Tag: #merdekabelajar
Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2024: Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar
Jombang – “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”, menjadi tema besar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2024. Peringatan ini menjadi momen untuk merefleksikan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, M. Farid Nasrulloh, M.Pd., menyampaikan, momentum peringatan ini bukan hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial saja. Tetapi sebagai sarana refleksi terhadap sistem pendidikan di Indonesia, seperti keberlanjutan kurikulum Merdeka Belajar. “Khususnya di lingkungan unit pendidikan Perguruan Tinggi, dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini hasilnya terlihat lebih nyata. Seperti yang kita ketahui, bahwa kurikulum ini berbasis outcome,” ujar pria yang akrab disapa Pak Farid tersebut. Beliau melanjutkan, selain kurikulum yang berfokus pada muatan esensial di dalamnya juga terdapat pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini meliputi pengembangan potensi spiritual dan emosional. “Kurikulum ini lebih fleksibel untuk diterapkan oleh setiap unit pendidikan baik di tingkat dasar hingga tinggi. Semuanya berbasis kebutuhan dan kondisi terkini,” imbuhnya. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Unwaha Jombang Beliau mengaku, jika Unwaha Jombang khusunya FIP sendiri sudah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para lulusan dari fakultas ini juga dinilai mampu mengamalkan ilmunya serta kompeten di berbagai bidang. “Itu (kurikulum, red) menjadikan mahasiswa semakin kreatif, di FIP Unwaha yang setiap tahunnya ada yang lulus dengan mengikuti kegiatan Kampus Merdeka. Itu merupakan bagian dari percepatan atau peningkatan mutu dari pendidikan di Indonesia, khusunya di Perguruan Tinggi,” kata Bapak Farid. Kendati demikian, sistem pendidikan dengan segala kebijakannya bukan tanpa kelemahan. Dekan FIP ini juga menyampaikan keresahannya terhadap dunia pendidikan saat ini. Terutama kemerataan infrastruktur, kesempatan belajar, dan kesejahteraan para guru di daerah-daerah yang dapat dikatakan masih kurang layak. “Ketidak merataan ini bisa dari segi fasilitas dan infrastruktur pendukung. Mungkin solusi yang diberikan oleh negera yaitu menghadirkan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Tapi ini apakah sudah tepat sasaran?,” terangnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi evaluasi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang ada. Sehingga cita-cita besar dalam dunia pendidikan yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” dapat terpenuhi. “Harapan saya kedepan, pendidikan di Indonesia ini lebih maju lagi, semakin memerdekakan. Juga semakin fleksibel lagi untuk kurikulum yang dijalankan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Rektor UNWAHA Jombang Keluarkan Penyataan Jelang Pemilu 2024
JOMBANG – Sejumlah civitas akademika di Indonesia ramai-ramai mengeluarkan pernyataan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024. Melihat kondisi itu, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas, Jombang juga menyerukan untuk menghormati perbedaan pilihan. “Sehubungan dengan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut kami mengajak semua sivitas akademika serta semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat Jombang dan sekitarnya untuk satu, menyukseskan pelaksanaan pemilu dengan damai tanpa adanya provokasi, mengumpat yang mengandung ujaran kebencian antar pendukung paslon atau menyebarkan berita hoax,” katanya, Rabu (07/02/2024). Menurutnya, salah satu caranya dengan menghargai perbedaan pilihan yang terjadi di masyarakat, tanpa adanya intimidasi atau menyebarkan berita palsu yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Pihaknya berharap, dinamika politik yang terjadi saat ini tidak menjadi alasan untuk memecah belah kerukunan di antara sesama anak bangsa. “Marilah pada tanggal 14 Februari 2024 nanti kita datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih kita sesuai dengan pilihan hati nurani yang kita yakini terbaik untuk bangsa dan negara. Siapapun yang terpilih sebagai pemimpin bangsa ini nanti agar kita semua bisa menerima, menghargai dan ikhlas bahwa itu pilihan rakyat,” jelasnya. Prof. Gatot Ciptadi berharap, pesta demokrasi tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan damai, serta sesuai dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Semoga sesuai dengan kaidah pelaksanaan pemilihan umum.” harap Prof. Gatot Ciptadi. (*) **) Ikuti berita terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa di follow.
Peningkatan Kualitas Academic Writing melalui Coaching Clinic Strategi Sukses Menembus Jurnal International Bereputasi
Publikasi artikel ilmiah sebagai salah satu output penelitian merupakan suatu keniscayaan bagi karir seorang dosen. Artikel yang berhasil terbit di jurnal internasional bereputasi menunjukkan kualitas penelitian yang dilakukan. Untuk mendukung terciptanya kualitas penelitian yang baik, LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah bekerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim pada hari Ahad – Senin, 29-30 Oktober 2023 menyelenggarakan workshop penulisan dan publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Workshop ini dihadiri oleh peneliti produktif dari tiap fakultas di UNWAHA. Prof. Dr. Abd. Kholid, dalam opening speech nya menyampaikan kewajiban dosen dalam publikasi artikel ilmiah sebagai percepatan kenaikan jabatan fungsional menuju Lektor Kepala dan Guru Besar. Publikasi merupakan penyampaian hasil penelitian kepada khalayak ramai sebagai pertanggungajawaban akademis. Publikasi adalah sebuah komitmen, yang berdampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam paparannya juga disampaikan pencapaian publikasi, akreditasi, dan kepangkatan dosen yang meningkat tiap tahunnya. Narasumber utama Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd. memaparkan tentang sistematika penulisan artikel ilmiah yang baik, mulai dari pendahuluan hingga penarikan simpulan. Disampaikan pula tips & trik proses submit di jurnal internasional bereputasi. “Dosen merupakan harta yang paling berharga bagi Perguruan Tinggi. Tentunya dalam hal ini adalah dosen yang produktif menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi”, ujar Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang di tengah pemaparan materinya. Narasumber kedua menguatkan workshop ini dengan materi best practice literature search & management reference . Workshop penulisan dan publikasi artikel ilmiah ini merupakan momen yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja publikasi dosen. Tak hanya selesai pada acara workshop, program ini juga berkelanjutan melalui tugas mandiri dan coaching penyusunan hingga proses submit dan publish pada jurnal internasional bereputasi yang dituju.
Upacara HSN 2023 di Unwaha, Rektor Ajak Mahasiswa Teladani Perjuangan Santri
Jombang (22/10), Universitas KH. A. Wahab Hasbullah laksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2023 di halaman kampus. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan staf di lingkungan Unwaha. Gatot Ciptadi, Rektor Unwaha menyampaikan dalam amanatnya tentang pentingnya meneladani perjuangan santri yang dahulu turut serta merebut kemerdekaan Indonesia. “Kita harus bersyukur bahwa kita sekarang telah merdeka tanpa harus mengorbankan darah dalam merebut kemerdekaan. Maka tanggung jawab kita sebagai mahasiswa adalah mengisinya dengan berjuang melawan kebodohan dan mau terlibat dalam kemasyarakatan”, ungkapnya. Rektor juga memberi semangat pada mahasiswa yang bukan lulusan pesantren tetap menganggap dirinya juga sebagai santri selama terus menjalani kebiasaan santri. “Unwaha merupakan kampus berkarakter pesantren, maka kita semua adalah santri. Jadi walaupun ada sebagaian mahasiswa yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan pesantren, tidak perlu minder, dan terus semangat seperti mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren”, tambahnya. Rektor Unwaha juga mengajak semua civitas akademika lebih menguatkan peran sertanya pada kemajuan masyarakat dan tetap terbuka terhadap kemajuan peradaban. Upacara HSN 2023 ini ditutup dengan doa oleh H. Fathulloh, yang merupakan wakil rektor bidang kerjasama dan merupakan salah satu pengasuh pkndok pesantren di lingkungan PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Dekan FIP Unwaha Jombang Jadi Moderator Sosialisasi Pedoman Beban Kerja Dosen (PO BKD)
Pada hari ini Kamis, 13 Juli 2023 bertempat di Hotel Fave Sidoarjo diadakan Sosialisasi Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen (PO BKD) Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ibu Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Koordinator Pokja Sertifikasi dan Mutu Pendidik yakni Bapak Muhammad Machmud, M.Kom. Kegiatan ini dimoderatori oleh Bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Paparan Informasi yang akan disampaikan langsung oleh Beberapa Narasumber Ahli dari Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan juga TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Diantaranya: Bapak Iwan Winardi selaku Koordinator Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Kebijakan