Tag: Jombang
LPPM UNWAHA Gelar Sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023
LPPM UNWAHA menyelenggarakan sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023 terkait pembukaan pengususlan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 2023 melalui laman BIMA. Acara yang dilaksanakan Senin (3/4/2023) ini menghadirkan empat orang reviewer yaitu Ino Anggaputra, M.Pd., Dr. Zulfikar, M.Si., Suci Prihatiningsih, M.Pd., dan Agus Sifaunnajah, M.Kom. Acara ini terdiri dari dua kegiatan yaitu sosialisasi penyusunan proposal dan klinik penyusunan proposal. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh ketua LPPM (M. Kris Yuan H. M.Pd. ini banyak membahas tentang klaster riset dan pengabdian di UNWAHA, alur pelaksanaan hibah, seleksi substansi penelitian penilaian RAB, dan faktor penyebab proposal hibah tidak didanai. Faktor-faktor yang menyebabkan proposal PKM tidak didanai diantaranya adalah tim tidak multidisiplin, tidak melibatkan mahasiswa, penulisan tidak sesuai dengan panduan, kurang IPTEKS, gambaran IPTEKS tidak lengkap, tidak jelas, tidak disertai gambar, anggaran tidak rasional, CV kurang menunjukkan pengalaman pengabdian, dan peta lokasi tidak jelas. Setelah acara sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan klinik penyusunan proposal. Pada kegiatan ini draft proposal yang telah disiapkan peserta dinilai oleh tim revier untuk selanjutnya mendapat masukan dari tim reviewer.
Tingkatkan Silaturrahmi Antara Dosen dan Mahasiswa, Prodi PAI Gelar Talkshow Ramadhan
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H, Prodi PAI UNWAHA gelar talkshow Ramadhan bertajuk “Ramadhan Momentum Pembentukan Karakter dan Spirit Pererat Ukhuwah Islamiyah Bagi Generasi Milenial”. Acara yang dilaksanakan pada Senin (2/4/2023) ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa prodi PAI, sekaligus menampung aspirasi mahasiswa guna peningkatan kualitas prodi PAI. Acara ini diawali dengan hiburan etnika musik yang dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Drs. Waslah, M.Pd.I. selaku dekan FAI sebagai do’a awal untuk membuka acara ini dengan harapan acara dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Menurut ketua pelakasana, acara ini merupakan acara yang rutin diselenggarakan prodi PAI untuk menyemarakkan bulan Ramadhan sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar, dosen dengan mahasiswa, dan antar mahasiswa. Selain itu, acara ini menambah wawasan mahasiswa melalui kajian materi yang disampaikan oleh pemateri. Dalam sambutannya, Dr. Didin Sirojudin, M.Pd.I. selaku kaprodi PAI menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa sesuai dengan konsep kitab ta’lim muta’alim. Acara yang dihadiri dosen dan ± 400 mahaiswa prodi PAI ini, menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. (WR Bidang Keuangan dan Kerumahtanggans) dan Moch. Fodhil, M.Pd.I (dosen PAI). Dalam paparan materinya, Moch. Fodhil, M. Pd.I. menyampaikan bahwa puasa dibagi menjadi dua macam yaitu puasa khas dan puasa am. Puasa khas contohnya adalah memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak dan memperkuat ibadah. Sedangkan puasa am adalah puasa seperti orang-orang pada umumnya yang tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja, dan lain-lain. Acara yang berakhir pukul 17.38 ini ditutup dengan acara makan bersama dan penyampaian program himpunan kosma prodi PAI.
Meraih Dua Manfaat Sholat Tarawih
Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan yang memiliki banyak faidah dan manfaat. Sholat sunnah yang hanya dianjurkan di bulan Ramadhan ini disambut antusias oleh umat muslim setiap tahunnya, bahkan ada yang mengatakan Ramadhan tanpa tarawih bagaikan masakan tanpa garam. Anjuran sholat tarawih pada malam bulan Ramadhan berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Artinya, “Barangsiapa beribadah (pada malam hari) bulan Ramadhan dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq Alaih). Menurut Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, yang dimaksud dengan ibadah malam hari di bulan Ramadhan pada hadits tersebut adalah dengan mengerjakan sholat sunnah tarawih. Dilansir dari NU Online, terdapat dua manfaat besar bagi orang-orang yang mengerjakan sholat sunnah tarawih yaitu manfaat ruhani dan jasmani. Manfaat ruhani yang diperoleh adalah diampuninya dosa-dosa yang pernah dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas. Hal ini juga ditegaskan oleh Imam Abu Thayyib dalam kitabnya ‘Aunul Ma’bud Syarhun Sunan Abi Dawud: أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى غُفْرَانُ الْكَبَائِرِ Artinya, “Yaitu, mulai dari dosa-dosa kecil, dan diharapkan ampunan dosa-dosa besar.” Sedangkan manfaat jasmani dari sholat tarawih adalah menyehatkan tubuh dan menghindarkan dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi selama berbuka. Hal ini sebagaiamana ditegaskan oleh Syekh Muhyiddin Mistu dalam kitabnya As-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, beliau mengatakan: صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَتُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ rakaat, dan berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat ibadah, dan ampunan dosa-dosa”. Selain itu, menurut berbagai penelitian, gerakan sholat berfungsi dalam memaksimalkan suplai oksigen murni atau elektrolit dalam darah melalui pembuluh darah, melenturkan ruas tulang belakang, mengaktifkan kecerdasan, dan melancarkan peredaran darah.
