Tag: #Fakultaspertanian
Yudisium Fakultas Pertanian 2024: Dekan Minta Lulusan Dapat Manfaatkan Potensi
Jombang – Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) kembali mengukuhkan 46 mahasiswa yang berhasil menyelesaikan studi dalam acara Yudisium, di Aula Gedung F, Senin (26/8/2024). Yudisium ini dihadiri oleh jajaran Rektorat, Dekan Fakultas Pertanian, Ketua Program Studi, Dosen dan alumni, berlangsung khidmat. Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Pertanian, Ambar Susanti, M.P. Dalam sambutannya, beliau memberikan ucapan selamat kepada para calon lulusan. Beliau juga mengapresiasi atas segala usaha dan dedikasi yang telah dilakukan oleh mahasiswa dalan proses penyelesaian studi di Fakultas Pertanian. “Yudisium sebagai keputusan kelulusan atas proses akademik yang telah kalian tempuh, oleh karena itu ini menjadi penting bagi kita semua. Ini juga menjadi tonggak keberhasilan kalian dalam menyelesaikan pendidikan di Unwaha,” ucap beliau. Ibu Ambar, sapaan akrabnya juga berpesan kepada para calon lulusan untuk dapat mengambil peran di setiap peluang yang ada dan dapat memanfaatkan potensi yang ada. Beliau juga berharap agar nantinya mereka dapat berkarya di sektor pertanian maupun di sektor yang lain. “Patut bagi kita untuk berbangga karena telah lulus dari fakultas pertanian yang menjadi harapan bangsa, tepatnya yaitu harapan bagi ketahanan pangan,” imbuhnya. Hal ini juga diamini oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd. Dalam sambutannya, Bapak Ino setuju dengan apa yang disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian tersebut. “Tadi sudah disinggung oleh Ibu Dekan, kemajuan suatu bangsa salah satunya yaitu ditopang oleh sektor pertanian. Alasannya yaitu karena sumber daya alam yang kita miliki sangat melimpah ruah, dari Sabang hingga Merauke,” tutur beliau. Di hadapan calon lulusan Fakultas Pertanian, beliau berharap, para lulusan dapat mengamalkan keilmuannya dan memberikan dampak positif terhadap lingkungan masyarakat nantinya. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan Yudisium Fakultas Pertanian dan penyerahan Surat Kelulusan secara simbolis oleh masing-masing Kepala Program Studi (Kaprodi). Sebagai informasi, berikut nama-nama dengan IPK tertinggi berdasarkan jurusan di Fakultas Pertanian: Prodi Agribisnis 1) Anjar Winarko (3.80) 2) Tulus Prasetyo (3.36) Prodi Agroekoteknologi 1) Annisa’ Khurun Ain Faizah (3.86) 2) Yogi David Kurniawan (3.01) Teknologi Hasil Pertanian 1) Ummi Karina (3.63) 2) M. Zainun Na’im (3.11) Rekayasa Pertanian dan Biosistem 1) Fahmu Rosikhoh (3.76) 2) Ardin Nur Hidayat (3.74) Dokumentasi Kegiatan Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil
Lolos PPMBK Bappeda 2024, Dosen Unwaha Berhasil Kelola Limbah Jagung dengan Teknologi Biobriket
Jombang – Capaian membanggakan datang dari Dosen Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Tim peneliti dari Unwaha Jombang berhasil mengukir namanya di ajang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Kinerja (PPMBK) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang 2024. Tim peneliti yang diketuai oleh Dyah Ayu Sri Hartanti, M.Si. ini berhasil melakukan inovasi pengolahan limbah jagung sebagai bahan baku pembuatan arang briket. Penelitian yang berjudul “Penerapan Teknologi Biobriket dari Pengolahan Limbah Jagung pada Kelompok Pengrajin Arang Desa Cupak Dalam Upaya Penyediaan Sumber Energi Alternatif” berhasil lolos di bidang Ekonomi dan Pembangunan. Inovasi arang briket dari limbah jagung Ibu Dyah sapaan akrabnya mengatakan, penelitian tersebut bermula dari potensi yang ada di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan. Di mana masyarakat di daerah tersebut mayoritas memiliki lahan pertanian jagung. “Kebetulan juga, Desa Ngusikan ini merupakan sentra industri arang. Waktu kita survey ke lokasi, ternyata banyak sekali limbah tongkol jagung yang tidak dimanfaatkan,” tuturnya. Dengan kondisi tersebut, tim peneliti Unwaha Jombang berinisiatif untuk membuat inovasi produk arang briket dengan berbahan baku tongkol jagung. Praktis, inovasi tersebut disambut dengan antusias oleh mitra penelitian, dalam hal ini adalah pengrajin arang di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan. “Apalagi briket ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan arang biasa. Karena untuk produksi arang para mitra kami masih membeli kayu sebagai bahan baku arang,” katanya. Tujuan Penelitian dan Kualitas Briket Limbah Jagung Ibu Dyah yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknoligi Hasil Pertanian mengungkapkan beberapa tujuan dari penelitian ini. Pertama adalah zero waste, sebagai langkah pemanfaatan limbah tongkol jagung dan kelestarian lingkungan. “Kemudian, untuk mengupgrade skill dan pengetahuan pengrajin mengenai produk briket untuk meningkatkan penjualan mereka. Nantinya kita juga sosialisasikan bagaimana proses penjualan dan bagaimana caranya menembus pasar nasional bahkan bisa untuk ekspor,” papar Ibu Dyah. Kepada Tim Humas Unwaha Jombang, Ibu Dyah mengatakan, keunggulan dari produk briket berbahan baku limbah jagung tersebut. Dari segi kualitas. briket memiliki ketahanan yang lebih jika dibandingkan dengan arang biasanya. “Dan jika dibandingkan dengan briket yang berbahan baku dari batok kelapa, ketahanannya tidak jauh berbeda. Kami juga berharap, produk ini bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh mitra sebagai percontohan bagi pengrajin arang di daerah lainnya,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian: Tentang, Mata Kuliah, dan Pofil Lulusan
Jombang – Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian merupakan salah satu Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi yang didirikan bersadasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi No: 038/E/2013 memiliki visi sebagai salah satu Prodi unggul dan kompetitif di tingkat nasional berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Prodi (Kaprodi) Teknologi Hasil Pertanian, Dyah Ayu Srihartanti, M.P. Beliau juga mengatakan, Prodi ini memiliki misi sebegai penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian, red) yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pengembangan agroindustri. “Dengan cita-cita ini, maka Prodi Teknologi Hasil Pertanian berupaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang cakap, terampil dan memiliki daya saing tinggi di bidang agroindustri,” ungkapnya. Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan teknologi dan hasil pertanian di Indonesia begitu pesat. Terdapat banyak inovasi-inovasi di bidang ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Di masa yang akan datang, tentu berbagai tantangan di bidang ini terus berkembang secara dinamis. Dengan demikian, para lulusan diharapkan mampu mengelola potensi lingkungan agar memiliki daya kompetitif di bidang pertanian,” imbuhnya. Mata Kuliah Hampir sama dengan Prodi-Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Unwaha, Teknologi Hasil Pertanian memiliki muatan mata kuliah yang berkaitan dengan materi dasar dan lanjutan ilmu pertanian dan teknologi. “Mahasiswa dijarkan tentang manajemen teknologi di bidang pertanian. Adapun ruang lingkupnya meliputi penaganan, pengamanan, dan juga pengelolaan hasil pertanian,” terang Ibu Dyah kepada tim Humas. Adapun bahan kajian di Prodi Terknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang adalah sebagai berikut: Ilmu Sains Dasar; pada bidang kajian ilmu sains dasar mempelajari keilmuan fisika, kimia, dan juga mikrobiologis dari hasil pertanian hingga proses pengelolahan bahan pangan. Keilmuan Inti Teknologi Hasil Pertanian; bahan kajian ini meliputi prinsip-prinsip ilmu pangan/hasil pertanian (kimia dan analisis pangan/ hasil pertanian, mikrobiologi dan keamanan pangan, rekayasa proses pengolahan pangan/hasil pertanian, biokimia pangan dan gizi) untuk diformulasikan dalam teknik perancangan proses secara terpadu. Kecakapan Hidup; merupakan kajian mata kuliah yang menyesuaikan dengan kebutuhan peningkatan soft skill mahasiswa sesuai kebutuhan di masa yang akan datang. Sosial Humaniora; bahan kaijan yang disesuaikan dengan kondisi sosial humaniora masyarakat