Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: syariah

Galeri Investasi Syariah (GIS) UNWAHA Jombang Salah Satu GIS Teraktif Dalam Input Laporan Bulanan Tingkat Perguruan Tinggi Se Jawa Timur

  Galeri Investasi Syariah (GIS) merupakan wadah pelayanan konsultasi dan investasi di dunia pasar modal berbasis Syariah. Tujuan pembentukan GIS adalah mensosialisasikan pasar modal Syariah dan kegiatan ilmiah pada civitas akademik dan lingkungan masyarakat. Selain itu, pembentukan GIS juga bertujuan sebagai salah satu sarana pembelajaran yang menyediakan real time data untuk melatih mahasiswa menganalisis aktivitas perdagangan saham yang diharapkan dapat menjadi jembatan penguasaan ilmu di bidang pasar modal.   Untuk meningkatkan silaturrahmi antar GI BEI di Jawa Timur, kantor perwakilan BEI Jawa Timur melaksanakan GI BEI Gathering pada Senin (27/2/2023). Selain itu, acara ini merupakan wujud apresiasi kepada Galeri Investasi BEI khususnya di wilayah Jawa Timur yang telah berkontribusi dalam memperluas informasi dan edukasi pasar modal kepada masyarakat, Dalam kesempatan ini juga disampaikan daftar perguruan tinggi yang aktif dalam input laporan bulanan setiap tahunnya, dan UNWAHA menduduki urutan ke-12 dari seluruh perguruan tinggi yang tergabung dalam GI BEI wilayah Jawa Timur. UNWAHA sendiri merupakan kampus ke-30 dari perguruan tinggi di Indonesia yang membuka galeri investasi Syariah untuk umum.

Hidup Berkah dengan Sadar Pajak

Pajak adalah pungutan wajib dari rakyat kepada pemerintah yang bersifat memaksa, tanpa ada imbalan secara langsung yang digunakan untuk pembangunan negara dalam aspek ekonomi, sosial, pendidikan, dan agama. Di Indonesia, pajak merupakan sumber utama pemasukan negara. Tanpa pajak, sebagian besar aktivitas negara tidak dapat terdistribusi dengan baik. Setiap warga negara mulai lahir sampai meninggal menikmati fasilitas atau pelayanan dari pemerintah yang semuanya dana berasal dari pajak. Dengan demikian, jelas bahwa peranan pajak sangat penting bagi suatu negara dalam menunjang jalannya roda pemerintahan dan pembangunan. Sanksi administrasi bagi warga negara yang enggan membayar pajak ternyata belum mampu menumbuhkan kesadaran dalam membayar pajak. Indonesia merupakan penduduk dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Mayoritas umat muslim tersebut secara otomatis membawa indonesia menjadi sebuah negara yang harus menerapkan perekonomian syari’ah. Hal ini dibuktikan dengan adanya lembaga–lembaga yang menerapkan sistem aktivitas ekonomi sesuai dengan syariat islam. diantaranya adalah berdirinya beberapa lembaga keuangan syariah serta perkembangan penerapan praktik bisnis syari’ah yang telah beroperasi. Kesadaran masyarakat muslim akan pentingnya berbisnis sesuai dengan syariah membawa dampak besar bagi perpajakan. Melalui pemahaman syariat islam bahwa memberi satu kebaikan akan terbalas sepuluh kebaikan mencerminkan kesadaran mereka membayar pajak yang digunakan untuk kemaslahatan bersama. Kejujuran dalam melaporkan penghasilan juga menjadi salah satu bentuk bisnis syariah yang menerapkan nilai kejujuran, sosial, dan kepedulian terhadap sesama dalam menunjang kehidupan yang lebih baik. Semakin besar kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, maka semakin besar kebaikan dan keberkahan dari setiap usahanya yang diperoleh dari keikhlasan membayar pajak. (Oleh: Kholis Firmansyah, M.SI.)

Dekan FAI Lepas Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Magang di BRI Syariah

