Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: SMK

PERTEKAP V Se-JATIM “Gali Potensi, Raih Prestasi, Bangkit dan Ciptakan Pramuka Sejati”

PERTEKAP (Perkemahan Temu Karya Pramuka Penegak) V Se-Jatim yang diselenggarakan oleh UKM Pramuka Derahati UNWAHA bertempat di kampus Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang. Kegiatan ini sudah menjadi tradisi rutinan 2 tahun sekali yang diikuti seluruh kontingen Gudep Pramuka SMA/SMK/ MA Sederajat di seluruh Jawa Timur. Sesuai dengan slogan PERTEKAP V Se-Jatim, kegiatan tersebut bertujuan menggali potensi setiap kontingen Gudep Pramuka, bersaing dalam prestasi dan membangkitkan jiwa agar tercipta Pramuka Sejati. PERTEKAP V Se-Jatim dilaksanakan pada hari sabtu, tanggal 18 Pebruari 2023. Tahun ini, agenda  PERTEKAP V mengadakan 5 jenis perlombaan yang memperubtkan Piala Jawa Timur, yakni lomba pionering, lomba senam kreasi, lomba scout intelegent, lomba kolone tongkat, dan lomba content creator. Setiap kontingen Gudep Pramuka SMA/SMK/MA Sederajat dapat mendaftarkan sebagai peserta dengan ketentuan 1 grub yang terdiri 16 anggota pramuka. Kemudian dari 16 anggota tersebut akan terbagi sesuai jenis lomba yang diadakan oleh PERTEKAP V Se-Jatim.   Pembukaan PERTEKAP V Se-Jatim berjalan dengan lancar dan tertib. Kegiatan tersebut secara resmi dibuka dengan simbolis pelepasan balon oleh Bapak Ir. MIFTAHOL ARIFIN, M.M. (Sekretaris Dispora Jatim), dan didampingi Bapak Suyatno (Ka Kwarda Jatim) Bapak Dr. H. Wafiyul ahdi. M.Pd.I. (Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan Unwaha), Bapak Tarsudi (Polres Jombang), Bapak Radisya Z. (Dewan Kerja Provinsi Jatim), Ibu Dian Suprasetyowti (Dewan Kerja Cabang Jombang), Ibu Fatimatuz Zahro (Dewan Kerja Cabang Jombang), dan Bapak Faisol Hidayatulloh, M.Pd., (Pembina UKM Pramuka Derahati Unwaha), diikuti semua anggota UKM Pramuka Derahati Unwaha dan seluruh peserta yang mewakili Kontingen Gudep Pramuka SMK/SMK/Sederjat.   Penutupan kegiatan PERTEKAP V Se Jatim sekaligus pengumuman Juara dari tiap lomba dilaksanakan pada jam 19.00 WIB. Antusias para peserta tampak terlihat penuh semangat dan tegang, mengingat proses kegiatan lomba dilaksanakan dari pagi hingga akhir sore. Hasil penilaian dari para dewan juri mutlak adanya memilih terbaik dari yang terbaik, jujur dan sportif, tidak ada rekayasa ataupun memihak salah satu regu atau kelompok tertentu.   Daftar Nama Juara Lomba PERTEKAP V Se-Jatim Tahun 2023 antara lain : Juara Umum :  SMA Negeri Bareng Jombang Lomba Pionering Juara 1 :  SMA Negeri Bareng Jombang Juara 2 :  MA Negeri 1 Nganjuk Juara 3 :  MA Bahrul Ulum Jombang Juara Harapan 1 :  SMA Negeri Mojoagung Juara Harapan 2 :  SMK Negeri 1 Jombang Lomba Scout Intelegent Juara 1 :  SMA Negeri 1 Mojoagung Juara 2 :  MA Al Bairuny Juara 3 :  MA Negeri 1 Nganjuk Juara Harapan 1 :  SMA Negeri Bareng Jombang Juara Harapan 2 :  MA Negeri 2 Nganjuk Lomba Senam Kreasi Juara 1 :  SMK Dwija Bhakti Juara 2 :  SMA Negeri Bareng Juara 3 :  MA Negeri 1 Nganjuk Juara Harapan 1 :  SMA Negeri Mojoagung Juara Harapan 2 :  SMK Negeri 1 Jombang Lomba Kolone Tongkat Juara 1 :  SMK Dwija Bhakti Juara 2 :  SMA Negeri Bareng Juara 3 :  MA Negeri 1 Nganjuk Juara Harapan 1 :  SMK Widjaya Ngoro Juara Harapan 2 :  SMA Negeri 7 Malang Lomba Content Creator Juara 1 :  MA Negeri 2 Nganjuk Juara 2 :  SMA Negeri Ploso Juara 3 :  MA Negeri 1 Nganjuk Juara Harapan 1 :  SMK Negeri 1 Jombang Juara Harapan 2 :  SMK Dwija Bhakti Kontingen Kedisiplinan : SMK Negeri Wonosalam   Selamat dan sukses kepada para juara lomba PERTEKAP V Se Jatim, semoga dapat menambah semangat dalam meraih prestasi yang membanggakan bagi kontingen Gudep Pramuka masing-masing.