Indonesia. Ciri Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi; bahan kajian meliputi mata kuliah sesuai ciri atau karakteristik (konservasi) Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi. Profil Lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian Berikut profil lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian: Manajer; para lulusan dinilai mampu mengelola usaha di bidang agroindustri nasional dan multinasional. Pelaku bisnis di bidang agroindustri; lulusan dengan kompetensi yang dimiliki dapat berkembang di bidang bisnis dan industri rumah tangga berbasis pangan dan pertanian. Peneliti; peneliti di perguruan tinggi atau lembaga riset pemerintahan ataupun swasta. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang
Jombang – Porgram Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang merupakan salah satu Program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Pertanian. Ketua Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Canggih Nailil Maghfiroh, M.P. mengatakan, Program Studi ini dibangun dengan landasan sains hayati dan mengkombinasikan ilmu pertanian dengan prinsip rekayasa biosistem. “Di dalamnya mempelajari interdisiplin ilmu pertanian dan teknologi yang bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia unggul di bidang tersebut. Lulusan diharapkan menjadi problem solver atas segala permasalahan yang dihadapi di sektor pertanian untuk menghasilkan sistem pertanian yang berkelanjutan,” kata Canggih. Tujuan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Dalam proses penyelenggaraan pendidikan, Program Studi ini memiliki beberapa tujuan. Pengembangan yang dilakukan diharapkan mampu melayani kebutuhan di bidang energi pertanian, sumber daya alam (tanah, air, dan ekosistem). “Selain itu, mahasiswa mampu terlibat dalam pengembangan pembelajaran dan keprofesian di bidang pertanian. Di mana mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip rekayasa yang fundamental meliputi ilmu-ilmu sains, seperti matematika, fisika, dan biologi,” lanjut Ketua Prodi Rekayasa Pertanian dan Biosistem ini. Bidang Kajian Mungkin beberapa calon mahasiswa atau kalian masih asing dengan program studi atau jurusan yang satu ini. Canggih Nailil Maghfiroh, M.P menyebutkan, terdapat beberapa mata kuliah yang menjadi bidang kajian selam proses perkuliahan di Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. “Sebagai bekal untuk masuk di Prodi (Program Studi) ini, mungkin adik-adik calon mahasiswa perlu mereview kembali mata pelajaran di SMA sederajat, seperti matematika, fisika, dan biologi. Namun yang terpenting adalah kalian memiliki minat di bidang pertanian dan teknologi,” pesan wanita yang akrab disapa Canggih ini. Kepada tim Humas, Canggih membeberkan beberapa mata kuliah yang akan diajarkan di Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Berdesarkan jenisnya, yaitu sebagai berikut: Wajib Prodi; Kimia Dasar, Fisika Dasar, Dasar Biosistem, Matematika, Ilmu Lingkungan, Pengantar Rekayasa dan Desain 1 & 2, Genetika Pertanian, dan lain sebagainya. Wajib Fakultas; Pengantar Ilmu Pertanian, Statistika, Metode Ilmiah, Etika Profesi. Wasjib Universitas; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kewarganegaraan, Aswaja, Filsiafat Ilmu, Kewirausahaan. Profil Lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang dinilai mampu dalam pengembangan keprofesiaan di bidang pertanian. Adapun profil lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem seperti berikut: Peneliti, lulusan mampu melakukan riset yang mencakup identifikasi, formulasi, dan analisis masalah rekayasa di bidang pemanfaatan teknologi dalam sistem pertanian. Pelaku bisnis di bidang rekayasa pertanian, dapat mengembangkan produk-produk pertanian serta memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Konsultan, mampu merumuskan alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang pemanfaatan rekayasa dan teknologi di bidang pertanian. Prospek Karir Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Prospek karir lulusan di bidang pertanian memiliki peluang yang sangat luas. Mengingat Indonesia merupakan