Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: sholat

Dimensi Psikologi Idul Fitri

Fajar 1 Syawal 1444 H sebentar lagi akan tiba. Tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujung waktunya dan akan segera ditutup dengan melaksanakan sholat Idul Fitri. Bagi umat islam, Idul Fitri merupakan titik kontinum kerinduan dari perjuangan sepanjang bulan menjalankan ibadah puasa dengan harapan sampai pada puncak kemenangan dengan fitrah dari dosa. Idul fitri juga merupakan puncak kesedihan, karena ditinggal bulan yang penuh rahmat, limpahan maghfiroh, dan ladang pahala yaitu bulan Ramadhan.   Keutamaan Hari Raya Idul Fitri Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ. Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian.   Secara psikologis, Idul Fitri bukan hanya momen perayaan dari berakhirnya madrasah Ramadhan, melainkan merupakan manifestasi teologis atas kesucian (fitrah) manusia yang bertauhid. Setidaknya terdapat tiga dimensi psikologi dari Idul Fitri yang sangat penting untuk dimaknai dan disyukuri yaitu kemenangan, kebahagiaan, dan kerukunana. Dimensi kemenangan. Idul Fitri sarat akan spirit kemenangan dalam mengendalikan nafsu. Menurut Imam Al-Ghazali, Pendidikan merupakan proses transformasi muslim dari budak nafsu menjadi hamba Allah yang bertaqwa, beriman, dan beramal sholeh. Dimensi kebahagiaan. Idul Fitri merupakan momen sosial untuk melepas rindu mengenang asal-usul primordial, dan meneguhkan spirit berbagi. Sehingga Idul Fitri harus dimaknai sebagai jalan kemenangan mental spiritual yang mengantarkan pada harmoni, kedamaian hati, dan kebahagiaan sejati. Dimensi kerukunan. Idul Fitri menyadarkan pentingnya komunikasi sosial melalui silaturrahmi dalam bentuk saling memaafkan, saling berbagi, saling menyayangi, dan saling menghargai. Idealnya silaturrahmi harus dimaknai sebagai trasnformasi sosial sebagai langkah strategis dan efektif untuk mewujudkan harmoni sosial dan kerukunan nasional bukan sekedar bertemu kangen dan bersambung rasa. Esensi dari dimensi kerukunan adalah komitmen bersama untuk memerdekakan diri dari segala penyakit hati dan bebas dari segala bentuk intervensi serta hegemoni asing.

Keagungan Lailatul Qadar yang Disembunyikan

Salah satu anugrah yang Allah SWT berikan kepada umat islam adalah adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yang selalu dinanti umat islam. Ibaratnya, lailatul qadar merupakan tamu agung dengan segudang bawaan kebaikan bagi orang-orang yang menjamunya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Qadr:1-5,) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mayoritas mufasir menafsirkan ayat 2 dan 3 dengan makna “beramal atau beibadah di malam lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan beramal dalam 1000 bulan yang tidak ada lailatul qadar”. Sedangkan Syekh Mustafa Al-Maraghi menafsirkan ayat 2 dan 3 dari sudut pandang yang berbeda dengan para mufasir pada umumnya. Menurut beliau, alasan lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan karena pada pada malam ini  diturunkannya permulaan syariat baru kepada manusia terbaik dan malam tersebut merupakan peletakan batu pondasi agama terakhir yang akan selalu sesuai dengan setiap masa dan tempat, adalah malam yang lebih utama dibanding 1.000 bulan dimana mereka membabi buta dalam kegelapan syirik, kesesatan menyembah berhala, kebingungan yang tidak ada ujungnya dan tidak mengenalibatas. Menurut Ad-Dhuhak, malam lailatul qadar merupakan malam keselamatan, dimana pada malam-malam lainnya Allah menetapkan adanya cobaan, musibah, dan keselamatan. Sedangkan menurut Syekh Nawawi Banten, malam lailatul qadar adalah malam dimana malaikat turun secara berkelompok dari awalnya malam sampai terbit fajar. Turunnya malaikat secara berturut-turut itu karena banyaknaya salam yang mereka sampaikan untuk ahli puasa dan shalat dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar dari awal sampai terbitnya fajar selamat dari perbedaan dan kekuranan. Ibadah dibagian waktu manapun lebih baik daripada 1000 bulan. Malam lailatul qadar tidak seperti malam-malam lain terkait waktu misalnya waktu sahur untuk berdoa, sedangkan pada malam lailatul qadar semua waktu sama.

