Tag: Riset
Semangat Perubahan di Wisuda ke-4 UNWAHA
Senin, 4 Desember 2017 UNWAHA resmi melepas 150 mahasiswa terbaiknya. Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini merupakan kali keempat di bawah nama UNWAHA. Dr. Anton Muhibbudin, MP. selaku rektor menyampaikan bahwa lulusan UNWAHA berbeda dari lulusan perguruan tinggi lainnya. Berbeda disini karena tidak hanya keilmuan dan keterampilan yang dikuasai oleh para mahasiswa, akan tetapi juga pembiasaan etika/akhlak dan doa dari para guru dan masyayikh yang menyertai. Itulah yang membuat lulusan UNWAHA menjadi lebih istimewa. Dr. Anton Muhibbudin juga menyempaikan bahwa ke depan, mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan melakukan riset atau penelitian dan interpreneurship. Penelitian ini tidak hanya antar fakultas dalam UNWAHA sendiri, tetapi juga menggandeng peeguruan tinggi besar lainnya untuk melakukan penelitian kolaboratif. Baik riset maupun interpreneurship menjadi penting karena merupakan bagian dari komitmen UNWAHA yang berwawasan global dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya. Bukti dari komitmen ini diantaranya adalah kemampuan mengolah lahan bekas tambang menjadi lahan yang dapat ditanami hanya dalam kurun waktu 1 tahun. 1 tahun ini merupakan pencapaian yang luar biasa karena perguruan tinggi lainnya membutuhkan waktu 10 tahun untuk dapat menanami lahan bekas tambang. Bukti lainnya adalah UNWAHA mampu mengolah sampah menjadi bioetanol. Bioetanol merupakan salah satu bentuk energi terbarui dan ramah lingkungan. Dengan bioetanol ini, UNWAHA dapat memecahkan salah satu permasalahan negara akan kelangkaan bahan bakar yang sementara ini masih bergantung pada energi fosil yang suatu saat akan habis. Ke depannya, UNWAHA akan terus berkembang dengan melakukan berbagai inovasi.
Riset PTNU se-Nusantara
Prestasi yang membanggakan berhasil dicapai oleh UNWAHA. Pada tanggal 23 Agustus kemarin, UNWAHA menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Pelatihan Strategi Peningkatan Riset Publikasi Ilmiah Berkualitas Menghadapi Persaingan Global. Acara yang dihadiri oleh perwakilah dari 30 PTNU se-Nusantara ini menuai banyak pujian dari kalangan pihak. Pelatihan ini digagas oleh Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin, SP.MP. yang prihatin atas lemahnya geliat publikasi ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan peneliti. Peneliti sekaligus dosen yang memiliki 9 hak paten ini mengambil contoh Singapura sebagai perbandingan. Seharusnya, kualitas publikasi ilmiah di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan publikasi ilmiah yang dilakukan oleh Singapura, mengingat jumlah penduduk Indonesia berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak. Tapi pada kenyataannya, prestasi publikasi ilmah Singapura jauh melampaui negeri tercinta ini. Rektor UNWAHA yang telah mendapatkan 12 hibah riset internasional dan lebih dari 100 hibah riset nasional mengemukakan bahwa terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi agar tercapai Good Research. Pertama, penelitian yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah bangsa. Kedua, memanfaatkan SDM dan SDA bangsa sendiri. Ketiga, payung penelitian yang sistematis. Dan keempat, sesuai dengan roadmap dunia. Ke depannya, para dosen yang tergabung dalam Riset PTNU Se-Nusantara akan diberi arahan dan bimbingan sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Lebih jauh lagi, Dr.Anton Muhibuddin, SP.MP. menggerakkan seluruh PTNU untuk bergerak bersama menuju perubahan yang bersinergi dengan UNWAHA sebagai pusat yang mempersatukan semuanya.