negara agraris serta memiliki sektor pertanian yang sangat besar. Ini menjadi satu set peluang yang dimiliki oleh para lulusan untuk mengembangkan karir. Berikut lokus pekerjaan yang secara khusus dapat menampung para lulusan: Instansi Pemerintah (Departemen atau Dinas yang membidangi pertanian dan lingkungan). Industri Pertanian. Wiraswasta yang bergerak di bidang layanan dan penyedia produk pertanian. Lembaga Penelitian. Lembaga Pendidikan. Lembaga Swadaya Masyarakat (Yang memiliki konsentrasi di bidang pertanian dan lingkungan). Bagimana? tertarik kuliah di program studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Yuk Ketahui Prodi Agroekoteknologi: Mata Kuliah, Kompetensi Lulusan, hingga Pengembangan Karir
Jombang – Mau kuliah dan masih bingung dalam memilih Program Studi (Prodi) untuk melanjutkan pendidikan?. Tenang, masih banyak kok Prodi atau jurasan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan skill sesuai dengan minat kalian, salah satunya adalah Prodi Agroekoteknologi. Mungkin sebagian dari kita asing dengan prodi satu ini. Namun jangan salah, banyak kampus di Indonesia yang telah membuka Prodi Agroekoteknoligi, salah satunya Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Agroekoteknologi merupakan Prodi yang menyelenggarakan pendidikan tentang teknologi pengelolaan lingkungan pertanian yang berkelanjutan. Prodi satu ini merupakan gabungan dari beberapa rumpun keilmuan di Fakultas Pertanian pada umumnya. Seperti Agronomi, Ilmu Tanah, dan juga Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Jika kalian memiliki minat di bidang keilmuan tersebut, suka mempelajari perihal botanikal, memiliki inovasi dalam pengelolaan keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produksi hasil pertanian, maka Prodi Agroekoteknologi merupakan pilihan yang sangat tepat. Hal ini dibenarkan oleh Kaprodi Agroekoteknologi, Mohamad Nasirudin, S.Si., M.Ling. “Sebenarnya tidak ada spesifikasi latar belekang pendidikan calon mahasiswa baru. Dari semua jurusan bisa masuk semua, dengan syarat memiliki komitmen dalam mempelajari dan pengembangan di dunia pertanian,” tutur Kaprodi Agroekoteknologi ini. Kuliah di Agroekoteknologi Unwaha Jombang Nasir sapaan akrabnya mengungkapkan, Prodi Agroekoteknoligi Unwaha Jombang ini memiliki berbagai tujuan. Salah satunya yaitu menghasilkan lulusan yang menguasai dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. “Tentu juga mampu menjadi penggerak dalam pembangunan di sektor pertanian. Harapannya para lulusan mampu mengimplementasikan keilmuannya di tengah masyarakat,” imbuhnya. Para mahasiswa Prodi Agroekoteknologi juga dibentuk untuk dapat menghasilkan publikasi ilmiah berbasis kegiatan penelitian. Kemudian mahasiswa juga diarahkan mengembangkan ilmu dan teknologi pertanian di tengah masyarakat melalui program pengabdian. Mata Kuliah di Prodi Agroekoteknologi Kalau kuliah di Prodi ini akan mempelajari apa saja sih?. Kaprodi Agroekoteknologi kepada tim Humas Unwaha Jombang menjelaskan beberapa mata kuliah yang akan diajarkan berdasarkan jenisnya, seperti berikut ini: Mata Kuliah Universitas: Mahasiswa akan dibekali mata kuliah wajib Universitas. Di mana mata kuliah ini, secara umum terdapat di berbagai Prodi di Unwaha Jombang. Seperti; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pancasila, Aswaja, dan Agama Islam. Mata Kuliah Fakultas Pertanian: Adapun mata kuliah wajib fakultas di antaranya; Pengantar Ilmu Pertanian, Statistik, dan Metodologi Ilmiah. Mata Kuliah Prodi: Di sini, kalian akan mempelajari mata kuliah yang secara spesifik berfokus pada Agroekoteknologi. Beberapa di antaranya adalah; Botani, Biokimia Tanaman, Peramalan Hama dan Epidemi Penyakit, Manajemen Agroekosistem, dan masih banyak lainnya. Mata Kuliah Pilihan Prodi: Mahasiswa Agroekoteknologi dapat memilih beberapa mata kuliah. Di antaranya; Manajemen Hama dan Penyakit Terpadu, Analisis Pertumbuhan Tanaman, Pestisida dan Aplikasinya, dan Teknologi Pasca Panen. Kompetensi Lulusan Prodi Agroekoteknologi Lalu nanti selesai kuliah di Prodi ini kalian ngapain dan bisa jadi apa saja