Jombang – Profesionalisme dan kepedulian sosial diri mahasiswa dalam bekerja perlu ditingkatkan melalui suatu program diluar kelas perkuliahan. Dekan Fakultas Agama Islam (FAI) secara simbolis telah melepas dua mahasiswa Program studi (Prodi) Ekonomi Syariah untuk melaksanakan program magang di Bank BRI Syariah Jombang (16/9). Kedua mahasiswa tersebut adalah Nadya Uswatun Chasanah dan Khairul Anwar yang sedang menempuh semester VII. Pelaksanaan program magang ini adalah perwujudan dari hasil kerjasama yang telah terjalin erat antara Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) dengan Bank BRI Syariah. Program magang yang diselenggarakan pada khususnya bertujuan untuk: (1) memperkokoh kesepadanan antara dunia pendidikan dengan dunia kerja; (2) menambah pengetahuan dan pengalaman terkait kegiatan operasional di Bank BRI syariah; dan (3) memacu mahasiswa prodi ekonomi syariah dalam mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama magang untuk diterapkan di dunia usaha/kerja. Sebagaimana nasihat yang disampaikan oleh Dekan FAI, KH. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I agar mahasiswa prodi ekonomi syariah memanfaatkan kesempatan ini dengan baik dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Dekan sekaligus ketua yayasan Bahrul Ulum Tambakberas Jombang menyampaikan, “Pergunakan kesempatan magang ini dengan sebaik mungkin. Karena dengan magang ini kalian akan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang lebih dibanding ketika belajar teori di perkuliahan. Selain itu, Jadilah orang yang dapat menyesuaikan diri di manapun kalian berada, karena dengan itu kalian akan bisa survive dalam kehidupan.” Melalui program magang ini, diharapkan kedua pihak tetap menjaga hubungan kerjasama ini sehingga semakin menguatkan dari aspek kualitas, pendidikan, dan pelayanan masyarakat serta dapat menghasilkan lulusan profesional yang berilmu dan bertakwa. Selain itu, mahasiswa prodi ekonomi syariah diharapkan semakin kreatif dalam menghadapi permasalahan di lingkungan kerja. Sehingga setiap permasalahan yang dihadapi dapat dijadikan sebuah rumusan masalah dalam sebuah rancangan tema penelitian skripsi yang akan mereka hadapi menjelang semester akhir. Hal itu juga telah disinggung oleh Ibu Maretha Widjaya selaku dosen pamong di tengah sambutannya. Ia menambahkan terkait teknik pekerjaan oleh mahasiswa prodi ekonomi syariah yang melaksanakan magang. “Untuk mahasiswa magang, pekerjaannya adalah mencakup semua bagian yang ada di BRI Syariah ini. Kalau memang ada yang mau diteliti nanti bisa langsung bertanya kepada bagian yang menjadi fokus penelitian.” Imbuhnya. Berdasarkan pesan yang disampaikan oleh dosen pamong, maka kedua mahasiswa prodi ekonomi syariah tersebut telah resmi menjadi bagian dari pegawai Bank BRI Syariah selama 30 hari kerja terhitung sejak 16 September 2019. Nasihat terakhir disampaikan oleh Kaprodi Ekonomi Syariah, Kholis Firmansyah, M.SI. tentang sikap yang harus dijaga oleh mahasiswa selama bekerja serta menunjukkan semangat kerja yang tinggi. “Tunjukkan semangat dan loyalitas bekerja kalian secara maksimal, karena tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan akan merekrut pribadi yang memiliki etos kerja yang tinggi. Ketika mendapat tugas tambahan janganlah membuat kalian mengeluh, justru kalian harus terpacu untuk menjadi yang lebih baik lagi.” Pungkasnya. (red: Mahasiswa Ekonomi syariah)

SEMINAR EKONOMI UNWAHA 2019

Jombang – Sebagai peringatan Haul KH. Abdul Wahab Hasbullah ke-48, sosok Pahlawan Nasional, inisiator, dan pendiri Nahdatul Ulama, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menyelenggarakan seminar di Aula Universitas KH A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambak Beras Jombang (14/7). Seminar Ekonomi bertema “Ceruk Pengembangan ekonomi syari’ah antara pondok pesantren dan industri perasuransian syari’ah indonesia” tersebut disajikan oleh pemateri Ahmad Syaroni, S.T., M.M, selaku Dirut PT Reasuransi Syari’ah Indonesia dan Mudzakir, S.E., AAIJ, AIIS, CHR, selaku Dirut PT Asuransi Syari’ah Keluarga Indonesia (Asyki). Seminar dibuka oleh Nyai HJ. Hizbiyah Rochim, M.A. selaku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum. Selain itu, Rektor UNWAHA dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan dan program unggulan UNWAHA yaitu salah satunya adalah program kuliah ke luar negeri. “Tahun ini, setidaknya kita bisa memberangkatkan 50 mahasiswa untuk studi ke luar negeri dan 7 Dosen sebagai pembimbing”, terang Prof. Dr. Anton Muhibuddin, M.P. Ahmad Syaroni, S.T., M.M. di tengah penyampain materi juga turut mengulas program studi yang ada di UNWAHA terkait perkembangan dunia 10 tahun ke depan. “Alhamdulillah, mayoritas prodi yang ada di sini merupakan kompetensi yang dibutuhkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Itu artinya UNWAHA visioner memandang masa depan dan terus berkembang sebagai universitas global namun tetap berpegang pada Ahlus-Sunnah wal Jama’ah”, tegasnya. Seminar ekonomi tersebut dihari oleh berbagai mahasiswa dan dosen dari beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di Jombang. Antusisme peserta seminar terlihat ketika 3dosen dari universitas yang berbeda diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber terkait permasalahan asuransi syariah, perbandingan dengan asuransi konvensional, dan wakaf. Rangkaian kegiatan seminar diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara asuransi keluarga indonesia, asuransi syari’ah, dan Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang serta pemberian kartu asuransi syariah secara simbolis. Dengan ini diharapkan asuransi syari’ah kepada mahasiswa dan dosen dapat diterapkan, terutama asuransi pendidikan dalam pembayaran SPP, pembayaran biaya-biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan sehingga dapat diperoleh keuntungan dan keberkahan ke semua pihak sesuai syariat islam.