Istighosah dan Buka Bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNWAHA

Fakultas Pertanian UNWAHA menggelar buka bersama dalam rangka mempererat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (11/4/2023) ini dihadiri dekan, kaprodi, dosen, mahasiswa, serta staff FAPERTA. Turut hadir juga dalam acara ini kabag kepegawaian dan Kabag Humas UNWAHA. Acara yang merupakan agenda tahunan FAPERTA ini dibuka dengan bacan istighosah dan dilanjutkan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Ambar Susanti, M.P., selaku dekan FAPERTA mneyampaikan pentingnya silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa untuk memperkuat FAPERTA. Beliau juga berharap agar kedepannya acara ini dapat dihadiri oleh alumni untuk mempererat tali silaturrahmi anatara Lembaga dengan alumni. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, berbagai pertanyaan diberikan kepada mahasiswa, dan dijawab dengan antusias oleh mereka. memasuki waktu maghrib, acara ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan dengan buka bersama dan ramah-tamah antar dosen dan mahasiswa.

Dimensi Filosofi Zakat dalam Filantropi Islam

Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan mulai dari hubungan dengan Tuhan hingga hingga hubungan antara manusia dan alam. Dimensi penghambaan yang dibangun oleh islam tidak terbatas pada prisip ketuhanan (teosentris), melainkan juga manifestasi kemanusiaan (antroposentris). Perhatian islam terkait kemanusiaan digambarkan melalui prinsip, ajaran, atau syariat keislaman. Hal ini menunjukkan dibalik ritual penghambaan yang disyariatkan dengan kewajiban terdapat makna esetoris beragama yang apabila kita refleksikan dan transformasikan dapat mewujudkan keharmonisan, baik hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manuisa, maupun dengan alam. Zakat merupakan salah satu ibadah wajib yang menjadi bukti nyata perhatian syariat terhadap hubungan manusia dengan sesamanya. Secara ontologis zakat menunjukkan dogma religious, yang diungkap dalam Al-Qur’an sebanyak 82 kali yang bersifat konsepsional-dogmatis. Hal ini dapat dilihat dari riwayat Abu Bakar Ash-shidiq yang memerangi para pembangkang yang menolak membayar zakat, atau perintah Umar bin Khattab untuk membakar rumah orang islam yang menolak perintah zakat. Kejadian tersebut dapat dimaklumi mengingat zakat bersifat multidimensi. Selain berdimensi teologis, zakat juga berdimensi historis, ekonomi, politik, dan eskatologis. Oleh karena itu, zakat berbeda dengan ibadah lainnya seperti sholat yang bersifat ritual-individual-formal, zakat adalah satu-satunya rukun islam yang bertransformasi dari ibadah personal ke ibadah sosial, inilah yang disebut dimensi sosial-ekonomi zakat. Jika dikaji dari secara filosofi, zakat menyangkut tiga aspek. Pertama, aspek tugas manusia sebagai kholifah (QS. Al-Baqoroh: 30) yang harus memimpin dan mengatur tersedianya produksi, distribusi, dan konsumsi bagi makhluk hidup di bumi (QS. Qaf: 7-11; QS. An-Nahl: 69). Dalam konteks ini zakat harus melibatkan pemerintah baik dari segi hukum, anggaran, maupun pembagian. Aspek kedua, solidaritas sosial. Diharapkan zakat mampu memperkecil gap pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Hal ini juga menjadi batas-batas equilibrium proporsional sehinggga kekayaan tidak menjadi penyebab kelalaian seseorang beribadah, begitupula kemiskinan tidak menjadi keterpurukan yang dapat menyebabkan seseorang lupa kepada Tuhannya. Aspek ketiga, cinta dan persaudaraan. Meskipun kemiskinan adalah realitas sosial yang tidak dapat dihapuskan secara mutlak, namun dengan zakat dampak sunnatullah tersebut dapat diminalisir sehingga tidak menghancurkan sendi-sendi kemanusaian. Dengan demikian zakat merupakan usaha untuk kembali pada kondisi fitrah sekaligus sebagai bentuk partisipasi dalam membangun kebersamaan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.

