Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: Mahasiswa

Penerimaan Mahasiswa UNWAHA di IC-UTK Thailand.

Setelah pelepasan mahasiswa sit-in gelombang I oleh Bupati di PemKab Jombang kemarin, tepat pukul 19:00 waktu setempat, 27 mahasiswa UNWAHA telah tiba dan dijemput oleh pihak International Collage-University of Technology Krungthep (IC-UTK) ke Phranakonthai Dormitory. Pembukaan penerimaan mahasiswa sit-in dilaksanakan pada hari Selasa (3/9) pukul 09:30 dimulai dengan pengenalan profil kampus IC-UTK. Sambutan selamat datang disampaikan langsung oleh Director of IC-UTK, Mrs. Prattana Srisuk, Ph.D kepada mahasiswa sit-in dan dlanjutkan dengan culture learning oleh staf akademik IC-UTK dalam rangka memberikan edukasi budaya di Thailand yang bertujuan sebagai wahana saling mengenal, adaptasi, dan toleransi budaya. Hal ini merupakan pengalaman pertama bagi mereka yang memiliki kesempatan kuliah di luar negeri. Mahasiswa fakultas ilmu pendidikan yang sedang duduk di semester 3 tersebut merasa bangga selama 1 tahun kuliah di UNWAHA dapat menimba ilmu dan berinteraksi langsung dengan dosen dari luar negeri. “Alhamdulillah ini pengalaman baru bagi kami, terima kasih bapak ibu dosen UNWAHA, karena bekal dari bapak ibu sangat bermanfaat di sini” ungkapnya sambil mengusap air mata bangga. Melalui serangkaian acara penerimaan ini, maka detik ini juga mereka sudah resmi menjadi bagian dari mahasiswa IC-UTK hingga 30 September 2019. Seluruh mahasiswa sit-in diharapkan dapat aktif mengikuti perkuliahan dan bersungguh-sungguh dalam belajar mengingat kesempatan ini belum tentu datang untuk yang kedua kali.

JOMBANG OPEN ISLAMIC TOURISM OLEH EKONOM ROBBANI MUDA

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Menikmati masa muda merupakan suatu keharusan, namun tidak boleh dilupakan masa depan, kemajuan, kemunduran, dan kehancuran bangsa ini adalah engkau yang menentukan. Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan penduduk muslim terbesar di dunia mempunyai potensi untuk menciptakan generasi ekonom robbani muda yang mampu membawa kemajuan perekonomian Negara. Menjadi seorang ekonom robbani muda seharusnya mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada, dan mampu berkontribusi melalui ide kreatif dan inovatif dalam memecahkan permasalahan. Travelling, berwisata, berlibur, berkunjung ketempat yang sedang hits dan booming di zaman sekarang ini atau banyak orang menyebut zaman now. Zaman dimana orang-orang mudah tergoda melihat postingan di social media dengan angel yang mampu menggugah selera mata. Merupakan peluang yang dapat di manfaatkan. Dengan melihat peluang yang ada dan melihat jumlah penduduk muslim yang cukup besar, maka peluang membuka bisnis wisata syariah terlihat menjanjikan. Istilah wisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Travel, Muslim Friendly Travel Destination, atau Halal Lifestyle. Wisata syariah merupakan wisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Obyek dan wisata syariah tidak harus tempat-tempat atau khazanah budaya Islam. Tetapi apa saja yang menarik sepanjang tidak melanggar ketentuan syariah. Pantai, pegunungan, panorama, dan bahkan budaya lokal bisa menjadi destinasi wisata ini. Salah satu kota yang berpotensi untuk mewujudkan wisata syariah yaitu kota Jombang. Dimana jombang ini juga terkenal dengan sebutannya “Kota Santri” dan “Kota Beriman”. Melihat dari namanya saja orang akan beranggapan bahwa Jombang adalah tempat beribu-ribu santri, tempat orang-orang yang mengerti ilmu agama dan syariah, masyarakat yang kental agamanya, dan banyak pesantren yang berdiri di tengah lingkungan masyarakat. Dan sebutan beriman bagi sebagian orang mungkin tidak mengartikan bersih, indah, dan nyaman. Namun, lebih kepada masyarakat yang keyakinan dan kepercayaannya kuat kepada Tuhan. Jombang juga memiliki potensi alam yang indah, misalkan potensi alam di Wonossalam yang berasa berada di kota Malang dan destinasi-destinasi lain yang menarik. Namun, masih banyak masyarakat utamanya luar kota dan daerah sekitarnya yang belum mengenal dan mengetahui keindahan tersebut. Yang menjadi masalah adalah potensi yang ada belum dioptimalkan, belum dimanfaatkan dan belum dikelola dengan baik. Hingga saat ini tempat singgah sementara seperti hotel dan villa, daerah pegunungan yang memukau jiwa memang belum di desain untuk bersesuaian dengan syariah. Generasi-generasi muda dan utamanya para sarjana ekonomi dan lulusan pesantren yang notabene dianggap memiliki bekal ilmu pengetahuan terkait syariah yang luas, seharusnya mampu memanfaatkan potensi yang ada. Entah dengan jalan berkolaborasi atau saling bekerjasama untuk menciptakan wisata syariah di Jombang. Karena trend wisata syariah juga semakin tinggi. Di Indonesia ada Sembilan tujuan wisata syariah, yaitu Sumatera Barat, Riau, lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok. Pemerintah provinsi Jawa Timur juga sangat mendukung program pariwisata syariah. Untuk mendukung adanya wisata syariah di kota Jombang, maka diperlukan : Adanya pembatasan aktivitas yang tidak sesuai dengan syariah di lokasi-lokasi wisata Mampu memberikan kenyamanan pengunjung agar tetap dapat menikmati wisata tanpa harus keluar dari jalan yang telah digariskan Allah Diperkuat oleh tenaga profesional untuk mengelola Didukung strategi pemasaran yang baik Fasilitas ibadah memadai Mampu meyakinkan pengunjung bahwa berwisata tetap tidak akan melalaikan shalatnya Mampu memberikan rasa nyaman berada ditempat yang memang memedulikan batasan pergaulan perempuan dan laki-laki Dengan menjalankan bisinis seperti ini maka bukan hanyauang yang didapat, namun keridhaan Allah dan barokah atas rezeki dari aktivitas yang dilakukan juga kita dapatkan. Dan membuka wisata syariah akan menjadi keunikan tersendiri untuk kota Jombang.   Lia Nur Kumala Sari

Pengembangan Kemampuan Berorganisasi oleh Mahasiswa UNWAHA

Badan Eksekutif Mahasiswa UNWAHA menyelenggarakan kegiatan Kaderisasi Tingkat Lanjut yang bertempat di Graha MWC NU Pacet Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang merupakan perwakilan seluruh organisasi di bawah naungan BEM. Organisasi yang dimaksud disini adalah Lembaga Gubernur Mahasiswa tingkat fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat umum. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan penyampaian 3 materi. Materi yang pertama dengan tema Advokasi disampaikan oleh Malik Mahardika, M. Hum. Materi kedua dengan tema Analisis Sosial disampaikan oleh Hanif Anshori, S.Pd.I. sementara Khoirul Hasyim mengisi materi ketiga yang mengusung tema Menejemen Konflik. Kegiatan lain yang dilakukan oleh peserta adalah outbound. Tujuan dari diadakannya outbound ini adalah agar para peserta mengetahui dan memahami adanya individual differences, sehingga mereka terlatih untuk dapat menghargai perbedaan. Dalam outbound, mereka dilatih untuk meningkatkan self assessment, self awareness atau kepekaan terhadap orang lain dan risk taking behavior. Maksud dari self assessment adalah bahwa kekuatan diri ada pada tangan para peserta sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan risk taking behavior adalah peserta mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko. Selain itu, outbound juga dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi, membentuk tim yang kompak, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, membuat perencanaan secara cepat dengan mempertimbangkan resiko beserta konsekuensinya, serta dapat menumbuhkan sikap kesatria dan sportif. Dengan diselenggarakannya seluruh rangkaian kegiatan Kaderisasi Tingkat Lanjut ini, diharapkan para peserta semakin bijak dalam mengambil keputusan dan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan seluruh mahasiswa UNWAHA.