Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: berpikir

PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA

Dalam proses belajar siswa tentu saja guru memiliki peran penting untuk ikut membentuk karakter siswa yang kritis dalam menghadapi berbagai situasi. Kemampuan berpikir secara kritis tentu saja tidak bisa didapatkan secara instan tetapi harus dibiasakan dan ditanamkan dengan baik. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan berpikir kritis bagi siswa terutama siswa SMA yang akan menghadapi dunia selanjutnya. Konsep Berpikir Kritis Berpikir kritis sendiri menurut ahli memiliki tingkat kepentingan yang hampir sama dengan menulis dan membaca sebagai kompetensi akademis. Maka secara definisi, berpikir kritis ini merupakan interpretasi serta evaluasi dalam melakukan observasi, menangkap informasi, melakukan komunikasi serta berargumentasi secara aktif. Tentu saja hal ini menjadi salah satu alasan mengapa penting memiliki kemampuan untuk berpikir secara kritis. Penting bagi seorang guru untuk memberikan teknik pembelajaran pada para siswa yang titik fokusnya adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu akan ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan yaitu sebagai berikut: Membantu untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan guru selama proses pembelajaran. Dengan membiasakan siswa berpikir secara kritis maka nantinya apapun yang dipelajari akan menempel lebih lama dalam pikiran siswa, sehingga mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Siswa akan terlatih untuk memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah yang diawali pada saat belajar di sekolah kemudian terbiasa untuk melakukannya dengan berbagai tantangan hidup di luar lingkungan sekolah. Sikap ilmiah akan dimiliki siswa yang mau berusaha untuk mencari jawaban atas segala rasa penasarannya akansesuatu hal. Dengan begitu informasi yang didapatkan akan lebih mendalam serta menyeluruh sebagai pengetahuan bagi para siswa. Berbagai keuntungan tersebut bisa didapatkan jika para guru mampu untuk memaksimalkan bagaimana cara agar siswa mampu berpikir secara kritis. Keaktifan setiap anak untuk mengoptimalkan sikap kritisnya memang berbeda-beda, namun tentunya bisa dilatih agar terus berkembang dan menjadi kemampuan yang bisa dimanfaatkan siswa dalam kehidupan di masyarakat serta menghadapi beragam jenis tantangan atau masalah. Kesulitan Guru dalam Membentuk Cara Berpikir Kritis Setiap siswa tentu memiliki karakter yang berbeda dengan pola berpikirnya masing-masing, tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para guru untuk bisa menciptakan suasana kelas yang kondusif. Belum lagi untuk bisa membangun sikap berpikir yang kritis dari para siswa tentunya diperlukan teknik yang tepat agar hasilnya lebih optimal sesuai yang diharapkan.Ada beberapa kendala yang harus diatasi guru di dalam sebuah kelas yaitu: Mudahnya para siswa bereaksi terhadap berbagai hal yang negatif di sekitarnya. Terjadinya reaksi negatif terhadap kelompok dan tentunya mengganggu jalannya proses pembelajaran di dalam kelas. Kurangnya kesatuan serta tidak ada standar perilaku di dalam kelas. Standar atau adab perilaku siswa ini tentunya harus diatur dengan baik dan ditentukan secara tegas untuk ditaati oleh setiap siswa. Adanya moral kurang baik serta permusuhan yang terjadi. Sehingga terkadang seorang guru juga harus peka terhadap perilaku masing-masing siswanya yang mungkin terlihat negatif satu sama lain. Siswa dalam kelas mentoleransi adanya kesalahan yang dilakukan teman lainnya, bahkan mendukung dan mendorong perilaku tersebut. Untuk meminimalisasi kendala di dalam kelas, maka seorang guru harus mencari cara yang tepat agar dapat mengendalikan kelas seoptimal mungkin. Tidak hanya berpikir kritis terhadap berbagai permasalahan atau topik yang sedang dibahas oleh guru tetapi juga pada hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Maka nantinya kemampuan untuk berpikir kritis para siswa tidak hanya untuk kepentingan akademik tetapi juga sosialnya. Jika perhatian para siswa tertuju pada guru dan sistem pembelajaran yang dilakukan maka akan lebih mudah untuk membangun kemampuan berpikirnya. Anda perlu membuat suasana kelas yang menyenangkan serta mendorong setiap siswa untuk bisa berpikir lebih kritis dan secara aktif menyampaikan apa yang ada di dalam pemikirannya. Sehingga meskipun memiliki daya pikir yang berbeda setidaknya sikap kritis sudah mulai berkembang. Perkembangan Berpikir Kritis Pada Siswa Seorang siswa dapat dikatakan sudah memiliki sikap berpikir kritis tentu saja setelah memenuhi beberapa persyaratan khusus. Maka persyaratan tersebut perlu ditanamkan sedikit demi sedikit agar nantinya semakin berkembang kemampuan tersebut dalam diri setiap siswa untuk bekal dalam menghadapi kehidupan di masyarakat nantinya, sehingga mereka memiliki kemampuan yang mumpuni masuk ke dunia pekerjaan.Ciri-ciri berpikir kritis pada siswa adalah sebagai berikut: Mampu untuk membedakan antara informasi yang relevan dan tidak terhadap permalasahan atau topik yang ingin diketahui. Tentunya untuk itu siswa perlu mengaitkan antara satu informasi dengan lainnya agar lebih mudah untuk melihat mana yang relevan dan tidak. Ketentuan untuk memilih fakta dalam menentukan pernyataan sebagai bahan pertimbangan yang baik. Mampu melakukan identifikasi terhadap berbagai fakta atau poin yang tidak sesuai dan tidak dapat dipercaya. Melakukan identifikasi terhadap munculnya kalimat atau pernyataan yang samar atau kurang jelas. Bisa mengetahui jika ada poin yang berbeda namun masuk akal dalam pemikiran siswa. Hal yang berbeda belum tentu buruk, tetapi bisa jadi justru mendukung pemikiran yang baru, hal ini perlu dipahami dengan baik oleh para siswa dengan bantuan dari para guru. Dapat menguatkan argumen yang sesuai dengan pemikirannya setelah melakukan proses identifikasi terutama kemampuan untuk membedakan antara informasi yang tepat sesuai fakta yang didapatkan. Siswa harus terus berusaha untuk mencari sumber informasi terbaru untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam berpikir. Selain itu, siswa juga harus dibiasakan untuk memiliki sikap yang terbuka terhadap pernyataan orang lain serta informasi baru yang masuk tanpa mengabaikan pertimbangan awal yang sudah dilakukan. Sehingga nantinya kemampuan ini bisa diaplikasikan untuk sampai menyelesaikan suatu masalah atau tantangan. Setelah memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, guru memiliki pran penting selanjutnya. Peran tersebut adalah mengingatkan serta mendorong kepekaan siswa terhadap perasaan orang lain, cara berpikir yang berbeda dan mungkin kerumitan pemikiran yang dimiliki oleh orang lain serta lawan bicaranya. Dengan begitu meskipun cara berpikirnya kritis namun tidak sampai menyakiti orang lain yang mungkin pemikirannya berbeda satu sama lain.

PEMECAHAN MASALAH MELALUI KREATIVITAS BERPIKIR

Cara berpikir anda tentu menjadi modal untuk kehidupan selanjutnya bagaimana memiliki kemampuan untuk menghadapi serta menyelesaikan masalah. Mengembangkan pola berpikir kreatif menjadi salah satu hal yang bahkan sudah bisa ditanamkan sejak SMA. Secara tidak langsung berbagai pelajaran yang diberikan di sekolah juga melatih kemampuan untuk berpikir kreatif, contohnya saja pelajaran matematika. Perbedaan Tingkat Adversity Quotient Sebenarnya secara pengertian, Adversity Quotient (AQ) sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan atau masalah. Secara teori ada tiga jenis kelompok Adversity Quotient yaitu tinggi yang akan terus berusaha serta berjuang menghadapi berbagai tantangan di hidupnya, sedang kurang memiliki keinginan untuk menghadapi tantangan serta memilih berhenti untuk berusaha menyelesaikan masalah dan rendah cenderung tidak mau menerima tantangan dalam hidupnya. Secara detail perbedaan antara tiga tingkatan AQ tersebut adalah sebagai berikut: AQ tinggi akan berusaha untuk menangkap informasi dari tantangan yang harus dihadapinya kemudian mencoba menyampaikannya kembali menurut persepsi pribadi. Berbagai kendala yang ada justru akan membuat pemilik AQ tinggi ini semakin tertantang untuk menemukan cara menyelesaikan masalah tersebut serta memberikan alasan yang logis pada solusinya. AQ sedang tetap mampu menangkap informasi dari tantangan yang diterima dan menemukan solusi meskipun memang tidak sempurna. Kendala yang ada membuat pemilik AQ sedang akan tetap berusaha namun tidak secara optimal dalam mencari solusi tepat. AQ rendah memang menerima kendala atau tantangan yang ada di hadapannya sebagai sesuatu yang menghilangkan semangat untuk mencoba mencari solusi untuk menyelesaikannya. Dengan mengetahui bagaimana cara berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa maka anda sebagai guru juga akan lebih mudah untuk mengatur strategi pengajaran yang tepat. Apalagi pada dasarnya proses berpikir kreatif ini bisa dilatih dan dibiasakan sejak masa sekolah. Sehingga nantinya dalam menghadapi berbagai macam tantangan yang mungkin lebih berat para siswa sudah siap dalam mencari pemecahan setiap tantangan untuk dihadapi. Pentingnya Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Kunci untuk bisa menjalankan teknik berpikir kreatif dalam memecahkan masalah adalah adanya keinginan untuk bisa menerima serta mencari jalan keluar dari setiap tantangan yang ada. Mencoba melakukan eksplorasi terhadap berbagai kemungkinan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga nantinya akan tercipta generasi yang inovatif dan mampu menciptakan hal-hal baru sebagai solusi untuk membantu permasalahan di sekitarnya. Setiap orang adalah pemimpin dan tentu sebagai seorang pemimpin dibutuhkan kualitas serta kemampuan dalam berpikir memecahkan masalah sebaik mungkin. Ada lima kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin yaitu: Mampu menerima kenyataan dan bertanggung jawab pada masalah yang harus dihadapi serta diselesaikan. Memiliki cara berpikir jangka panjang, dengan begitu pemimpin akan memiliki visi masa depan yang jelas serta mengetahui dalam jangka waktu mendatang ingin berada di posisi mana. Pemimpin perlu memiliki perencanaan yang baik untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang mungkin saja terjadi di kemudian hari. Selalu memiliki rencana cadangan adalah hal yang penting untuk dikembangkan seorang pemimpin. Menyelesaikan satu masalah dalam satu waktu serta tidak mudah menyerah meskipun ada beragam kendala yang menghadang. Akan lebih baik jika seorang pemimpin fokus pada satu masalah terlebih dahulu baru memikirkan masalah lainnya, sehingga solusi yang didapatkan nantinya akan jauh lebih efektif untuk diapliaksikan. Proses berpikir secara kreatif untuk menyelesaikan masalah tentu pada akhirnya akan menciptakan inovasi sebagai solusinya. Pada dasarnya inovasi bisa didapatkan dengan mencoba memahami hal yang belum jelas, terbuka dengan pengalaman serta ide baru dan terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi perubahan yang ada. Dengan begitu akan lebih mudah bagi para siswa untuk menemukan ide yang tidak biasa sebagai solusinya. Para siswa SMA sudah memiliki pemikiran lebih dewasa sehingga sudah bisa didorong untuk menerima ide-ide baru yang tidak biasa. Siswa usia SMA sudah bisa ditanamkan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan cara yang lebih mudah dan baik. Untuk itu kemampuan untuk berpikir secara kreatif memang sangat penting dan harus dikembangkan sedini mungkin agar dalam menghadapi pekerjaan atau masyarakat lebih siap. Prinsip Penyelesaian Masalah Dalam Islam tentu anda mengenal istilah ikhtiar atau berusaha sebelum bertawakal pada ketetapan Allah SWT. Yakin dan berkhusnudhon bahwa setiap masalah pasti ada jalan penyelesaiannya. Setiap kesulitan yang dialami seseorang pasti terdapat kemudahan setelahnya sebagaiana firman Allah SWT dalam Surat Al-Insyiroh:6. اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕ‏ Artinya: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Kemampuan untuk memecahkan masalah ternyata memiliki beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Respon positif terhadap masalah memang beragam untuk masing-masing orang apalagi untuk siswa SMA dengan tingkat emosi yang terkadang masih labil. Sehingga perlu adanya bimbingan yang tepat agar tidak sampai melakukan hal yang kurang baik.Prinsip penyelesaian masalah atau problem solving adalah sebagai berikut: Proses dalam menyelesaikan masalah dimulai ketika anda mencari berbagai kemungkinan solusi yang bisa digunakan sampai akhirnya bisa menentukan jalan keluar paling solutif. Menyerap informasi secara optimal dari masalah yang harus dihadapi sangat penting untuk bisa lebih mengenali kondisi permasalah untuk dihadapi. Sehingga nantinya solusi yang diambil akan lebih tepat untuk diaplikasikan sesuai dengan kondisi permasalahan yang harus dihadapi masing-masing. Permasalahan harus diselesaikan dengan pemikiran yang matang sampai tuntas dan menemukan solusinya tanpa harus terikat dengan ide-ide atau inovasi yang lama. Keberhasilan dalam menyelesaikan masalah yang kompleks akan lebih mudah dicapai ketika masalah tersebut dibagi ke dalam masalah tunggal. Sehingga masalah sulit yang kompleks perlu diurai terlebih dahulu dan diselesaikan satu persatu. Proses dari analisa masalah, pertimbangan solusi yang tepat dan bagaimana mengaplikasikan solusi tersebut adalah hal yang harus dijalankan dengan baik. Belajar untuk berpikir kreatif dalam hal ini tentu sangatlah penting, namun yang perlu diperhatikan adalah tetap menjunjung tinggi aturan serta adab yang seharusnya dilakukan. Sehingga dalam penyelesaian masalah atau tantangan tidak sampai menyalahi aturan di lingkungan masyarakat. Di dalam proses problem solving ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu kepercayaan akan sikap yang salah, motivasi, emosi dan kebiasaan. Setiap hal tersebut memang berkaitan satu sama lain dan mempengaruhi bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan langkah yang tepat berdasarkan pertimbangan matang serta proses berpikir kreatif yang telah dilakukan setelah mengenali tantangan untuk dihadapi.