Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: Amalan Syakban

Amalan dan Do’a Malam Nisfu Sya’ban

Jombang – Malam nisfu sya’ban merupakan salah satu momentum penting yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Hal ini dikarenakan terdapat keistimewaan tersendiri di malam nisfu sya’ban. Seperti yang diketahui, di tahun 2025 ini malam nisfu sya’ban jatuh pada Kamis, 13 Februari 2025. Bapak Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan keistimewaan malam nisfu sya’ban merupakan momen di mana catatan amal manusia dilaporkan. Sehingga dengan demikian, sebagai umat Islam perlu melakukan amalan-amalan yang baik seperti membaca Al-Qur’an, berdzikir, berdo’a dan bersedekah. “Seperti yang dijelaskan dalam beberapa kitab seperti Al-Mujarobat, yang menjelaskan kebiasaan-kebiasaan para ulama zaman dahulu dengan mengisi malam nisfu sya’ban dengan tiga amalan,” jelas beliau. Yaitu dengan salat sunnah enam rakaat (tiga salam), dilanjutkan dengan membaca surat Yasin usai salat sunnah. “Ada tiga do’a yang biasanya diniatkan setiap membaca suat Yasin, pertama adalah diberikan umur yang panjang dan barokah, kedua diberkahi rezeki halal, terakhir khusnul khotimah dengan ketetapan iman kepada Allah SWT,” terang beliau. Bapak Fodhil juga menjelaskan, ketiga do’a tersebut disematkan ketika membaca surat Yasin setelah Ayat 61. Yang berbunyi sebagaimana berikut: وَاَنِ اعۡبُدُوۡنِىۡ ​ؕ هٰذَا صِرَاطٌ مُّسۡتَقِيۡمٌ‏ Usai membaca surat Yasin dilanjutkan dengan do’a berikut:  اللّٰهُمَّ يَا ذَا الْمَنِّ وَلَا يُمَنُّ عَلَيْكَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ يَا ذَا الطَوْلِ وَالإِنْعَامِ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ ظَهْرَ اللَّاجِيْنَ وَجَارَ المُسْتَجِيْرِيْنَ وَمَأْمَنَ الخَائِفِيْنَ اللّٰهُمَّ إِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنَا عِنْدَكَ فِيْ أُمِّ الكِتَابِ أَشْقِيَاءَ أَوْ مَحْرُوْمِيْنَ أَوْ مُقَتَّرِيْنَ عَلَيْنَا فِي الرِزْقِ، فَامْحُ اللّٰهُمَّ فِي أُمِّ الكِتَابِ شَقَاوَتَنَا وَحِرْمَانَنَا وَاقْتِتَارَ رِزْقِنَا، وَاكْتُبْنَا عِنْدَكَ سُعَدَاءَ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفَّقِيْنَ لِلْخَيْرَاتِ فَإِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فِيْ كِتَابِكَ المُنْزَلِ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّكَ المُرْسَلِ: “يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ أُمُّ الكِتَابِ” وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمـَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ العَــالَمِيْنَ Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Kemuliaan Bulan Syakban dan Hikmahnya

Jombang – Bulan Syakban merupakan bulan ke-8 di tahun Hijriyah dan salah satu bulan mulia dengan segala keutamaannya seperti bulan Rajab dan Ramadan. Bahkan tidak jarang, bulan Syakban didefinisikan untuk masa persiapan menuju bulan puasa atau Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menjelaskan, bahwa secara terminologi Syakban (Sya’ban) adalah Syi’ab (شعب) yang memiliki makna jalan di antara dua pegunungan. “Maksudnya apa? maksudnya adalah kita ini sedang menuju perjalanan untuk menggapai kebaikan, yang nanti puncaknya adalah bulan Ramadan,” kata beliau. Keistimewaan bulan Syakban sendiri sering kita dengar pada do’a menyambut bulan Rajab, Syakban dan Ramadan, yang berbunyi sebagai berikut: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa Ballighna Ramadhan.” “Dan kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadan. Untuk apa? supaya kita terbiasa dengan segala bentuk amal-amal kebaikan. Karena sesuatu yang telah dipersiapkan, hasilnya akan lebih matang dan bagus,” imbuh Bapak Fodhil. Adapun amalan yang dianjurkan di bulan Syakban ini yaitu seperti berpuasa. Namun berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya, yang sudah ditentukan hari dan tanggal pelaksanaannya. “Karena di akhir Syakban itu ada istilah yaumus syaq (ragu), di mana hari keraguan itu jatuh pada akhir bulan. Sehingga saat hari itu, sebisa mungkin untuk tidak berpuasa sebagai antasipasi atas kemungkinan jatuhnya bulan Ramadan,” jelas beliau. Selain berpuasa, umat islam juga dianjurkan untuk bersedekah di bulan yang mulia ini. Hal ini dikarenakan, dengan bersedekah dapat mempercepat meningkatkan derajat hamba di hadapan Allah SWT. “Oleh karena itu, di Syakban ini kita semua mempersiapkan diri dengan ibadah-ibadah dan muamalah kita. Syukur-syukur di bulan Syakban ini kita bersedekah,” tutur beliau. Di bulan Syakban juga terdapat malam mulia atau yang dikenal malam nisyfu sya’ban. Malam nisyfu sya’ban termasuk malam mulia seperti malam Jumat, malam dua Ied (Idul Fitri dan Idul Adha), malam 1 Rajab, dan malam Lailatul Qadr. Bapak Fodhil juga menceritakan kemuliaan malam nisyfu sya’ban. Seperti yang dikisahkan ketika Nabi Isa AS yang menjumpai suatu peristiwa yang membuat beliau kagum. “Suatu ketika Nabi Isa berjalan-berjalan di tengah pegunungan, dan beliau melihat sesuatu seperti batu yang sangat berkeliau sekali. Kemudian beliau menghampiri sumber cahaya itu, dan ternyata di situ ada orang yang sedang beribadah yang lamanya 500 tahun,” cerita dosen PAI tersebut. Menjumpai peristiwa tersrbut, Nabi Isa kemudian terkagum-kagum dan sangat takjub sekali. Dalam kekagumannya tersebut, kemudian beliau ditanya oleh Allah SWT. “Wahai Isa, apakah kamu sudah merasa kagum dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh orang itu, dan apakah kamu ingin mengetahui pahala ibadah yang melebihi umatmu tersebut?. Ada yang bisa melebihi pahala dari apa yang dilakukan oleh umatmu itu, yaitu ibadah yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW di malam nisfu sya’ban,” lanjut beliau. Dengan keutamaan dan kemuliaan bulan Syakban tersebut, bapak Fodhil mengajak bagi semuanya untuk memanfaatkan momen yang penuh dengan keistimewaan ini. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil