Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

UNWAHA Berbagi, UNWAHA Peduli [Santunan Anak Yatim]

  UNWAHA BERBAGI, UNWAHA PEDULI !!! Jargon tersebut tepat sekali untuk mewakili UNWAHA yang memiliki jiwa kepedulian sosial tinggi. Kali ini UNWAHA mengadakan kegiatan Santunan Anak Yatim. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati Tahun Baru Hijriyah sekaligus sebagai ucapan rasa syukur dalam rangka Disnatalis UNWAHA ke-tiga yang dilaksanakan setelah acara Pembukaan Disnatalis. Kegiatan dilaksanakan di Masjid UNWAHA dengan jumlah anak yatim yang disantuni sebanyak empat puluh. UNWAHA sebagai kampus yang berkarakter Islami memiliki tingkat kepekaan dan kepedulian sosial tinggi yang diwujudkan dalam kegiatan-kegiatan sosial khususnya di Jombang. Kasih sayang dan berbuat baik kepada anak yatim adalah sebagian dari akhlak dan moralitas orang-orang yang mulia. Mengasihi anak yatim merupakan sarana untuk melunakkan hati dan mengupayakan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan. Sebab, orang yang mengasihi anak yatim telah memposisikan diri seperti ayahnya. Seorang ayah, secara naluriyah memiliki karakter sayang dan mengasihi anak-anaknya. Adapun orang yang mengasihi anak yatim memiki satu sifat lain, yaitu mengasihi anak yang bukan anak kandungnya. Serupa seperti UNWAHA yang merupakan lembaga di bidang pendidikan juga mencintai anak didik dengan sangat tulus. UNWAHA tidak pandang bulu dalam hal mendidik dan mencerdaskan anak bangsa. Hal ini sebagai wujud cinta tanah air dan ingin memperkuat persatuan bangsa yang sesuai dengan semangat dan tema yang diusung pada Disnatalis UNWAHA ke-3 kali ini yaitu “Menghimpun Langkah Konkret Mahasiswa untuk Persatuan Bangsa”.

