Logo

Artikel

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Berwawasan global dan berkarakter Islami

Seorang pendidik merupakan panutan bagi anak-anak didikannya dan ditiru dalam segi nilai serta moral hingga kebiasaan. Selain hal itu menjadi seorang pendidik, tingkah lakunya pun juga menjadi panutan bagi semua orang. Sebagai seorang pendidik, baik guru maupun dosen memiliki profesi yang sama-sama menjadi panutan, memiliki peran untuk mendidik dan membimbing anak-anak didiknya sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas.

Menjadi seorang pendidik merupakan suatu cita-cita yang mulia, karena seorang pendidiklah yang bertanggung jawab mendidik manusia-manusia sehingga nantinya melahirkan generasi penerus bangsa yang cerdas serta memiliki kepribadian yang baik. Mungkin untuk sebagain pendidik, tanggung jawab tersebut cukup berat, karena itulah untuk menjadi seorang tenaga pendidik tidak boleh sembarangan karena ditangan merekalah masa depan anak didik dipertaruhkan.

Di lain sisi, cita-cita mulia ini menjadi profesi yang cukup disegani di lingkungan masyarakat, karena untuk menjadi seorang pendidik pastilah memiliki wawasan dan pengetahuan yang sangat luas, serta memiliki kepribadian dan tingkah laku yang baik. Seorang tenaga pendidik dituntut untuk memiliki karakter yang mampu beradaptasi dengan berbagai macam sifat-sifat anak didiknya, karena untuk dapat menciptakan generasi penerus bangsa, seorang pendidik harus cukup adil terhadap semua anak didiknya.

Guru Maupun Dosen Adalah Cita-Cita Mulia Sebagai Pendidik

Saat ini masih banyak siswa-siswi yang kurang berminat belajar di bidang pendidikan daripada yang memiliki semangat belajar di bidang pendidikan. Untuk itu menjadi seorang pendidik juga dituntut untuk memiliki kreativitas yang diperlukan untuk menumbuhkan minat siswa-siswi maupun mahasiswa dalam bidang pendidikan. Selain itu juga pengaruh munculnya teknologi membuat memudarnya minat siswa-siswi terhadap dunia pendidikan.

Karena saat ini teknologi cukup berkembang pesat di Indonesia, munculnya pun membawa berbagai dampak positif maupun negatif. Jika dilihat dari sisi positif di dunia pendidikan, teknologi membantu mempermudah pekerjaan dan perolehan informasi baik untuk tenaga pendidik maupun anak didiknya. Namun teknologi tentunya membawa dampak negatif di dunia pendidikan seperti ketergantungannya anak didik dalam teknologi.

Dimana hal ini sangat berpengaruh terhadap pola belajar mereka, ketika mereka sudah memiliki ketergantungan dengan teknologi seperti gadget, maka belajar menjadi hal yang akan mudah untu ditinggalkan. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian banyak pihak, terutama guru ataupun dosen mereka, yang dituntut untuk memiliki solusi supaya anak didiknya tetap memiliki minat dalam dunia pendidikan.

Selain diperngaruhi oleh teknologi, saat ini semakin menurun jumlah siswa atau mahasiswa yang berminat dalam bidang pendidikan yang dipengaruhi oleh rendahnya perekonomian keluarga, kurang adanya minat dalam diri anak tersebut, hingga adanya keinginan anak untuk bekerja tanpa melihat pentingnya pendidikan untuk masa depan mereka.

Dengan menurunnya minat siswa di dunia pendidikan yang dipengaruhi oleh beberapa hal diatas, tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru atau dosen untuk tetap meningkatkan karakter siswa supaya melahirkan generasi penerus yang memiliki pendidikan berkualitas. Karena pendidikan merupakan hal penting bagi setiap manusia. Untuk itu menjadi seorang guru atau dosen merupakan cita-cita yang sangat mulia.

Kedudukan seorang seorang pendidik menjadi kedudukan yang sangat dihormati sebagai pembimbing dalam keilmuwan dan dunia pendidikan, karena menjadi penyemangat dan inspirasi untuk anak didiknya sehingga nantinya dapat mengetahui potensi diri anak didik yang berguna dalam memilih bidang pekerjaan yang akan ditekuni di masa depan.

