Author: admin
Mahasiswa PBA Kembali Membawa Nama Harum UNWAHA
Mahasiswa UNWAHA kembali mengukir prestasi. Kali ini datang dari Nur Hanifatus Sholeha, mahasiswa dari prodi PBA. Mahasiswa semester lima ini berhasil meraih juara pertama untuk jenis lomba baca berita Bahasa Arab atau Qiro’ah al-Akhbar bil-Arabiyyah yang diadakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang. Mengusung tema pesta gay di Kelapa Gading yang menjadi sorotan, mahasiswa yang biasa dipanggil Ifa ini berhasil menyisihkan 22 peserta lainnya. Waktu yang ditentukan untuk tampil adalah maksimal 8 menit, termasuk persiapan. Para peserta wajib membuat video atau slide untuk menunjang penampilan dan yg dipilih oleh Ifa adalah menampilkan video. Penilaian dilihat dari 5 aspek, yaitu artikulasi, peguasaan teks, kesesuaian video dengan isi, dan kostum penampilan. Nilai yang didapat oleh mahasiswa mungil ini adalah 210 untuk artikulasi, 163 untuk penguasaan teks, 102 untuk kesesuaian video dengan isi, dan 49 untuk kostum penampilan. Dengan total perolehan nilai 254, Ifa berhasil membawa nama UNWAHA meraih tropi kemenangan diantara 20 instansi yang lain.
Workshop Konversi Tugas Akhir Menjadi Artikel Ilmiah Berkualitas Internasional dan Berskala Scopus
LINK PENDAFTARAN Formulir Pendaftaran Undangan dan random acara download disini
Team Mikorwa Peraih Krenova 2017
Prestasi kembali ditorehkan para mahasiswa UNWAHA. Setelah sebelumnya berhasil menjadi pemenang Audisi Dai Muda Indonesia, kali ini berhasil meraih penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kabupaten Jombang. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa UNWAHA berhasil menjadi pemenang pertama sehingga berhak menerima Anugerah Kreativitas Dan Inovasi Masyarakat Tahun 2017. Nur Afifah, M. Mishbahul Munir, M. Lutfi, Syaiul Khamid, M. Amaludin dan Nur Aini Maftukhah adalah kelima mahasiswa Fakultas Pertanian yang merupakan kolaborasi antara semester 3 dan semester 7. Dengan bimbingan dari Bapak Ir. Hari Prasetiono, M.Sc. dan Ibu Ambar Susanti, SP.MP., dosen Pertanian UNWAHA, kelima mahasiswa yang menamakan diri sebagai Team Mikorwa berhasil dengan nilai melebihi sempurna, yaitu 103,2. Tema yang diangkat adalah Pemanfaatan Pupuk Agens Hayati Mikoriza Sebagai Sarana Pengetahuan, Sosial, Lingkungan Dan Agribisnis Di Wilayah Jombang. Tema dipilih karena sesuai dengan permasalahan para petani saat ini. Pertama, petani cenderung menggunakan pupuk secara berlebihan sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Kedua, petani belum sepenuhnya menyadari jika pengggunaan pupuk yang berlebihan akan memicu kerusakan lahan. Ketiga, pemerintah akan membatasi subsidi pupuk sehingga akan lebih memberatkan bagi petani. Solusi yang ditawarkan oleh Team Mikorwa adalah konservasi/perbaikan lahan dengan memanfaatkan agens hayati yang sebenarnya sudah ada di lapisan perakaran tanaman. Agens hayati yang dimaksud disini adalah jamur mikoriza yang murni berasal dari alam sehingga tidak akan menimbulkan pencemaran. Keunggulan lainnya dari jamur mikoriza adalah membantu tanaman dalam menyerap air pada kondisi lahan kering. Selain itu, jamur mikoriza juga mampu membantu penyerapan unsur hara, terutama unsur P (fosfor). Tujuan yang dibidik oleh Team Mikorwa adalah mengenalkan dan mengembangkan potensi jamur mikoriza sebagai pupuk yang murah dan ramah lingkungan kepada petani. Tujuan kedua, petani diharapkan mampu mengembangkan pupuk mikoriza yang merupakan agens hayati secara mandiri. Ketiga, ke depannya, petani dapat menjadikan pupuk mikoriza sebagai prospek usaha sehingga perekonomian mereka lebih meningkat. Dengan dipilihnya Team Mikorwa sebagai pemenang pertama, kelima mahasiswa Fakultas Pertanian UNWAHA berhak mewakili Kabupaten Jombang untuk berlaga di tingkat propinsi. Dan dengan prestasi yang membanggakan ini, pupuk mikorwa dapat dijadikan sebagai salah satu produk unggulan UNWAHA, mengingat tidak semua universitas di negeri ini memiliki produk unggulan di bidang Pertanian.