sih?. Kaprodi Agroekoteknologi juga menjelaskan beberapa profil lulusan Prodi Agroekoteknologi Unwaha Jombang. Di antaranya adalah menjadi seorang peneliti. “Ini dikarenakan lulusan Agroekoteknologi mampu melakukan riset pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumberdaya dan kearifan lokal,” lanjut alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut. Kemudian, kalian bisa menjadi penguasaha dan manajer di bidang pertanian tentunya. Pasalnya, kalian sudah dapat menguasai tentang keilmuan manajemen agroekosistem serta dapat menerapkan pengelolaan sistem pertanian terpadu. “Lulusan kami juga bisa menjadi seorang penyuluh, karena para lulusan dinilai mampu memberikan penyuluhan pertanian berkelanjutan,” pungkas pria yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan tersebut. Bagimana? tertarik kuliah di Prodi Agroekoteknologi Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Refleksi Peringatan Hari Bumi, Begini Pandangan Dosen Unwaha Jombang Tentang Keberlanjutan Lingkungan
Jombang – Hari Bumi selalu diperingati setiap tanggal 22 April, peringatan ini sebagai wujud untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap lingkungan. Setiap tahunnya peringatan Hari Bumi dirayakan dengan tema yang berbeda, sesuai dengan pokok permasalahan lingkungan terkini dan ancaman bagi Bumi di masa yang akan datang. Dilansir dari laman Earth Day, Hari Bumi 2024 memiliki tema “Planet vs Plastik”. Tema ini menjadi seruan sekaligus kampanye atas produksi dan penggunaan plastik sekali pakai. Selain mengancam kerusakan Bumi, limbah plastik juga dapat mengancam kondisi kesehatan manusia. Menyikapi hal ini, Dosen sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Ambar Susanti, S.P., M.P memberikan pandangannya perihal refleksi peringatan Hari Bumi. Kerakusan Manusia Vs Kerusakan Iklim Kondisi perubahan yang begitu pesat dan perkembangan penduduk kian meningkat berdampak terhadap tingkat penggunaan sumber daya alam. Kondisi ini terlihat di berbagai sektor, tingkat konsumsi manusia semakin tinggi seiring dengan kebutuhan yang kian meningkat. “Perkembangan penduduk juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih lagi gaya hidup saat ini yang bermacam-macam jenisnya. Sehingga kita perlu untuk meningkatkan upaya dalam mengelola sumber daya alam,” kata dosen yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan itu. Akibatnya, perilaku masyarakat yang seperti itu dapat berpengaruh terhadap kerusakan iklim. Ambar sapaan akrabnya, menjelaskan jika kerusakan iklim memiliki dampak yang sangat seirus. Pasalnya, Bumi memiliki sistemnya sendiri dan jika di suatu area terdapat kerusakan maka akan berdampak terhadap area lainnya. Ancaman nyata saat ini adalah bencana terjadi di mana-mana akibat kerusakan tersebut. Seperti bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan, kekeringan, kelangkaan air dan semacamnya. “Kondisi ini merupakan konsekuensi nyata, karena isu perubahan iklim sudah terprediksi satu dekade sebelumnya, tepatnya sekitar tahun 2010. Prediksinya yaitu dunia akan menghadapi kondisi kenaikan suhu sekitar 4 derajat celcius, kenaikan suhu ini adalah bagian kecil dampak kerusakan iklim. Dampak secara luas yaitu pada kerusakan ekosistem,” tutur Dekan Fakultas Pertanian ini. Menjaga Bumi Mulai Dari Diri Sendiri Ambar juga mengatakan, dalam melestarikan ekosistem di Bumi bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama sebagai manusia. ”Perihal menjaga lingkungan ini perlu peran dari semua stakeholder. Menjaga Bumi tidak hanya tanggung jawab satu dua generasi saja, tapi semuanya. Terutama bagi para generasi muda, yang dimana nantinya mereka akan menghadapi dampak lingkungan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan sekarang,” ucapnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Bumi ini ada kesadaran bagi masing-masing pribadi untuk sadar terhadap lingkungan. “Untuk menjaga bumi tidak perlu tindakan yang muluk-muluk, bisa dengan hal-hal kecil tadi. Khususnya kegiatan penghijauan kembali juga perlu dilakukan untuk keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.