Logo

Berita

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Berwawasan global dan berkarakter Islami

Salah satu desa yang menjadi sasaran KKN para mahasiswa UNWAHA adalah desa Kedungjati, Kabuh. Masyarakat di desa ini banyak yang menjadi pengrajin tempeh atau anyaman bambu. Hal lain yang sering dijumpai disana adalah labu atau waluh yang hampir selalu ada di sepanjang sawah.

Melihat tempeh yang hanya dijual ala kadarnya, para mahasiswa berusaha mencari jalan lain agar memiliki daya jual tinggi. Tempeh yang biasa dipakai untuk memilih beras atau menjemur makanan mentah, disulap menjadi tempeh lukis dan tempeh jam lukis.

Proses pengerjaan tempeh lukis dan tempeh jam lukis dikerjakan oleh mahasiswa sendiri, tanpa meminta bantuan dari pihak luar. Sementara bahan baku tempeh mereka dapatkan dengan membeli dari masyarakat setempat. Hasilnya, tempeh lukis dan tempeh jam lukis banyak diminati dan pesanan datang membanjir. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Tempeh yang pada umumnya hanya bernilai 15.000, naik menjadi 40.000 hingga 50.000 setelah berbentuk tempeh lukis dan tempeh jam lukis.

Ide awal dari olahan waluh adalah banyaknya buah waluh yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap kali panen, yang diambil hanya biji waluh saja, sementara dagingnya dibiarkan terbengkalai di sepanjang sawah. Melihat hal ini, para mahasiswa berinisiatif untuk mengolah sisa waluh yang tidak bernilai jual menjadi produk unggulan. Olahan waluh yang mereka hasilkan adalah sandwich galau, masker, dan gethuk gulung.

Sandwich galau adalah olahan waluh yang resepnya berasal dari para mahasiswa sendiri. Begitu juga dengan masker waluh. Para mahasiswa hanya memanfaatkan internet untuk mencari manfaat waluh bagi wajah, kemudian mengolahnya menjadi masker. Mereka bahkan menyebutkan bahwa selama mencari data, belum menemukan ada yang pernah mengolah waluh menjadi masker.

Gethuk gulung berbahan waluh merupakan kolaborasi antara para mahasiswa dengan salah satu penduduk setempat. Para mahasiswa berperan untuk mengolah waluh, sementara resep berasal dari salah satu penduduk. Para mahasiswa juga yang berinisiatif untuk membuat kemasan yang menarik agar lebih diminati oleh konsumen.

Tanggapan positif diberikan oleh masyarakat desa Kedungjati terhadap kiprah para mahasiswa KKN UNWAHA. Terlebih para mahasiswa mengajarkan keterampilan membuat tempeh lukis, tempeh jam lukis, dan olahan waluh kepada masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga). Diharapkan, perekonomian mereka menjadi lebih baik dengan memanfaatkan komoditas yang sudah tersedia.



Komentar


blog comments powered by Disqus
    • Statistik Pengunjung
    • Browser :
    • Operating System : Unknown Platform
    • Server process time: 0.0572 secs.