Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: #pendidikantinggi

Rektor UNWAHA Jombang Keluarkan Penyataan Jelang Pemilu 2024

JOMBANG – Sejumlah civitas akademika di Indonesia ramai-ramai mengeluarkan pernyataan menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024. Melihat kondisi itu, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambakberas, Jombang juga menyerukan untuk menghormati perbedaan pilihan. “Sehubungan dengan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut kami mengajak semua sivitas akademika serta semua lapisan masyarakat khususnya masyarakat Jombang dan sekitarnya untuk satu, menyukseskan pelaksanaan pemilu dengan damai tanpa adanya provokasi, mengumpat yang mengandung ujaran kebencian antar pendukung paslon atau menyebarkan berita hoax,” katanya, Rabu (07/02/2024). Menurutnya, salah satu caranya dengan menghargai perbedaan pilihan yang terjadi di masyarakat, tanpa adanya intimidasi atau menyebarkan berita palsu yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat. Pihaknya berharap, dinamika politik yang terjadi saat ini tidak menjadi alasan untuk memecah belah kerukunan di antara sesama anak bangsa. “Marilah pada tanggal 14 Februari 2024 nanti kita datang ke TPS untuk menggunakan hak pilih kita sesuai dengan pilihan hati nurani yang kita yakini terbaik untuk bangsa dan negara. Siapapun yang terpilih sebagai pemimpin bangsa ini nanti agar kita semua bisa menerima, menghargai dan ikhlas bahwa itu pilihan rakyat,” jelasnya. Prof. Gatot Ciptadi berharap, pesta demokrasi tahun ini dapat berjalan dengan lancar dan damai, serta sesuai dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. “Semoga sesuai dengan kaidah pelaksanaan pemilihan umum.” harap Prof. Gatot Ciptadi. (*) **) Ikuti berita terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa di follow.

Dekan FIP Unwaha Jombang Jadi Moderator Sosialisasi Pedoman Beban Kerja Dosen (PO BKD)

Pada hari ini Kamis, 13 Juli 2023 bertempat di Hotel Fave Sidoarjo diadakan Sosialisasi Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen (PO BKD) Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ibu Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Koordinator Pokja Sertifikasi dan Mutu Pendidik yakni Bapak Muhammad Machmud, M.Kom. Kegiatan ini dimoderatori oleh Bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Paparan Informasi yang akan disampaikan langsung oleh Beberapa Narasumber Ahli dari  Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan juga TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Diantaranya: Bapak Iwan Winardi selaku Koordinator Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Kebijakan BKD sesuai PermenPAN-RB No 1 Tahun 2023”. Prof.Eko Hadi Sujiono selaku TIM BKD PUSAT Kementerian Pendidikan Kebudayaan , Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Pedoman Operasional BKD 2021”. Bapak Rizky Tito Prasetyo selaku Tim Sister Kemendikbudristek menjelaskan terkait “Simulasi Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”. Bapak Prof. Dr. Khoirul Huda., M.H selaku Dosen & Guru Besar Universitas Hang Tuah Surabaya yang Juga merupakan TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur menjelaskan terkait “Praktik Baik Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”. Seperti yang kita ketahui bersama, PO BKD atau Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen merupakan Pedoman Operasional penyelenggaraan BKD kepada satuan Pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Menjamin Mutu Penyelenggaraan satuan Pendidikan tinggi dalam pelaksanaan BKD serta meningkatkan akuntabilitas dosen dalam melaksanakan tugas, kewajiban serta dalam proses penyusunan laporan BKD secara benar, meningkatkan kinerja satuan Pendidikan tinggi dalam membina karir dosen sebagai pendidik professional dan ilmuwan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan dosen dari Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Timur. Pada acara ini, Unwaha mendelegasikan M. Aliyul Wafa, M.Pd selaku Kepala Bagian Umum Kepegawaian. Kegiatan ini ditutup oleh Bapak Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur Bapak dr. Ivan Rovian, M.Kp. Harapannya dengan adanya pelaksanaan sosialisasi PO BKD 2021, semua dosen dapat melaksanakan pelaporan BKD Genap 2022/2023 dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dimensi Psikologi Idul Fitri