Mahasiswi Berprestasi di ADAMI
Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (MADANI) kembali mengadakan Audisi Da’i Muda Indonesia (ADAMI). Audisi ini terbuka untuk santri, pelajar dan mahasiswa yang berusia antara 16-21 tahun. Proses seleksi dilakukan dengan mengirimkan video ke email panitia sekaligus meng-upload ke youtube. Pengiriman video ini dimulai sejak 15 Juni hingga 15 Juli 2017. Video yang dikirimkan ke panitia maupun yang di-upload ke youtube harus sesuai dengan salah satu dari empat tema yang ditentukan oleh panitia. Tema pertama adalah Hubbul Wathan Minal Iman atau Cinta Tanah Air Sebagian Dari Iman. Pilihan kedua adalah Antum Syubbanul Yaum Wa Rijalul Ghad atau Pemuda Hari Ini, Pemuda Masa Depan. Tema ketiga adalah Syifaturrasul: Shiddiq, Amanah, Tabligh, Fathanah atau Meneladani Sifat Rasul. Sedangkan pilihan tema yang keempat adalah Amar Ma’ruf Nahi Munkar Bil Hikmah atau Mengajak Kebaikan, Mencegah Kemungkaran Dengan Cara Yang Bijak. Siti Maisaroh, mahasiswi PBA semester 5 adalah satu dari 700 calon peserta yang mengirimkan video ke panitia. Mengusung tema Peran Orangtua Dalam Menyiapkan Generasi Masa Depan, video berdurasi 06.37 ini berhasil lolos hingga masuk ke 100 besar yang diseleksi oleh panitia. Dari 100 besar ini, akan diseleksi kembali oleh dewan juri hingga tersisa hanya 10 video dari 10 peserta. Silahkan cek disini : https://youtu.be/8eDFVQyQdUU Dewan juri yang ditunjuk berjumlah 3 orang, yaitu Prof. Dr. KH. Malik Madani, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D. dan Idy Muzayyad, M.Si. Prof. Dr. KH. Malik Madani pernah menjabat sebagai Katib Am Syuriah PBNU 2010-2015, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc., MA., Ph.D. menjabat sebagai Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, dan Idy Muzayyad, M.Si. merupakan Ketua Umum MADANI. 10 peserta yang lolos seleksi hingga tahap akhir diberikan fasilitas tiket pesawat pulang-pergi serta semua fasilitas selama mengikuti audisi. Tema pidato yang diusung saat final berbeda dengan ketika mengikuti seleksi. Begitu halnya dengan Siti Maisaroh atau yang biasa dipanggil dengan Mai. Tema yang disiapkan oleh mahasiswi PBA untuk mengikuti final adalah Generasi Hebat Tak Kan Terjerat Narkoba Terlaknat. Silahkan cek disini : https://youtu.be/XwR2A9e-_eM Pemenang pertama ADAMI diraih oleh mahasiswa Universitas Malang yang merupakan alumni 10 besar Aksi Indosiar. Pemenang kedua diraih oleh mahasiswa UIN Malang dan Mai yang merupakan mahasiswa UNWAHA berhasil meraih juara ketiga. Hadiah diberikan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Madani yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PPP, yaitu H.M. Romahurmuziy, MT.
