Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: ptnu

KSEI HMP Ekonomi Syariah UNWAHA Menerima Penghargaan Sebagai “Srikandi Terbaik” di Musyawarah Regional FoSSEI Jawa Timur 2023

Musyawarah Regional merupakan agenda penutup kepengurusan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Jawa Timur yang berisi laporan pertanggung jawaban dari Badan Pengurus Harian (BPH) FoSSEI, dan juga merupakan waktu pemilihan Koordinator Regional yang baru. Tema dalam acara MUREG FoSSEI Jatim 2023 ini adalah Regenerasi Kepemimpinan dalam Pembentukan Organisasi dan Kepengurusan FoSSEI JATIM yang Berintegritas , Berinovasi, dan Profesional . Dengan tujuan Meningkatan ukhuwah islamiyah antar seluruh kader FoSSEI se-Jawa Timur dan meningkatkan pemikiran kualitatif mahasiswa dalam rangka pengembangan Ekonomi Islam. Selain itu juga untuk mengevaluasi serta mengkritisi isu kontemporer khususnya tentang dinamika ekonomi dalam realitas Sosial di Indonesia dan sebagai sarana untuk memberikan masukan serta kontribusi nyata bagi para pengambil kebijakan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam pembangunan ekonomi Nasional serta konsolidasi dan pemilihan Koordinator Regional Jawa Timur dan Calon Presidium Nasional FoSSEI masa amanah 2023-2024. Acara ini di selenggarakan oleh Dema FEBI IAI Ibrahimy dan dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 2- 5 November 2023 di IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi. MUREG FoSSEI Jatim 2023 ini diikuti oleh BPH Regional FoSSEI Jawa Timur Periode 2022-2023 dan perwakilan Kelompok Studi Ekonomi Islam yang ada di seluruh provinsi Jawa timur. Perwakilan dari Ekonomi Syariah Unwaha Jombang yang mengikuti acara ini adalah Arta Zulian Effendi dan Nuurun Alaa Nuurin. Selain itu Nuurun Alaa Nuurin yang merupakan bagian dari BPH FoSSEI Jatim 2022-2023 yakni mempresentasikan LPJ Kepengurusan selama 1 periode yang telah dilalui. Kemudian pada akhir acara MUREG ini terdapat Awarding apresiasi bagi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang ada di Jawa Timur selama satu periode kepengurusan. Alhamdulillah, HMP Ekonomi Syariah dalam kegiatan MUREG FoSSEI Jatim 2023 ini menerima penghargaan dengan kategori Srikandi Terbaik dari Koordinator Regional FoSSEI Jawa Timur masa amanah 2022-2023. Mendengar kabar bahagia tersebut, besar harapan dari beberapa alumni kepada seluruh mahasiswa Ekonomi Syariah agar tidak langsung puas dengan hasil tersebut dan sebagai pacuan agar lebih semangat dalam membawa Ekonomi Syariah ke arah yang lebih baik lagi.

Peningkatan Kualitas Academic Writing melalui Coaching Clinic Strategi Sukses Menembus Jurnal International Bereputasi

Publikasi artikel ilmiah sebagai salah satu output penelitian merupakan suatu keniscayaan bagi karir seorang dosen. Artikel yang berhasil terbit di jurnal internasional bereputasi menunjukkan kualitas penelitian yang dilakukan. Untuk mendukung terciptanya kualitas penelitian yang baik, LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah bekerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim pada hari Ahad – Senin, 29-30 Oktober 2023 menyelenggarakan workshop penulisan dan publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Workshop ini dihadiri oleh peneliti produktif dari tiap fakultas di UNWAHA. Prof. Dr. Abd. Kholid, dalam opening speech nya menyampaikan kewajiban dosen dalam publikasi artikel ilmiah sebagai percepatan kenaikan jabatan fungsional menuju Lektor Kepala dan Guru Besar. Publikasi merupakan penyampaian hasil penelitian kepada khalayak ramai sebagai pertanggungajawaban akademis. Publikasi adalah sebuah komitmen, yang berdampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam paparannya juga disampaikan pencapaian publikasi, akreditasi, dan kepangkatan dosen yang meningkat tiap tahunnya. Narasumber utama Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd. memaparkan tentang sistematika penulisan artikel ilmiah yang baik, mulai dari pendahuluan hingga penarikan simpulan. Disampaikan pula tips & trik proses submit di jurnal internasional bereputasi. “Dosen merupakan harta yang paling berharga bagi Perguruan Tinggi. Tentunya dalam hal ini adalah dosen yang produktif menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi”, ujar Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang di tengah pemaparan materinya. Narasumber kedua menguatkan workshop ini dengan materi best practice literature search & management reference . Workshop penulisan dan publikasi artikel ilmiah ini merupakan momen yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja publikasi dosen. Tak hanya selesai pada acara workshop, program ini juga berkelanjutan melalui tugas mandiri dan coaching penyusunan hingga proses submit dan publish pada jurnal internasional bereputasi yang dituju.

