Tag: #ramadan2024
Wujud Kepedulian Mahasiswa, BEM FAI Gelar Safari Ramadan di Desa Daditunggal Ploso
Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam (BEM FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Safari Ramadan, di Desa Daditunggal, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang, Sabtu-Rabu (30/3-3/4/2024) lalu. Ketua BEM FAI, Abdul Ghofar mengungkapkan, kegiatan yang berlangsung selama lima hari ini merupakan wujud rasa kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat desa. Di mana kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun hubungan civitas akademika Unwaha Jombang dengan masyarakat, khususnya di Desa Daditunggal. “Kegiatan ini merupakan pengejawantahan peran kami sebagai mahasiswa, yaitu sebagai jembatan antara dunia kampus dan sosial masyarakat. Keterlibatan kami di masyarakat, tentu untuk memberikan dampak langsung kepada lingkungan sosial.” kata Ghofar. Sementara itu, Ketua Pelaksana Safari Ramadan, Nurfaiq Nurdiyanto menjelaskan, jika kegiatan ini memiliki tema “Ramadhan Peduli: Berbagi Rizki, Menebar Empati”. Di hari pertama, pengurus BEM menggelar buka bersama juga pemaparan tentang tujuan kegiatan kepada masyarakat desa. “Di hari selanjutnya, peserta Safari Ramadan melakukan kegiatan sosial, pendidikan, dan keagamaan. Seperti mengajar di TPQ, tadarus, tarawih, juga pembagian takjil. Kemudian Safari Ramadan ditutup dengan pengajian umum di hari terakhir,” jelas Nurfaiq. Sementara itu, Drs. Waslah, M.Pd.I selaku Dekan FAI, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh BEM FAI tersebut. Beliau juga berterimakasih kepada masyarakat yang secara rela telah menerima dan menyambut baik kegiatan mahasiswa tersebut. “Alhamdulillah kegiatan Safari Ramadan ini terlaksana dengan lancar. Terimakasih kepada masyarakat dan perangkat Desa Daditunggal, khususnya takmir Masjid Al-Kautsar yang secara baik menerima kehadiran mahasiswa kami,” tutur Drs. Waslah. Turut hadir dan mendampingi di acara penutupan Safari Ramadan yang diselenggarakan oleh BEM FAI. Di antaranya, Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Bahasa Arab, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I. dan Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashliah, S.E., M.M. Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Rangkaian kegiatan Safari Ramadan BEM FAI Unwaha Jombang di Desa Daditunggal, Ploso. (Foto: Istimewa) Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Pererat Tali Silaturahmi Lintas Angkatan, HMP PAI Gelar Talkshow dan Buka Bersama
Jombang – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan Talkshow dan buka bersama di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Sabtu (24/3/2024). Kegiatan Talkshow dan buka bersama yang diselenggarakan HMP PAI ini merupakan sarana silaturahmi antar mahasiswa PAI lintas angkatan. Pada kesempatan ini juga turut dihadiri Ketua Prodi (Kaprodi) PAI, Dr. Didin Sirodjudin, M.Pd.I., Dekan Fakultas Agama Islam, Drs. Waslah, M.Pd.I. dan juga para dosen. “Tujuannya untuk mempererat ukhuwah antara mahasiswa PAI Unwaha Jombang. Biar semua mahasiswa ini saling kenal, adik tingkat dengan kakak tingkatnya, begitu sebaliknya. Jadi ini ajang silaturahmi yang telah difasilitasi oleh HMP PAI,” ujar Kaprodi PAI tersebut. Kegiatan Talkshow ini menghadirkan narasumber tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pimpinan Aswaja Center Jawa Timur, Dr. Yusuf Suharto, M.Pd.I yang menjelaskan wawasan ke-Aswajaan. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan buka bersama. “Kita undang beliau untuk mengisi tentang Aswaja, bagaimana kita harus bermadzhab dan seterusnya. Sehingga mahasiswa Unwaha ini khususnya mahasiswa PAI diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan para Muassis NU, khususnya KH. A. Wahab Hasbullah,” imbuh Dr. Didin Sirodjudin. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Salat Malam dalam Bulan Ramadan
Jombang – Suasana perkuliahan di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang saat Ramadan berjalan dengan tenang. Masih sama dengan hari-hari sebelumnya, yaitu Ramadan in Campus yang secara rutin dilaksanakan di Masjid Al-Haromain. Kali ini, Selasa (19/3/2024) yang bertugas untuk mengisi Kuliah Ramadan yaitu Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I. Adapun materi yang beliau bawa yaitu mengenai Salat Malam dalam Bulan Ramadan. Landasan Hukum Dzikrul Hakim mengungkapkan, mengerjakan salat malam di bulan Ramadan (Tarawih dan Witir), hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan, red). Baik dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. “Waktunya dikerjakan sesudah salat Isya sampai akhir malam. Salat malam bulan Ramadan dinamai Salat Tarawih. Diambil dari kata “Tarwihah” yang artinya rileks atau bersenang-senang. Sebagaimana hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari:36 dan Muslim;1267. teks hadis riwayat Al-Bukhari: Rasulullah s.a.w menganjurkan agar mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau berdabda “siapa yang mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,”. Tata Cara Beliau juga mengungkapkan cara-cara dalam mengerjakan salat tarawh. Dalam penjelasannya, yaitu mengenai tata cara dan jumlah rakaat berdasarkan hadis yang banyak dijumpai dari berbagai riwayat. Adapun tata caranya yaitu seperti mengerjakan salat-salat malam lainnya. Di mana setiap dua rakaat satu salam dan kemudian ditutup dengan salat witir. “Banyak dijumpai riwayat yang menjelaskan mengenai bilangan-bilangan rakaat yang harus dilakukan. Perbedaaan pendapat yang ada di masyarakat saat ini semuanya benar, sudah berdasarkan sunnah,” imbuhnya. Meniru Sifat Salat Nabi Kendati jumlah rakaat yang dilaksanakan berbeda-beda, yang perlu digaris bawahi yaitu tiga sifat salat nabi. Menurutnya, ketiga sifat ini perlu dilakukan untuk mendapatkan pahala salat tarawih secara utuh dan salat yang telah kita laksanakan tidak sia-sia. “Sifat pertama adalah rileks atau istirahat sejenak, sebagaimana arti secara filosofis salat tarawih itu sendiri. Kedua adalah memperbanyak ayat bacaan saat salat, dan ketiga adalah pelaksanaannya dilakukan dengan tidak adanya paksaan dan (niat) bermuhasabah diri,” ucapnya. Terakhir, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk mengamalkan sifat-sifat salat nabi tersebut. “Ini sebagai bekal kita masing-masing, bagaimana kita mengetahui tentang keutamaan sunnah di bulan Ramadan ini serta dapat mengamalkannya,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Ramadan in Campus 2024: Menjadi Manusia yang Berkualitas
Jombang – Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dengan berbagai macam kelebihan di antara sekalian makhluk lainnya. Namun apakah kelebihan tersebut lantas dapat menjadikan seorang manusia berkualitas?. Tentu tidak. Hal ini yang diungkapkan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I saat mengisi Ramadan in Campus di Masjid Al-Haromain Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Minggu (17/3/2024). Menurutnya, musabab seorang pribadi manusia berkualitas yaitu dipengaruhi oleh lima unsur. “Pertama yaitu fisik, nilai tambah bagi seorang manusia tentu dipengaruhi oleh fisik. Kedua adalah roh atau rohaniah yang merupakan tiupan Allah terhadap fisik manusia. Ketiga Akal, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya,” kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan tersebut. Berbeda dengan naluri, melalui penggunaan akal tersebut maka manusia bisa mencari tahu dan juga dapat memahami kebaikan serta keburukan. Manusia dapat menentukan untuk menjadi pribadi seperti apa. “Unsur keempat adalah nafsu, hal ini yang menjadikan manusia dinamis, sebab nafsu ini menjadi suatu pendorong bagi manusia baik ke arah positif maupun negatif. Terakhir yaitu kalbu (hati, red) yang merupakan pangkal perasaan batin. Melalui kalbu, seorang manusia dapat menghasilkan pengetahuan yang benar, intuisi menyeluruh dalam mengenal dan beriman kepada Allah SWT,” imbuhnya. Gus Wafi sapaan akrabnya, juga menuturkan bahwa kelima unsur tersebut saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Terlebih di momentum bulan suci Ramadan ini, seseorang manusia hendaknya dapat menyempurnakan nilai-nilai moralitas dan ibadahnya melalui peningkatan kelima unsur tersebut. “Kita menjadi manusia tidak kemudian diam saja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Seperti halnya akal, akal kita terus ditingkatkan melalui belajar. Begitu juga nafsu, dengan kita berpuasa seperti saat ini maka nafsu amarah (keinginan untuk mendorong kepada hal negatif, red) dapat ditekan,” kata Gus Wafi. Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk dapat merawat serta meningkatkan potensi diri guna menjadi manusia yang berkualitas. “Puasa inilah yang kemudian yang dapat mendorong kita untuk melakukan amaliyah baik dengan gampang. Sebab ada fisik dan akal yang dilatih, ada nafsu yang dilawan dan ada kalbu yang dikuatkan,” pungkasnya. Sebagai informasi, Ramadan in Campus diselenggarakan setiap hari aktif perkuliahan di Masjid Al-Haromain. Jadwal selengkapnya dapat dilihat melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow