Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: online

Ekonomi Syariah Unwaha mengadakan Colloquium untuk meningkatkan kualitas penelitian

14 maret sampai 19 maret  2023, prodi ekonomi  syariah melaksanakan “eksyar colloquium”  yang digelar secara online. Colloquium ini merupakan suatu pertemuan para ahli untuk membahas tentang urgensi penelitian di bidang manajemen keuangan dan perbankan syariah yang dilakukan di Universitas KH Abd Wahab Hasbullah, yang mana dikemas dengan review penelitian-penelitian guna meningkatkan kemampuan literasi mahasiswa. Selain itu, Colloquium juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis. Tujuan tersebut ditunjukkan dengan adanya 10  mahasiswa yang melakukan presentasi rancangan kolaborasi risetnya dengan dosen, dan diberikan arahan, kritik dan saran untuk keberlanjutan penelitiannya. 10 mahasiswa ini terdiri dari mahasiswa dari prodi ekonomi syariah sendiri dan beberapa mahasiswa dari prodi manajemen. Pelaksanaan colloquium ini dilaksanakan selama enam hari, pelaksanaan dimulai pada tanggal 14 maret sampai dengan 19 maret sehingga kegiatan ini sangat efektif untuk meningkatkan potensi mahasiswa dalam pelaksanaan risetnya. Kegiatan ini juga merupakan kegiatan pertama dan akan berkelanjutan yang mana saran dari salah seorang dosen prodi ekonomi syariah. Ahli tersebut sesuai di bidangnya yaitu: 1. Fitri Zaelina M.E.K dosen perbankan syariah UIN sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Nurul Izzati Septiana MEI dosen universitas Raden Rahmad (UNIRA) Malang Sekaligus PhD student di INCEIF MALAYSIA. 3. Arivatu Ni’mati Rahmatika dosen universitas KH A Wahab Hasbullah (UNWAHA) sekaligus mahasiswa doktoral UNAIR. Dengan Hasilnya adalah penelitian kontemporer tentang manajemen keuangan, literasi keuangan, keuangan pesantren. Selanjutnya, tindak lanjut dari kegiatan Colloquium ini adalah joint research antar kampus dan team research dosen dengan mahasiswa. Jelas ibu nurul pada colloquium tanggal 14 maret 2022 “mungkin dalam hal penulisan penelitian mahasiswa tingkat strata satu masih proses belajar dalam hal penulisannya belum benar-benar ke penelitian menginjak ke tingkat yang lebih tinggi benar-benar melakukan penelitian yang sebenarnya” penjelasan tersebut sesuai dengan pengalaman beliau yang dirasakan selama penulisan penelitian. Maka dari itu colloquium ini sangat penting diadakan guna memperbaiki tatacara penulisan pada mahasiswa tingkat strata satu yang masih proses belajar dalam penulisan penelitian. Dalam pelaksanaan colloqium kemarin ada satu quotes yang sangat menarik dari Ibu Arivatu Ni’mati Rahmatika MEI “Penelitian itu seperti perang. Kalau ga selesai adalah kalah, dan kalau kalah adalah konyol” quotes ini sangat berpengaruh untuk semangat mahasiswa dalam proses penulisan penelitian agar selesai dengan tepat. Tidak lupa juga ibu Fitri Zaelina M.E.K memberikan semangat untuk para mahasiswa yang sedang mengerjakan penelitian tugas akhir. Pada colloquium ini bukan hanya sekedar diskusi tentang tatacara penulisan saja tetapi banyak masukan saran untuk mahasiswa. Sehingga, saran yang membangun dapat memotivasi mahasiswa guna menyelesaikan tugas akhir dengan baik. Dengan dilaksanakannya eksyar colloquium ini mahasiswa mendapatkan banyak hal baik ilmu maupun pengalaman yang telah disampaikan dengan baik oleh para ahli. Walaupun pelaksanaan dilaksanakan secara online tidak mengurangi semangat mahasiswa karena penyampain saran benar-benar dapat diterima dengan baik oleh mahasiswa. Harapannya dengan adanya pelaksanaan colloquium ini dapat memotivasi prodi lain untuk ikut serta melaksanakannya karena colloquium ini sangat penting untuk penulisan tugas akhir kedepannya.

Membaca Online vs Offline, Mana yang Lebih Efektif?

Mengenai membaca online vs. offline, apa pilihan yang lebih baik untuk belajar? Pembelajaran online sekarang menjadi cara yang umum dan dapat diakses untuk belajar bagi banyak siswa. Guru dapat mengirimkan tautan ke bahan bacaan yang direkomendasikan dan menemukan sumber untuk memberikan pertanyaan. Tetapi ketika berbicara tentang membaca untuk belajar, penelitian menunjukkan bahwa membaca dari buku adalah pilihan yang lebih baik. DUA JENIS MEMBACA Ada dua jenis pembacaan utama: pembacaan linier dan non-linier. Pembacaan linier: pembaca membaca teks dari kiri ke kanan mulai sampai selesai. Juga dikenal sebagai membaca lambat atau membaca dalam. Bacaan non-linier: pembaca membaca sekilas dengan melompat ke bagian yang berbeda. Juga dikenal sebagai bacaan tersebar. MEMBACA DI LAYAR Dalam hal memilih membaca online vs offline, membaca online mungkin tampak seperti pilihan yang mudah. Namun, membaca online bisa sangat mengganggu. Meskipun mudah untuk mendapatkan informasi dari sumber online, otak memproses pembacaan digital secara berbeda daripada saat membaca offline dari kertas. Pemrosesan Dangkal. Online berarti paparan terus-menerus terhadap informasi yang bergerak cepat dan berubah dengan cepat. Media digital melatih otak untuk memproses informasi dengan lebih cepat dan kurang menyeluruh, mengarah pada apa yang dikenal sebagai hipotesis dangkal. Pemrosesan dangkal menyimpan lebih sedikit detail.. Kurang terstruktur. Untuk sekolah dan kesenangan, waktu online sering kali dijalankan dengan autopilot. Sangat mudah untuk hanya mengklik tautan berikutnya dan terus menggulir tanpa harus menggunakan terlalu banyak tenaga otak. Bahkan ketika online dengan niat untuk belajar, karena internet juga digunakan untuk kesenangan, itu untuk mengalihkan perhatian. Menguras Sumber Daya Mental. Memproses layar yang terus berkedip dan menyaring iklan pop-up, dan gangguan lain saat membaca online dapat dengan mudah menguras sumber daya mental, membuat pengalaman membaca online menjadi kurang efektif MEMBACA DI BUKU Meskipun mungkin kuno, penelitian terus menunjukkan bahwa membaca buku memiliki lebih banyak manfaat daripada membaca online. Meningkatkan retensi dan pemahaman. Saat kita membaca, otak kita membuat peta teks, seperti mengingat bahwa sepotong informasi muncul di dekat halaman kiri atas sebuah buku. Peta ini dapat meningkatkan pemahaman tentang materi serta berapa lama kita mengingatnya. BACA BUKU SETIAP HARI Anak-anak zaman sekarang adalah generasi digital, yang artinya komputer selalu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka dan waktu layar menjadi bagian dari pendidikan dan rekreasi mereka. Untuk memastikan bahwa generasi digital memiliki keterampilan membaca yang dalam, membaca buku merupakan bagian dari rutinitas harian setiap siswa. Dalam hal belajar atau membaca jika ada pilihan untuk memilih antara membaca online vs. offline, memilih membaca buku membantu kita memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang materi yang sedang kita baca.

Bingung Pilih Tempat Bimbel? Simak Dulu Bimbel Online Vs Bimbel Konvensional Berikut Ini!

Teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju saat ini mengubah berbagai hal yang membutuhkan aktivitas diubah menjadi praktis. Teknologi tersebut menyasar semua bidang, termasuk pendidikan atau bahkan sistem belajar. Apalagi anak-anak masih membutuhan pelajaran tambahan di luar pendidikan formal, seperti bimbel. Anda tentu lebih mengenal bimbel konvensional secara umum yang sejak dulu hingga kini masih bisa ditemui di sekitar Anda, bahkan semakin bertambah. Namun, beberapa orang cerdas dan inovatif memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan bimbel anak di seluruh Indonesia yang semakin meningkat. Mereka menemukan solusi agar bimbel bisa diikuti di manapun dan kapanpun berada, yakni dengan menciptakan bimbel online. Kedua model bimbingan belajar tersebut bisa Anda pilih sesuai dengan keinginan dan kriteria calon murid. Keduanya saling memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua orang bisa memilih mana yang terbaik di antaranya, namun sebelum memilihnya, perlu diketahui berbegai perbandingannya secara lengkap terlebih dahulu seperti pada penjelasan berikut. Perbandingan antara Bimbel Online dan Bimbel Konvensional Kebanyakan orang tentu mengetahui definisi serta sistem belajar dari bimbel konvensional secara umum. Sitem bimbingan tersebut dilakukan layaknya seorang guru yang mengajar beberapa muridnya, seperti yang dilakukan di sekolah. Para murid bisa mendapatkan pengajaran secara langsung dan intens dari pengajar. Apabila murid mengalami kesulitan, maka bisa menanyakan berbagai materi secara langsung. Selain itu, bimbingan belajar konvensional juga dapat meningkatkan kinerja para murid dalam tim. Mereka akan diberikan materi pembelajaran indivividu dan kelompok agar terbiasa dengan berbagai pekerjaan yang dikerjakan mandiri maupun berkelompok. Berbeda dengan bimbel online, yang cukup asing di telinga beberapa orang, khususnya para orang tua. Sistem pada bimbingan online memungkinkan para pengajar dan murid membahas materi tidak secara langsung. Tetapi mereka bisa bertemu melalui media yang bisa menghubungkan si murid dan pengajar dari segala tempat yang berbeda. Sistem bimbingan belajar online memang cukup fleksibel, tetapi ini lebih cocok jika diterapkan untuk para murid yang ingin belajar secara mandiri. Sistem ini memungkinkan para murid memilih pengajar yang berasal dari berbagai kota atau bahkan dari luar negeri secara praktis. Cukup menggunakan gadget, murid bisa berinteraksi dengan mudah dengan pengajar tanpa harus mendatangi lokasi bimbel, dan memilih fasilitas tertentu agar mendapatkan pengajar dari berbagai wilayah. Kelebihan dan Kekurangan Bimbel Online Vs Bimbel Konvensional Munculnya inovasi terbaru dalam sistem pembelajaran seperti bimbingan online saat ini tidak bisa mengalihkan para murid untuk tetap belajar dengan bimbel konvensional. Namun, tidak jarang juga orang-orang yang memanfaatkan bimbingan secara online di sela-sela kesibukan mereka yang makin meningkat. Agar bisa menentukan pilihan dengan tepat, sebaiknya ketahuilah beberapa perbandingan antara kelebihan dan kekurangan bimbel online vs bimbel konvensional berikut ini. Bimbel Online Praktis dan Fleksibel Bimbingan belajar online sangat praktis untuk diikuti dan dihadiri para murid dari berbagai tempat atau wilayah tanpa batas. Mereka bisa memilih jadwal bimbingan sesuai waktu luang yang dimilikinya. Tidak harus mengunjungi tempat tertentu untuk mengikuti bimbingan, sambil bersantai di rumah atau liburan pun bimbingan tetap bisa diikuti. Berbeda dengan bimbingan belajar konvensional yang mengharuskan para murid untuk mendatangi lokasi bimbel. Selain itu, mereka tidak boleh datang terlambat atau sesuai dengan ketentuan yang diberlakukan