Day: October 6, 2024
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Unwaha Gelar Sholawat Bersama
Jombang – Dalam rangka memperingati kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) ajak civitas akademika gemakan sholawat, di halaman Kampus Unwaha, Minggu (6/10/2024). Kegiatan dibuka dengan acara do’a dan tahlil yang dipimpin oleh Direktur Islamic Center Unwaha, Dr. H. Muhammad Anshori, M.Pd.I. Dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tentang esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. “Pada kegiatan ini, kita tidak hanya mengingat ataupun merayakan kelahiran nabi. Tetapi juga kita belajar bagaimana bisa meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah beliau,” kata Rektor Unwaha tersebut. Beliau juga mengungkapkan, kegiatan tersebut juga merupakan suatu forum silaturahim bagi seluruh civitas akademika Unwaha. “Dan melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita sekaligus dapat meningkatkan iman dan taqwa kita,” harap beliau. Kegiatan dilanjut dengan pembacaan sholawat yang dipandu oleh Jam’iyah Pecinta Sholawat (JPS) Jombang. Dan juga penyampaian mauidloh hasanah oleh KH. Muhammad Khoiril Anam, S.H.I., M.PD.I. Kegiatan yang bertajuk “Unwaha Bersholawat” ini tidak hanya dihadiri oleh civitas akademika Unwaha Jombang saja, melainkan masyarakat sekitar juga turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Hadirkan Dr. Fahruddin Faiz, Bincang “Santri Berfilsafat”
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menghadirkan Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag., sebagai pembicara Kuliah Umum “Santri Berfilsafat”, di Auditorium, Minggu (6/10/2024). Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Unwaha, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya ilmu filsafat dalam kehidupan. “Filsafat adalah satu bidang ilmu pengetahuan yang di dalamnya terdapat kegiatan perenungan untuk berpikir. Kemudian apa yang kita pikirkan itu menjadi suatu pengetahuan di mana semuanya menuju kepada kebenaran yang hakiki,” ucap beliau. Menurut beliau, suatu kebenaran tersebut tidak bisa dibatasi oleh kemampuan dan pengalama. seorang manusia. Kendati demikian, di tengah perkembangan saat ini, terdapat suatu tools yang dapat digunakan untuk memastikan suatu kebenaran tersebut. “Tools (alat, red) ini adalah IPTEKS, sehingga kedepannta, bagaimana kita bisa memanfaatkan tools ini untuk lebih jauh memahami dan menemukan kebenaran,” jelas Rektor Unwaha. Beliau juga berharap, dengan diselenggarakannya kuliah umum tersebut, para peserta dapat mengambil perspektif baru terkait perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya bagi para santri. “Harapan kami, dalam mengikuti perkuliahan umum ini tidak hanya memahami tentang filsafat, tetapi bagaimana kita bisa mengimplementasikannya dalam mencari kebenaran. Dan tema kali ini sangat relevan bagi Unwaha,” pungkas Prof. Gatot. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kuliah umum oleh Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag., dan dipandu oleh Dosen Unwaha, Irwan Ahmad Akbar, M.A. Sebagai pembuka, Penulis dan juga seorang Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut menjelaskan terkait tema besar yang diusung pada Kuliah Umum kali ini. Menurut beliau, santri dan filsafat memiliki kaitan yang sangat erat. Hal ini dapat diketahui dari istilah dan definisi dari kata santri itu sendiri. “Bagi saya, istilah santri sudah sangat dekat dengan filsafat. Banyak orang yang bilang, akar kata santri (dalam Bahasa Sanskerta) adalah sashtri, dan ada juga istilah (bahasa) Jawa Kuno cantrik,” jelas Bapak Faiz, sapaan akrab beliau. Jika diartikan, kata shastri yaitu suatu hikmah. Sedangkan cantrik adalah sebuah khidmat. “Dan hikmah itu dipakai oleh sebagian ulama sebagai padanan kata sebagai filsafat. Sedangkan khidmat dalam hal ini, tentu saja kalau di pesantren khidmatnya santri adalah kepada ilmu, kiyai, dan nanti ketika pulang yaitu kepada masyarakat,” kata beliau. Kegiatan berjalan dengan lancar dan para peserta mengikuti diskusi dengan antusias. Sebagai informasi, kuliah umum kali ini dihadiri oleh sebanyak 300 lebih civitas akademika di lingkungan Unwaha Jombang. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Wakaf Tanah untuk Pembangunan Kampus 2, Unwaha Siap Berkembang
Dukungan pengembangan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menuju kampus bertaraf internasional terus mengalir dari berbagai pihak. Kali ini berupa wakaf tanah yang sekaligus secara simbolis dilakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Kampus 2, di Desa Banjarsari, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Minggu (6/10/2024). Penyerahan tanah wakaf seluas kurang lebih 2 hektare tersebut dilakukan secara langsung oleh Wakif yaitu H. Basaroddin kepada Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., dan disaksikan oleh seluruh jajaran pimpinan Unwaha Jombang. H. Basaroddin dalam sambutannya mengungkapkan, alasan mewakafkan tanahnya kepada yayasan yaitu sebagai bentuk pengabdian kepada guru-gurunya. “Ini adalah suatu bentuk wujud syukur saya dan harapannya dapat dimanfaatkan demi kebaikan. Selain itu, ini (wakaf, red) merupakan contoh ketakdziman saya kepada guru-guru kita,” ujar pria yang juga merupakan Kepala Desa Banjarsari tersebut. Sementara itu, Ketua YPTBU, bu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., mengucapkan terimakasih atas kemurahan hati yang diberikan oleh H. Basaroddin. Beliau juga berharap, aset yang diterima oleh Yayasan dapat dikembangkan dan berkontibusi terhadap kemajuan Unwaha Jombang. “Kita siapkan ini (lahan wakaf, red) untuk menyongsong generasi Indonesia Emas tahun 2045. Sehingga menjadikan anak-anak kita yaitu generasi penerus bangsa dapat melanjutkan cita-cita para pendahulu kita,” sambut beliau. Hal tersebut juga diamini oleh Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Beliau juga meminta dukungan kepada masyarakat agar pengembangan lahan wakaf tersebut dapat segera terealisasi. Seperti yang disebutkan, lahan ini nantinya diperuntukkan untuk pembangunan Kampus 2. “Kami memohon restu agar langkah kami ke depan untuk bisa mewujudkan Unwaha yang lebih baik dalam hal kuantitas maupun kualitas mahasiswanya,” ucap Rektor Unwaha. Hadir pada kesempatan ini, di antaranya Ketua Pembina YPTBU, KH. Hasib Wahab dan seluruh jajaran pengurus YPTBU, dan beberapa undangan seperti Kepala Bagian Umum LLDIKTI VII Jawa Timur, Dr. dr. Ivan Rovian, M.Kp. Kegiatan ditutup dengan pembacaan do’a dan peletakan batu pertama Kampus 2 Unwaha Jombang oleh KH. Masduqi Abdurrahman Al-Hafidz. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil