Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: rektor

Pesan Rektor Kepada 345 Maba Unwaha: Jadilah Penggerak Seperti Mbah Wahab

Jombang – Menjadi mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Bagaimana tidak, salah satu kampus unggulan Nahdlatul Ulama (NU) ini siap mencetak generasi penggerak seperti KH. A. Wahab Hasbullah (Mbah Wahab) yang juga merupakan tokoh pahlawan nasional. Setidaknya hal itu lah yang diharapkan oleh Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., saat menyambut 345 mahasiswa baru (Maba) pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gelombang II Tahun 2024, di Halaman Gedung Jokowi, Minggu (22/9/2024). Beliau juga berharap, agar mahasiswa baru bisa beradaptasi dengan lingkungan kampus serta dapat mengembangkan kompetensi. “Terlebih di era saat ini, kreasi inovasi dan ide-ide menjadi fokus perhatian yang harus dimiliki oleh mahasiswa agar bisa bersaing ke depannya,” pesan Rektor. Diketahui, saat ini kurang lebih 700 Maba (ditambah dengan PKKMB Gelombang I) siap menghiasi seluruh Program Studi (Prodi) di Unwaha Jombang. Dengan jumlah ini, Rektor Unwaha tersebut berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dan kualitas pendidikan. “Hal itu juga sudah dibuktikan dengan berbagai prestasi akademik maupun non-akademik yang diraih oleh para mahasiswa maupun dosen di tingkat regional, nasional, bahkan internasional,” jelas Prof. Gatot. Di akhir sambutannya, beliau mengucapkan selamat bergabung dengan keluarga besar Unwaha Jombang kepada seluruh peserta PKKMB Gelombang II tahun ini. “Kalau anda sudah masuk di Unwaha ini, anda juga sekaligus siap menjadi kader penggerak dan memperjuangkan nilai-nilai yang diusung oleh KH. Wahab Hasbullah,” pungkas beliau. Hal ini juga diamini oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. Beliau berharap kepada ratusan Maba Unwaha Jombang agar menjadi “Anak Ideologis” KH. A. Wahab Hasbullah. “Untuk melengkapi keilmuan, anda harus meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan oleh beliau. Oleh karena itu saya berharap agar mempergunakan waktu sebaik-baiknya dan mengeksplorasi semaksimal mungkin pengalaman di Unwaha,” pesan beliau. Sebagai informasi, kegiatan PKKMB Gelombang II ini dilaksanakan selama 2 hari. Di mana para Maba dikenalkan dengan berbagai kehidupan kampus baik di tingkat Universitas hingga Fakultas. Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil

Dongkrak Mutu dan Prestasi, UNWAHA Jombang Gelar Rapat Kerja Bersama Yayasan

Salah satu bentuk penguatan tata kelola universitas dalam mewujudkan Good Governance University adalah adanya sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam rangka terlaksananya PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) yang baik maka dilaksanakan Rapat Kerja Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) dengan Jajaran Pimpinan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah atau UNWAHA Jombang, 26 – 27 Agustus 2023 di Ballroom Hotel Atria Malang, Jawa Timur. Acara tersebut diikuti oleh Ketua Pembina YPTBU, Ketua Umum YPTBU, Segenap Pengurus Harian Yayasan dan Pimpinan UNWAHA mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur PJM, Direktur LPPM, Dekan, Ketua Prodi, Kabiro, dan Kabag di lingkungan UNWAHA. Pada acara tersebut juga menghadirkan beberapa guru besar kampus ternama dan praktisi yang sekaligus sebagai konsultan pengembangan UNWAHA. Pada hari pertama, agenda RAKER dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, Dess, IPU, ASEAN Eng. selaku Rektor UNWAHA. Selanjutnya dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur satu dekade (baca: sepuluh tahun) berdirinya UNWAHA oleh Hj. Hizbiyah Wahab, MA. selaku Ketua Umum YPTBU dan KH. Hasib Wahab selaku Ketua Pembina YPTBU. Agenda pertama dibuka acara penguatan SPMI dengan narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT. selaku anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, UNWAHA harus bisa melaksanakan sistem penjaminan mutu yang terbukti efektif yang memenuhi empat aspek, yakni: (1) Keberadaan dokumen formal penetapan standar mutu, (2) Standar mutu dilaksanakan secara konsisten, (3) Monitoring, evaluasi dan pengendalian terhadap standar mutu yang telah ditetapkan, dan (4) Hasilnya ditindak lanjuti untuk perbaikan dan peningkatan mutu dan dilakukan review terhadap siklus penjaminan mutu yang melibatkan reviewer eksternal.

Resmi Dicalonkan sebagai Menteri Pertanian dari Kalangan Profesional, Dr. Anton Ajukan Konsep Brilian ke Pemerintah.

Dr. Anton Muhibuddin, dosen FP UB dan juga Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang resmi dicalonkan sebagai salah satu kandidat kuat menteri pertanian periode ke-2 Kabinet Kerja. Melalui deklarasinya di Universtas Ma’arif Hasyim Latif Sidoarjo yang dihadiri perwakilan PBNU, tokoh masyarakat dan lebih dari 100 rektor dari seluruh Indonesia, ia memaparkan konsep pembangunan pertanian Indonesia melalui kemandirian pangan dan energi berbasis kekayaan plasma nutfah hayati. Anton yang menggeluti penelitian dalam bidang mikroba memaparkan peran mikroba dalam bidang pertanian dapat meliputi seluruh aspek dari hulu sampai hilir. Sebagai contoh adalah salah satu hasil penelitiannya yang berhasil mendapatkan jamur unggul untuk percepatan penyuburan lahan bekas tambang di Indonesia. Jamur unggul isolat lokal tersebut mampu menyerap nutrisi, air dan mineral dalam tanah yang tersimpan dalam tanah yang tidak dapat dijangkau sistem perakaran tanaman. Jamur juga mampu memperluas daya jangkau sistem perakaran tanaman sehingga mendukung penyerapan unsur hara, mineral dan air oleh tanaman. Keunggulan lain dari jamur tersebut juga dalam hal menseleksi unsur logam berat yang diserap tanaman. Terkait dengan program kemandirian pangan yang dicanangkan pemerintah, maka pemanfaatan jamur tanah tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung program perluasan lahan pertanian melalui reklamasi lahan bekas pertambangan yang berdasarkan data mencapai 10-30 juta ha. Lebih jauh, Anton memaparkan bahwa perluasan lahan pertanian di lahan bekas pertambangan memberikan keuntungan yang luar biasa, diantaranya penyediaan lapangan pekerjaan bagi jutaan masyarakat, tercapainya swasembada pangan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Dampak lain yang akan diperoleh adalah pemerataan pembangunan, kemandirian petani karena jamur bisa diperoleh secara indigenus, dan dampak positif lain. Di akhir paparannya, ia menjelaskan bahwa isolasi hingga produksi mikroba-mikroba yang bermanfaat bagi pertanian, seluruhnya bisa dilakukan oleh petani secara mandiri ataupun didukung industri.(Red)