembacaan doa. Pengalaman mahasiswa yang telah melaksanakan program ini diharapkan secara langsung maupun tidak langsung dapat memberikan dampak positif dan motivasi bagi mahasiswa UNWAHA pada khususnya.
Resmi Dicalonkan sebagai Menteri Pertanian dari Kalangan Profesional, Dr. Anton Ajukan Konsep Brilian ke Pemerintah.
Dr. Anton Muhibuddin, dosen FP UB dan juga Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang resmi dicalonkan sebagai salah satu kandidat kuat menteri pertanian periode ke-2 Kabinet Kerja. Melalui deklarasinya di Universtas Ma’arif Hasyim Latif Sidoarjo yang dihadiri perwakilan PBNU, tokoh masyarakat dan lebih dari 100 rektor dari seluruh Indonesia, ia memaparkan konsep pembangunan pertanian Indonesia melalui kemandirian pangan dan energi berbasis kekayaan plasma nutfah hayati. Anton yang menggeluti penelitian dalam bidang mikroba memaparkan peran mikroba dalam bidang pertanian dapat meliputi seluruh aspek dari hulu sampai hilir. Sebagai contoh adalah salah satu hasil penelitiannya yang berhasil mendapatkan jamur unggul untuk percepatan penyuburan lahan bekas tambang di Indonesia. Jamur unggul isolat lokal tersebut mampu menyerap nutrisi, air dan mineral dalam tanah yang tersimpan dalam tanah yang tidak dapat dijangkau sistem perakaran tanaman. Jamur juga mampu memperluas daya jangkau sistem perakaran tanaman sehingga mendukung penyerapan unsur hara, mineral dan air oleh tanaman. Keunggulan lain dari jamur tersebut juga dalam hal menseleksi unsur logam berat yang diserap tanaman. Terkait dengan program kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah, maka pemanfaatan jamur tanah tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung program perluasan lahan pertanian melalui reklamasi lahan bekas pertambangan yang berdasarkan data mencapai 10-30 juta ha. Lebih jauh, Anton memaparkan bahwa perluasan lahan pertanian di lahan bekas pertambangan memberikan keuntungan yang luar biasa, diantaranya penyediaan lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat, tercapainya swasembada pangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dampak lain yang akan diperoleh adalah pemerataan pembangunan, kemandirian petani karena jamur bisa diperoleh secara indigenus, dan dampak positif lain. Di akhir paparannya, ia menjelaskan bahwa isolasi hingga produksi mikroba-mikroba yang bermanfaat bagi pertanian, seluruhnya bisa dilakukan oleh petani secara mandiri ataupun didukung industri.(Red)