Tag: #ramadanincampus
Ramadan in Campus 2024: Pentingnya Bersedekah
Jombang – Sedekah merupakan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Secara esensi, amalan sedekah mencakup hubungan dengan sang Pencipta (hablumminallah) dan sesama makhluk-Nya (hablumminannas). Begitulah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dalam kuliah ramadan kali ini yang dilaksanakan di Masjid Al-Haromain, Kamis (21/3/2024). “Sedekah memiliki peranan yang paling penting. Amalan ini juga termasuk ibadah yang dicintai Allah SWT,” seru Fodhil mengawali kuliahnya. Ia juga menyampaikan beberapa hikmah dan keutamaan bersedekah. Menurutnya, bersedakah tidak bertujuan untuk kepentingan diri sendiri (di sisi ibadah). Melainkan juga memiliki kebermanfaatan bagi sesama. “Manfaat dari bersedekah ini bermacam-macam, baik di dalam dunia maupun di akhirat nanti. Yang jelas, manfaat duniawinya tentu dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedekah ini juga menjadi amal yang terus mengalir (jariyah) hingga nanti di akhirat,” terang dosen PAI tersebut. Lanjut Fodhil, bersedekah tidak dibatasi oleh seberapa besar dan kapan. Sebab bersedekah merupakan salah satu amalan yang berat untuk dilakukan. “Bersedekah itu berat, tidak semua bisa melakukannya, sekalipun mereka yang kaya raya. Karena ibadah ini memerlukan keikhlasan dan tanpa adanya paksaan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Tujuh Amalan Penyebab Malaikat Jibril Ingin Menjadi Manusia
Jombang – Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diciptkan dan diberikan berbagai kelebihan seperti akal, panca indera dan hati nurani. Dengan berbagai macam anugerah itu, hidup manusia tidak ada yang sia-sia. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri yang merupakan seorang hamba dapat menggunakan dan memelihara anugerah tersebut. Begitulah kira-kira pengantar yang diberikan oleh Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwaha Jombang dalam menyampaikan kuliah ramadan di Masjid Al-Haromain, Rabu (20/3/2024). Di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib. يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ Berdasarkan riwayat ini, Muhammad Fodhil menjelaskan, malaikat Jibril pada suatu hari pernah berharap untuk menjadi manusia (anak adam) dan umat Nabi Muhammad SAW. Keinginan Jibril tersebut, disebabkan dengan adanya tujuh amalan yang sering dilakukan manusia. “Pertama adalah salat berjamaah, fadilah salat berjamaah ini sudah kita ketahui bersama yaitu lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan salat sendirian,” ungkap dosen prodi PAI tersebut. Amalan kedua, yaitu bermujalasah dengan para ulama. Menurutnya bercengkerama dengan para ulama ini merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Ini dikarenakan seorang ulama memiliki keistimewaan baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Pencipta. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh sahabat Ibnu Abbas. “Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.” Amalan selanjutnya yang membuat Jibril ingin menjadi umat Nabi Muhammad yaitu menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memberi minum kepada orang lain. Selanjutnya mendamaikan dua orang yang sedang berselisih, kemudian memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim. “Inilah beberapa keistimewan yang dimiliki oleh manusia, dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sampai-sampai Malaikat Jibril berharap untuk menjadi manusia,” tuturnya. Muhammad Fodhil juga menjelaskan kepada para mahasiswa tentang keutamaan dan hikmah masing-masing ketujuh poin tersebut. Salah satunya yaitu bercengkerama dengan para ulama. Menurutnya, dalam poin ini dapat juga diartikan dengan menuntut ilmu. “Kita ini jangan sampai putus belajar, belajar ilmu apapun itu tidak hanya tentang agama. Karena Allah SWT menciptakan kita dengan berbeda-beda dan kelebihan berbeda-beda. Lalu kita harus saling melengkapi itu, dan inilah makanya ada Hadis yang berbunyi, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Salat Malam dalam Bulan Ramadan
Jombang – Suasana perkuliahan di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang saat Ramadan berjalan dengan tenang. Masih sama dengan hari-hari sebelumnya, yaitu Ramadan in Campus yang secara rutin dilaksanakan di Masjid Al-Haromain. Kali ini, Selasa (19/3/2024) yang bertugas untuk mengisi Kuliah Ramadan yaitu Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I. Adapun materi yang beliau bawa yaitu mengenai Salat Malam dalam Bulan Ramadan. Landasan Hukum Dzikrul Hakim mengungkapkan, mengerjakan salat malam di bulan Ramadan (Tarawih dan Witir), hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan, red). Baik dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. “Waktunya dikerjakan sesudah salat Isya sampai akhir malam. Salat malam bulan Ramadan dinamai Salat Tarawih. Diambil dari kata “Tarwihah” yang artinya rileks atau bersenang-senang. Sebagaimana hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari:36 dan Muslim;1267. teks hadis riwayat Al-Bukhari: Rasulullah s.a.w menganjurkan agar mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau berdabda “siapa yang mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,”. Tata Cara Beliau juga mengungkapkan cara-cara dalam mengerjakan salat tarawh. Dalam penjelasannya, yaitu mengenai tata cara dan jumlah rakaat berdasarkan hadis yang banyak dijumpai dari berbagai riwayat. Adapun tata caranya yaitu seperti mengerjakan salat-salat malam lainnya. Di mana setiap dua rakaat satu salam dan kemudian ditutup dengan salat witir. “Banyak dijumpai riwayat yang menjelaskan