Fajar 1 Syawal 1444 H sebentar lagi akan tiba. Tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujung waktunya dan akan segera ditutup dengan melaksanakan sholat Idul Fitri. Bagi umat islam, Idul Fitri merupakan titik kontinum kerinduan dari perjuangan sepanjang bulan menjalankan ibadah puasa dengan harapan sampai pada puncak kemenangan dengan fitrah dari dosa. Idul fitri juga merupakan puncak kesedihan, karena ditinggal bulan yang penuh rahmat, limpahan maghfiroh, dan ladang pahala yaitu bulan Ramadhan.   Keutamaan Hari Raya Idul Fitri Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ. Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian.   Secara psikologis, Idul Fitri bukan hanya momen perayaan dari berakhirnya madrasah Ramadhan, melainkan merupakan manifestasi teologis atas kesucian (fitrah) manusia yang bertauhid. Setidaknya terdapat tiga dimensi psikologi dari Idul Fitri yang sangat penting untuk dimaknai dan disyukuri yaitu kemenangan, kebahagiaan, dan kerukunana. Dimensi kemenangan. Idul Fitri sarat akan spirit kemenangan dalam mengendalikan nafsu. Menurut Imam Al-Ghazali, Pendidikan merupakan proses transformasi muslim dari budak nafsu menjadi hamba Allah yang bertaqwa, beriman, dan beramal sholeh. Dimensi kebahagiaan. Idul Fitri merupakan momen sosial untuk melepas rindu mengenang asal-usul primordial, dan meneguhkan spirit berbagi. Sehingga Idul Fitri harus dimaknai sebagai jalan kemenangan mental spiritual yang mengantarkan pada harmoni, kedamaian hati, dan kebahagiaan sejati. Dimensi kerukunan. Idul Fitri menyadarkan pentingnya komunikasi sosial melalui silaturrahmi dalam bentuk saling memaafkan, saling berbagi, saling menyayangi, dan saling menghargai. Idealnya silaturrahmi harus dimaknai sebagai trasnformasi sosial sebagai langkah strategis dan efektif untuk mewujudkan harmoni sosial dan kerukunan nasional bukan sekedar bertemu kangen dan bersambung rasa. Esensi dari dimensi kerukunan adalah komitmen bersama untuk memerdekakan diri dari segala penyakit hati dan bebas dari segala bentuk intervensi serta hegemoni asing.

Keagungan Lailatul Qadar yang Disembunyikan

Salah satu anugrah yang Allah SWT berikan kepada umat islam adalah adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yang selalu dinanti umat islam. Ibaratnya, lailatul qadar merupakan tamu agung dengan segudang bawaan kebaikan bagi orang-orang yang menjamunya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Qadr:1-5,) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mayoritas mufasir menafsirkan ayat 2 dan 3 dengan makna “beramal atau beibadah di malam lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan beramal dalam 1000 bulan yang tidak ada lailatul qadar”. Sedangkan Syekh Mustafa Al-Maraghi menafsirkan ayat 2 dan 3 dari sudut pandang yang berbeda dengan para mufasir pada umumnya. Menurut beliau, alasan lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan karena pada pada malam ini  diturunkannya permulaan syariat baru kepada manusia terbaik dan malam tersebut merupakan peletakan batu pondasi agama terakhir yang akan selalu sesuai dengan setiap masa dan tempat, adalah malam yang lebih utama dibanding 1.000 bulan dimana mereka membabi buta dalam kegelapan syirik, kesesatan menyembah berhala, kebingungan yang tidak ada ujungnya dan tidak mengenalibatas. Menurut Ad-Dhuhak, malam lailatul qadar merupakan malam keselamatan, dimana pada malam-malam lainnya Allah menetapkan adanya cobaan, musibah, dan keselamatan. Sedangkan menurut Syekh Nawawi Banten, malam lailatul qadar adalah malam dimana malaikat turun secara berkelompok dari awalnya malam sampai terbit fajar. Turunnya malaikat secara berturut-turut itu karena banyaknaya salam yang mereka sampaikan untuk ahli puasa dan shalat dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar dari awal sampai terbitnya fajar selamat dari perbedaan dan kekuranan. Ibadah dibagian waktu manapun lebih baik daripada 1000 bulan. Malam lailatul qadar tidak seperti malam-malam lain terkait waktu misalnya waktu sahur untuk berdoa, sedangkan pada malam lailatul qadar semua waktu sama.

Istighosah dan Buka Bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNWAHA

Fakultas Pertanian UNWAHA menggelar buka bersama dalam rangka mempererat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (11/4/2023) ini dihadiri dekan, kaprodi, dosen, mahasiswa, serta staff FAPERTA. Turut hadir juga dalam acara ini kabag kepegawaian dan Kabag Humas UNWAHA. Acara yang merupakan agenda tahunan FAPERTA ini dibuka dengan bacan istighosah dan dilanjutkan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Ambar Susanti, M.P., selaku dekan FAPERTA mneyampaikan pentingnya silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa untuk memperkuat FAPERTA. Beliau juga berharap agar kedepannya acara ini dapat dihadiri oleh alumni untuk mempererat tali silaturrahmi anatara Lembaga dengan alumni. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, berbagai pertanyaan diberikan kepada mahasiswa, dan dijawab dengan antusias oleh mereka. memasuki waktu maghrib, acara ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan dengan buka bersama dan ramah-tamah antar dosen dan mahasiswa.

Dimensi Filosofi Zakat dalam Filantropi Islam

Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan mulai dari hubungan dengan Tuhan hingga hingga hubungan antara manusia dan alam. Dimensi penghambaan yang dibangun oleh islam tidak terbatas pada prisip ketuhanan (teosentris), melainkan juga manifestasi kemanusiaan (antroposentris). Perhatian islam terkait kemanusiaan digambarkan melalui prinsip, ajaran, atau syariat keislaman. Hal ini menunjukkan dibalik ritual penghambaan yang disyariatkan dengan kewajiban terdapat makna esetoris beragama yang apabila kita refleksikan dan transformasikan dapat mewujudkan keharmonisan, baik hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manuisa, maupun dengan alam. Zakat merupakan salah satu ibadah wajib yang menjadi bukti nyata perhatian syariat terhadap hubungan manusia dengan sesamanya. Secara ontologis zakat menunjukkan dogma religious, yang diungkap dalam Al-Qur’an sebanyak 82 kali yang bersifat konsepsional-dogmatis. Hal ini dapat dilihat dari riwayat Abu Bakar Ash-shidiq yang memerangi para pembangkang yang menolak membayar zakat, atau perintah Umar bin Khattab untuk membakar rumah orang islam yang menolak perintah zakat. Kejadian tersebut dapat dimaklumi mengingat zakat bersifat multidimensi. Selain berdimensi teologis, zakat juga berdimensi historis, ekonomi, politik, dan eskatologis. Oleh karena itu, zakat berbeda dengan ibadah lainnya seperti sholat yang bersifat ritual-individual-formal, zakat adalah satu-satunya rukun islam yang bertransformasi dari ibadah personal ke ibadah sosial, inilah yang disebut dimensi sosial-ekonomi zakat. Jika dikaji dari secara filosofi, zakat menyangkut tiga aspek. Pertama, aspek tugas manusia sebagai kholifah (QS. Al-Baqoroh: 30) yang harus memimpin dan mengatur tersedianya produksi, distribusi, dan konsumsi bagi makhluk hidup di bumi (QS. Qaf: 7-11; QS. An-Nahl: 69). Dalam konteks ini zakat harus melibatkan pemerintah baik dari segi hukum, anggaran, maupun pembagian. Aspek kedua, solidaritas sosial. Diharapkan zakat mampu memperkecil gap pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Hal ini juga menjadi batas-batas equilibrium proporsional sehinggga kekayaan tidak menjadi penyebab kelalaian seseorang beribadah, begitupula kemiskinan tidak menjadi keterpurukan yang dapat menyebabkan seseorang lupa kepada Tuhannya. Aspek ketiga, cinta dan persaudaraan. Meskipun kemiskinan adalah realitas sosial yang tidak dapat dihapuskan secara mutlak, namun dengan zakat dampak sunnatullah tersebut dapat diminalisir sehingga tidak menghancurkan sendi-sendi kemanusaian. Dengan demikian zakat merupakan usaha untuk kembali pada kondisi fitrah sekaligus sebagai bentuk partisipasi dalam membangun kebersamaan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.

Jelang Libur Lebaran Idul Fitri 1444 H, Unwaha Gelar Buka Bersama

Menjelang libur lebaran Idul Fitri 1444 H yang jatuh pada tanggal 15 April 2023, UNWAHA gelar buka bersama pada Minggu (9/4/2023). Acara yang merupakan agenda tahunan UNWAHA ini merupakan ajang mempererat tali silaturrahmi seluruh civitas akademik UNWAHA. Acara buka bersma dibuka dengan menyanyikan lagu yalalwathon dan tahlil bersama. Melalui sambutannya, Prof. Dr. Gatot Ciptadi, IPU. Asean., Eng. menyampaikan acara ini adalah ajang mempererat tali silaturrahmi antar seluruh civitas akademik. Melalui kesempatan ini, beliau juga memohon do’a dan dukungan dari seluruh civitas akademik UNWAHA terkait reakreditasi UNWAHA yang akan dilaksakana sekitar bulan Desember. Beliau juga memohon do’a dan dukungan terkait pembukaan program pascasarjana di UNWAHA. Program sarjana ini meliputi prodi PAI dan ES. Beliau juga menyampaikan pengaktivan kembali system checklock untuk meningkatkan kedisiplinan dosen dan karyawan UNWAHA. Sambutan kedua yang disampaikan oleh Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik. Beliau menyampaikan tentang pelaporan data ke LDDIKTI 7 yang akan ditutup tanggal 12 April 2023. Untuk itu, beliau menyampaikan agar seluruh dosen termasuk dosen yang belum memiliki jabatan fungsional untuk segera melengkapi berkas yang dibutuhkan. Sambutan ketiga sekaligus pembacaan do’a disampaikan oleh Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi dosen seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bisang Akademik sangat penting untuk meningkatkan akreditasi kampus. Oleh karena itu, dosen yang bersangkutan diharap segera menyelesaikan berkas yang dibutuhkan. Beliau juga menyampaikan bahwa diperkirakan tahun 2024, program pascasarjana UNWAHA sudah dibuka. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademik UNWAHA.

UNWAHA Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Administrasi Sertifikasi Dosen (SERDOS)

Menyambut pembukaan sertifikasi dosen (SERDOS) tahun 2023, kepegawaian UNWAHA menyelenggarakan pelatihan penyusunan administrasi SERDOS pada Selasa (4/4/2023). Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di UNWAHA ini juga merupakan bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kualitas dosen. Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Agus Sifaunajah, M. Kom. (Kaprodi Sistem Informasi) dan M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan). Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikasi dosen bertujuan untuk (1) menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen (2) melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi, (3) meningkatkan proses dan hasil pendidikan dan (4) mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Sertifikasi pendidik dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi ini dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan penilaian pengalaman akademik dan profesional dengan menggunakan portofolio dosen. Penilaian portofolio dosen dilakukan untuk memberikan pengakuan atas kemampuan profesional dosen. Dalam sambutannya, Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan bahwa sertifikasi dosen sangat penting untuk dosen yang bersangkutan dan kampus. Semakin banyak dosen yang memperoleh sertifikat pendidik, maka secara tidak langsung kualitas kampus juga akan meningkat karena dosen yang bersangkutan sudah terbukti layak menjadi dosen. Selain itu, banyaknya dosen yang memiliki sertifikat pendidik akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di kampus sehingga mutu alumni sebagai generasi penerus bangsa dapat meningkat. M. Aliyul Wafa, M. Pd. selaku Kabag Kepegawaian UNWAHA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen. Hal ini berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dari SERDOS yaitu dosen yang bersangkutan layak menjadi dosen dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dosen. Selain itu, bentuk dukungan lain yang diberikan kampus untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen adalah pemberian subsidi pelatihan PEKERTI, tes TKDA, dan tes TKBI untuk dosen.