BKD sesuai PermenPAN-RB No 1 Tahun 2023”. Prof.Eko Hadi Sujiono selaku TIM BKD PUSAT Kementerian Pendidikan Kebudayaan , Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Pedoman Operasional BKD 2021”. Bapak Rizky Tito Prasetyo selaku Tim Sister Kemendikbudristek menjelaskan terkait “Simulasi Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”. Bapak Prof. Dr. Khoirul Huda., M.H selaku Dosen & Guru Besar Universitas Hang Tuah Surabaya yang Juga merupakan TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur menjelaskan terkait “Praktik Baik Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”. Seperti yang kita ketahui bersama, PO BKD atau Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen merupakan Pedoman Operasional penyelenggaraan BKD kepada satuan Pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Menjamin Mutu Penyelenggaraan satuan Pendidikan tinggi dalam pelaksanaan BKD serta meningkatkan akuntabilitas dosen dalam melaksanakan tugas, kewajiban serta dalam proses penyusunan laporan BKD secara benar, meningkatkan kinerja satuan Pendidikan tinggi dalam membina karir dosen sebagai pendidik professional dan ilmuwan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan dosen dari Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Timur. Pada acara ini, Unwaha mendelegasikan M. Aliyul Wafa, M.Pd selaku Kepala Bagian Umum Kepegawaian. Kegiatan ini ditutup oleh Bapak Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur Bapak dr. Ivan Rovian, M.Kp. Harapannya dengan adanya pelaksanaan sosialisasi PO BKD 2021, semua dosen dapat melaksanakan pelaporan BKD Genap 2022/2023 dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
PENGUMUMAN LIBUR NASIONAL DALAM RANGKA HARI WAISAK
[pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2023/05/Pengumuman-libur-perkuliahan-dlm-rangka-Hari-Waisak-4-Juni-2023-H.pdf” attachment_id=”3176″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]
Memastikan Calon Lulusan Lebih Kompeten, Unwaha Laksanakan Uji Kompetensi
Sejumlah mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Kompetensi pada Selasa-Rabu (23-24/5/2023). Program Sertifikasi Kompetensi Kerja ini diikuti oleh 46 mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi yang tengah menempuh semester 8. Ita Rahmawati, Dekan Fakultas Ekonomi Unwaha menyampaikan bahwa Program Sertifikasi Kompetensi ini memang direncanakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha sebagai pembuktian kompetensi calon lulusan Prodi Manajemen Unwaha menghadapi persaingan dunia usaha dan dunia industri. Kompetensi merupakan proses penilaian atau assessment yang dilakukan baik secara teknis maupun nonteknis yang diadakan oleh Direktorat SDM dan organisasi dengan tujuan untuk mengetahui kompetensi atau keahlian dari seseorang yang nantinya akan direkomendasikan pada jabatan tertentu. “Jenis uji yang dinilai meliputi tes tulis, tes lisan, dan praktik, sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih,” ungkapnya, Rabu (24/5/2023) Ita Rahmawati menambahkan bahwa Ujian Kompetensi BNSP harus diikuti mahasiswa semester 8, dan jika dinyatakan lulus maka akan mendapatkan sertifikat kompetensi BNSP. Sertifikat BNSP ini sangat bermanfaat pada dunia kerja, karena sertifikat ini menunjukkan keahlian yang dimiliki. Dengan memiliki sertifikat kompetensi akan menunjukkan bahwa pemilik sertifikat sudah berkompeten dalam bidang yang ditekuni dan bermanfaat untuk meningkatkan kredibilitasnya di bidang pekerjaannya. Sementara itu, Minan Rohman, Direktur LSP ABP Modern menyampaikan dalam pengarahannya bahwa kemampuan lulusan dari sebuah perguruan tinggi perlu terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten, sehingga memiliki daya saing yang sangat kompetitif di dunia industri. “Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja seseorang dalam bidang tertentu. Jika sudah memilikinya, dijamin seseorang akan memiliki keahlian dan kredibilitas di bidang tersebut,” jelasnya. Sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa perlu dilakukan sebagai bukti seorang mahasiswa memiliki kemampuan di dunia profesional. Sertifikat kompetensi bisa meningkatkan daya saing personal karena menjadi faktor pendukung sebagai nilai lebih untuk calon lulusan ketika mencari pekerjaan dan sebagai gambaran atas kemampuan teknis yang sudah terstandar dan terukur. “Calon lulusan dapat memiliki bukti kompetensi dari kemampuannya yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat daya saing di dunia industri yang akan mereka masuki setelah selesai studi di Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha ini,” imbuhnya.