Pengembangan Kemampuan Berorganisasi oleh Mahasiswa UNWAHA
Badan Eksekutif Mahasiswa UNWAHA menyelenggarakan kegiatan Kaderisasi Tingkat Lanjut yang bertempat di Graha MWC NU Pacet Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang merupakan perwakilan seluruh organisasi di bawah naungan BEM. Organisasi yang dimaksud disini adalah Lembaga Gubernur Mahasiswa tingkat fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat umum. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan penyampaian 3 materi. Materi yang pertama dengan tema Advokasi disampaikan oleh Malik Mahardika, M. Hum. Materi kedua dengan tema Analisis Sosial disampaikan oleh Hanif Anshori, S.Pd.I. sementara Khoirul Hasyim mengisi materi ketiga yang mengusung tema Menejemen Konflik. Kegiatan lain yang dilakukan oleh peserta adalah outbound. Tujuan dari diadakannya outbound ini adalah agar para peserta mengetahui dan memahami adanya individual differences, sehingga mereka terlatih untuk dapat menghargai perbedaan. Dalam outbound, mereka dilatih untuk meningkatkan self assessment, self awareness atau kepekaan terhadap orang lain dan risk taking behavior. Maksud dari self assessment adalah bahwa kekuatan diri ada pada tangan para peserta sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan risk taking behavior adalah peserta mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko. Selain itu, outbound juga dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi, membentuk tim yang kompak, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, membuat perencanaan secara cepat dengan mempertimbangkan resiko beserta konsekuensinya, serta dapat menumbuhkan sikap kesatria dan sportif. Dengan diselenggarakannya seluruh rangkaian kegiatan Kaderisasi Tingkat Lanjut ini, diharapkan para peserta semakin bijak dalam mengambil keputusan dan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan seluruh mahasiswa UNWAHA.
UNWAHA Nyantri di Hari Santri
Hari Santri ditetapkan untuk diperingati secara nasional melalui Keputusan Presiden RI No. 22 Tahun 2015. Sebelum Kepres ini disahkan, tidak dijumpai istilah Hari Santri maupun perayaan untuk memperingatinya. Terdapat dua alasan yang mendasari ditetapkannya Hari Santri Nasional ini. Pertama, pemerintah menyadari kontribusi santri kepada bangsa dan negara Indonesia begitu besar sehingga penetapan hari santri adalah wujud pengakuan dan penghargaan negara kepada kaum santri atas kiprahnya menjaga dan merawat NKRI. Alasan kedua adalah penegasan tanggung jawab santri terhadap negara. Dengan demikian, adanya Hari Santri berarti bahwa santri dikukuhkan untuk memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawabnya terhadap eksistensi dan masa depan NKRI tercinta. Gema Hari Santri dirayakan serentak di seluruh Indonesia dengan antusiasme yang tinggi, termasuk di UNWAHA. Khusus pada tanggal 22 Oktober ini, seluruh anggota masyarakat UNWAHA memakai sarung, termasuk para dosen sekalipun. Sarung dipilih karena merupakan salah satu ciri yang melekat pada santri. Upacara mengawali perayaan Hari Santri di lingkungan UNWAHA. Diikuti oleh civitas akademika yang bersarung, upacara terasa berbeda. Diharapkan melalui peringatan Hari Santri ini, para mahasiswa tidak melupakan tata krama yang selama ini dijunjung di pesantren. Selain itu juga mengingatkan kembali bahwa NKRI adalah harga mati bagi santri.