mengenai bilangan-bilangan rakaat yang harus dilakukan. Perbedaaan pendapat yang ada di masyarakat saat ini semuanya benar, sudah berdasarkan sunnah,” imbuhnya. Meniru Sifat Salat Nabi Kendati jumlah rakaat yang dilaksanakan berbeda-beda, yang perlu digaris bawahi yaitu tiga sifat salat nabi. Menurutnya, ketiga sifat ini perlu dilakukan untuk mendapatkan pahala salat tarawih secara utuh dan salat yang telah kita laksanakan tidak sia-sia. “Sifat pertama adalah rileks atau istirahat sejenak, sebagaimana arti secara filosofis salat tarawih itu sendiri. Kedua adalah memperbanyak ayat bacaan saat salat, dan ketiga adalah pelaksanaannya dilakukan dengan tidak adanya paksaan dan (niat) bermuhasabah diri,” ucapnya. Terakhir, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk mengamalkan sifat-sifat salat nabi tersebut. “Ini sebagai bekal kita masing-masing, bagaimana kita mengetahui tentang keutamaan sunnah di bulan Ramadan ini serta dapat mengamalkannya,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Ramadan in Campus 2024: Hikmah di Balik Tiga Fase Ramadan
Jombang – ‘Ramadan in Campus’ Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang di Masjid Al-Haromain, Senin (18/3/2024) disampaikan oleh H. Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I. Dalam kuliah Ramadan kali ini, beliau menyampaikan tiga fase di bulan suci Ramadan dan keutamaannya. Gus Din sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa keutamaan dan hikmah dari masing-masing ketiga fase tersebut. Tiga fase itu adalah 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. “Fase pertama adalah fase rahmat. Rahmat itu adalah belas kasih, kasih sayang, karunia dari Allah SWT. Jika kita ingin memperoleh kasih sayang lebih dari Allah SWT, maka beribadah dan bertakwalah kepada-Nya,” seru dosen Fakultas Pertanian tersebut. Menurutnya, sebagaimana yang telah di firmankan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 183, yang berbunyi: يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”. Kemudian, beliau mengutip dari kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali mengenai ciri orang yang bertambah tingkat ketaqwaannya. “Yaitu sesorang yang bisa ngempet (mempertahankan, red) nafsu untuk kepentingan diri sendiri. Namun lebih mementingkan keperluan orang lain,” ujarnya. Lanjut Gus Din, fase kedua adalah fase maghfirah (ampunan, red). Pintu ampunan pada 10 hari kedua di bulan Ramadan akan dibukakan seluas-luasnya. “10 hari ketiga di bulan Ramadan adalah fase yang disebut sebagai itqun minan nar (terbebas dari neraka, red). Fase ini merupakan akhir di bulan Ramadan, hendaknya untuk menutup Ramadan dengan memperbanyak amalan-amalan baik,” lanjutnya. Di akhir, beliau berharap agar senantiasa memanfaatkan segala keutamaan dan hikmah tersebut dengan memperbanyak amal-amal baik. Seperti bersedekah, memperbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, dan melakukan kesunahan lainnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Ramadan in Campus 2024: Menjadi Manusia yang Berkualitas
Jombang – Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dengan berbagai macam kelebihan di antara sekalian makhluk lainnya. Namun apakah kelebihan tersebut lantas dapat menjadikan seorang manusia berkualitas?. Tentu tidak. Hal ini yang diungkapkan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I saat mengisi Ramadan in Campus di Masjid Al-Haromain Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Minggu (17/3/2024). Menurutnya, musabab seorang pribadi manusia berkualitas yaitu dipengaruhi oleh lima unsur. “Pertama yaitu fisik, nilai tambah bagi seorang manusia tentu dipengaruhi oleh fisik. Kedua adalah roh atau rohaniah yang merupakan tiupan Allah terhadap fisik manusia. Ketiga Akal, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya,” kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan tersebut. Berbeda dengan naluri, melalui penggunaan akal tersebut maka manusia bisa mencari tahu dan juga dapat memahami kebaikan serta keburukan. Manusia dapat menentukan untuk menjadi pribadi seperti apa. “Unsur keempat adalah nafsu, hal ini yang menjadikan manusia dinamis, sebab nafsu ini menjadi suatu pendorong bagi manusia baik ke arah positif maupun negatif. Terakhir yaitu kalbu (hati, red) yang merupakan pangkal perasaan batin. Melalui kalbu, seorang manusia dapat menghasilkan pengetahuan yang benar, intuisi menyeluruh dalam mengenal dan beriman kepada Allah SWT,” imbuhnya. Gus Wafi sapaan akrabnya, juga menuturkan bahwa kelima unsur tersebut saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Terlebih di momentum bulan suci Ramadan ini, seseorang manusia hendaknya dapat menyempurnakan nilai-nilai moralitas dan ibadahnya melalui peningkatan kelima unsur tersebut. “Kita menjadi manusia tidak kemudian diam saja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Seperti halnya akal, akal kita terus ditingkatkan melalui belajar. Begitu juga nafsu, dengan kita berpuasa seperti saat ini maka nafsu amarah (keinginan untuk mendorong kepada hal negatif, red) dapat ditekan,” kata Gus Wafi. Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk dapat merawat serta meningkatkan potensi diri guna menjadi manusia yang berkualitas. “Puasa inilah yang kemudian yang dapat mendorong kita untuk melakukan amaliyah baik dengan gampang. Sebab ada fisik dan akal yang dilatih, ada nafsu yang dilawan dan ada kalbu yang dikuatkan,” pungkasnya. Sebagai informasi, Ramadan in Campus diselenggarakan setiap hari aktif perkuliahan di Masjid Al-Haromain. Jadwal selengkapnya dapat dilihat melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow