Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: petani

Aktivitas Petani Hidroponik Kini Makin Praktis dan Hemat Menggunakan Alat ini

Sistem otomasi pengelolaan tanaman hidroponik menggunakan perangkat elektronik yang kita kenal selama ini membutuhkan tenaga listrik agar perangkat tersebut dapat bekerja. Pasokan energi listrik akan menjadi masalah ketika terjadi pemadaman listrik atau lokasi perangkat yang jauh dari sumber listrik. Dari sisi efisiensi, penggunaan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan biaya operasional. Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah melainkan menggunakan air atau bahan berpori. Menanam dengan teknik ini perlu memperhatikan pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem hidroponik perlu dimodifikasi agar lebih efisien, hemat, dan praktis. Misalnya dengan cara mengatur pemberian nutrisi sesuai kebutuhan tanaman melalui perancangan sistem hidroponik pasang surut otomatis menggunakan perangkat berbasis mikrokontroler ArduinoUno. Penggunaan perangkat tersebut difungsikan untuk mengontrol sistem penyiraman sesuai kebutuhan tanaman agar tidak boros listrik karena sirkulasi air menggunakan motor/pompa sebagai penggerak aliran air, pemanas buatan yang dikendalikan, dan panel surya sebagai pembangkit listrik. Menanam dengan hidroponik membutuhkan nutrisi yang tepat untuk dapat disalurkan oleh air ke dalam akar tanaman. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan merancang sebuah pembangkit listrik tenaga surya (solar panel) untuk tanaman hidroponik. Kinerja panel surya dalam kondisi lingkungan tertentu dapat ditentukan dengan memantau langsung parameter output seperti arus, daya, dan tegangan. Dari hasil monitoring ini dapat diperoleh informasi apakah pemasangan panel surya sudah sesuai dan menghasilkan daya keluaran yang diinginkan. Baca Selengkapnya->>

UNWAHA Bina Petani Kabupaten Lombok Utara (NTB)

  Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah berinisiasi membina petani di Kabupaten Lombok Utara, NTB untuk bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan pestisida. Demikian disampaikan Dr. H. Anton Muhibuddin saat bertemu Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar beserta jajarannya di rumah dinas Bupati KLU. Ketersediaan pupuk dan pestisida yang cenderung semakin sulit didapatkan dan mahal harus segera terpecahkan melalui kearifan lokal bangsa Indonesia. Kelimpahan plasma nutfah di Indonesia, terutama mikroba menjadi kunci solusi bangsa dalam memecahkan permasalahan pupuk dan pestisida ini. Senada dengan Rektor Unwaha, Bupati KLU menyampaikan bahwa Kabupaten Lombok Utara segera menindaklanjuti program pemenuhan kebutuhan pupuk dan pestisida melalui pendirian pabrik pupuk organik di KLU. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara juga siap menindaklanjuti program pembinaan petani yang sudah diinisiasi Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah. Dalam kesempatan ini pula ketua GEMPITA Kabupaten Lombok Utara menyampaikan terimakasih atas partisipasi Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah dalam meningkatkan motivasi petani di Kabupaten Lombok Utara melalui program pembinaan petani. GEMPITA merencanakan akan mengunjungi Unwaha untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih mendalam ilmu yang berkaitan dengan bidang pertanian.