Jelang Libur Lebaran Idul Fitri 1444 H, Unwaha Gelar Buka Bersama

Menjelang libur lebaran Idul Fitri 1444 H yang jatuh pada tanggal 15 April 2023, UNWAHA gelar buka bersama pada Minggu (9/4/2023). Acara yang merupakan agenda tahunan UNWAHA ini merupakan ajang mempererat tali silaturrahmi seluruh civitas akademik UNWAHA. Acara buka bersma dibuka dengan menyanyikan lagu yalalwathon dan tahlil bersama. Melalui sambutannya, Prof. Dr. Gatot Ciptadi, IPU. Asean., Eng. menyampaikan acara ini adalah ajang mempererat tali silaturrahmi antar seluruh civitas akademik. Melalui kesempatan ini, beliau juga memohon do’a dan dukungan dari seluruh civitas akademik UNWAHA terkait reakreditasi UNWAHA yang akan dilaksakana sekitar bulan Desember. Beliau juga memohon do’a dan dukungan terkait pembukaan program pascasarjana di UNWAHA. Program sarjana ini meliputi prodi PAI dan ES. Beliau juga menyampaikan pengaktivan kembali system checklock untuk meningkatkan kedisiplinan dosen dan karyawan UNWAHA. Sambutan kedua yang disampaikan oleh Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik. Beliau menyampaikan tentang pelaporan data ke LDDIKTI 7 yang akan ditutup tanggal 12 April 2023. Untuk itu, beliau menyampaikan agar seluruh dosen termasuk dosen yang belum memiliki jabatan fungsional untuk segera melengkapi berkas yang dibutuhkan. Sambutan ketiga sekaligus pembacaan do’a disampaikan oleh Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi dosen seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bisang Akademik sangat penting untuk meningkatkan akreditasi kampus. Oleh karena itu, dosen yang bersangkutan diharap segera menyelesaikan berkas yang dibutuhkan. Beliau juga menyampaikan bahwa diperkirakan tahun 2024, program pascasarjana UNWAHA sudah dibuka. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademik UNWAHA.

Tingkatkan Silaturrahmi Antara Dosen dan Mahasiswa, Prodi PAI Gelar Talkshow Ramadhan

Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H, Prodi PAI UNWAHA gelar talkshow Ramadhan bertajuk “Ramadhan Momentum Pembentukan Karakter dan Spirit Pererat Ukhuwah Islamiyah Bagi Generasi Milenial”. Acara yang dilaksanakan pada Senin (2/4/2023) ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa prodi PAI, sekaligus menampung aspirasi mahasiswa guna peningkatan kualitas prodi PAI. Acara ini diawali dengan hiburan etnika musik yang dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Drs. Waslah, M.Pd.I. selaku dekan FAI sebagai do’a awal untuk membuka acara ini dengan harapan acara dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Menurut ketua pelakasana, acara ini merupakan acara yang rutin diselenggarakan prodi PAI untuk menyemarakkan bulan Ramadhan sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar, dosen dengan mahasiswa, dan antar mahasiswa. Selain itu, acara ini menambah wawasan mahasiswa melalui kajian materi yang disampaikan oleh pemateri. Dalam sambutannya, Dr. Didin Sirojudin, M.Pd.I. selaku kaprodi PAI menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa sesuai dengan konsep kitab ta’lim muta’alim. Acara yang dihadiri dosen dan ± 400 mahaiswa prodi PAI ini, menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. (WR Bidang Keuangan dan Kerumahtanggans) dan Moch. Fodhil, M.Pd.I (dosen PAI). Dalam paparan materinya, Moch. Fodhil, M. Pd.I. menyampaikan bahwa puasa dibagi menjadi dua macam yaitu puasa khas dan puasa am. Puasa khas contohnya adalah memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak dan memperkuat ibadah. Sedangkan puasa am adalah puasa seperti orang-orang pada umumnya yang tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja, dan lain-lain. Acara yang berakhir pukul 17.38 ini ditutup dengan acara makan bersama dan penyampaian program himpunan kosma prodi PAI.