KPU Goes to KAMPUS Ajak Mahasiswa Unwaha Nobar Film “Kejarlah Janji”

Rangkaian KPU Goes to Campus, “Nonton Bareng Kejarlah Janji” dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun, diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Jombang Jawa Timur pada Sabtu (28/10/2023) dilakukan di Aula Rektorat Kampus Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Pada pembukaan acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Ahlal Wathon dan Jingle Pemilu, yang dipandu langsung oleh dirigen top mahasiswa Unwaha serta dilanjutkan dengan Pembacaan Doa. Sejak awal acara mahasiswa mengsisi Pre-Test yang disediakan oleh panitia KPU Kabupaten Jombang. 200 buah kursi yang disediakan tidak mampu menampung jumlah mahasiswa yang sangat antusias ingin mengikuti jalannya KPU Goes to Campus, Nobar Kejarlah Janji di Kampus Unwaha ini. Sebab kesempatan bagi mahasiswa bisa nobar film keren karya dari Garin Nugroho serta mendapatkan ilmu dan pengarahan-pengarahan yang bermanfaat terkhusus bagi mahasiswa Unwaha itu sendiri. Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Dr. H. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unwaha Jombang. Gus Wafi menyampaikan bahwa tahapan yang harus dilakukan oleh KPU sangat besar dan kompleks. “Oleh karena itu, sosialisasi merupakan hal yang sangat strategis dalam rangka menginformasikan, memberikan pemahaman, pendidikan kepada generasi muda, khsususnya pemilih pemula agar mampu memahami tentang system penyelenggaraan pemilihan umum sekaligus membangkitkan kesadaran akan hak politiknya sebagai warga bangsa dan warga negara, minimal kalua tidak bisa menjadi penyelenggara menjadi peserta,” kata Gus Wafi. Kemudian dilanjut sambutan dari Ibu Rita Darmawati, S. Sos selaku anggota KPU Kabupaten Jombang Devisi Sosisalisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia. Hematnya Ibu Rita menyampaikan bahwa KPU Goes to Campus adalah salah satu upaya KPU RI dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi pemilih muda, serta mempromosikan nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda. KPU Goes to Campus adalah sarana belajar demokrasi agar sama-sama mensukseskan Hajat Nasional, Pemilu 2024. Menggunakan pemilihan dengan baik dan benar. Setelah sambutan-sambutan berjalan dengan lancar dan khidmat. Lalu disambung dengan penampilan Indonesia Menari oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Unwaha. Tarian ini menggunakan isntrumen yang cukup menarik, bergenre modern kontemporer, yakni menggabungkan antara music tradisional dengan music modern pada zaman ini. Sontak gemuruh dan tepuk tangan mahasiswa menambah kemeriahan acara. Semua mata memandang kesenian luhur yang turun temurun lestari sampai diperagakan dengan baik oleh mahasiswa UKM Unwaha. “Selain merupakan seni gerak tubuh juga merupakan pengejawantahan dari pemahaman nilai budaya. Gerakan tari yang lemah gemulai mengajarkan seseorang untuk bersabar, bertutur lembut, dan berkonsentrasi tinggi, memadukan gerakan dengan irama,” tutur salah satu mahasiswa UKM seni budaya. Sebelum pemutaran film dimulai, terdapat sesi tanya jawab dan foto bersama. Seluruh mahasiswa sangat antusias dan penuh semangat dengan pertanyan-pertanyaan kritis yang dilontarkan kepada panitia KPU Kabupaten Jombang. Dengan begitu mereka mendapatkan hadian doorprize menarik dari panitia. Yang diberikan oleh Bapak Dekan dan Bapak Kaprodi sekaligus ucapan terima kasih kepada semua pihak. Dan ditutup dengam foto bersama seluruh peserta acara KPU Goes to Campus dan dilanjut Nonton Bareng film Kejarlah Janji. “Tanggapan saya terkait dengan kegiatan KPU Goes to Campus sangat baik dan relevan dilakukan, tentunya banyak hal yang kita dapat dari kegiatan tersebut. Saya mengapresiasi baik betul atas terlaksananya kegiatan KPU Goes to Kampus, menurut saya kegiatan tersebut sangatlah penting mengingat Bangsa Indonesia adalah Negara Demokrasi, dan Pemilihan Umum adalah salah satu instrumen demokkrasi yang bertujuan menghasilkan Pemerintahan yang bertugas mengatur, memimpin dan mengayomi bangsa ini.” Lanjutnya, “mahasiswa memiliki berbagai peran, pertama sebagai pemilih kaum milenial haruslah menggunakan hak suaranya karena jika tidak, secara tidak langsung tidak ikut berkontribusi untuk menentukan jalannya pemerintahan 5 tahun kedepan berdasarkan konteks Demokrasi. Kedua, peran Mahasiswa adalah dapat mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya pemilihan umum bagi kemajuan bangsa kedepanya. Peran mahasiswa yang ketiga adalah mengawal proses pemilu agar dapat berjalan dengan baik. Sosialisasi KPU di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang, sangat penting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pemilihan. Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa dapat memahami tata cara pemilihan dan memilih calon yang sesuai dengan harapan mereka. Kegiatan Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa Unwaha yang ikut berpartisipasi. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu mahasiswa dalam memahami tata cara pemilu dan memilih calon yang tepat.” Pungkas Danur Wenda selaku Presma Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang.

