Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: UNWAHA

Pembagian Kelompok KKN UNWAHA Tahun 2018

Berikut ini adalah pembagian kelompok KKN UNWAHA Tahun 2018 Semester 4 silahkan klik di SINI Semester 6 Silahkan klik di SINI  

Contoh Laporan KKN dan Proposal Pra KKN

Berikut ini contoh format Laporan KKN dan Dokumentasi : Laporan KKN silahkan klik  di SINI Contoh Proposal PRA KKN silahkan klik di SINI Dokumentasi Silahkan klik di SINI serta INI Salah Satu contoh video dokumentasi  

UKM UNWAHA Menggelar Festival Banjari se-Pulau Jawa

Dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, Unit Kegiatan Mahasiswa UNWAHA menggelar hajatan besar. Hajatan ini berupa festival banjari yang direncanakan akan diikuti oleh 70 grup se-pulau Jawa. 20 grup perwakilan dari perguruan tinggi dan 50 grup lainnya untuk umum. Pendaftaran dilakukan sejak tanggal 3 April hingga 5 Mei 2018. Bertempat di lapangan UNWAHA, Festival Banjari se-Pulau Jawa ini akan dilaksanakan pada 13 Mei 2018. Adapun ketentuan umum dalam Festival Banjari se-Pulau Jawa adalah : Jumlah personil dalam 1 grup maksimal berjumlah 10 orang. Setiap grup membawakan 2 lagu bebas berbahasa Arab dan 1 lagu jingle bertema Memperkokoh Seni Islami dalam Lantunan Sholawat, Menyambut Bulan Suci Ramadhan. Pemenang Festival Banjari diambil 9 grup, berdasarkan penilaian dewan juri. 9 grup ini meliputi : 6 grup terbaik 1 grup dengan jingle terbaik 1 grup dengan vokal terbaik 1 grup dengan aransemen terbaik   Kriteria penilaian meliputi : Suara dan lagu = 40 poin Musik = 30 poin Adab dan syair = 30 poin Penghargaan yang didapatkan oleh para pemenang adalah : Terbaik 1 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 3.000.000 Terbaik 2 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 2.000.000 Terbaik 3 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 1.000.000 Terbaik 4 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 800.000 Terbaik 5 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 700.000 Terbaik 6 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 600.000 Jingle terbaik : tropy, sertifikat, dan tabanas Vokal terbaik : tropy, sertifikat, dan tabanas Aransemen terbaik : tropy, sertifikat, dan tabanas Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Nilam Apsari : 0858.5695.7400

UNWAHA Mendorong Upaya Save a Life Give Blood

KSR atau Korps Sukarela yang berada di bawah naungan UNWAHA kembali mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan yang bertempat di UNWAHA ini bekerjasama dengan PMI Kabupaten Jombang dan melibatkan sedikitnya 6 petugas MU (Mobile Unit). Donor darah rencananya akan diadakan secara rutin setiap 3 bulan sekali. Peserta yang mengikuti tidak hanya dari kalangan mahasiswa UNWAHA sendiri, tapi juga dibuka untuk umum. Hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya sosialisasi tentang pentingnya donor darah. Penting disini tidak hanya untuk mereka yang membutuhkan darah, tapi juga bagi pendonor darah. Salah satu manfaat dari mendonorkan darah secara rutin adalah melindungi jantung supaya semakin sehat. American Journal of Epidemology bahkan merilis temuan ilmiah tentang pengaruh positif donor darah terhadap jantung. Penelitian membuktikan bahwa pendonor darah aktif cenderung beresiko rendah mengalami penyakit jantung. Mereka yang mendodonorkan darah secara aktif memiliki resiko 88% lebih rendah terkena serangan atau penyakit jantung. Tak hanya itu, mereka pun mengurangi resiko menderita penyakit kardiovaskular lainnya hingga 33%. Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Diharapkan dengan adanya kegiatan donor darah yang akan diadakan secara rutin ini, semakin membuka pemahaman bahwa selain membantu orang lain, mendonorkan darah juga berarti menyayangi diri sendiri.

Semangat Perubahan di Wisuda ke-4 UNWAHA

Senin, 4 Desember 2017 UNWAHA resmi melepas 150 mahasiswa terbaiknya. Acara yang dilaksanakan di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini merupakan kali keempat di bawah nama UNWAHA. Dr. Anton Muhibbudin, MP. selaku rektor menyampaikan bahwa lulusan UNWAHA berbeda dari lulusan perguruan tinggi lainnya. Berbeda disini karena tidak hanya keilmuan dan keterampilan yang dikuasai oleh para mahasiswa, akan tetapi juga pembiasaan etika/akhlak dan doa dari para guru dan masyayikh yang menyertai. Itulah yang membuat lulusan UNWAHA menjadi lebih istimewa. Dr. Anton Muhibbudin juga menyempaikan bahwa ke depan, mahasiswa akan dibekali dengan keterampilan melakukan riset atau penelitian dan interpreneurship. Penelitian ini tidak hanya antar fakultas dalam UNWAHA sendiri, tetapi juga menggandeng peeguruan tinggi besar lainnya untuk melakukan penelitian kolaboratif. Baik riset maupun interpreneurship menjadi penting karena merupakan bagian dari komitmen UNWAHA yang berwawasan global dan mampu bersaing dengan perguruan tinggi besar lainnya. Bukti dari komitmen ini diantaranya adalah kemampuan mengolah lahan bekas tambang menjadi lahan yang dapat ditanami hanya dalam kurun waktu 1 tahun. 1 tahun ini merupakan pencapaian yang luar biasa karena perguruan tinggi lainnya membutuhkan waktu 10 tahun untuk dapat menanami lahan bekas tambang. Bukti lainnya adalah UNWAHA mampu mengolah sampah menjadi bioetanol. Bioetanol merupakan salah satu bentuk energi terbarui dan ramah lingkungan. Dengan bioetanol ini, UNWAHA dapat memecahkan salah satu permasalahan negara akan kelangkaan bahan bakar yang sementara ini masih bergantung pada energi fosil yang suatu saat akan habis. Ke depannya, UNWAHA akan terus berkembang dengan melakukan berbagai inovasi.  

JOMBANG OPEN ISLAMIC TOURISM OLEH EKONOM ROBBANI MUDA

Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Menikmati masa muda merupakan suatu keharusan, namun tidak boleh dilupakan masa depan, kemajuan, kemunduran, dan kehancuran bangsa ini adalah engkau yang menentukan. Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan penduduk muslim terbesar di dunia mempunyai potensi untuk menciptakan generasi ekonom robbani muda yang mampu membawa kemajuan perekonomian Negara. Menjadi seorang ekonom robbani muda seharusnya mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada, dan mampu berkontribusi melalui ide kreatif dan inovatif dalam memecahkan permasalahan. Travelling, berwisata, berlibur, berkunjung ketempat yang sedang hits dan booming di zaman sekarang ini atau banyak orang menyebut zaman now. Zaman dimana orang-orang mudah tergoda melihat postingan di social media dengan angel yang mampu menggugah selera mata. Merupakan peluang yang dapat di manfaatkan. Dengan melihat peluang yang ada dan melihat jumlah penduduk muslim yang cukup besar, maka peluang membuka bisnis wisata syariah terlihat menjanjikan. Istilah wisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Travel, Muslim Friendly Travel Destination, atau Halal Lifestyle. Wisata syariah merupakan wisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Obyek dan wisata syariah tidak harus tempat-tempat atau khazanah budaya Islam. Tetapi apa saja yang menarik sepanjang tidak melanggar ketentuan syariah. Pantai, pegunungan, panorama, dan bahkan budaya lokal bisa menjadi destinasi wisata ini. Salah satu kota yang berpotensi untuk mewujudkan wisata syariah yaitu kota Jombang. Dimana jombang ini juga terkenal dengan sebutannya “Kota Santri” dan “Kota Beriman”. Melihat dari namanya saja orang akan beranggapan bahwa Jombang adalah tempat beribu-ribu santri, tempat orang-orang yang mengerti ilmu agama dan syariah, masyarakat yang kental agamanya, dan banyak pesantren yang berdiri di tengah lingkungan masyarakat. Dan sebutan beriman bagi sebagian orang mungkin tidak mengartikan bersih, indah, dan nyaman. Namun, lebih kepada masyarakat yang keyakinan dan kepercayaannya kuat kepada Tuhan. Jombang juga memiliki potensi alam yang indah, misalkan potensi alam di Wonossalam yang berasa berada di kota Malang dan destinasi-destinasi lain yang menarik. Namun, masih banyak masyarakat utamanya luar kota dan daerah sekitarnya yang belum mengenal dan mengetahui keindahan tersebut. Yang menjadi masalah adalah potensi yang ada belum dioptimalkan, belum dimanfaatkan dan belum dikelola dengan baik. Hingga saat ini tempat singgah sementara seperti hotel dan villa, daerah pegunungan yang memukau jiwa memang belum di desain untuk bersesuaian dengan syariah. Generasi-generasi muda dan utamanya para sarjana ekonomi dan lulusan pesantren yang notabene dianggap memiliki bekal ilmu pengetahuan terkait syariah yang luas, seharusnya mampu memanfaatkan potensi yang ada. Entah dengan jalan berkolaborasi atau saling bekerjasama untuk menciptakan wisata syariah di Jombang. Karena trend wisata syariah juga semakin tinggi. Di Indonesia ada Sembilan tujuan wisata syariah, yaitu Sumatera Barat, Riau, lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok. Pemerintah provinsi Jawa Timur juga sangat mendukung program pariwisata syariah. Untuk mendukung adanya wisata syariah di kota Jombang, maka diperlukan : Adanya pembatasan aktivitas yang tidak sesuai dengan syariah di lokasi-lokasi wisata Mampu memberikan kenyamanan pengunjung agar tetap dapat menikmati wisata tanpa harus keluar dari jalan yang telah digariskan Allah Diperkuat oleh tenaga profesional untuk mengelola Didukung strategi pemasaran yang baik Fasilitas ibadah memadai Mampu meyakinkan pengunjung bahwa berwisata tetap tidak akan melalaikan shalatnya Mampu memberikan rasa nyaman berada ditempat yang memang memedulikan batasan pergaulan perempuan dan laki-laki Dengan menjalankan bisinis seperti ini maka bukan hanyauang yang didapat, namun keridhaan Allah dan barokah atas rezeki dari aktivitas yang dilakukan juga kita dapatkan. Dan membuka wisata syariah akan menjadi keunikan tersendiri untuk kota Jombang.   Lia Nur Kumala Sari

