Tag: UNWAHA
Jalin Kerjasama, FTI Unwaha dengan Disdagrin Jombang Lakukan Penandatanganan MoU
Jombang – Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang resmi menjalin kersjasama dengan Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagrin) Kabupaten Jombang melalui penandatangan Memorandum of Understanding (Mou) tentang Pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Bina Industri Paripurna (SEMPURNA), di Gedung F Unwaha, Rabu (15/5/2024). Sebagai pihak pertama, Kepala Disdagrin Kabupaten Jombang, Drs. Suwignyo, M.M. mengatakan, perjanjian kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan kelembagaan antara dua belah pihak. Selain itu, pengambangan aplikasi SEMPURNA diharapkan dapat membantu pengguna dalam menyelesaikan tugas-tugas dengan lebih efektif dan efisien. “Di dalamnya (aplikasi SEMPURNA), terdapat fitur yang dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan pengguna. Selain itu, dengan adanya aplikasi yang digunakan, maka akan lebih menghemat waktu bagi IKM untuk mengetahui fasilitasi apa saja yang harus mereka miliki untuk legalitas usahanya,” kata Kadisdagrin Kabupaten Jombang tersebut. Di kesempatan yang sama, Dekan FTI Unwaha Jombang, Tholib Hariono, M.Kom. menegaskan, kerjasama yang dijalin ini merupakan wujud nyata bagi FTI Unwaha Jombang untuk terus berkontribusi terhadap pembangunan daerah di bidang ekonomi dan industri. Beliau juga berharap, kerjasama tersebut dapat terlaksana dengan baik dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Kabupaten Jombang dan kedua lembaga. “FTI bisa bekerjasama di berbagai hal, terutama di bidang teknologi informasi atau pengembangan aplikasi. Kerjasama yang kita lakukan dengan Disdagrin Kabupaten Jombang ini adalah wujud sinergitas antara lembaga pendidikan dan pemerintahan dalam melaksanakan program pembangunan yang berkelanjutan,” katanya. Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan, dan Sistem Informasi Unwaha Jombang, Siti Sufaidah, S.Kom., M.Si. dan juga jajaran Disdagrin Kabupaten Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil
Menjadi Muslimah yang Mandiri dan Berdaya Dalam Berbagai Aspek Kehidupan
Jombang – Departemen Srikandi KSEI Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah (HMP-ES) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Forum Kajian Offline (FKO), di Gedung Jokowi, Kamis (16/5/2024). Program kerja yang digelar secara rutin dua bulan sekali ini menghadirkan ibu Ashlihah, S.E., M.M. sebagai pemateri. Adapun tema kajian kali ini adalah “Menjadi Muslimah yang Mandiri dan Berdaya dalam Berbagai Aspek Kehidupan”. “Seorang muslimah sejati adalah mereka yang senantiasa melaksanakan tiap perintah Allah SWT,” kata ibu Ashliha. Di dalam ajaran Islam sendiri, perempuan diposisikan pada tempat yang mulia. Tidak ada dikotomi atau diskriminasi peran antara laki-laki dan perempuan. “Bahkan Islam memandang laki-laki dan perempuan seperti halnya yang dinyatakan dalam Al-Qur’an yakni sebagai ba’dhukum min ba’dh (sebagian kamu dari sebagian yang lain),” imbuhnya. Selain itu, kemandirian seorang perempuan juga diajurkan di dalam Al-Qur’an. Citra seorang perempuan sejati dicirikan memiliki kemandirian, memiliki hak berpolitik, dan selalu kritis terhadap apa yang dihadapinya. “Hal tersebut sudah ada sejak pada zaman Nabi Muhammad SAW, misalnya Ibunda Khadijah binti Khuwailid, Qilat Ummi Bani Anmar, dan Zainab binti Jahsy. Beliau-beliau tersebut tercatat sebagai perempuan yang sukses,” lanjut Kaprodi Ekonomi Syariah Unwaha Jombang. Terakhir, beliau berharap dengan digelarnya forum kajian Srikandi ini dapat meningkatkan kemandirian dan pengetahuan seorang muslimah dalam hal ini para peserta kajian. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Salah Satu Prodi yang Paling Diminati. Berikut Tentang, Mata Kuliah, dan Profil Lulusan Prodi Manajemen
Jombang – Program Studi (Prodi) Manajemen merupakan salah satu Prodi Sosial dan Humaniora (Soshum) yang paling banyak diminati oleh calon mahasiswa. Sesuai dengan namanya, Prodi ini mempelajari bagaimana caranya memimpin, merencanakan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Prodi Manajemen berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan telah didirikan sejak tahun 2013. Dekan Fakultas Ekonomi, Ita Rahmawati, S.E., M.Si. mengungkapkan, sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan tinggi, fakultas ini memiliki misi pengajaran di bidang ekonomi, manajemen dan entrepeneur sesuai perkembangan IPTEKS dan nilai-nilai Islam. “Tidak hanya kompeten dan profesional di bidang ekonomi saja. Harapannya lulusan dapat menjadi SDM yang unggul dan ikut andil dalam mengambil peran demi kemajuan bangsa,” kata Dekan Fakultas Ekonomi tersebut. Bahan Kajian Prodi Manajemen Sementara itu, Ketua Prodi Manajemen, Khotim Fadhli, M.Pd. mengatakan, di Prodi Manajemen terdapat kurikulum yang dikembangkan dengan memiliki karakteristik penunjang kompetensi lulusan. “Untuk membangun kecerdasan spiritual, pengembangan kurikulum didasarkan pada perspektif nilai atau kemuliaan akhlak. Lalu untuk menghasilkan lulusan yang responsif, terdapat mata kuliah pendukung guna meningkatkan kepekaan sosial,” kata pria yang akrab disapa Pak Khotim ini. Adapun bahan kajian dalam membentuk keilmuan dan keahlian sarjana manajemen adalah sebagai berikut: Ekonomi Terapan Ilmu sosial Manajemen Keislaman Penelitian dan Pengabdian Filsafat Keuangan Pancasila dan Kewarganegaraan Entrepreneurship Bahasa Pemasaran Teknologi Digital Konsentrasi Prodi Manajemen Kepada tim Humas, Kaprodi Manajemen mengungkapkan, terdapat tiga konsentrasi di Prodi Manajemen Unwaha Jombang. Di antaranya, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). “Di manajemen pemasaran, mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis dan konsep mengenai strategi-stragei pemasaran. Sedangkan dalam manajemen keuangan, mahasiswa berfokus pada penerapan dan fungsi keuangan di suatu organisasi. Selanjutnya adalah manajemen SDM, yang berfokus pada pembelajaran mengenai kebijakan serta membuat keputusan di bidang ketenagakerjaan,” jelas Kaprodi Manajemen tersebut. Profil Lulusan Perkembangan zaman di era modern ini bergerak begitu pesat, begitu juga dengan kemajuan teknologi yang memiliki dampak di setiap aspek kehidupan. Peningkatan skill dan pengetahuan menjadi sangat penting bagi para lulusan Prodi Manajemen. Hal ini dikarenakan prospek jenjang karir bagi lulusan begitu sangat luas dan cukup bagus. Berikut profil lulusan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha Jombang: Manager, personal yang mampu melakukan pengelolaan serta dapat mengendalikan organisasi di bidang pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Entrepreneur, wirausahawan yang mampu mengaplikasikan ilmu manajemen dalam bisnis. Marketing, personal uang mampu mengoptimalkan kemampuan teknis dalam meningkatkan penjualan, negosiasi, dan strategi pemasaran lainnya. Human Capital Officer, personal yang mampu mengaplikasikan ilmu manajemen pada bidang sumber daya manusia. Finance and Administration Officer, personal yang mampu mengoptimalkan kemampuan pengaturan keuangan dan administrasi. Business Consultant, personal yang memberikan jasa konsultasi, potensi, pengembangan dan penilaian bisnis. Management Research Assistant, Asisten peneliti yang mampu melakukan penelitian di bidang manajemen dan ekonomi, yang meliputi membantu melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Bagimana, tertarik kuliah di Prodi Manajemen Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2024: Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar
Jombang – “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”, menjadi tema besar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2024. Peringatan ini menjadi momen untuk merefleksikan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, M. Farid Nasrulloh, M.Pd., menyampaikan, momentum peringatan ini bukan hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial saja. Tetapi sebagai sarana refleksi terhadap sistem pendidikan di Indonesia, seperti keberlanjutan kurikulum Merdeka Belajar. “Khususnya di lingkungan unit pendidikan Perguruan Tinggi, dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini hasilnya terlihat lebih nyata. Seperti yang kita ketahui, bahwa kurikulum ini berbasis outcome,” ujar pria yang akrab disapa Pak Farid tersebut. Beliau melanjutkan, selain kurikulum yang berfokus pada muatan esensial di dalamnya juga terdapat pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini meliputi pengembangan potensi spiritual dan emosional. “Kurikulum ini lebih fleksibel untuk diterapkan oleh setiap unit pendidikan baik di tingkat dasar hingga tinggi. Semuanya berbasis kebutuhan dan kondisi terkini,” imbuhnya. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Unwaha Jombang Beliau mengaku, jika Unwaha Jombang khusunya FIP sendiri sudah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para lulusan dari fakultas ini juga dinilai mampu mengamalkan ilmunya serta kompeten di berbagai bidang. “Itu (kurikulum, red) menjadikan mahasiswa semakin kreatif, di FIP Unwaha yang setiap tahunnya ada yang lulus dengan mengikuti kegiatan Kampus Merdeka. Itu merupakan bagian dari percepatan atau peningkatan mutu dari pendidikan di Indonesia, khusunya di Perguruan Tinggi,” kata Bapak Farid. Kendati demikian, sistem pendidikan dengan segala kebijakannya bukan tanpa kelemahan. Dekan FIP ini juga menyampaikan keresahannya terhadap dunia pendidikan saat ini. Terutama kemerataan infrastruktur, kesempatan belajar, dan kesejahteraan para guru di daerah-daerah yang dapat dikatakan masih kurang layak. “Ketidak merataan ini bisa dari segi fasilitas dan infrastruktur pendukung. Mungkin solusi yang diberikan oleh negera yaitu menghadirkan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Tapi ini apakah sudah tepat sasaran?,” terangnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi evaluasi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang ada. Sehingga cita-cita besar dalam dunia pendidikan yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” dapat terpenuhi. “Harapan saya kedepan, pendidikan di Indonesia ini lebih maju lagi, semakin memerdekakan. Juga semakin fleksibel lagi untuk kurikulum yang dijalankan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Yuk Ketahui Prodi Agroekoteknologi: Mata Kuliah, Kompetensi Lulusan, hingga Pengembangan Karir
Jombang – Mau kuliah dan masih bingung dalam memilih Program Studi (Prodi) untuk melanjutkan pendidikan?. Tenang, masih banyak kok Prodi atau jurasan yang dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan skill sesuai dengan minat kalian, salah satunya adalah Prodi Agroekoteknologi. Mungkin sebagian dari kita asing dengan prodi satu ini. Namun jangan salah, banyak kampus di Indonesia yang telah membuka Prodi Agroekoteknoligi, salah satunya Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Agroekoteknologi merupakan Prodi yang menyelenggarakan pendidikan tentang teknologi pengelolaan lingkungan pertanian yang berkelanjutan. Prodi satu ini merupakan gabungan dari beberapa rumpun keilmuan di Fakultas Pertanian pada umumnya. Seperti Agronomi, Ilmu Tanah, dan juga Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan. Jika kalian memiliki minat di bidang keilmuan tersebut, suka mempelajari perihal botanikal, memiliki inovasi dalam pengelolaan keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan produksi hasil pertanian, maka Prodi Agroekoteknologi merupakan pilihan yang sangat tepat. Hal ini dibenarkan oleh Kaprodi Agroekoteknologi, Mohamad Nasirudin, S.Si., M.Ling. “Sebenarnya tidak ada spesifikasi latar belekang pendidikan calon mahasiswa baru. Dari semua jurusan bisa masuk semua, dengan syarat memiliki komitmen dalam mempelajari dan pengembangan di dunia pertanian,” tutur Kaprodi Agroekoteknologi ini. Kuliah di Agroekoteknologi Unwaha Jombang Nasir sapaan akrabnya mengungkapkan, Prodi Agroekoteknoligi Unwaha Jombang ini memiliki berbagai tujuan. Salah satunya yaitu menghasilkan lulusan yang menguasai dan mampu mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian. “Tentu juga mampu menjadi penggerak dalam pembangunan di sektor pertanian. Harapannya para lulusan mampu mengimplementasikan keilmuannya di tengah masyarakat,” imbuhnya. Para mahasiswa Prodi Agroekoteknologi juga dibentuk untuk dapat menghasilkan publikasi ilmiah berbasis kegiatan penelitian. Kemudian mahasiswa juga diarahkan mengembangkan ilmu dan teknologi pertanian di tengah masyarakat melalui program pengabdian. Mata Kuliah di Prodi Agroekoteknologi Kalau kuliah di Prodi ini akan mempelajari apa saja sih?. Kaprodi Agroekoteknologi kepada tim Humas Unwaha Jombang menjelaskan beberapa mata kuliah yang akan diajarkan berdasarkan jenisnya, seperti berikut ini: Mata Kuliah Universitas: Mahasiswa akan dibekali mata kuliah wajib Universitas. Di mana mata kuliah ini, secara umum terdapat di berbagai Prodi di Unwaha Jombang. Seperti; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Pancasila, Aswaja, dan Agama Islam. Mata Kuliah Fakultas Pertanian: Adapun mata kuliah wajib fakultas di antaranya; Pengantar Ilmu Pertanian, Statistik, dan Metodologi Ilmiah. Mata Kuliah Prodi: Di sini, kalian akan mempelajari mata kuliah yang secara spesifik berfokus pada Agroekoteknologi. Beberapa di antaranya adalah; Botani, Biokimia Tanaman, Peramalan Hama dan Epidemi Penyakit, Manajemen Agroekosistem, dan masih banyak lainnya. Mata Kuliah Pilihan Prodi: Mahasiswa Agroekoteknologi dapat memilih beberapa mata kuliah. Di antaranya; Manajemen Hama dan Penyakit Terpadu, Analisis Pertumbuhan Tanaman, Pestisida dan Aplikasinya, dan Teknologi Pasca Panen. Kompetensi Lulusan Prodi Agroekoteknologi Lalu nanti selesai kuliah di Prodi ini kalian ngapain dan bisa jadi apa saja sih?. Kaprodi Agroekoteknologi juga menjelaskan beberapa profil lulusan Prodi Agroekoteknologi Unwaha Jombang. Di antaranya adalah menjadi seorang peneliti. “Ini dikarenakan lulusan Agroekoteknologi mampu melakukan riset pertanian berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dan berbasis sumberdaya dan kearifan lokal,” lanjut alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tersebut. Kemudian, kalian bisa menjadi penguasaha dan manajer di bidang pertanian tentunya. Pasalnya, kalian sudah dapat menguasai tentang keilmuan manajemen agroekosistem serta dapat menerapkan pengelolaan sistem pertanian terpadu. “Lulusan kami juga bisa menjadi seorang penyuluh, karena para lulusan dinilai mampu memberikan penyuluhan pertanian berkelanjutan,” pungkas pria yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Pengelolaan Sumberdaya Lingkungan dan Pembangunan tersebut. Bagimana? tertarik kuliah di Prodi Agroekoteknologi Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Refleksi Peringatan Hari Bumi, Begini Pandangan Dosen Unwaha Jombang Tentang Keberlanjutan Lingkungan
Jombang – Hari Bumi selalu diperingati setiap tanggal 22 April, peringatan ini sebagai wujud untuk meningkatkan kesadaran dan perlindungan terhadap lingkungan. Setiap tahunnya peringatan Hari Bumi dirayakan dengan tema yang berbeda, sesuai dengan pokok permasalahan lingkungan terkini dan ancaman bagi Bumi di masa yang akan datang. Dilansir dari laman Earth Day, Hari Bumi 2024 memiliki tema “Planet vs Plastik”. Tema ini menjadi seruan sekaligus kampanye atas produksi dan penggunaan plastik sekali pakai. Selain mengancam kerusakan Bumi, limbah plastik juga dapat mengancam kondisi kesehatan manusia. Menyikapi hal ini, Dosen sekaligus Dekan Fakultas Pertanian, Ambar Susanti, S.P., M.P memberikan pandangannya perihal refleksi peringatan Hari Bumi. Kerakusan Manusia Vs Kerusakan Iklim Kondisi perubahan yang begitu pesat