Kuliah Gratis SPP di UNWAHA
UNWAHA bekerja sama dengan PCNU Jombang, mengadakan program khusus kuliah gratis bagi para pemuda dan pemudi yang aktif dalam kegiatan ke-NU-an. Aktif dalam ke-NU-an menjadi prioritas mengingat UNWAHA adalah kampus berbasis Nahdlatul Ulama. Mahasiswa yang mendaftar pada program khusus ini diharuskan mengikuti tes tulis dan tes lisan terlebih dahulu. Tes tulis berupa wawasan seputar pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, sementara tes lisan mencakup bacaan-bacaan yang identik dengan aktifitas ke-NU-an, seperti bacaan qunut, dibaiyyah dan tahlil. Hasil dari keduanya diumumkan sehari setelah pelaksanaan tes. Bagi para mahasiswa yang lolos seleksi, diminta untuk melengkapi berkas-berkas dan memilih jurusan yang ditawarkan oleh UNWAHA. Jurusan yang dimaksud adalah Teknik Pertanian dan Teknik Hasil Pertanian di Fakultas Pertanian atau jurusan Biologi, Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris di Fakultas Ilmu Pendidikan. Setelah pemberkasan selesai, para calon mahasiswa program khusus ini dapat segera mengikuti kegiatan perkuliahan.
Bedah Buku Sejarah Tambakberas
UNWAHA mengadakan bedah buku Menelisik Sejarah Memetik Uswah pada hari Minggu, 8 Oktober 2017. Narasumber yang mengisi kegiatan ini adalah sebagian dari Tim Sejarah yang terdiri dari tiga orang. Pertama, A. Jabbar Hubbi atau Gus Jabbar yang merupakan pengasuh Ribath Al-Hidayah Bahrul Ulum. Kedua, M. Syifa’ Malik, M.Pd.I atau Gus Syifa’ yang merupakan pengasuh Ribath Al-Malki 2 Bahrul Ulum. Dan narasumber ketiga adalah Dr. Abdul Kholid Mas’ud, M.Ag. atau Gus Kholid yang merupakan pengasuh dari Ribath As-Salma Bahrul Ulum. Acara yang diadakan di ruang auditorium ini dihadiri oleh banyak peserta, baik dari kalangan dosen dan mahasiswa UNWAHA sendiri maupun dari pihak luar. Dimoderatori oleh Dr. Muhyidin Zainul Arifin, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Bahkan peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi hingga selesai. Dengan diadakannya acara ini, diharapkan para mahasiswa dan peserta lainnya dapat meneladani perjuangan para pendiri pondok pesantren Bahrul Ulum. Baik perjuangan dalam menguatkan agama Islam maupun dalam memperjuangkan kedaulatan NKRI.
Riset PTNU se-Nusantara
Prestasi yang membanggakan berhasil dicapai oleh UNWAHA. Pada tanggal 23 Agustus kemarin, UNWAHA menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Pelatihan Strategi Peningkatan Riset Publikasi Ilmiah Berkualitas Menghadapi Persaingan Global. Acara yang dihadiri oleh perwakilah dari 30 PTNU se-Nusantara ini menuai banyak pujian dari kalangan pihak. Pelatihan ini digagas oleh Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin, SP.MP. yang prihatin atas lemahnya geliat publikasi ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan peneliti. Peneliti sekaligus dosen yang memiliki 9 hak paten ini mengambil contoh Singapura sebagai perbandingan. Seharusnya, kualitas publikasi ilmiah di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan publikasi ilmiah yang dilakukan oleh Singapura, mengingat jumlah penduduk Indonesia berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak. Tapi pada kenyataannya, prestasi publikasi ilmah Singapura jauh melampaui negeri tercinta ini. Rektor UNWAHA yang telah mendapatkan 12 hibah riset internasional dan lebih dari 100 hibah riset nasional mengemukakan bahwa terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi agar tercapai Good Research. Pertama, penelitian yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah bangsa. Kedua, memanfaatkan SDM dan SDA bangsa sendiri. Ketiga, payung penelitian yang sistematis. Dan keempat, sesuai dengan roadmap dunia. Ke depannya, para dosen yang tergabung dalam Riset PTNU Se-Nusantara akan diberi arahan dan bimbingan sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Lebih jauh lagi, Dr.Anton Muhibuddin, SP.MP. menggerakkan seluruh PTNU untuk bergerak bersama menuju perubahan yang bersinergi dengan UNWAHA sebagai pusat yang mempersatukan semuanya.