Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Makna, Keutamaan dan Bacaan Niatnya

Jombang – Dalam Islam, salah satu ibadah yang unggul dan utama adalah puasa. Berdasarkan ajaran syariat Islam, adakalanya puasa bersifat wajib dan ada ada pula bersifat sunnah. Termasuk puasa yang dihukumi sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah di bulan Dzulhijjah.

Umat muslim disunahkan berpuasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Berdasarkan hasil penetepan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Idul Adha tahun ini jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Hal ini juga sejalan dengan hasil sidang isbat penetepan awal Dzulhijjah oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag).

Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan keutamaan berpuasa di bulan Dzulhijjah bagi umat muslim.

“Puasa di bulan Dzulhijjah itu sebenarnya diperbolehkan sejak tanggal 1. Tetapi yang paling dianjurkan adalah berpuasa di tanggal 8 dan 9, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah,” katanya.

Beliau juga menjelaskan, puasa Tarwiyah disunahkan bagi umat muslim untuk memperingati kisah ketaatan Nabi Ibrahim As dalam menjalankan perintah Allah SWT. Berdasarkan artinya, Tarwiyah memiliki makna merenung atau berpikir.

“Kala itu, Nabi Ibrahim bermimpi kalau beliau diperintahkan untuk menyembelihkan anaknya yaitu Nabi Ismail As. Kemudian beliau mengalami masa kebingungan dan merenung mencari kebenaran, dan itulah yang dinamakan Tarwiyah. Sehingga kita disunahkan untuk mengingat atau mengikuti jejak Nabi Ibrahim As,” terangnya.

Kemudian puasa Arafah yang dianjurkan bagi umat muslim yang sedang tidak atau belum mampu melaksanakan ibadah haji. Seperti yang diketahui, pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan puncak pelakasanaan haji yaitu wukuf di Arafah.

“Puasa ini tidak disunahkan bahkan dimakruhkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi kita yang tidak melaksanakan haji tentu ini sangat disunahkan,” imbuhnya.

Bapak Fodhil juga mengatakan tentang keutamaan berpuasa di dua hari sebelum Idul Adha atau Idul Kurban tersebut. Dimana dosa seorang muslim yang berpuasa Tarwiyah dan Arafah dihapuskan dosa-dosanya setahun sebelum dan setahun setelahnya.

“Orang yang berpuasa di hari ini maka mendapatkan keistimewaan tersendiri berdasarkan janji-janji Allah SWT. Bahkan ada yang mengatakan dengan berpuasa tersebut dapat menghapus dosa-dosa kita sebelumnya,” jelas Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ini.

Penjelesan ini didasarkan pada satu hadits Rasullulla SAW, yang artinya, “puasa Arafah bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang,” (HR. Muslim).

Adapun pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat saat malam hari hingga terbitnya fajar. Berikut lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah:

  • Niat Puasa Tarwiyah

 نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.”

  • Niat Puasa Arafah

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.”

Red: Ibrahim
Editor: Septian Ragil

3.1 10 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x