Meraih Dua Manfaat Sholat Tarawih

Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan yang memiliki banyak faidah dan manfaat. Sholat sunnah yang hanya dianjurkan di bulan Ramadhan ini disambut antusias oleh umat muslim setiap tahunnya, bahkan ada yang mengatakan Ramadhan tanpa tarawih bagaikan masakan tanpa garam. Anjuran sholat tarawih pada malam bulan Ramadhan berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Artinya, “Barangsiapa beribadah (pada malam hari) bulan Ramadhan dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq Alaih). Menurut Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, yang dimaksud dengan ibadah malam hari di bulan Ramadhan pada hadits tersebut adalah dengan mengerjakan sholat sunnah tarawih. Dilansir dari NU Online, terdapat dua manfaat besar bagi orang-orang yang mengerjakan sholat sunnah tarawih yaitu manfaat ruhani dan jasmani. Manfaat ruhani yang diperoleh adalah diampuninya dosa-dosa yang pernah dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas. Hal ini juga ditegaskan oleh Imam Abu Thayyib dalam kitabnya ‘Aunul Ma’bud Syarhun Sunan Abi Dawud: أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى غُفْرَانُ الْكَبَائِرِ Artinya, “Yaitu, mulai dari dosa-dosa kecil, dan diharapkan ampunan dosa-dosa besar.” Sedangkan manfaat jasmani dari sholat tarawih adalah menyehatkan tubuh dan menghindarkan dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi selama berbuka. Hal ini sebagaiamana ditegaskan oleh Syekh Muhyiddin Mistu dalam kitabnya As-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, beliau mengatakan: صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَتُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ rakaat, dan berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat ibadah, dan ampunan dosa-dosa”. Selain itu, menurut berbagai penelitian, gerakan sholat berfungsi dalam memaksimalkan suplai oksigen murni atau elektrolit dalam darah melalui pembuluh darah, melenturkan ruas tulang belakang, mengaktifkan kecerdasan, dan melancarkan peredaran darah.

5 Keutamaan Sholat Berjamaah yang Muslim Harus Ketahui!

Salat merupakan bagian terpenting dalam ibadah orang Islam. Salat juga merupakan amalan manusia yang paling pertama dihisab oleh Allah. Sehingga perintah untuk menegakkan salat begitu gencar dikatakan oleh Allah. Tanpa Salat, status sebagai orang muslim bisa dikatakan dipertanyakan kesahihannya. Karena, bagaimanapun kondisinya, jika masih sanggup salat, maka salatlah. Bahkan Allah memberikan kemudahan-kemudahan bagi umatnya dalam melakukan salat. Salat, bisa dilakukan sendiri ataupun berjamaah, duduk, berdiri, bahkan terbaringpun sah-sah saja jika ada kendala tertentu yang mengharuskan muslim salat dengan keadaan tertentu. Tapi, Allah selalu menganjurkan umatnya, untuk salat berjamaah. Karena salat ini merupakan peningkatan dari salat munfarid atau salat sendiri. Pahala yang dijanjikan Allah pada saat salat berjamaah juga lebih besar, terlebih jika dilakukan dimasjid. Secara syariat, salat berjamaah adalah salat yang dilakukan bersama-sama lebih dari satu orang. Kenapa salat berjamaah ini sangat dianjurkan oleh Allah? Karena ada beberapa keutamaan salat berjamaah yang akan Anda dapat jika Anda melaksanakannya. Apa saja keutamaan salat berjamaah? Berikut ini akan diuraikan 5 keutamaan sholat berjamaah yang muslim harus ketahui! 5 Keutamaan Sholat Berjamaah Mengenai keutamaan salat berjamaah, Nabi Muhammad SAW memiliki ketetapan dalam ukuran kelipatan, kemudahan, jumlah yang berjamaah, dan hingga jarak yang ditempuh oleh seorang muslim menuju tempat berjamaah pun dinilai sebagai pahala serta keutamaan dari semua pekerjaan yang melancarkan juga mengkhusyukan salat berjamaah yang ditunaikan. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ada 5 keutamaan salat berjamaah. 1. Menjadi Syiar Bagi Masyarakat Keutamaan salat berjamaah yang pertama adalah, bisa bersilaturahmi dan bercengkrama dengan orang muslim yang lainnya. Keutamaan ini akan lebih baik jika Anda lakukan salat berjamaah di masjid. Perlu Anda ketahui, bahwa, salat berjamaah bisa dikatakan sebagai lembaga pendidikan yang sangat besar manfaatnya. Kenapa bisa dikatakan sebagai lembaga pendidikan? Karena jika Anda berkumpul dengan orang-orang saleh, maka Anda akan memiliki tradisi yang sama seperti orang-orang saleh tersebut. Salah satu pengajaran yang didapat dari orang saleh tersebut adalah, memiliki tanggung jawab besar terhadap Allah SWT. 2. Meningkatkan Kualitas Salat Keutamaan yang kedua adalah, salat berjamaah dapat meningkatkan kualitas salat Anda dan kita semua. Kualitas salat, ada dua tahap, yakni sahnya salat dan diterimanya salat. Menurut Nabi Muhammad SAW dalam HR. Ahmad dari ibnu umar, beliau bersabda : “Barang siapa membeli baju dengan hatga 10 dirham, sedangkan di dalamnya terdapat 1 dirham uang haram, maka Allah tidak akan menerima salatnya selama mengenakan baju tersebut.” Di dalam hadis riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Darimi, Rasullulah bersabda, “Barang siapa yang meneguk Khmar (minuman keras) maka salatnya dalam 40 hari tidak akan diterima.” 3. Pahala Lebih Besar Keutamaan selanjutnya adalah salat berjamaah memiliki derajat pahala yang lebih tinggi dari pada salat sendirian. Di dalam Hadist Riwayat Bukhari disebutkan, “salat berjamaah melampaui salat sendirian dengan mendapatkan 27 derajat pahala,” Jadi, perbandingan pahala salat berjamaah dan sendirian cukup jauh, karena salat sendirian, Anda hanya akan dapat pahala 1 derajat, sedang berjamaah Anda akan mendapatkan pahala 27 derajat, allahualam. 4. Dijauhkan Dari Sifat Munafik Keutamaan selanjutnya adalah, dijauhkan dari sifat munafik. Karena di antara kumpulan orang munafik adalah orang yang bermalas-malasan dalam melaksanakan salat. 5. Diampuni Dosanya Oleh Allah Keutamaan yang selanjutnya adalah diampuni dosanya oleh Allah. Seperi sabda Nabi Muhammad SAW, “Jika imam mengucapkan ‘Ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladholliin”, maka ucapkanlah ‘aamiin’. Karena sesungguhnya siapaun yang mengucap bersamaan dengan malaikat, maka dosa-dosanya diampuni.” Itulah ulasan mengenai 5 kautaman salat berjamaah, semoga bermanfat!

