Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: krenova

Fact Finding Tim Penilai KRENOVA 2019

Jombang – Sebagai mahasiswa sudah semestinya turut berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Tingkat partisipasi mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) di Masyarakat dapat dikatakan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa UNWAHA salah satunya yaitu Anugerah Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Masyarakat Jombang 2019. Kegiatan bertajuk lomba yang diselenggarakan oleh Bappeda Pemkab Jombang dengan tema “Mewujudkan Jombang Berkarakter dan Berdaya Saing melalui Kreativitas dan Inovasi Masyarakat di Bidang Agribisnis” telah menyisakan 18 proposal yang dinyatakan lolos mengikuti tahapan seleksi berikutnya, yaitu kunjungan lapangan (fact finding) untuk presentasi dan penilaian salah satunya adalah mahasiswa UNWAHA. Ide tersebut muncul ketika mahasiswa tengah menjalani masa KKN di Desa Kebondalem Kecamatan Bareng selama 2 bulan. Atas bimbingan Bapak Rohmat Hidayat, M.Pd., Karya dengan judul “Tali Arum: Inovasi Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas Pakai (Jelantah sebagai pengharum ruangan)”. Apa itu Tali Arum?, Tali Arum ialah inovasi pengharum ruangan yang bisa digunakan dengan varian aroma, mulai dari aroma produk yang ekonomis yakni dari extrak tumbuhan, parfum, atau extrak aroma lain bisa di pakai, selain itu juga bisa ditambahkan dengan wangi wangian aroma terapi seperti sereh, jahe, yang menenangkan dan baik untuk kesehatan. Inovasi dengan bahan utama Limbah minyak goreng (jelantah) dengan tambahan Jelly Powder, Lilin, Pengawet (garam), Pewarna makanan, dan Ampas tebu ternyata berhasil memukai tim penilai Krenova 2019. Salah satu mahasiswa yang sedang duduk di semester VI saat ditanya tim penilai (6/9) menyimpulkan bahwa Tali Arum dapat mengatasi permasalahan limbah minyak goreng yang dialami oleh para pengusaha kerupuk kulit dan warga sekitar. Manfaat lain adalah memberdayakan para ibu PKK dalam kegiatan yang bermanfaat yaitu pengolahan minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah). “Selain itu, Tali Arum dari minyak jelantah ini sangat bermanfaat sekali, minyak jelantah bekas UMKM penjual gorengan atau pengusaha lain bisa dikumpulkan dalam jumlah besar. Produk ini bisa diproduksi dengan skala besar sehingga dapat memperoleh pendapatan tambahan” tegasnya.

Team Mikorwa Peraih Krenova 2017

Prestasi kembali ditorehkan para mahasiswa UNWAHA. Setelah sebelumnya berhasil menjadi pemenang Audisi Dai Muda Indonesia, kali ini berhasil meraih penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kabupaten Jombang. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa UNWAHA berhasil menjadi pemenang pertama sehingga berhak menerima Anugerah Kreativitas Dan Inovasi Masyarakat Tahun 2017. Nur Afifah, M. Mishbahul Munir, M. Lutfi, Syaiul Khamid, M. Amaludin dan Nur Aini Maftukhah adalah kelima mahasiswa Fakultas Pertanian yang merupakan kolaborasi antara semester 3 dan semester 7. Dengan bimbingan dari Bapak Ir. Hari Prasetiono, M.Sc. dan Ibu Ambar Susanti, SP.MP., dosen Pertanian UNWAHA, kelima mahasiswa yang menamakan diri sebagai Team Mikorwa berhasil dengan nilai melebihi sempurna, yaitu 103,2. Tema yang diangkat adalah Pemanfaatan Pupuk Agens Hayati Mikoriza Sebagai Sarana Pengetahuan, Sosial, Lingkungan Dan Agribisnis Di Wilayah Jombang. Tema dipilih karena sesuai dengan permasalahan para petani saat ini. Pertama, petani cenderung menggunakan pupuk secara berlebihan sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Kedua, petani belum sepenuhnya menyadari jika pengggunaan pupuk yang berlebihan akan memicu kerusakan lahan. Ketiga, pemerintah akan membatasi subsidi pupuk sehingga akan lebih memberatkan bagi petani. Solusi yang ditawarkan oleh Team Mikorwa adalah konservasi/perbaikan lahan dengan memanfaatkan agens hayati yang sebenarnya sudah ada di lapisan perakaran tanaman. Agens hayati yang dimaksud disini adalah jamur mikoriza yang murni berasal dari alam sehingga tidak akan menimbulkan pencemaran. Keunggulan lainnya dari jamur mikoriza adalah membantu tanaman dalam menyerap air pada kondisi lahan kering. Selain itu, jamur mikoriza juga mampu membantu penyerapan unsur hara, terutama unsur P (fosfor). Tujuan yang dibidik oleh Team Mikorwa adalah mengenalkan dan mengembangkan potensi jamur mikoriza sebagai pupuk yang murah dan ramah lingkungan kepada petani. Tujuan kedua, petani diharapkan mampu mengembangkan pupuk mikoriza yang merupakan agens hayati secara mandiri. Ketiga, ke depannya, petani dapat menjadikan pupuk mikoriza sebagai prospek usaha sehingga perekonomian mereka lebih meningkat. Dengan dipilihnya Team Mikorwa sebagai pemenang pertama, kelima mahasiswa Fakultas Pertanian UNWAHA berhak mewakili Kabupaten Jombang untuk berlaga di tingkat propinsi. Dan dengan prestasi yang membanggakan ini, pupuk mikorwa dapat dijadikan sebagai salah satu produk unggulan UNWAHA, mengingat tidak semua universitas di negeri ini memiliki produk unggulan di bidang Pertanian.