Opening Ceremony Disnatalis UNWAHA ke-3

  Gambar. Pelepasan Balon pada acara Pembukaan Disnatalis UNWAHA ke-3 pada 13 Oktober 2016 Peringatan hari lahir (dies natalis) dalam sejumlah besar budaya dianggap sebagai peristiwa penting yang menandai awal perjalanan kehidupan. Karena itu, biasanya peringatan tersebut dirayakan dengan penuh syukur dan kebahagiaan. Bertambahnya usia selalu dibarengi dengan pengharapan akan makin bertambahnya kedewasaan. Tidak hanya bagi manusia, pertambahan usia bagi organisasi pun selalu dikaitkan dengan tingkat kedewasaan. Apalagi bagi sebuah perguruan tinggi yang memiliki fungsi utama melahirkan para ilmuwan yang berkualitas. Bagi Universitas KH. A Wahab Hasbullah, dies natalis punya makna penting yang bukan hanya sebagai penanda bertambahnya usia, tapi juga penanda tingkat kedewasaan dalam berkarya. Persaingan dalam penyediaan jasa pendidikan tinggi mengharuskan Unwaha untuk melakukan berbagai perubahan internal agar tetap eksis. Apalagi, berbagai standar internasional telah ditetapkan sebagai aturan main untuk memperketat persaingan di kalangan penyedia jasa pendidikan tinggi. Untuk bisa meraih peringkat tinggi dalam persaingan tersebut, Unwaha harus bisa berinovasi, mengubah aturan main yang membelenggu kreativitas civitas academica, bahkan merombak total budaya organisasi yang menghambat proses adaptasi tersebut Dies natalis seharusnya menjadi momentum untuk menguatkan komitmen akan perubahan demi kemajuan. Perlu ada penegasan tentang upaya-upaya yang harus dilakukan sebagai bagian dari resolusi ulang tahun. Tidak ada salahnya merayakan dies natalis dengan kegiatan-kegiatan hiburan bila ini bagian dari upaya membangun budaya organisasi baru, menghilangkan sekat-sekat antargenerasi, membangun sportivitas, dan seterusnya. Apalagi bila kegiatan itu berkontribusi positif untuk revitalisasi budaya Islam sebagai ciri khas Unwaha. Demikian pula, tidak ada larangan untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan serius berkarakter ilmiah untuk mempromosikan hasil karya para civitas akademika Unwaha yang membanggakan. Semua kegiatan itu adalah bagian dari ucapan syukur atas pencapaian yang telah diraih. Tapi, apakah semua rangkaian kegiatan diesnatalis itu mampu membangkitkan kebanggaan sebagai warga Unwaha? Semangat sebagai suatu kolektivitas inilah yang seharusnya menjadi inti dari peringatan dies natalis sebagai sebuah momentum untuk mengaktualisasikan semangat awal berdirinya Unwaha. Unwaha dibentuk bukan cuma untuk menjadi sebuah universitas biasa. Nilai-nilai nasionalisme dan religius ala Unwaha inilah yang harusnya ditradisikan dalam dies natalis. Sesuai dengan Visi UNWAHA menjadi universitas yang Berwawasan Global dan Berkarakter Islami. Tema dies Unwaha 2009 “Menghimpun Langkah Konkret Mahasiswa untuk Perdsatuan Bangsa”, harus menjadi spirit dan salah satu values baru bagi civitas academica di dalam melakukan pengabdiannya pada Negara Indonesia. Unwaha hadir ditengah-tengah bangsa Indonesia dan bangsa-bangsa di dunia, bertumbuh kembang dengan landasan nilai-nilai nasionalisme dan religius Islam. Rangkaian Acara Dies Natalis Unwaha diawalai dengan acara Opening Ceremony. Pelepasan Balon menjadi symbol bahwa Unwaha akan menjulang tingi tanpa batas seperti balon yang terbang tinggi di angkasa. Semangat untuk memupuk persatuan bangsa selalu di gaungkan di Unwaha. Lagu yang selalu tak pernah ketinggalan dalam setiap acara ceremonial Unwaha adalah Mars Syubbanul Wathon karya KH. A. Wahab Hasbullah . Mars ini sebagai semangat untuk terus meningkatkan rasa Cinta Tanah Air.

UNWAHA Kerjasama dengan ITS, Univ. Chulalongkorn, Univ. Korea dan Perguruan Tinggi Terkemuka Selenggarakan Konferensi Internasional

  Univ. KH. Abd. Wahab Hasbullah (Unwaha) kembali menyelenggarakan event internasional yang diikuti ratusan peneliti dan civitas akademika dari kawasan Regional ASEAN plus KOREA SELATAN. Event yang diselenggarakan dengan kolaborasi bersama ITS, UNMUL dan perguruan tinggi terkemuka lain ini mengangkat topik berjudul Biodiversity and Biotechnology for Human Welfare dan diselenggarakan di Gedung Rektorat ITS Surabaya. Event yang sama tahun lalu diselenggarakan di kawasan taman wisata Trawas, Pasuruan. Rektor UNWAHA yang sekaligus sebagai salah satu ketua dalam kolaborasi internasional ini menyampaikan bahwa kerjasama antara UNWAHA dengan beberapa perguruan tinggi di kawasan Asia sudah dilaksanakan sejak berdirinya UNWAHA tiga tahun yang lalu. Kerjasama tersebut implementasinya meliputi bidang akademik seperti pengiriman mahasiswa S-1 untuk program sit-in di Rajamangala University dan Naresuan University Thailand, kerjasama riset dan publikasi internasional dengan Yamaguchi University dan Beuth University, serta kerjasama dalam bidang kemahasiswaan dengan IPM Malaysia. Dr. Anton menambahkan bahwa dengan keikutsertaan ITS dalam kolaborasi ini akan semakin meningkatkan aktifitas dan kualitas kerjasama. Sementara itu, Rektor ITS Prof. Joni Hermana dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua perguruan tinggi partner atas kerjasama yang baik yang selama ini sudah dilakukan. Prof Joni mengungkapkan bahwa aktifitas kerjasama perlu senantiasa ditingkatkan dan lebih konkret agar dapat dirasakan oleh masyarakat. Selain berkolaborasi dengan ITS, UNMUL dan beberapa perguruan tinggi lain dalam menyelenggarakan event internasional IBOC dan Korea ASEAN Biomass Symposium ini, pada tanggal 17 oktober ini UNWAHA juga akan menyelenggarakan event internasional yang tidak kalah besarnya di Denpasar Bali.

