Category: Agenda
UNWAHA Jombang Jadi Ruang Temu Kebudayaan Indonesia dalam Muktamar Lesbumi NU 2026
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar Kebudayaan Indonesia Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU 2026 pada Jumat hingga Minggu (12–14/6/2026). Kegiatan bertema “Kembali ke Akar” ini menjadi ruang perjumpaan antara tokoh, pelaku budaya, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Muktamar tersebut tidak hanya menghadirkan agenda seremonial. Beragam kegiatan dirancang untuk mempertemukan gagasan kebudayaan dengan seni pertunjukan, tradisi, ekonomi kreatif, dan kehidupan masyarakat. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat UNWAHA, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan akan berlangsung selama tiga hari di lingkungan kampus UNWAHA Jombang. “Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU 2026 akan dilaksanakan pada 12 hingga 14 Juni 2026. Kegiatan ini terbuka sebagai ruang bersama untuk mengenal, menikmati, dan memaknai kembali kekayaan budaya Indonesia,” jelas Rohmat. Menghadirkan Tokoh Nasional dan Ulama Agenda ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan ulama. Tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya Dr. Ahmad Muzani, KH. Yahya C. Staquf, KH. Afifuddin Muhajir, KH. Yusuf Chudlori, KH. Ulil Abshar Abdalla, KH. Imam Jazuli, dan Sabrang M. Damar Panuluh. Kehadiran berbagai tokoh tersebut memperkuat posisi muktamar sebagai forum kebudayaan yang tidak hanya berisi pertunjukan seni. Kebudayaan dibahas sebagai bagian penting dari kehidupan sosial, pendidikan, tradisi keagamaan, dan penguatan identitas kebangsaan. Tema “Kembali ke Akar” mengajak masyarakat untuk melihat kembali nilai-nilai budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Akar budaya tidak ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu semata, tetapi sebagai pijakan untuk menghadapi perkembangan zaman. Dari Pameran Pusaka hingga Pertunjukan Seni Rangkaian kegiatan akan dimeriahkan oleh pameran pusaka, kaligrafi, kerajinan, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, serta multiproduk. Menurut Rohmat, pameran dan bazar tersebut menjadi bagian penting dari muktamar karena kebudayaan juga hidup melalui kreativitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal. “Kami ingin menghadirkan kebudayaan dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Beragam seni pertunjukan juga akan ditampilkan selama kegiatan. Agenda tersebut meliputi sholawat, banjari, parade puisi, Tari Songket, Tari Sufi, Tari Topeng Kaliwungu, besut, kentrung, pertunjukan band, seni pencak silat bantengan, wayang orang, dan wayang kulit. Penampilan Cak Sodiq turut dijadwalkan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan. Kehadiran seni tradisional dan hiburan populer dalam satu ruang menunjukkan luasnya ekspresi budaya Indonesia. Kampus sebagai Ruang Kebudayaan Penyelenggaraan muktamar di UNWAHA menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga ruang dialog antara pengetahuan, tradisi, dan masyarakat. Mahasiswa dapat melihat kebudayaan secara lebih dekat melalui pameran, diskusi, dan pertunjukan seni. Pengalaman tersebut penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai teori, tetapi juga memahami nilai dan praktiknya dalam kehidupan nyata. “UNWAHA menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap muktamar dapat menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kekayaan budaya Indonesia,” tambah Rohmat. Red: Ibrahim
Pascasarjana UNWAHA Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah, Dorong Publikasi di Jurnal Bereputasi
Jombang – Pascasarjana Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah melalui kegiatan Workshop Mastering The Art of Publication yang digelar pada Sabtu (24/5/2026) di Auditorium UNWAHA. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bedah Tuntas Teknik Penulisan Artikel Standar Q1 dan Sinta 2”. Workshop ini diikuti oleh dosen, mahasiswa pascasarjana, serta peneliti dari berbagai instansi. Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik untuk memperkuat kapasitas penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi dalam sambutannya menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan mutu perguruan tinggi. “Kemampuan menulis dan mempublikasikan hasil riset pada jurnal bereputasi harus menjadi budaya akademik yang terus dikembangkan di lingkungan kampus kita,” ucap Prof. Gatot. Beliau juga mendorong sivitas akademika UNWAHA untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi. “Hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat,” pesan beliau. Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alalul Huda menyampaikan, workshop tersebut dirancang sebagai forum pembelajaran praktis bagi peserta dalam memahami strategi publikasi ilmiah yang efektif dan sesuai standar jurnal bereputasi. Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Husniyatus Salamah. Dalam penyampaiannya, beliau membedah secara komprehensif teknik penyusunan artikel ilmiah mulai dari penentuan novelty penelitian, strategi penulisan abstrak dan pembahasan, pemetaan referensi, hingga teknik memilih jurnal yang sesuai dengan scope penelitian. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai kesalahan umum yang kerap menyebabkan artikel ditolak oleh jurnal bereputasi. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, telaah contoh artikel, serta praktik penyusunan kerangka artikel ilmiah. Red: Ibrahim
Mau Tembus Jurnal Bereputasi? Yuk Ikuti Workshop Ini!