Upacara HSN 2023 di Unwaha, Rektor Ajak Mahasiswa Teladani Perjuangan Santri

Jombang (22/10), Universitas KH. A. Wahab Hasbullah laksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2023 di halaman kampus. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan staf di lingkungan Unwaha. Gatot Ciptadi, Rektor Unwaha menyampaikan dalam amanatnya tentang pentingnya meneladani perjuangan santri yang dahulu turut serta merebut kemerdekaan Indonesia. “Kita harus bersyukur bahwa kita sekarang telah merdeka tanpa harus mengorbankan darah dalam merebut kemerdekaan. Maka tanggung jawab kita sebagai mahasiswa adalah mengisinya dengan berjuang melawan kebodohan dan mau terlibat dalam kemasyarakatan”, ungkapnya. Rektor juga memberi semangat pada mahasiswa yang bukan lulusan pesantren tetap menganggap dirinya juga sebagai santri selama terus menjalani kebiasaan santri. “Unwaha merupakan kampus berkarakter pesantren, maka kita semua adalah santri. Jadi walaupun ada sebagaian mahasiswa yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan pesantren, tidak perlu minder, dan terus semangat seperti mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren”, tambahnya. Rektor Unwaha juga mengajak semua civitas akademika lebih menguatkan peran sertanya pada kemajuan masyarakat dan tetap terbuka terhadap kemajuan peradaban. Upacara HSN 2023 ini ditutup dengan doa oleh H. Fathulloh, yang merupakan wakil rektor bidang kerjasama dan merupakan salah satu pengasuh pkndok pesantren di lingkungan PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Pengumuman Intruksi kepada Seluruh Mahasiswa UNWAHA Jombang dalam rangka Peringatan HUT RI ke-78

[pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2023/08/Surat-Pemberitahuan-Mahasiswa.pdf” attachment_id=”3281″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]

Dekan FIP Unwaha Jombang Jadi Moderator Sosialisasi Pedoman Beban Kerja Dosen (PO BKD)

Pada hari ini Kamis, 13 Juli 2023 bertempat di Hotel Fave Sidoarjo diadakan Sosialisasi Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen (PO BKD) Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ibu Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Koordinator Pokja Sertifikasi dan Mutu Pendidik yakni Bapak Muhammad Machmud, M.Kom. Kegiatan ini dimoderatori oleh Bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Paparan Informasi yang akan disampaikan langsung oleh Beberapa Narasumber Ahli dari  Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan juga TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Diantaranya: Bapak Iwan Winardi selaku Koordinator Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Kebijakan BKD sesuai PermenPAN-RB No 1 Tahun 2023”. Prof.Eko Hadi Sujiono selaku TIM BKD PUSAT Kementerian Pendidikan Kebudayaan , Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Pedoman Operasional BKD 2021”. Bapak Rizky Tito Prasetyo selaku Tim Sister Kemendikbudristek menjelaskan terkait “Simulasi Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”. Bapak Prof. Dr. Khoirul Huda., M.H selaku Dosen & Guru Besar Universitas Hang Tuah Surabaya yang Juga merupakan TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur menjelaskan terkait “Praktik Baik Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”. Seperti yang kita ketahui bersama, PO BKD atau Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen merupakan Pedoman Operasional penyelenggaraan BKD kepada satuan Pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Menjamin Mutu Penyelenggaraan satuan Pendidikan tinggi dalam pelaksanaan BKD serta meningkatkan akuntabilitas dosen dalam melaksanakan tugas, kewajiban serta dalam proses penyusunan laporan BKD secara benar, meningkatkan kinerja satuan Pendidikan tinggi dalam membina karir dosen sebagai pendidik professional dan ilmuwan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan dosen dari Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Timur. Pada acara ini, Unwaha mendelegasikan M. Aliyul Wafa, M.Pd selaku Kepala Bagian Umum Kepegawaian. Kegiatan ini ditutup oleh Bapak Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur Bapak dr. Ivan Rovian, M.Kp. Harapannya dengan adanya pelaksanaan sosialisasi PO BKD 2021, semua dosen dapat melaksanakan pelaporan BKD Genap 2022/2023 dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PENGUMUMAN LIBUR NASIONAL DALAM RANGKA HARI WAISAK

[pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2023/05/Pengumuman-libur-perkuliahan-dlm-rangka-Hari-Waisak-4-Juni-2023-H.pdf” attachment_id=”3176″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]

Memastikan Calon Lulusan Lebih Kompeten, Unwaha Laksanakan Uji Kompetensi

  Sejumlah mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Kompetensi pada Selasa-Rabu (23-24/5/2023). Program Sertifikasi Kompetensi Kerja ini diikuti oleh 46 mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi yang tengah menempuh semester 8. Ita Rahmawati, Dekan Fakultas Ekonomi Unwaha menyampaikan bahwa Program Sertifikasi Kompetensi ini memang direncanakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha sebagai pembuktian kompetensi calon lulusan Prodi Manajemen Unwaha menghadapi persaingan dunia usaha dan dunia industri. Kompetensi merupakan proses penilaian atau assessment yang dilakukan baik secara teknis maupun nonteknis yang diadakan oleh Direktorat SDM dan organisasi dengan tujuan untuk mengetahui kompetensi atau keahlian dari seseorang yang nantinya akan direkomendasikan pada jabatan tertentu. “Jenis uji yang dinilai meliputi tes tulis, tes lisan, dan praktik, sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih,” ungkapnya, Rabu (24/5/2023) Ita Rahmawati menambahkan bahwa Ujian Kompetensi BNSP harus diikuti mahasiswa semester 8, dan jika dinyatakan lulus maka akan mendapatkan sertifikat kompetensi BNSP. Sertifikat BNSP ini sangat bermanfaat pada dunia kerja, karena sertifikat ini menunjukkan keahlian yang dimiliki. Dengan memiliki sertifikat kompetensi akan menunjukkan bahwa pemilik sertifikat sudah berkompeten dalam bidang yang ditekuni dan bermanfaat untuk meningkatkan kredibilitasnya di bidang pekerjaannya. Sementara itu, Minan Rohman, Direktur LSP ABP Modern menyampaikan dalam pengarahannya bahwa kemampuan lulusan dari sebuah perguruan tinggi perlu terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten, sehingga memiliki daya saing yang sangat kompetitif di dunia industri. “Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja seseorang dalam bidang tertentu. Jika sudah memilikinya, dijamin seseorang akan memiliki keahlian dan kredibilitas di bidang tersebut,” jelasnya. Sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa perlu dilakukan sebagai bukti seorang mahasiswa memiliki kemampuan di dunia profesional. Sertifikat kompetensi bisa meningkatkan daya saing personal karena menjadi faktor pendukung sebagai nilai lebih untuk calon lulusan ketika mencari pekerjaan dan sebagai gambaran atas kemampuan teknis yang sudah terstandar dan terukur. “Calon lulusan dapat memiliki bukti kompetensi dari kemampuannya yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat daya saing di dunia industri yang akan mereka masuki setelah selesai studi di Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha ini,” imbuhnya.

