Tag: komunikasi matematis
Komunikasi Matematis Siswa Homeschooling Berkepribadian Introvert pada Materi Operasi Irisan dan Gab
KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA HOMESCHOOLING BERKEPRIBADIAN INTROVERT PADA MATERI OPERASI IRISAN DAN GABUNGAN DUA HIMPUNAN Fitri Umardiyah fitriumardiyah@gmail.com Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan yang muncul di homeschooling dimana terdapat siswa yang dapat menjawab soal secara tertulis namun kurang dapat menjawab soal secara lisan. Komunikasi secara lisan erat kaitannya dengan kepribadian karena kepribadian mempengaruhi cara orang berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi matematis siswa Homeschooling berkepribadian introvert pada materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan. Indikator untuk melihat komunikasi matematis pada materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan terdiri atas tiga hal yaitu 1) menyatakan irisan dan gabungan menggunakan bahasa atau diagram atau simbol matematika, 2) menyatakan peritiwa sehari-hari yang berhubungan dengan irisan dan gabungan dua himpunan menggunakan bahasa atau diagram atau simbol matematika, 3) memberikan alasan dari jawaban yang telah dibuat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kepribadian, observasi, tes tulis dan wawancara. Berdasarkan hasil pemilihan subjek, terpilih lima siswa introvert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengungkapkan ide tentang konsep irisan dan gabungan dua himpunan menggunakan simbol/lambang matematika berupa diagram Venn dan notasi pembentuk himpunan. Siswa menyatakan peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan irisan dan gabungan himpunan melalui diagram Venn. Siswa mengevaluasi jawaban dengan memberi alasan terhadap jawaban yang dibuat. Siswa homeschooling berkepribadian introvert lebih banyak mengemukakan idenya melalui tulisan. Siswa butuh pancingan terus menerus agar bersedia mengungkapkan ide secara lisan. Siswa dapat menggambar diagram Venn dan membuat notasi pembentuk himpunan, namun kurang bisa menjelaskan maksud diagram Venn secara lisan dan kurang lancar dalam mebaca simbol pada notasi pembentuk himpunan. Siswa dapat memberikan jawaban dan alasan tertulis namun kurang bisa memberikan alasan secara lisan terhadap apa yang ia jawab. Kata Kunci: komunikasi matematis, homeschooling, introvert, materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan Proses belajar mengajar merupakan penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Siswa yang belajar diharapkan mengalami perubahan baik dalam bidang pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri setiap siswa memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda sehingga hasil belajarnya pun berbeda. Oleh sebab itu, sering muncul pembelajaran-pembelajaran yang menfasilitasi siswa sesuai dengan kadar kemampuan pemahaman dan hasil belajarnya. Selain itu, muncul pula alternatif lain berupa sekolah yang mengutamakan karakter, bakat dan minat siswa. Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki kemampuan berbeda. Salah satu pendidikan alternatif yang sekarang sedang ramai dibicarakan adalah homeschooling. Homeschooling semakin diakui keberadaannya ketika pemerintah memberikan kebijakan bahwa pendidikan yang dilakukan keluarga dan lingkungan termasuk dalam pendidikan jalur informal. Beberapa anak mampu berkembang optimal di sekolah, namun sebagian mengalami kegagalan. Menurut Korkmaz (2013), faktor yang mempengaruhi seseorang beralih ke homeschooling adalah faktor perbedaan gender , faktor sosial, dan faktor ekonomi. Seiring digalakkannya pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keaktivan siswa, pembelajaran didesain dalam diskusi kelompok. Dengan pembelajaran kooperatif, siswa tidak hanya mengomunikasikan ide-idenya sendiri melainkan juga mengomunikasikan ide dengan teman yang lain. Akan sangat berbeda jauh dengan sistem pembelaran di homeschooling yang lebih mengutamakan belajar individu “satu guru-satu siswa”. Proses interaksi berpikir siswa homeschooling hanya dengan guru. Siswa mendapat perhatian khusus dalam pembelajaran. Adakalanya dengan perhatian khusus yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan siswa, namun disisi lain muncul suatu problematika tentang proses komunikasi dalam pembelajaran. Seringkali guru merasa kesal terhadap siswa yang susah diatur, siswa yang banyak bertanya, siswa yang bersikap dingin, siswa yang tidak pernah bertanya, ataupun siswa yang bersikap keras hati, dan sebagainya. Kekesalan guru tersebut pada dasarnya disebabkan oleh ketidaktahuan guru terhadap tipe kepribadian para siswa, sehingga guru merasa kesal dengan sikap siswa yang tidak sesuai dengan keinginan guru, kemudian memarahi, tanpa memahami, dan tanpa memberikan solusi yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan siswa (Suhadianto: 2009). Siswa introvert mengacu pada siswa yang yang memiliki kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yang tertutup, dan kurang suka bersosialisasi. Eysenck (dalam Feist, J. dan Feist, G., 2010:413) mengemukakan individu yang termasuk dalam tipe introvert adalah individu yang selalu mengarahkan pandangannya pada dirinya sendiri. Seluruh perhatian diarahkan kedalam hidup jiwanya sendiri. Tingkah lakunya terutama ditentukan oleh apa yang terjadi dalam pribadinya sendiri. Sedangkan dunia luar baginya tidak banyak berarti dalam penentuan tingkah lakunya, sebab itu individu dengan tipe ini kerapkali jarang mengadakan kontak dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam pembelajaran, guru harus sering mendekati siswa yang pemalu dari waktu ke waktu dengan cara yang lembut, dan berpengaruh agar mereka memperoleh rasa percaya diri (Hanley , 2005). Siswa harus mendapat perhatian dari guru sesuai dengan porsi kebutuhannya. Dengan begitu siswa yang berkepribadian introvert akan merasa terpenuhi rasa kenyamanan dalam belajar dan tidak minder terhadap teman yang lain. Homeschooling dapat enjadi alternatif bagi siswa introvert karena pembelajaran berlangsung dengan sestem satu guruuntuk satu siswa sehingga siswa introvert mendapatkan perhatian yang penuh. Komunikasi matematis merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mempelajari bahasa dan simbol-simbol matematika. Selain dari itu, komunikasi matematika juga dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara jujur, fakta dan rasional. Berbagi ide dan wawasan dilakukan dengan maksud memperdalam pemahaman matematika siswa (Brendefur dan Frykholim, 2004). Dalam pembelajaran, siswa sering kali menuliskan pemikirannya dengan bahasa mereka. Materi himpunan dipilih karena merupakan materi mendasar yang menjadi dasar dasar dari materi lainnya. Himpunan disajikan dalam beberapa cara, seperti menyatakan dengan kalimat, notasi pembentuk himpunan dan mendaftar anggota-anggotanya. Dengan menyajikan himpunan dalam bentuk notasi matematika maka akan tampak komunikasi matematis siswa dalam menuliskan simbol-simbol matematika. Pada materi himpunan terdapat suatu hubungan antara menyatakan bahasa sehari ke dalam simbol matematika. Materi yang akan dijadikan bahan penelitian difokuskan pada operasi irisan dan gabungan dua himpunan. Pada materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan terdapat konsep yang menggunakan simbol matematika yaitu berupa notasi himpunan, diagram venn sebagai salah satu representasi himpunan, dan penerapan operasi irisan dan gabungan dalam kehidupan nyata. Dengan materi tersebut dapat dilihat komunikasi matematis yang meliputi penggunaan simbol matematis dan penerapan dalam kehidupan nyata. Komunikasi matematis dapat dilihat melalui indikator yaitu menyatakan irisan dan gabungan menggunakan bahasa / diagram / simbol matematika, 2) menyatakan peritiwa sehari-hari yang berhubungan dengan irisan dan gabungan dua himpunan menggunakan bahasa / diagram / simbol matematika, 3) memberikan alasan dari jawaban yang telah dibuat. Pada proses komunikasi matematis, terdapat dua cara siswa menyampaikan idenya yaitu secara tertulis dan