Jombang – Mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal bereputasi menjadi impian banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang akan menggelar workshop bertema “Mastering The Art of Publication: Bedah Tuntas Teknik Penulisan Artikel Standar Q1 dan SINTA 2”, pada Minggu, (24/5/2026), bertempat di Auditorium UNWAHA. Narasumber pada workshop ini di antaranya, Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., dan Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alalul Huda, M.Pd.I. Selain itu, UNWAHA Jombang mengundang Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., sebagai narasumber utama. Melalui kegiatan ini, peserta akan memperoleh E-sertifikat, materi seputar teknik menulis artikel ilmiah yang baik, cara memilih jurnal yang sesuai, hingga tips agar artikel memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal bereputasi. Kuota terbatas!Buruan, jangan tinggalkan kesempatan ini dengan melakukan pendaftaran melalui link berikut: Pendaftaran: Mastering The Art of PublicationNarahubung: Teguh /KhusnulHTM: 50K Red: IndiEditor: Ibrahim
Ramadhan in Campus 2026: Momentum Penguatan Adab dan Integritas Mahasiswa
Jombang – Suasana religius menyelimuti Masjid Al-Haromain Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) pada Senin (2/3/2026) dalam kegiatan Ramadhan in Campus. Kegiatan ini yang mengusung tema “Ramadhan sebagai Momentum Pembentukan Karakter Mahasiswa yang Religius dan Berintegritas” disampaikan oleh Dr. Muhammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I. Beliau menegaskan bahwa identitas mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kualitas adab. Seperti kaidah klasik dalam tradisi keilmuan Islam yang menyatakan, “Al adabu fauqol ‘ilmi” dan “Al-adabu muqaddamun ‘alal ‘ilmi” yang bermakna adab didahulukan sebelum ilmu. “Dalam menuntut ilmu, adab yang harus didahulukan meliputi sopan santun kepada guru, menghormati ilmu, menjaga ketenangan, dan niat yang lurus,” kata beliau. Selain adab, mahasiswa juga dituntut mampu mengelola waktu secara proporsional. Membagi antara kewajiban perkuliahan hingga aktivitas yang lainnya. Pasalnya, manajemen waktu yang baik, menurut beliau, merupakan bentuk tanggung jawab akademik sekaligus wujud integritas mahasiswa. “Belajar bukan hanya soal memahami teori, tetapi juga membentuk sikap. Mahasiswa harus tahu kapan fokus pada kuliah, kapan berorganisasi, kapan “ngaji”, dan kapan ngopi. Semua harus terukur dan seimbang,” tegasnya. Di hadapan para mahasiswa, beliau juga berpesan agar mahasiswa Unwaha bijak dalam berperilaku, terutama bermedia sosial. “Jangan mudah terpancing dan termakan hoax,” pungkas beliau. Red: Ibrahim
Pelantikan Ormawa Unwaha Jombang 2026: Tegaskan Komitmen Kepemimpinan yang Progresif dan Bekelanjutan
Jombang – Pengurus Organisasi Mahasiswa (Ormawa) di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang resmi dilantik dalam Pelantikan Ormawa Tahun 2026 yang diselenggarakan di Auditorium Unwaha, Minggu (11/1/2026). Kegiatan yang diikuti oleh ratusan pengurus Ormawa ini mengusung tema “Penguatan Kapasitas Kepemimpinan dan Tata Kelola Organisasi Mahasiswa untuk Mewujudkan Ormawa yang Progresif dan Berkelanjutan”. Sebanyak 510 mahasiswa yang merupakan mandataris pengurus Ormawa resmi dilantik dalam kegiatan ini. Mereka terdiri atas pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP), BEM Fakultas, BEM Universitas, serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk masa bakti 2025–2026. Prosesi pelantikan dilakukan secara resmi oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Septian Ragil Anandita, M.Pd. Beliau menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab organisasi yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh. “Kami berharap, seluruh pengurus mampu menjunjung tinggi nilai integritas, profesionalisme, serta menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan yang berdampak positif bagi civitas akademika dan masyarakat,” pesan beliau. Sementara itu, Presiden Mahasiswa Unwaha, M. Ridho Danu Muslikhan, menyampaikan harapannya agar seluruh pengurus Ormawa mampu menjalankan amanah organisasi secara profesional dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa Ormawa harus menjadi ruang pengabdian sekaligus wadah pengembangan kapasitas kepemimpinan mahasiswa yang berdampak positif bagi kampus dan masyarakat. Pada pelaksanaan pelantikan kali ini, turut diselenggarakan Seminar Keorganisasian yang menghadirkan pemateri dari internal dan eksternal Unwaha. Materi seminar pertama disampaikan oleh Bapak Moh. Ja’far Sodiq Maksum, S.H., M.HI. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya kepemimpinan mahasiswa yang visioner serta tata kelola organisasi yang kolaboratif dan berkelanjutan guna menjawab tantangan sosial dan kemasyarakatan yang semakin kompleks. Dilanjutkan dengan materi keuda yang disampaikan oleh Kapolres Jombang diwakili oleh Kapolsek Jombang. Hal ini mencerminkan upaya awal penguatan sinergi antara organisasi mahasiswa Unwaha Jombang dengan aparat penegak hukum, khususnya dalam mendukung kolaborasi kegiatan sosial kemasyarakatan ke depan. Red: Dion Rizki PratamaEditor: Ibrahim
The 3th Multidiscipline International Conference 2025: Dorong Kolaborasi Global untuk Inovasi Berkelanjutan
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menyelenggarakan The 3th Multidisciplinary International Conference 2025 dengan tema “Global Business Science, Technology, and Economic Collaboration for Sustainable Innovation and Transformation” pada Rabu (13/11/2025) di Auditorium Unwaha. Konferensi internasional ini menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas kolaborasi global dalam mendorong inovasi berkelanjutan. Rektor Unwaha, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membangun jejaring dan kolaborasi akademik di tingkat global. “Unwaha sesungguhnya memiliki potensi yang sangat besar. Kami memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, program studi yang beragam, dan semangat untuk terus berkembang. Namun, saya harus jujur mengakui bahwa potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar beliau. Rektor mengajak seluruh sivitas akademika Unwaha, baik secara personal maupun institusional, untuk lebih aktif membangun jejaring, berbagi pengalaman, dan membuka diri terhadap peluang kolaborasi. “Kepada para peserta, kami membuka diri lebar-lebar untuk menjalin kerja sama dalam berbagai bentuk, baik riset bersama, maupun pengembangan program akademik. Mari kita jadikan konferensi ini sebagai momentum untuk membangun sinergi yang akan membawa manfaat jangka panjang bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Konferensi ini menghadirkan tiga keynote speaker yang kompeten di bidangnya. Prof. Dr. Abdul Razak Aliman dari Universiti Putra Malaysia dan Teguh Wahyudi, Direktur Utama PT. Sariraya Co., Ltd., Jepang, membagikan pengalaman praktis dalam implementasi inovasi teknologi di dunia industri. Sementara itu, Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., dari Unwaha Jombang menyampaikan kontribusi riset lokal yang berdampak global. Konferensi multidisipliner ini diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran ide dan pengetahuan lintas disiplin ilmu, meliputi bisnis, sains, teknologi, dan ekonomi. Berbagai topik strategis dibahas untuk menjawab tantangan global, mulai dari inovasi teknologi, pengembangan ekonomi berkelanjutan, hingga transformasi digital di berbagai sektor. Rektor menutup sambutannya dengan harapan agar konferensi ini dapat menghasilkan diskusi yang produktif, ide-ide inovatif, dan komitmen untuk melanjutkan kolaborasi di masa mendatang. “Semoga Allah SWT meridhai setiap langkah kita,” pungkasnya. Pelaksanaan The 3rd Multidisciplinary International Conference 2025 ini menawarkan peluang luaran ilmiah. Selanjutnya, makalah terpilih akan direview untuk dipublikasikan di beberapa jurnal seperti APLLICATION (Sinta 4), JOEMs (Sinta 5), NEWTOON (Sinta 5) dan beberapa jurnal terindeks sinta lainnya. Red: Ibrahim