LPPM UNWAHA Gelar Sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023

LPPM UNWAHA menyelenggarakan sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023 terkait pembukaan pengususlan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 2023 melalui laman BIMA. Acara yang dilaksanakan Senin (3/4/2023) ini menghadirkan empat orang reviewer yaitu Ino Anggaputra, M.Pd., Dr. Zulfikar, M.Si., Suci Prihatiningsih, M.Pd., dan Agus Sifaunnajah, M.Kom. Acara ini terdiri dari dua kegiatan yaitu sosialisasi penyusunan proposal dan klinik penyusunan proposal. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh ketua LPPM (M. Kris Yuan H. M.Pd. ini banyak membahas tentang klaster riset dan pengabdian di UNWAHA, alur pelaksanaan hibah, seleksi substansi penelitian penilaian RAB, dan faktor penyebab proposal hibah tidak didanai. Faktor-faktor yang menyebabkan proposal PKM tidak didanai diantaranya adalah tim tidak multidisiplin, tidak melibatkan mahasiswa, penulisan tidak sesuai dengan panduan, kurang IPTEKS, gambaran IPTEKS tidak lengkap, tidak jelas, tidak disertai gambar, anggaran tidak rasional, CV kurang menunjukkan pengalaman pengabdian, dan peta lokasi tidak jelas. Setelah acara sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan klinik penyusunan proposal. Pada kegiatan ini draft proposal yang telah disiapkan peserta dinilai oleh tim revier untuk selanjutnya mendapat masukan dari tim reviewer.

Tingkatkan Silaturrahmi Antara Dosen dan Mahasiswa, Prodi PAI Gelar Talkshow Ramadhan

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H, Prodi PAI UNWAHA gelar talkshow Ramadhan bertajuk “Ramadhan Momentum Pembentukan Karakter dan Spirit Pererat Ukhuwah Islamiyah Bagi Generasi Milenial”. Acara yang dilaksanakan pada Senin (2/4/2023) ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa prodi PAI, sekaligus menampung aspirasi mahasiswa guna peningkatan kualitas prodi PAI. Acara ini diawali dengan hiburan etnika musik yang dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Drs. Waslah, M.Pd.I. selaku dekan FAI sebagai do’a awal untuk membuka acara ini dengan harapan acara dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Menurut ketua pelakasana, acara ini merupakan acara yang rutin diselenggarakan prodi PAI untuk menyemarakkan bulan Ramadhan sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar, dosen dengan mahasiswa, dan antar mahasiswa. Selain itu, acara ini menambah wawasan mahasiswa melalui kajian materi yang disampaikan oleh pemateri. Dalam sambutannya, Dr. Didin Sirojudin, M.Pd.I. selaku kaprodi PAI menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa sesuai dengan konsep kitab ta’lim muta’alim. Acara yang dihadiri dosen dan ± 400 mahaiswa prodi PAI ini, menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. (WR Bidang Keuangan dan Kerumahtanggans) dan Moch. Fodhil, M.Pd.I (dosen PAI). Dalam paparan materinya, Moch. Fodhil, M. Pd.I. menyampaikan bahwa puasa dibagi menjadi dua macam yaitu puasa khas dan puasa am. Puasa khas contohnya adalah memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak dan memperkuat ibadah. Sedangkan puasa am adalah puasa seperti orang-orang pada umumnya yang tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja, dan lain-lain. Acara yang berakhir pukul 17.38 ini ditutup dengan acara makan bersama dan penyampaian program himpunan kosma prodi PAI.