di lokasi bimbel. Jika lokasi bimbel cukup jauh dengan tempat tinggal, tentu akan memberatkan para murid untuk mengikutinya. Mereka pun cenderung mengikuti bimbel di lokasi terdekat, meskipun kemungkinan bahwa bimbel tersebut kurang berkualitas jika dibandingkan bimbel bonafide. Dalam hal ini, bimbel online lebih unggul jika dibandingkan dengan bimbingan secara konvensional. Bimbel Konvensional Memungkinkan Para Murid Belajar Lebih Intensif Pembelajaran secara intensif sangat diperlukan oleh para murid agar bisa menguasai materi yang dipelajari. Hal ini bisa dengan mudah dilakukan jika mereka mengikuti bimbel secara konvensional yang memungkinkan para murid mendalami materi dengan bantuan guru. Selain itu, mereka juga bisa saling bertanya kepada sesame teman dan bekerja sama untuk menyelesaikan persoalan yang sulit pada materi yang diajarkan. Berbeda dengan bimbel online, yang lebih memungkinkan para murid untuk mengerjakan dan menyelesaikan soal secara mandiri. Mereka bisa mendapatkan bantuan melalui media online. Namun, hal ini justru semakin tidak efektif karena pikiranna tidak terlalu terlatih jika mengandalkan peran media. Sedangkan si pengajar hanya bisa memberikan beberapa penjelasan dalam jangka waktu yang sangat terbatas karena mereka membagi waktunya dengan murid lainnya. Para Murid Bisa Memilih Pengajar sesuai Keinginan dengan Bimbel Online Kecanggihan teknologi dari penerapan bimbel secara online sangatlah hebat, karena para murid bisa memilih para pengajar sesuai keinginan mereka. Misalnya, ketika hendak mengikuti bimbingan online bahasa Inggris, pada beberapa aplikasi tersedia fitur untuk memilih guru sesuai jadwal dan kriteria calon murid. Jika mereka menginginkan guru dari luar negeri, maka bisa memencet tombol untuk memilihnya. Sedankan dengan bimbingan secara konvensional, murid harus bisa menerima sistem belajar yang diterapkan oleh guru, begitupun dengan karakternya. Murid tidak bisa meminta untuk beralih ke guru lain di mata pelajaran yang sama jika tidak sesuai jadwal yang telah diatur oleh para pengajar. Komunikasi Langsung dengan Pengajar Lebih Mudah dengan Bimbel Konvensional Para murid tentu membutuhkan sistem komunikasi yang baik dengan si pengajar agar materi pelajaran bisa dipahami dengan baik. Oleh karena itu, bimbingan konvensional memungkinkan para muridnya menanyakan dan mendiskusikan berbagai kesulitan dengan si pengajar secara intensif. Tidak hanya dengan pengajar, mereka juga bisa saling berdiskusi dengan teman-teman yang lain. Bimbel online justru sebaliknya, untuk menjalin komunikasi secara optimal, para murid harus memiliki koneksi jaringan anti lemot. Jika tidak, maka proses belajar akan terganggu. Selain itu, para murid juga kurang memperoleh pelayanan maksimal ketika belajar, karena gangguan jaringan bisa saja mengurangi batas waktu dan kesempatan untuk belajar. Dan, mereka harus menunggu jadwal lain ketika mengalami gangguan jaringan tersebut. Pembayaran Lebih Mudah dengan Bimbel Online Pembayaran pada sistem bimbel online memang sangat mudah dan praktis, karena Anda bisa melakukannya di manapun dan kapanpun Anda berada. Bahkan ada beberapa platform yang menyediakan layanan bimbel secara gratis. Sedangkan pada bimbel konvensional, pembayaran harus dilakukan secara langsung pada pihak lembaga atau perorangan. Hal tersebut sangat beresiko, karena Anda harus membawa atm atau dana cash. Kedua sistem belajar di atas memiliki kelebihan dan kekurangan bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Pilihlah bimbingan yang menurut Anda paling tepat untuk diikuti, baik oleh Anda sendiri, anak, maupun orang lain. Jika ingin yang lebih praktis, fleksibel, atau bahkan gratis, maka pilihlah bimbel online tetapi pastikan