Dimensi Psikologi Idul Fitri

Fajar 1 Syawal 1444 H sebentar lagi akan tiba. Tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujung waktunya dan akan segera ditutup dengan melaksanakan sholat Idul Fitri. Bagi umat islam, Idul Fitri merupakan titik kontinum kerinduan dari perjuangan sepanjang bulan menjalankan ibadah puasa dengan harapan sampai pada puncak kemenangan dengan fitrah dari dosa. Idul fitri juga merupakan puncak kesedihan, karena ditinggal bulan yang penuh rahmat, limpahan maghfiroh, dan ladang pahala yaitu bulan Ramadhan.   Keutamaan Hari Raya Idul Fitri Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ. Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian.   Secara psikologis, Idul Fitri bukan hanya momen perayaan dari berakhirnya madrasah Ramadhan, melainkan merupakan manifestasi teologis atas kesucian (fitrah) manusia yang bertauhid. Setidaknya terdapat tiga dimensi psikologi dari Idul Fitri yang sangat penting untuk dimaknai dan disyukuri yaitu kemenangan, kebahagiaan, dan kerukunana. Dimensi kemenangan. Idul Fitri sarat akan spirit kemenangan dalam mengendalikan nafsu. Menurut Imam Al-Ghazali, Pendidikan merupakan proses transformasi muslim dari budak nafsu menjadi hamba Allah yang bertaqwa, beriman, dan beramal sholeh. Dimensi kebahagiaan. Idul Fitri merupakan momen sosial untuk melepas rindu mengenang asal-usul primordial, dan meneguhkan spirit berbagi. Sehingga Idul Fitri harus dimaknai sebagai jalan kemenangan mental spiritual yang mengantarkan pada harmoni, kedamaian hati, dan kebahagiaan sejati. Dimensi kerukunan. Idul Fitri menyadarkan pentingnya komunikasi sosial melalui silaturrahmi dalam bentuk saling memaafkan, saling berbagi, saling menyayangi, dan saling menghargai. Idealnya silaturrahmi harus dimaknai sebagai trasnformasi sosial sebagai langkah strategis dan efektif untuk mewujudkan harmoni sosial dan kerukunan nasional bukan sekedar bertemu kangen dan bersambung rasa. Esensi dari dimensi kerukunan adalah komitmen bersama untuk memerdekakan diri dari segala penyakit hati dan bebas dari segala bentuk intervensi serta hegemoni asing.

Keagungan Lailatul Qadar yang Disembunyikan

Salah satu anugrah yang Allah SWT berikan kepada umat islam adalah adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yang selalu dinanti umat islam. Ibaratnya, lailatul qadar merupakan tamu agung dengan segudang bawaan kebaikan bagi orang-orang yang menjamunya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Qadr:1-5,) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mayoritas mufasir menafsirkan ayat 2 dan 3 dengan makna “beramal atau beibadah di malam lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan beramal dalam 1000 bulan yang tidak ada lailatul qadar”. Sedangkan Syekh Mustafa Al-Maraghi menafsirkan ayat 2 dan 3 dari sudut pandang yang berbeda dengan para mufasir pada umumnya. Menurut beliau, alasan lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan karena pada pada malam ini  diturunkannya permulaan syariat baru kepada manusia terbaik dan malam tersebut merupakan peletakan batu pondasi agama terakhir yang akan selalu sesuai dengan setiap masa dan tempat, adalah malam yang lebih utama dibanding 1.000 bulan dimana mereka membabi buta dalam kegelapan syirik, kesesatan menyembah berhala, kebingungan yang tidak ada ujungnya dan tidak mengenalibatas. Menurut Ad-Dhuhak, malam lailatul qadar merupakan malam keselamatan, dimana pada malam-malam lainnya Allah menetapkan adanya cobaan, musibah, dan keselamatan. Sedangkan menurut Syekh Nawawi Banten, malam lailatul qadar adalah malam dimana malaikat turun secara berkelompok dari awalnya malam sampai terbit fajar. Turunnya malaikat secara berturut-turut itu karena banyaknaya salam yang mereka sampaikan untuk ahli puasa dan shalat dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar dari awal sampai terbitnya fajar selamat dari perbedaan dan kekuranan. Ibadah dibagian waktu manapun lebih baik daripada 1000 bulan. Malam lailatul qadar tidak seperti malam-malam lain terkait waktu misalnya waktu sahur untuk berdoa, sedangkan pada malam lailatul qadar semua waktu sama.