Ini Dia Beberapa Cara Menumbuhkan Minat Baca Siswa SMK

Seperti yang kita ketahui, SMK atau Sekolah Menengah Kejuruan merupakan sekolah yang berorientasi pada dunia kerja. Lulusan dari sekolah tersebut sudah dibekali kemampuan bekerja sejak berada di sekolah. Untuk itu SMK ini lebih sering melakukan pembelajaran dengan metode praktik langsung dan terjun langsung ke lapangan. Berbeda dengan SMA, yang notabene sekolah umum dengan pembelajaran yang lebih banyak pada teori. Jika seperti itu, bagaimana dengan minat baca siswa SMK? Karena mereka lebih sering melakukan praktik langsung, maka dari itu minat membaca mereka masih rendah, mereka adalah siswa-siswi yang dibentuk dengan lebih memiliki keunggulan di psikomotor. Untuk teori, pembelajaran dilakukan dengan cukup spesifik dan hanya diperoleh dari guru mereka. Namun, jika mereka memiliki minat baca yang tinggi, tentunya pengetahuan dan keahlian praktik mereka akan sangat luas. Penyebab Rendahnya Minat Baca Siswa SMK Menumbuhkan minat baca siswa-siswi di SMK menjadi sebuah hal yang harus didukung oleh beberapa pihak, karena sisa-siswi SMK tentunya lebih suka praktik daripada harus membaca buku dan memperluas pengetahuan tentang teori. Sebelumnya, harus ketahui terkebih dahulu penyebab rendahnya minat baca siswa-siswi khususnya di SMK, antara lain: Masih rendahnya kemahiran membaca siswa-siswi di SMK, karena mereka lebih sering melakukan praktik daripada pembelajaran teori. Kemajuan teknologi, apalagi siswa SMK tentunya sering melakukan praktik tentang teknologi canggih terbaru, yang berdampak pada semakin kecanduannya mereka terhadap hal tersebut. Kurangnya perhatian ekstra dari orang tua juga menjadi penyebab rendahnya minat baca siswa SMK. Sarana untuk memperoleh bahan bacaan masih minim. Buku bacaan yang tersedia tidak tepat atau tidak sesuai. Sistem pembelajaran di Indonesia dapat dikatakan belum mampu membuat siswa SMK harus membaca buku, seperti mencari informasi atau teori lain dari apa yang diajarkan. Tidak adanya institusi atau lembaga yang mampu menangani dan meningkatkan minat baca siswa SMK. Dari beberapa penyebab rendahnya minat baca tersebut. Peran orang tua dan guru sangat penting dalam menumbuhkan minat baca khususnya pada siswa SMK. Cara Menumbuhkan Minat Baca Siswa SMK Nah untuk itu beberapa kita-kiat untuk menumbuhkan minat baca siswa SMK antara lain: Menciptakan Suasana Mendukung Suasana yang mendukung minat baca siswa SMK juga perlu diciptakan, seperti tersedianya ruang baca atau perpustakaan di sekolah tersebut. Tidak hanya itu, perpustakaan yang ada juga harus didukung dengan suasana membaca yang hening dan sepi, adanya pencahayaan yang cukup, dan tersedianya buku yang variatif. Hal ini supaya menghindari perpustakaan yang ramai dan tidak mendukung suasana dalam membaca buku. Selain itu, dapat juga memberikan dan menata sebagian buku di dalam ruang kelas, hal ini perlahan akan menarik siswa untuk mulai membaca di waktu luang mereka. Supaya lebih meningkatkan kemungkinan untuk dibaca siswa SMK, maka buku yang disediakan di ruang kelas harus buku-buku yang akan menunjang kebutuhan pembelajaran siswa di sekolah maupun ketika praktik. Pemberian fasilitas terbaik di perpustakaan juga dapat dilakukan supaya siswa SMK betah berlama-lama di perpustakaan. Saranan dan prasarana yang mendukung di dalam perpustakaan tentunya dibutuhkan siswa ketika ingin membaca buku, seperti kemudahan akses pencarian buku dan cara meminjam hingga pengembalian buku Buku yang Tepat Rendahnya minat baca