UNWAHA Go Internasional dalam Bidang Kaligrafi

Festival Miniatur Khatan Dzuhruah 2016 di Aljazair menjadi ajang pembuktian bagi sosok Muhammad Choirul Annas untuk menunjukkan keahliannya dalam bidang kaligrafi. Annas mewakili Indonesia pada ajang tersebut bersama dua rekan lainnya. Annas merupakan kontingen yang membawa nama UNWAHA. Keuletan, doa, dan tekad yang kuat mengantarkan Annas hingga berhasil mewakili Indonesia di ajang ini. Annas merupakan sosok yang rajin meminta saran kepada dosen-dosen mengenai kaligrafi. Menjelang keberangkatan, ia meminta restu dan doa kepada segenap dosen. Hal ini menunjukkan bahwa sosok yang sukses itu tidak pernah lupa kepada guru-guru yang telah memberikan ilmu. Annas telah membawa almamater UNWAHA sampai Aljazair. Kamu kapan??… Yuk kita tunjukkan prestasi …!!!

UKM Pramuka UNWAHA Siap Membina Siswa MTsN Tambakberas dalam Bidang Kepramukaan

Negara Indonesia adalah negara kepulauan , dan bangsa Indonesia terbentuk dari ratusan suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, kepercayaan dan agama yang berbeda. Negara dan bangsa yang seperti ini hanya dapat dipertahankan, jika seluruh masyarakat Indonesia bersatu mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tekad seperti ini harus ditanamkan sejak usia muda . Salah satu wadah yang dapat menguatkan mental nasionalisme adalah gerakan pramuka. UNWAHA selalu mendukung kegiatan Mahasiswa dalam bidang kepramukaan dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda. Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka UNWAHA sering mengadakan pembinaan kepada siswa-siswa SMP-SMA sederajad di Jombang. Baru baru ini, UKM Pramuka UNWAHA mengadakan pembinaan kepramukan di MTsN Tambakberas. Setelah dua hari mengadakan pembinaan pada September 2016, acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara MTsN Tambakberas dengan UNWAHA. Kerjasama yang dijalin dalam bentuk pembinaan kepramukaan berkelanjutan oleh UKM Pramuka UNWAHA kepada siswa MTsN Tambakberas. Sukses selalu untuk UKM Pramuka UNWAHA…!!!!! Sebarkan Jiwa Nasionalisme pada seluruh Generasi Muda Indonesia. Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia

PJM STUDI BANDING KE UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG

  Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, Unwaha Melaksanakan Studi Banding ke Universitas Brawijaya Malang pada Kamis 8 September 2016. Studi banding kali ini terfokus pada Pengelolaan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), diikuti oleh Ketua LPM Dr. Ali Muttaqin, WR I Dr. Fathullah Malik, WR II Dr. Abd. Kholid, Ketua LPPM Dr. Umi Chaidaroh dan sejumlah staf LPM Unwaha. LPM Unbraw memberikan informasi tentang bagaimana pengelolaan LPM Perguruan Tinggi. Mudah mudahan bisa dilaksakan di Unwaha Jombang. Ke depan ada kelanjutannya, misalnya Pelatihan Auditor, ujar Ali Muttaqin.

Pameran Pedidikan Kampus Unwaha di Hotel Yusro Jombang 2016

Unwaha mengadakan pameran pendidikan selama 2 hari yaitu pada hari rabu- kamis tanggal 12- 13 Januari 2016 di Hotel yusro Jombang .acara ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat jombang dan sekitarnya khususnya para siswa kelas XII SMA. Slogan yang diusung adalah Berwawasan Global Berkarakter Islami. UNWAHA adalah satu satunya perguruan tinggi di Jombang yang masih berusia muda tetapi sudah memberikan kontribusi yang besar di dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Jombang. Unwaha memiliki 5 fakultas yang tersebar dalam 14 prodi. Dengan adanya acara ini semoga masyarakat menjadi tahu dan paham akan UNWAHA.