Sebelum Sholat, Pastikan Perhatikan dan Lakukan 5 Hal Berikut Ini

Salat adalah ibadah yang paling utama dan wajib dilaksanakan oleh semua muslim yang sudah baligh. Salat wajib yang dimaksud adalah salat 5 waktu atau salat fardu, yakni Dhuhur, Asar, Maghrib, Isya, dan subuh. Ibadah salat wajib ini tidak boleh ditinggalkan. Barang siapa yang meninggalkan salat wajib dengan sengaja, maka dia akan sangat berdosa. Karena perlu Anda ketahui, bahwa amalan pertama yang nantinya akan dihisab oleh Allah adalah salat. Maka dari itu, janganlah Anda meninggalkan salat barang satu waktu pun. Sebaliknya, jika Anda melaksanakan salat dengan sebaik-baiknya, maka Anda akan memperoleh pahala. Tapi, salat, tidak sekadar salat saja, ada beberapa syarat salat yang harus Anda lakukan sebelum melaksanakan salat. Di dalam agama Islam, telah dijelaskan beberapa syarat sah salat yang harus dilakukan setiap muslim sebelum melaksanakan salat agar nantinya salat yang dilakukan diterima oleh Allah SWT. Bagi Anda yang belum tahu syaratnya, berikut akan dijelaskan. Jadi, sebelum sholat, pastikan dan lakukan 5 hal berikut ini. Sebelum Sholat, Pastikan Perhatikan dan Lakukan 5 Hal Berikut Ini Sebagai umat muslim, menunaikan ibadah salat fardu adalah kewajiban, terutama yang sudah baligh dan memiliki akal sehat. Tapi, sebelum salat ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan sebagai syarat sah salat. Apa saja? Silakan disimak! 1. Suci Dari Hadas Besar dan Kecil Syarat sah salat yang pertama adalah, Anda harus memastikan bahwa diri Anda bersih dari hadas besar maupun kecil. Hadas kecil berupa kentut, buang air kecil dan besar, terkena kotoran, dan lain-lain. Untuk menghilangkan hadas kecil ini, Anda hanya perlu mengambil wudhu untuk menyucikan kembali diri Anda. Sedangkan, hadas besar adalah keadaan seorang laki-laki yang tengah mengalami mimpi basah dan seorang perempuan yang sedang mendapatkan haid atau nifas. Muslim yang mengalami hal itu, agar dirinya kembali suci, perlu melakukan yang namanya mandi besar atau mandi junub terlebih dahulu sebelum melaksanakan salat agar badannya kembali suci. 2. Menutup Aurat Hal yang harus Anda perhatian sebelum salat selanjutnya adalah, menutup aurat. Sebelum melaksanakan salat dan setelah mengambil wudhu, pastikan, pakaian yang Anda kenakan sudah menutupi aurat Anda. Periksa, apakah ada yang tersingkap, kekecilan, atau yang lainnya yang sekiranya berpotensi terbuka ketika salat berlangsung. Tapi, menutup aurat pun tidak cukup, Anda juga harus memastikan, pakaian yang Anda gunakan itu bersih dan rapi. Seperti firman Allah dalam QS Al A’raf ayat 31 yang mengatakan, “Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap memasuki masjid.” 3. Suci Badan, Pakaian, dan Tempat Untuk Salat Selanjutnya, hal yang harus Anda perhatikan sebelum salat adalah, suci badan, pakaian, dan tempat salat. Jika Anda ingin melaksanakan salat, tiga hal itu harus Anda perhatikan. Badan Anda harus suci dari hadas besar ataupun kecil, pakaian Anda harus bersih dan rapi, juga tempat salat harus suci dari najis apapun. Sehingga barulah bisa Anda laksanakan salat yang khusyu. 4. Menghadap Kiblat Menghadap kiblat adalah hal yang harus Anda perhatikan sebelum salat selanjutnya. Ini merupakan syarat sah salat yang terpenting. Menghadap kiblat di sini maksudnya adalah menghadap ke arah Ka’bah atau Masjidil Haram. Jika semisal Anda sedang di lokasi yang tak ada arah petunjuknya, Anda boleh menghadap manapun ke arah yang Anda yakini sebagai kiblat. Sesungguhnya Allah memang selalu mempermudah urusan umatnya perihal salat. 5. Sudah Masuk Waktu Salat Hal terakhir yang harus Anda perhatikan sebelum salat adalah, waktu salat. Sebelum salat, Anda harus paham, sudahkan ini masuk waktu salat? Jadi, Anda harus pastikan, kalau waktu tersebut telah masuk ke salah satu waktu salat. Demikan, semoga bermanfaat!