Wisuda UNWAHA 2025: 560 Lulusan Dilepas, Rektor Ingatkan “Ini Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian”
Jombang – Momen wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, wisuda menjadi langkah awal bagi alumni untuk terus mengabdi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa, negara, dan agama. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) resmi mengukuhkan 560 putra-putri terbaiknya sebagai wisudawan tahun 2025, di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, pada Minggu (19/10/2025). Dalam sambutannya, Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., memberikan pesan inspiratif kepada para wisudawan. Beliau menekankan bahwa ijazah yang digenggam para lulusan bukan tanda akhir perjuangan, melainkan awal perjalanan baru. “Dunia hari ini bergerak begitu cepat, teknologi berkembang begitu dahsyat. Jangan berhenti belajar karena sudah diwisuda, jadilah manusia pembelajar sepanjang hayat,” ujar Rektor. Beliau juga mengungkapkan pentingnya integritas di tengah perubahan zaman. Kejujuran dan bekal nilai merupakan jangkar hidup di masa yang akan datang. “Masa depan adalah milik mereka yang berani melangkah lebih jauh, bekerja lebih keras, dan berpikir lebih luas. Jadilah generasi yang tak hanya siap menghadapi perubahan, tetapi sanggup memimpin dan mengelola perubahan itu,” sambung Rektor. Suasana wisuda makin emosional, ketika Rektor mengajak seluruh wisudawan menundukkan kepala sejenak untuk mendoakan orang tua. Beliau mengingatkan, bahwa keberhasilan wisudawan tidak lepas dari do’a dan kasih para orang tua. “Di balik toga yang Anda kenakan hari ini, ada peluh dan doa yang tak pernah putus. Ada ayah dan ibu yang rela berkorban, mungkin diam-diam menahan lelah, bahkan menahan lapar, demi melihat anda berdiri di panggung ini,” tutur beliau. UNWAHA Jombang Terus Bekomitmen dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Dalam kesempatan ini, Prof. Gatot juga melaporkan capaian membanggakan dalam peningkatan kualitas dosen. Sepanjang tahun 2025, sebanyak 35 dosen atau 34,31% dari total dosen UNWAHA sedang menempuh studi doktoral di berbagai institusi terkemuka, beberapa bahkan meraih beasiswa prestisius. “Semua dilakukan untuk memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, karakter, kompetensi, dan daya saing yang tinggi,” tegasnya. UNWAHA berkomitmen terus memperkuat kurikulum, meningkatkan kompetensi dosen, membangun kualitas riset, serta memperluas kerja sama dengan dunia industri dan lembaga internasional. Hadir pada prosesi wisuda tahun 2025 ini, Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), KH. M. Hasib Wahab Hasbullah, Ketua YPTBU, Ibu Nyai. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., yang juga turut memberikan pesan kepada para wisudawan. Beberapa undangan penting lainnya, seperti perwakilan LLDIKTI Wilayah VII, Forkopimda Kabupaten Jombang, dan pengasuh serta keluarga besar PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Di sesi akhir, para wisudawan dan para tamu undangan juga turut mendengarkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Teguh Wahyudi, Presiden Direktur Sariraya Group Japan. Red: Ibrahim
The 3 rd Announcement – Multidicipline International Conference 2025
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah mengumumkan penyelenggaraan Multidiscipline International Conference 2025 yang akan dilaksanakan pada: 📅 Kamis, 13 November 2025📍 Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Hybrid Conference) ✨ Tema “Collaboration of Science and Technology for Sustainable Innovation Transformation” 📌 Fokus dan Ruang Lingkup Konferensi ini membuka peluang kontribusi artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, meliputi: 📚 Publikasi Artikel yang masuk akan melalui proses seleksi oleh panitia. Artikel terbaik akan diterbitkan di jurnal Sinta-accredited, sedangkan lainnya akan dipublikasikan dalam prosiding konferensi. Daftar Jurnal Tujuan Publikasi: 📅 Tanggal Penting
Tingkatkan Mutu Pendidikan Tinggi, UNWAHA Selenggarakan Workshop Kurikulum Berbasis OBE
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menyelenggarakan Workshop Kurikulum Perguruan Tinggi Berbasis Outcome Based-Education (OBE), di Ruang Rapat Gedung F, Minggu (03/08/2025). Kegiatan ini digelar sebagai upaya penguatan mutu kurikulum agar sejalan dengan standar nasional pendidikan tinggi serta kebutuhan dunia kerja dan industri. Workshop ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Hj. Husniyatus S. Zainiyati, M.Ag., pakar pendidikan UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam sesi paparannya, Prof. Husniyatus menekankan bahwa kurikulum berbasis OBE merupakan sebuah keharusan yang sejalan dengan amanat Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN DIKTI). “Pengembangan kurikulum berbasis OBE ini sebenarnya adalah tuntutan dari SN DIKTI. KKNI pun sebenarnya mengarah ke sana, karena tujuannya adalah agar lulusan perguruan tinggi mampu menjawab kebutuhan zaman dan dunia industri,” ujarnya saat diwawancarai seusai kegiatan. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pendekatan OBE dimulai dari perumusan profil lulusan, lalu diturunkan ke capaian pembelajaran lulusan (CPL), hingga akhirnya dibreakdown ke mata kuliah dan proses pembelajaran. “UNWAHA memiliki kekhasan, yakni pemikiran ala KH. Wahab Hasbullah yang harus terintegrasi dalam visi dan misi keilmuan di kampus. Inilah yang akan membedakan lulusan UNWAHA dengan perguruan tinggi lainnya,” jelasnya. Dengan pendekatan ini, setiap mata kuliah disusun secara sistematis untuk mencapai profil lulusan yang diinginkan. Evaluasi ketercapaian CPL pun menjadi bagian penting dalam penyusunan laporan akademik yang dilaporkan ke LLDIKTI. Prof. Husniyatus juga mengapresiasi komitmen pimpinan UNWAHA yang dinilai telah menunjukkan langkah progresif dalam peningkatan mutu pendidikan. “Pimpinan UNWAHA sangat mendukung dan telah berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Evaluasi akan menjadi tolok ukur apakah CPL universitas bisa tercapai,” pungkasnya. Melalui kegiatan ini, UNWAHA menegaskan keseriusannya dalam membangun kurikulum pendidikan tinggi yang relevan, adaptif, dan berbasis nilai-nilai keislaman khas Ahlussunnah Wal Jamaah, sebagaimana yang diwariskan oleh KH. A. Wahab Hasbullah. Red: Ibrahim
Wujudkan Kemandirian Pangan dan Kampus Berdampak, UNWAHA Resmi Lepas Mahasiswa KKN-PPM 2025
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) secara resmi melepas ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Tahun 2025 sebagai bagian dari komitmen nyata dalam mewujudkan kemandirian pangan dan memperkuat peran kampus yang berdampak. Apel pelepasan dipimpin langsung oleh Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., beserta jajaran Wakil Rektor, Dekan, Ketua Program Studi, dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), di Halaman Gedung Jokowi, Minggu (03/08/2025). Dalam amanatnya, Rektor UNWAHA menyampaikan bahwa KKN bukanlah sekedar kewajiban akademik yang perlu anda tuntaskan semata. Melainkan, proses ini adalah wujud bagi seorang mahasiswa dalam memenuhi Tri-Dharma Perguruan Tinggi, yaitu di bidang Pengabdian Kepada Masyarakat. “Melalui program ini, anda sekalian membawa misi untuk mengimplementasikan ilmu, keterampilan, dan semangat perubahan dari kampus ke tengah-tengah masyarakat,” ujar Rektor di hadapan mahasiswa peserta KKN-PPM kali ini. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa untuk tidak sekedar hadir secara fisik. Melainkan juga hadir secara empatik, yaitu mendengar, memahami, membantu dan membangun. “Dalam setiap tindakan dan interaksi anda, singkirkan sikap angkuh, dan kesombongan intelektual. Justru sebaliknya, bangunlah kolaborasi, tunjukkan empati, dan hadirkan solusi yang mencerahkan bagi masyarakat,” pesan Rektor. Sebanyak 550 mahasiswa dari berbagai fakultas akan diterjunkan ke berbagai desa di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang dan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto. Program KKN ini akan berlangsung selama satu bulan, dimulai pada 4 Agustus dan berakhir 4 September mendatang. Red: Ibrahim