pada siswa SMK bisa jadi karena tidak tersedia buku yang tepat dan sesuai untuk mereka baca. Penyediaan buku atau bahan bacaan untuk siswa SMK memang harus dibedakan dengan siswa-siswi di sekolah umum, hal ini karena siswa SMK lebih menyukai praktik langsung, jadi usahakan untuk menyediakan bahan bacaan di sekolah lebih banyak mengenai buku-buku yang berkaitan dengan siswa SMK. Juga dapat disediakan buku-buku yang berkaitan dengan cara praktik siswa SMK hingga lingkungan dan dunia kerja. Karena orientasi siwa-siswi SMK sudah masuk dalam dunia kerja. Jika di ruang baca atau perpuastakaan yang ada justru lebih banyak menyediakan buku-buku teori dan sangat minim buku yang berkaitan dengan praktik, itulah yang menyebabkan rendahnya minat baca siswa SMK. Menempel Slogan Menempel slogan juga menjadi upaya untuk meningkatkan minat baca siswa SMK. Tentunya slogan yang ditempel harus berisi pesan edukatif dan penuh motivasi dengan gaya bahasa anak SMK. Usahakan menempel slogan di setiap lokasi yang sering terlihat oleh siswa. Karena semakin sering mereka membaca slogan tersebut, diharapkan akan semakin tumbuh minat baca mereka. Cara Membaca Berikan tips dan trik cara membaca buku maupun bahan bacaan supaya membaca lebih menyenangkan. Hal ini dapat berupa pemberian motivasi ketika di kelas. Pemberian tugas dengan membaca atau mereview sebuah buku. Dengan begitu, mereka akan terbiasa membaca buku, dan memungkinkan mereka akan membaca buku lagi. Sharing Hal ini menjadi peran penting yang dapat dilakukan oleh guru. Sharing ini dapat berupa review singkat tentang buku yang telah selesai mereka baca. Karena kebanyakan siswa setelah membaca buku, masih ada sedkit pertanyaan bahkan kebingungan mengenai isi bacaan buku. Dengan melakukan sharing tentunya kegundahan siswa akan segara terjawab. Undang Penulis Jika memungkinkan, dapat mengundang penulis buku favorit untuk hadi mengisi seminar di sekolah. Biasanya jika seorang penulis buku baru saja meluncurkan hasil karyanya, maka akan ada seminar dan bedah buku setelah itu. Tentunya penulis bukan hanya mempromosikan buku hasil karyanya saja, tetapu juga memberikan kiat-kiat dan motivasi untuk membaca buku. Itulah beberapa kiat-kiat menumbuhkan minat baca siswa SMK, kita tahu bahwa siswa SMK lebih suka mempelajari praktik daripada teori, dan lebih unggul di psikomotor, baru kemudian mencari tahu ranah kognitifnya. Namun jika beberapa cara tersebut diterapkan, maka memungkinkan untuk dapat meningkatkan minat baca mereka di sekolah. Kesimpulan Selain itu peran institusi pendidikan juga sangat penting dan dibutuhkan supaya dapat membiasakan siswa SMK untuk membaca buku. Memang guru yang menjadi pihak langsung dalam memberikan motivasi terhadap siswa SMK dalam menumbuhkan minat baca mereka. Untuk itu sebagai guru juga dituntut dalam memberikan inovasi dan cara membaca yang menyenagkan dan dapat membuat siswa mereka tertarik untuk membaca buku. Di lain pihak, peran orang tua dirumah sangat diperlukan, pembatasan penggunaan gadget perlu dikontrol oleh orang tua, sehingga mereka dapat mempunyai waktu luang dan dapat dimanfaatkan untuk membaca buku. Ketersediaan buku pendukung dirumah juga sangat diperlukan. Carilah buku-buku yang sangat dibutuhkan anak, supaya buku tersebut berguna dan dibaca oleh mereka. Dari situ perlahan mereka akan terbiasa dalam membaca buku. Karena walaupun siswa SMK lebih sering pembelajaran dalam bentuk praktik langsung, namun membaca juga menjadi salah satu hal penting untuk mendapatkan wawasan umum, selain wawasan yang dipelajari di sekolah mereka. Supaya nantinya mereka juga dapat

LULUSAN SMK; BEKERJA, WIRAUSAHA, ATAU KULIAH?

Berbeda dengan alumni SMA atau MA, Alumni SMK mempunyai tuntutan tersendiri dalam kesiapan kerja di lapangan. Setelah ini lanjut bekerja dimana? Masih menjadi suatu pertanyaan yang menghantui siswa kelas akhir. Selama pembelajaran di kelas, siswa SMK dibekali dengan keterampilan kerja sesuai dengan minat bidang masing-masing. Meski jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanyak jumlah lulusan yang dihasilkan. Saat ini, program praktik kerja industri(prakerin) atau yang dikenal dengan magang masih menjadi andalan sekolah dalam pembekalan siswa di dunia kerja. Selama satu semester terjun di dunia industri menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Guru pembimbing prakerin pada umumnya telah menyiapkan beberapa list industri untuk dipilih secara bebas oleh siswanya sebagai lokasi magang. Tanpa ada maksud untuk menyudutkan salah satu industri, namun berdasarkan pilihan siswa, tentu saja akan diketahui mana siswa yang serius ingin belajar atau sekadar mengikuti kewajiban sekolah. Siswa yang serius belajar tentu akan memanfaatkan program sekolah ini dengan sebaik-baiknya. Mereka tidak hanya mengerjakan tugas dari Pendamping prakerin, melainkan juga aktif dalam meninjau situasi di lapangan. Selain Prakerin yang sudah merupakan program wajib di SMK, beberapa sekolah telah menerapkan Teaching Factory (TEFA), yaitu pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis. Pembelajaran melalui TEFA adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen (Direktorat Pembinaan SMK, 2015). Salah satu SMK di Jawa Timur memproduksi perangkat lampu kabin untuk permintaan salah satu industri otomotif dimana selama pembuatan perangkat lampu kabin tersebut terdapat pembelajaran sebagaimana cara merakit dan pemeliharaannya. Pembelajaran semacam ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Beberapa percobaan siswa dalam merakit menuai kegagalan. Guru memberikan simulasi jika terjadi hal yang paling buruk yaitu perangkat yang terbakar. Dalam hal ini, siswa telah memahami betul cara merangkai dan tindakan pertama jika terjadi kegagalan perangkat. Prinsip dasar TEFA merupakan integrasi pengalaman dunia kerja ke dalam kurikulum sekolah, dimana peralatan, bahan dan staf pengajar dirancang untuk melakukan proses produksi barang/jasa (Lamancusa, et al., 1995). Keuntungan dari kegiatan TEFA dapat menambah sumber pendapatan sekolah untuk kegiatan pendidikan. Pembelajaran model TEFA menghadirkan dunia industri secara nyata di lingkungan sekolah, untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja sebagaimana yang digambarkan Rentzos, et al., (2014). Model pembelajaran ini sangat penting karena akan sia-sia ketika siswa fokus mempelajari salah satu keterampilan di suatu buku sedangkan keterampilan tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi di industri. Sebagai contoh, siswa mempelajari menggambar desain struktur bangunan dengan meja gambar, rapidho graf, dan penggaris siku. Siswa terampil dalam penggunaan alat tersebut tetapi kebutuhan industri saat ini adalah menggambar melalui software Autocad. Salah satu alternatif disamping menghasilkan lulusan siap kerja yaitu dengan mendorong siswa untuk menjadi wirausaha. Terutama mereka yang memiliki imajinasi kuat, mimpi besar, sebaiknya disiapkan untuk menjadi wirausaha,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada seminar SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Graha Utama kantor Kemendikbud, Jakarta, (21/3/2019). Salah satu indikator tingginya pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh banyaknya wirausahawan yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Dalam meningkatkan daya saing suatu bangsa perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Karakter SDM berdaya saing tinggi yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, Kecakapan menganalisa sebuah permasalahan dengan kreatifitas berbasis nilai ekonomi dapat didorong melalui pembangunan karakter berwirausaha. Sehingga siswa SMK tidak hanya siap kerja, namun mereka juga siap menjadi penyedia lapangan kerja. Melalui upaya semacam ini, lulusan siswa SMK diharapkan mampu bersaing di dunia indsutri baik sebagai pekerja maupun sebagai penyedia lapangan kerja. Namun, sorotan lain menunjukkan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi angka pengangguran terbuka di Indonesia. Memang upaya di atas tidak sepenuhnya berjalan optimal. Namun, angka tersebut bukanlah menjadi suatu halangan bagi SMK untuk tetap mengantarkan siswanya siap kerja, siap berwirausaha. Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim dalam Seminar Implikasi Revolusi Industri 4.0 di Pendidikan Vokasi menyebutkan dalam bahwa angka itu tidak sepenuhnya benar, karena tidak sedikit lulusan SMK yang bekerja namun tidak pada bidang keahliannya selama menempuh pendidikan di bangku sekolah. “ada lulusan SMK dari program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, namun ia bekerja di suatu perusahaan elektronik, bahkan banyak juga yang mendirikan CV. sendiri dan hal ini tidak tercatat di tracer study sekolah”. Disinilah pentingnya pendidikan berbasis industri, siswa tidak hanya mampu secara teori dan keterampilan, namun juga memiliki mental yang baik dalam menghadapi situasi di lapangan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengenyam pendidikan di SMK bukanlah sebagai opsi kedua ketika calon peserta didik tidak diterima di SMA favorit. Lebih dari itu, siswa SMK memperoleh banyak pengalaman kerja sesuai bidang keahlian dan kebutuhan industri saat ini. Begitupun dengan profil lulusannya, mereka tidak selalu monoton dengan bekerja di suatu perusahaan, dengan bekal pengalaman selama pendidikan, mereka bisa berwirausaha bahkan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Jika saat ini anda sebagai siswa semester akhir SMK, apakah anda ingin bekerja? Anda sudah punya pengalaman itu selama prakerin. Anda ingin berwirausaha? Anda sudah memahami kebutuhan industri dan permintaan pasar saat ini. Anda ingin melanjutkan ke perguruan tinggi? Tentu saja anda sudah punya bekal dari mata pelajaran Normatif, adaptif, dan Produktif yang telah dipelajari. SMK-BISA. Referensi: Lamancusa, John S., et al. (1995). The learning factory: a new approach to integrating design and manufacturing into enginering curricula. ASEE Proceedings, Anaheim, California, 2262. Rentzos L.A, et al. (2014). Integrating manufacturing education with industrial practice using Tefa paradigm: A construction equipment application. proceedings of the 47th CIRP conference on manufacturing systems, volume 17 (2014), pp. 189 – 194 Direktorat Pembinaan SMK-Departemen Pendidikan Nasional (2009). Roadmap pengembangan SMK 2010-2014. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pembinaan SMK.(2019, 21 Maret). Pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0: Bukti Prestasi SMK. Diperoleh 20 Juni 2019, psmk.kemdikbud.go.id.