Tips Solat Tepat Waktu yang Perlu Muslim Perhatikan

Solat lima waktu atau solat wajib adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang sudah baligh (laki-laki dan perempuan). Tapi sayang, masih banyak yang sering menunda-nunda melaksanakan solat sehingga solat di waktu yang sudah mepet. Nah, yang lebih parah malah terkadang banyak juga yang tidak melaksanakan solat sama sekali. Jelas, meninggalkan solat adalah dosa besar. Untuk itu, bagi Anda yang seorang muslim maka jangan sekali-kali sampai melaksanakan solat di waktu yang sudah mepet, atau bahkan tidak solat sama sekali. Solat di waktu yang mepet jelas membuat Anda akan solat dengan tidak khusyuk, dan bahkan tergesa-gesa. Pastinya Anda tidak mau jika pahala solat Anda berkurang karena hal tersebut. Nah, berikut ini adalah tips solat tepat waktu yang perlu muslim perhatikan. Tips Agar Dapat Solat Tepat Waktu Bagi Anda yang memang sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah solat, maka jelas Anda tak akan solat di waktu yang sudah mepet atau waktu solat tersebut sudah hampir habis. Untuk itu, lakukan tips berikut ini agar solat Anda bisa tepat waktu. 1. Pasang Aplikasi Pengingat Solat Di zaman yang sudah serba canggih ini, tentunya sudah ada aplikasi pengingat solat yang dapat Anda pasang di smartphone Anda. Anda tinggal cari saja aplikasi pengingat solat di Play Store atau App Store, lalu atur aplikasi tersebut agar dapat meningkatkan Anda untuk solat tepat waktu. 2. Membuat Catatan Pengingat Solat di Meja Belajar atau Meja Kerja Kadang urusan dunia seperti bekerja atau belajar, memang menjadi salah satu hal yang membuat Anda sering telat solat. Jika memang hal tersebut yang sering membuat Anda telat solat, maka coba buat catatan kecil pengingat solat di meja belajar atau meja kerja Anda. Dengan begitu Anda akan merasa selalu diingatkan untuk segera melaksanakan solat terlebih dahulu, sebelum menyelesaikan urusan dunia. Jika sudah solat, maka Anda bisa merasa lebih tenang dalam menyelesaikan pekerjaan atau urusan belajar. 3. Berteman Dengan Orang yang Selalu Menjaga Solatnya Tips selanjutnya agar Anda bisa solat tepat waktu dan tentunya makin rajin solat adalah Anda bisa mencari teman yang selalu mengingatkan dalam hal kebaikan, contohnya selalu mengingatkan untuk solat tepat waktu. Jika teman Anda rajin solat tepat waktu, maka secara otomatis Anda bisa meniru perbuatan baik tersebut. 4. Buatlah Alarm Sepuluh Menit Sebelum Waktu Sholat Salain mengggunakan aplikasi di smartphone Anda, Anda juga bisa buat alarm sepuluh menit sebelum waktu solat. Alarm ini bisa Anda gunakan untuk persiapan sebelum melakukan ibadah solat. Terlebih lagi jika Anda sedang dalam perjalanan. Nah, waktu sepuluh menit ini bisa digunakan untuk mencari masjid terlebih dahulu. 5. Biasakan Istirahat Saat Adzan Berkumandang Saat sedang bekerja dan mendengarkan Adzan, coba untuk beristirahat terlebih dahulu sambil mendengarkan adzan selesai. Nah, saat adzan selesai Anda bisa langsung wudhu dan kemudian melaksanakan solat. Dengan demikian solat Anda juga bisa lebih khusyuk dan tenang. 6. Selalu Menjaga Wudhu Nah, ada baiknya setelah Adzan solat selesai atau bahkan beberapa menit sebelum waktu solat, Anda sudah mengambil wudhu. Kalau sudah mengambil wudhu maka jelas Anda akan segera melaksanakan solat sebelum wudhu Anda batal. Itulah 6 tips mudah untuk Anda agar solat Anda bisa tepat waktu. Mari jaga solat, agar kita bisa terhindar dari berbagai keburukan. Semoga bisa bermanfaat untuk Anda.