Dimensi Psikologi Idul Fitri
Fajar 1 Syawal 1444 H sebentar lagi akan tiba. Tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujung waktunya dan akan segera ditutup dengan melaksanakan sholat Idul Fitri. Bagi umat islam, Idul Fitri merupakan titik kontinum kerinduan dari perjuangan sepanjang bulan menjalankan ibadah puasa dengan harapan sampai pada puncak kemenangan dengan fitrah dari dosa. Idul fitri juga merupakan puncak kesedihan, karena ditinggal bulan yang penuh rahmat, limpahan maghfiroh, dan ladang pahala yaitu bulan Ramadhan. Keutamaan Hari Raya Idul Fitri Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ. Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian. Secara psikologis, Idul Fitri bukan hanya momen perayaan dari berakhirnya madrasah Ramadhan, melainkan merupakan manifestasi teologis atas kesucian (fitrah) manusia yang bertauhid. Setidaknya terdapat tiga dimensi psikologi dari Idul Fitri yang sangat penting untuk dimaknai dan disyukuri yaitu kemenangan, kebahagiaan, dan kerukunana. Dimensi kemenangan. Idul Fitri sarat akan spirit kemenangan dalam mengendalikan nafsu. Menurut Imam Al-Ghazali, Pendidikan merupakan proses transformasi muslim dari budak nafsu menjadi hamba Allah yang bertaqwa, beriman, dan beramal sholeh. Dimensi kebahagiaan. Idul Fitri merupakan momen sosial untuk melepas rindu mengenang asal-usul primordial, dan meneguhkan spirit berbagi. Sehingga Idul Fitri harus dimaknai sebagai jalan kemenangan mental spiritual yang mengantarkan pada harmoni, kedamaian hati, dan kebahagiaan sejati. Dimensi kerukunan. Idul Fitri menyadarkan pentingnya komunikasi sosial melalui silaturrahmi dalam bentuk saling memaafkan, saling berbagi, saling menyayangi, dan saling menghargai. Idealnya silaturrahmi harus dimaknai sebagai trasnformasi sosial sebagai langkah strategis dan efektif untuk mewujudkan harmoni sosial dan kerukunan nasional bukan sekedar bertemu kangen dan bersambung rasa. Esensi dari dimensi kerukunan adalah komitmen bersama untuk memerdekakan diri dari segala penyakit hati dan bebas dari segala bentuk intervensi serta hegemoni asing.
Keagungan Lailatul Qadar yang Disembunyikan
Salah satu anugrah yang Allah SWT berikan kepada umat islam adalah adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yang selalu dinanti umat islam. Ibaratnya, lailatul qadar merupakan tamu agung dengan segudang bawaan kebaikan bagi orang-orang yang menjamunya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Qadr:1-5,) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mayoritas mufasir menafsirkan ayat 2 dan 3 dengan makna “beramal atau beibadah di malam lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan beramal dalam 1000 bulan yang tidak ada lailatul qadar”. Sedangkan Syekh Mustafa Al-Maraghi menafsirkan ayat 2 dan 3 dari sudut pandang yang berbeda dengan para mufasir pada umumnya. Menurut beliau, alasan lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan karena pada pada malam ini diturunkannya permulaan syariat baru kepada manusia terbaik dan malam tersebut merupakan peletakan batu pondasi agama terakhir yang akan selalu sesuai dengan setiap masa dan tempat, adalah malam yang lebih utama dibanding 1.000 bulan dimana mereka membabi buta dalam kegelapan syirik, kesesatan menyembah berhala, kebingungan yang tidak ada ujungnya dan tidak mengenalibatas. Menurut Ad-Dhuhak, malam lailatul qadar merupakan malam keselamatan, dimana pada malam-malam lainnya Allah menetapkan adanya cobaan, musibah, dan keselamatan. Sedangkan menurut Syekh Nawawi Banten, malam lailatul qadar adalah malam dimana malaikat turun secara berkelompok dari awalnya malam sampai terbit fajar. Turunnya malaikat secara berturut-turut itu karena banyaknaya salam yang mereka sampaikan untuk ahli puasa dan shalat dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar dari awal sampai terbitnya fajar selamat dari perbedaan dan kekuranan. Ibadah dibagian waktu manapun lebih baik daripada 1000 bulan. Malam lailatul qadar tidak seperti malam-malam lain terkait waktu misalnya waktu sahur untuk berdoa, sedangkan pada malam lailatul qadar semua waktu sama.
Istighosah dan Buka Bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNWAHA
Fakultas Pertanian UNWAHA menggelar buka bersama dalam rangka mempererat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (11/4/2023) ini dihadiri dekan, kaprodi, dosen, mahasiswa, serta staff FAPERTA. Turut hadir juga dalam acara ini kabag kepegawaian dan Kabag Humas UNWAHA. Acara yang merupakan agenda tahunan FAPERTA ini dibuka dengan bacan istighosah dan dilanjutkan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Ambar Susanti, M.P., selaku dekan FAPERTA mneyampaikan pentingnya silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa untuk memperkuat FAPERTA. Beliau juga berharap agar kedepannya acara ini dapat dihadiri oleh alumni untuk mempererat tali silaturrahmi anatara Lembaga dengan alumni. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, berbagai pertanyaan diberikan kepada mahasiswa, dan dijawab dengan antusias oleh mereka. memasuki waktu maghrib, acara ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan dengan buka bersama dan ramah-tamah antar dosen dan mahasiswa.