Keuntungan Menjadi Tenaga Pendidik Guru atau Dosen

Beberapa keuntungan menjadi seorang tenaga pendidik antara lain:

  • Meningkatkan Wawasan

Ketika guru atau dosen menjalankan perannya sebagai seorang pendidik dan mengajarkan beberapa pelajaran. Sebelum memberikan materi terhadap anak didiknya, tentunya belajar lebih dalam lagi tentang materi tersebut sehingga nantinya dapat menyampaikan dengan jelas kepada anak didik. Nah ini menjadi suatu keuntungan sendiri menjadi profesi pendidik, karena akan selalu meningkat wawasan serta epengetahuan yang dimiliki.

  • Pekerjaan yang Tidak Monoton

Mungkin beberapa menganggap pekerjaan menjadi seorang tenaga pendidik adalah suatu pekerjaan yang monoton bahkan membosankan. Tetapi pada kenyataannya, seorang tenaga pendidik justru memiliki pekerjaan yang lebih beragam dan dinamis. Setiap hari akan terlibat di berbagai macam aktivitas, menemui karakter siswa-siswi ataupun mahasiswa yang unik, menemui topik-topik pembelajaran yang berbeda serta itu aka menjadi sebuah tantangan baru.

  • Punya Peran Penting bagi Masa Depan

Keuntungan yang satu ini menjadi salah satu keuntungan mulia yang diperoleh bagi seorang tenaga pendidik. Menjadi seorang pendidik, sudah tentu mempunyai peran penting bagi generasi penerus yang akan berguna bagi masa depan setiap anak didiknya. Karena tenaga pendidik merupakan pengganti orang tua siswa di seklah. Selain ilmu, anak didik juga akan mencontoh perilaku-perilaku dari seorang tenaga pendidik. Untuk itu menjadi seorang pendidik memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak didiknya.

Tantangan Bagi Seorang Pendidik Guru atau Dosen Saat Ini

Menurut data statistik jumlah tenaga pendidik baik guru atau dosen mulai meningkat, namun masih ada yang memiliki loyalitas dan pengabdian pada anak didik dan lembaga pendidikan masih rendah. Padahal menjadi seorang pendidik haruslah memiliki loyalitas dan pengabdian yang tinggi terhadap anak didik dan lembaga pendidikan, karena memiliki tanggung jawab yang cukup besar dalam memajukan generasi penerus bangsa.

Hal ini diakibatkan oleh beberapa hal, yaitu masih rendahnya kompetensi tenaga pendidik itu sendiri, karena minimnya pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas. Selain itu juga karena adanya beberapa guru yang terekrut tidak sesuai dengan kapasitasnya, artinya bukan lulusan dari jurusan perguruan dan ilmu pendidikan, sehingga kemampuan pedagogik dan mentransfer ilmunya rendah. Juga karena masalah dedikasi mereka yang memang rendah

Beberapa masalah diatas tentunya harus segara diatasi dan dicari solusinya supaya peran guru dan dosen sebagai tenaga pendidik untuk generasi penerus bangsa tetap berjalan secara optimal. Tentunya banyak hal yang perlu menjadi bahan pertimbangan supaya kinerja seorang pendidik dapat berampaj pada pendidikan yang bermutu.

Adanya kurikulum yang sering berubah, tentunya ini secara langsung akan berdampak pada tenaga pendidik, sehingga perubahan kurikulum tersebut berpengaruh pada beban psikologis bagi seorang tenaga pendidik. Tentunya hal ini akan sangat dirasakan oleh guru yang masih memiliki kemampuan minimal. Maka dari itu harus adanya perbaikan dari sisi pemerintah untuk melihat kesejahteraan, kompetensi dan kapasitas dari seorang tenaga pendidik.

Selain itu, adanya kegagalan anak didik dalam perkembangan pengetahuan ataupun dalam melaksanakan ujian, selalu dikaitkan dengan rendahnya mutu tenaga pendidik yang mengajarnya. Padahal hal ini belum tentu terjadi demikian, karena kewajiban memberikan pelajaran juga ada pada orang tua dan kapasitas dari anak didik itu sendiri.

Untuk itu, tanggung jawab meningkatkan mutu dunia pendidikan itu adalah tanggung jawab seluruh pihak, mulai dari tenaga pendidik, orang tua, masyarakat hingga pemerintah. Selain itu peningkatan profesionalisme guru dan dosen juga sudah sewajarnay dilakukan, tidak hanya oleh pemerintah, tapi kemauan yang kuat dari diri seorang tenaga pendidik tersebut juga sangat penting supaya generasi penerus bangsa yang berkualitas bisa tercipta.



Komentar


blog comments powered by Disqus
    • Statistik Pengunjung
    • Browser :
    • Operating System : Unknown Platform
    • Server process time: 0.1960 secs.