Unwaha MOU dengan University of The Chamber of Commerce (UTCC) Thailand
Sebagai upaya pencapaian visi UNWAHA yaitu menjadi institusi pendidikan tinggi berstandar internasional yang berperan aktif dalam pengembangan IPTEK, pengelolaan Sumber Daya Alam, dan peningkatan Sumber Daya Manusia seutuhnya, UNWAHA kembali menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri yaitu University of the Chamber of Commerce (UTCC) Thailand. Acara yang dihadiri jajaran pimpinan UNWAHA dan Dr. Piraphong Foosiri, Ms. Parichart Thammajinda, dan Mr. Wang Minliang selaku perwakilan UTCC ini digelar secara online pada Kamis (30/4/2023). Kegiatan ini merupakan penjajakan MoU antara UNWAHA dengan UTCC yang banyak membahas tentang berbagai program yang akan dijalankan selama kerjasama antar perguruan ini berlangsung. Melalui sambutannya Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., Asean Eng., selaku rektor UNWAHA berharap bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal terjalinnya kerjasama yang baik antara UNWAHA dengan UTCC baik dibidang riset maupu bidang kerjasama lainnya.
Waktu Sahur yang paling Utama menurut Rasulullah SAW
Sahur merupakan salah satu ibadah sunnah saat berpuasa. Anjuran melaksanaka sahur ini berdasarkan hadits yang berbunyi عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً “Tasahharu fainna fissahuri barakatan” yang artinya sahurlah kamu karena sahur mengandung keberkahan. Keberkahan yang dimaksud disini adalah kebaikan-kebaikan terutama yang berhubungan dengan kondisi fisik. Pernyatan tersebut disampaikan oleh Drs. KH. Achmad Hasan, M.Pd.I dosen UNWAHA sekaligus pengasuh Ribath As-Sa’diyyah 2 Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Melalui tausiahnya beliau memaparkan bahwa waktu sahur yang paling utama adalah mendekati fajar. Hal ini sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh sahabat yang artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu‘anhu pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, lalu beliau mengerjakan shalat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan shalat Shubuh. Anas menjawab, ‘Yaitu sekitar seseorang membaca 50 ayat (Al-Qur’an)”. Tenggang waktu yang disampaikan dalam hadits tersebut kira-kira 25 menit menjelang fajar. Ukuran makan saat sahur menurut hadits Rasulullah adalah minimal adalah seteguk air, dan dianjurkan makan satu atau tiga butir kurma. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebutir kurma memiliki kandungan kalori sekitar 23 kkal yang berasal dari 96% karbohidrat, 3% protein, dan 1% lemak. Dengan kata kalin, ketika seseorang mengkonsumsi tiga butir kurma, secara tidak langsung ia mengkonsumsi 70 kkal yang setara dengan satu piring nasi. Hal ini menunjukkan bahwa makan sahur tidak boleh berlebihan yang berakibat hilangnya hikmah puasa. Adapun hikmah sahur diantaranya sebagai pembeda muslim dengan ahli kitab, mengurangi nafsu dan syahwat, serta mempersiapkan fisik untuk berpuasa.
Fakultas Agama Islam UNWAHA Gelar Seminar Nasional Bertajuk Mencetak Generasi Enterpreuner Muslim yang Kreatif dan Inovatif di Era 5.0
Fakultas Agama Islam (FAI) UNWAHA menggelar acara seminar nasional bertajuk ‘Mencetak Generasi Enterpreuner Muslim yang Kreatif dan Inovatif di Era 5.0’ pada Sabtu (18/3/2023). Acara yang berlangsung selama beberapa jam ini menyita perhatian mahasiswa sehingga panitia perlu menambah ruang ekstra untuk peserta seminar. Dalam sambutannya, Drs. Waslah, M. Pd.I. selaku Dekan FAI berharap agar acara ini dapat memotivasi mahasiswa sebagai agent of change menjadi pengusaha muslim yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi era industry 5.0. Acara yang dihadiri WR bidang Akademik ini menghadirkan dua narasumber yaitu Khairul Hasyim (Direktur Perumda Tirta Kencana Jombang) dan Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I. (WR bidang Kemahasiswaan). Melalui paparan materinya, Hasyim menyampaikan bahwa untuk menjadi pengusaha sukses, ada empat tahap yang harus dilalui yaitu the dreamer, the architek, the builder, dan the cultivator. Artinya calon pengusaha harus berani bermimpi dan menjadikan mimpi itu sebagai kenyataan. Setelah mimpi itu terwujud, dia harus mampu mengembangkannya melalui berbagai tingkat pertumbuhan untuk mencapai tangga kesuksesan. Hasyim juga menyampaikan ada tiga aspek penting dalam berwirauasaha yaitu aspek ekonomi dapat menciptakan lapangan kerja, aspek social dapat meningkatkan standar hidup, dan aspek psikologis membantu meningkatkan kreativitas. Narasumber kedua Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd. I. menyampaikan bahwa untuk menumbuhkan jiwa enterpreuner di era digital ini perlu dimiliki beberapa kecakapan yaitu kreatif, berpikir kritis dan analitis, problem solving, kolaboratif, komunikatif, akuntabel, dan memiliki etika yang baik. Melalui paparannya beliau juga memberikan contoh bahwa Nabi dan Rosul juga memiliki jiwa enterpreuner. Misalnya Nabi Muhammad SAW, Nabi Musa as, dan Nabi Idris as. Kutipan menarik yang disampaikan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd. I. dalam materinya adalah “orang sholeh harus berani kaya”. Sebab ketika orang sholeh kaya maka ia akan mendistribusikan hartanya dengan baik (untuk kemaslahatan umat), sebaliknya ketika orang fasik yang kaya maka ia akan mendistribusikan hartanya untuk kemaksiatan.
PENGUMUMAN SURVEI KEPUASAN MAHASISWA, DOSEN, DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
[pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2023/03/PENGUMUMAN-SURVEY.pdf” attachment_id=”3047″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]
UNWAHA Laksanakan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Computer Based Test (CBT)
Dalam menjaring calon mahasiswa baru Tahun Ajaran 2023/2024, UNWAHA melaksanakan tes penerimaan mahasiswa Gelombang I berbasis computer (CBT) yang dilaksanakan pada Minggu (12/3/2023). Computer Based Test (CBT) merupakan jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru UNWAHA dengan tes/ujian menggunakan computer, laptop, atau smartphone sebagai pengganti lembar soal dan jawaban. Calon mahasiswa baru yang mengikuti CBT diberi materi Tes Potensi Akademik (TPA), Bahasa Inggris dan materi khusus sesuai dengan jurusan yang dipilih calon mahasisawa. Peserta tes diberi waktu selama 90 menit untuk menyelesaikan soal pilihan ganda yang diberikan panitia. Tes CBT ini terdiri dari 2 sesi, sesi pertama dilaksanakan pukul 08.00-09.30 WIB yang diikuti 110 peserta, sedangkan sesi ke-2 dilaksanakan pukul 09.30-11.00 WIB yang diikuti 129 peserta. Kelulusan peserta akan diumumkan setelah dilakukan Evaluasi, dan dikeluarkan dalam bentuk Surat Keputusan Rektor di website UNWAHA pada tanggal 13 Maret 2023.
Pimpinan Rektorat UNWAHA Hadiri Rakernas LPTNU Dan Konferensi Pendidikan Tinggi Nahdhatul Ulama
Setelah acara student exchange di MICoST Malaysia selesai, rektor UNWAHA Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. H. Fatkhulloh, M.Pd.I. dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M. Pd.I, menuju Medan untuk mengikuti kegiatan RAKERNAS dan Konferensi Pendidikan Tinggi NU yang dilaksanakan pada Rabu sampai Jum’at (8-10/3/2023). Acara yang dihadiri oleh 100 profesor, pimpinan Perguruan Tinggi NU baik swasta maupun negeri ini mengangkat tema ‘Merawat Jagat dan Membangun Peradaban dengan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi’ yang fokus membahas Pendidikan Tinggi dan kurikulum keaswajaan di lingkungan LPTNU. RAKERNAS ini meliputi sosialisasi kurikulum keaswajaan dan standar asesmen dalam menyaring dan menyeleksi mahaiswa baru. Kegiatan ini juga merupakan sarana untuk saling memahami antara LPTNU satu dengan yang lainnya, sebagai sarana penguatan LPTNU agar lebih tertata dengan baik, dan sebagai media bagi LPTNU untuk berbagi permasalahan yang ada diantara PTNU.
Mahasiswa Unwaha Dan MICOST Bertukar Ilmu Dan Skill Dalam Program Student Exchange
Setelah penerimaan mahasiswa program student exchange dan penandatanganan MoU antara UNWAHA dengan MICoST Malaysia pada (6/3/2023) sebagai bentuk kerja sama luar negeri, mahasiswa UNWAHA mulai mengikuti perkuliahan di kampus MICoST. Kegiatan perkuliahan ini diisi dengan pertukaran ilmu dan skill antara mahasiswa UNWAHA dengan mahasiswa MICoST yang didampingi oleh dosen dari MICoST. Materi yang dijadikan bahan diskusi meliputi: Syarahan yang bertajuk Internasional Economic Short courst drawing animation Fitur Google Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan soft skill mahasiswa UNWAHA dalam bersaing di era digital sekaligus meningkatkan keterampilan mahasiswa. Selain itu, dengan adanya program ini mahasiswa UNWAHA dapat menambah jaringan koneksi di luar negeri khususnya di Malaysia. Dalam kesempatan ini para pemimpin UNWAHA yaitu rektor dan jajarannya bersepakat untuk segera merealisasikan program-program yang digalang dengan MICoST sehingga tercipta timbal balik positif antara UNWAHA dengan MICoST.