Beasiswa Pendaftaran Mahasiswa Baru 2016

PROGRAM HAFIDH/HAFIDHOH UNWAHA  Unwaha mengadakan beasiswa GRATIS 100% biaya perkuliahan bagi penghafal Al Quran untuk SELURUH FAKULTAS. Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK LPDP Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menawarkan GRATIS SPP (100% SPP) bagi 30 pendaftar seluruh prodi FAKULTAS Pendidikan. GRATIS SPP mulai dari semester awal hingga semester akhir (keseluruhan perkuliahan dari awal hingga lulus) Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK DEPTAN RI Beasiswa dari Kementrian Pertanian RI menawarkan GRATIS SPP (100% SPP) bagi 30 pendaftar seluruh prodi FAKULTAS Pertanian. GRATIS SPP mulai dari semester awal hingga semester akhir (keseluruhan perkuliahan dari awal hingga lulus) Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK

Tempeh Lukis dan Aneka Olahan Waluh di KKN Kedungjati

Salah satu desa yang menjadi sasaran KKN para mahasiswa UNWAHA adalah desa Kedungjati, Kabuh. Masyarakat di desa ini banyak yang menjadi pengrajin tempeh atau anyaman bambu. Hal lain yang sering dijumpai disana adalah labu atau waluh yang hampir selalu ada di sepanjang sawah. Melihat tempeh yang hanya dijual ala kadarnya, para mahasiswa berusaha mencari jalan lain agar memiliki daya jual tinggi. Tempeh yang biasa dipakai untuk memilih beras atau menjemur makanan mentah, disulap menjadi tempeh lukis dan tempeh jam lukis. Proses pengerjaan tempeh lukis dan tempeh jam lukis dikerjakan oleh mahasiswa sendiri, tanpa meminta bantuan dari pihak luar. Sementara bahan baku tempeh mereka dapatkan dengan membeli dari masyarakat setempat. Hasilnya, tempeh lukis dan tempeh jam lukis banyak diminati dan pesanan datang membanjir. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Tempeh yang pada umumnya hanya bernilai 15.000, naik menjadi 40.000 hingga 50.000 setelah berbentuk tempeh lukis dan tempeh jam lukis. Ide awal dari olahan waluh adalah banyaknya buah waluh yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap kali panen, yang diambil hanya biji waluh saja, sementara dagingnya dibiarkan terbengkalai di sepanjang sawah. Melihat hal ini, para mahasiswa berinisiatif untuk mengolah sisa waluh yang tidak bernilai jual menjadi produk unggulan. Olahan waluh yang mereka hasilkan adalah sandwich galau, masker, dan gethuk gulung. Sandwich galau adalah olahan waluh yang resepnya berasal dari para mahasiswa sendiri. Begitu juga dengan masker waluh. Para mahasiswa hanya memanfaatkan internet untuk mencari manfaat waluh bagi wajah, kemudian mengolahnya menjadi masker. Mereka bahkan menyebutkan bahwa selama mencari data, belum menemukan ada yang pernah mengolah waluh menjadi masker. Gethuk gulung berbahan waluh merupakan kolaborasi antara para mahasiswa dengan salah satu penduduk setempat. Para mahasiswa berperan untuk mengolah waluh, sementara resep berasal dari salah satu penduduk. Para mahasiswa juga yang berinisiatif untuk membuat kemasan yang menarik agar lebih diminati oleh konsumen. Tanggapan positif diberikan oleh masyarakat desa Kedungjati terhadap kiprah para mahasiswa KKN UNWAHA. Terlebih para mahasiswa mengajarkan keterampilan membuat tempeh lukis, tempeh jam lukis, dan olahan waluh kepada masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga). Diharapkan, perekonomian mereka menjadi lebih baik dengan memanfaatkan komoditas yang sudah tersedia.