Team Mikorwa Peraih Krenova 2017

Prestasi kembali ditorehkan para mahasiswa UNWAHA. Setelah sebelumnya berhasil menjadi pemenang Audisi Dai Muda Indonesia, kali ini berhasil meraih penghargaan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bappeda Kabupaten Jombang. Tidak tanggung-tanggung, mahasiswa UNWAHA berhasil menjadi pemenang pertama sehingga berhak menerima Anugerah Kreativitas Dan Inovasi Masyarakat Tahun 2017. Nur Afifah, M. Mishbahul Munir, M. Lutfi, Syaiul Khamid, M. Amaludin dan Nur Aini Maftukhah adalah kelima mahasiswa Fakultas Pertanian yang merupakan kolaborasi antara semester 3 dan semester 7. Dengan bimbingan dari Bapak Ir. Hari Prasetiono, M.Sc. dan Ibu Ambar Susanti, SP.MP., dosen Pertanian UNWAHA, kelima mahasiswa yang menamakan diri sebagai Team Mikorwa berhasil dengan nilai melebihi sempurna, yaitu 103,2. Tema yang diangkat adalah Pemanfaatan Pupuk Agens Hayati Mikoriza Sebagai Sarana Pengetahuan, Sosial, Lingkungan Dan Agribisnis Di Wilayah Jombang. Tema dipilih karena sesuai dengan permasalahan para petani saat ini. Pertama, petani cenderung menggunakan pupuk secara berlebihan sehingga biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Kedua, petani belum sepenuhnya menyadari jika pengggunaan pupuk yang berlebihan akan memicu kerusakan lahan. Ketiga, pemerintah akan membatasi subsidi pupuk sehingga akan lebih memberatkan bagi petani. Solusi yang ditawarkan oleh Team Mikorwa adalah konservasi/perbaikan lahan dengan memanfaatkan agens hayati yang sebenarnya sudah ada di lapisan perakaran tanaman. Agens hayati yang dimaksud disini adalah jamur mikoriza yang murni berasal dari alam sehingga tidak akan menimbulkan pencemaran. Keunggulan lainnya dari jamur mikoriza adalah membantu tanaman dalam menyerap air pada kondisi lahan kering. Selain itu, jamur mikoriza juga mampu membantu penyerapan unsur hara, terutama unsur P (fosfor). Tujuan yang dibidik oleh Team Mikorwa adalah mengenalkan dan mengembangkan potensi jamur mikoriza sebagai pupuk yang murah dan ramah lingkungan kepada petani. Tujuan kedua, petani diharapkan mampu mengembangkan pupuk mikoriza yang merupakan agens hayati secara mandiri. Ketiga, ke depannya, petani dapat menjadikan pupuk mikoriza sebagai prospek usaha sehingga perekonomian mereka lebih meningkat. Dengan dipilihnya Team Mikorwa sebagai pemenang pertama, kelima mahasiswa Fakultas Pertanian UNWAHA berhak mewakili Kabupaten Jombang untuk berlaga di tingkat propinsi. Dan dengan prestasi yang membanggakan ini, pupuk mikorwa dapat dijadikan sebagai salah satu produk unggulan UNWAHA, mengingat tidak semua universitas di negeri ini memiliki produk unggulan di bidang Pertanian.

Pengembangan Kemampuan Berorganisasi oleh Mahasiswa UNWAHA

Badan Eksekutif Mahasiswa UNWAHA menyelenggarakan kegiatan Kaderisasi Tingkat Lanjut yang bertempat di Graha MWC NU Pacet Mojokerto. Kegiatan ini diikuti oleh 34 peserta yang merupakan perwakilan seluruh organisasi di bawah naungan BEM. Organisasi yang dimaksud disini adalah Lembaga Gubernur Mahasiswa tingkat fakultas dan Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat umum. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini diisi dengan penyampaian 3 materi. Materi yang pertama dengan tema Advokasi disampaikan oleh Malik Mahardika, M. Hum. Materi kedua dengan tema Analisis Sosial disampaikan oleh Hanif Anshori, S.Pd.I. sementara Khoirul Hasyim mengisi materi ketiga yang mengusung tema Menejemen Konflik. Kegiatan lain yang dilakukan oleh peserta adalah outbound. Tujuan dari diadakannya outbound ini adalah agar para peserta mengetahui dan memahami adanya individual differences, sehingga mereka terlatih untuk dapat menghargai perbedaan. Dalam outbound, mereka dilatih untuk meningkatkan self assessment, self awareness atau kepekaan terhadap orang lain dan risk taking behavior. Maksud dari self assessment adalah bahwa kekuatan diri ada pada tangan para peserta sendiri. Sedangkan yang dimaksud dengan risk taking behavior adalah peserta mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian mengambil risiko. Selain itu, outbound juga dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam berkomunikasi, membentuk tim yang kompak, meningkatkan kemampuan kepemimpinan, membuat perencanaan secara cepat dengan mempertimbangkan resiko beserta konsekuensinya, serta dapat menumbuhkan sikap kesatria dan sportif. Dengan diselenggarakannya seluruh rangkaian kegiatan Kaderisasi Tingkat Lanjut ini, diharapkan para peserta semakin bijak dalam mengambil keputusan dan menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan seluruh mahasiswa UNWAHA.

Kuliah Gratis SPP di UNWAHA

UNWAHA bekerja sama dengan PCNU Jombang, mengadakan program khusus kuliah gratis bagi para pemuda dan pemudi yang aktif dalam kegiatan ke-NU-an. Aktif dalam ke-NU-an menjadi prioritas mengingat UNWAHA adalah kampus berbasis Nahdlatul Ulama. Mahasiswa yang mendaftar pada program khusus ini diharuskan mengikuti tes tulis dan tes lisan terlebih dahulu. Tes tulis berupa wawasan seputar pondok pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, sementara tes lisan mencakup bacaan-bacaan yang identik dengan aktifitas ke-NU-an, seperti bacaan qunut, dibaiyyah dan tahlil. Hasil dari keduanya diumumkan sehari setelah pelaksanaan tes. Bagi para mahasiswa yang lolos seleksi, diminta untuk melengkapi berkas-berkas dan memilih jurusan yang ditawarkan oleh UNWAHA. Jurusan yang dimaksud adalah Teknik Pertanian dan Teknik Hasil Pertanian di Fakultas Pertanian atau jurusan Biologi, Fisika, Matematika, dan Bahasa Inggris di Fakultas Ilmu Pendidikan. Setelah pemberkasan selesai, para calon mahasiswa program khusus ini dapat segera mengikuti kegiatan perkuliahan.