dan perkembangan penduduk kian meningkat berdampak terhadap tingkat penggunaan sumber daya alam. Kondisi ini terlihat di berbagai sektor, tingkat konsumsi manusia semakin tinggi seiring dengan kebutuhan yang kian meningkat. “Perkembangan penduduk juga berpengaruh terhadap kebutuhan masyarakat saat ini, terlebih lagi gaya hidup saat ini yang bermacam-macam jenisnya. Sehingga kita perlu untuk meningkatkan upaya dalam mengelola sumber daya alam,” kata dosen yang memiliki latar belakang pendidikan di bidang Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan itu. Akibatnya, perilaku masyarakat yang seperti itu dapat berpengaruh terhadap kerusakan iklim. Ambar sapaan akrabnya, menjelaskan jika kerusakan iklim memiliki dampak yang sangat seirus. Pasalnya, Bumi memiliki sistemnya sendiri dan jika di suatu area terdapat kerusakan maka akan berdampak terhadap area lainnya. Ancaman nyata saat ini adalah bencana terjadi di mana-mana akibat kerusakan tersebut. Seperti bencana hidrometeorologi, kebakaran hutan, kekeringan, kelangkaan air dan semacamnya. “Kondisi ini merupakan konsekuensi nyata, karena isu perubahan iklim sudah terprediksi satu dekade sebelumnya, tepatnya sekitar tahun 2010. Prediksinya yaitu dunia akan menghadapi kondisi kenaikan suhu sekitar 4 derajat celcius, kenaikan suhu ini adalah bagian kecil dampak kerusakan iklim. Dampak secara luas yaitu pada kerusakan ekosistem,” tutur Dekan Fakultas Pertanian ini. Menjaga Bumi Mulai Dari Diri Sendiri Ambar juga mengatakan, dalam melestarikan ekosistem di Bumi bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan merupakan tanggung jawab bersama sebagai manusia. ”Perihal menjaga lingkungan ini perlu peran dari semua stakeholder. Menjaga Bumi tidak hanya tanggung jawab satu dua generasi saja, tapi semuanya. Terutama bagi para generasi muda, yang dimana nantinya mereka akan menghadapi dampak lingkungan yang lebih besar lagi dibandingkan dengan sekarang,” ucapnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Bumi ini ada kesadaran bagi masing-masing pribadi untuk sadar terhadap lingkungan. “Untuk menjaga bumi tidak perlu tindakan yang muluk-muluk, bisa dengan hal-hal kecil tadi. Khususnya kegiatan penghijauan kembali juga perlu dilakukan untuk keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
HASIL REMIDI TES KEAHLIAN KOMPUTER MARET 2024
[pdfjs-viewer url=”https://unwaha.ac.id/wp-content/uploads/2024/04/HASIL-REMIDI-KOMPUTER-MARET-2024.pdf” attachment_id=”4067″ viewer_width=100% viewer_height=800px fullscreen=false download=true print=true]
Jelang UTS, Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Ziarah ke Makam Muasis NU
Jombang – Menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) Genap yang akan dilaksnakan mulai 8 Mei mendatang, para mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) menggelar ziarah bersama ke makam para muasis Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (21/4/2024) kemarin. Kegiatan yang dikoordinir oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Sistem Informasi (HMP SI) ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan keilmuan para ulama. Ziarah makam ini juga sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada para guru dan pendiri NU dalam mewariskan keilmuan dan nilai-nilai spiritualitas. “Ziarah ke makam para muasis bisa menjadi momen untuk merenungkan perlanan hidup, juga bisa memberikan ketenangan, dan motivasi spiritual kepada kami. Selain itu, kami juga memohon do’a restu serta berharap mendapat berkah keilmuan muasis dalam menghadapi ujian dengan lancar dan baik,” kata Ketua HMP SI, A’tini Hidayatika. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi seluruh mahasiswa Prodi Sistem Informasi. “Apalagi masih di momen bulan Syawal, satu dengan yang lainnya saling bermaaf-maafan,” lanjut Ketua HMP SI tersebut. Ziarah dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda, dimulai dari makam KH. A. Wahab Hasbullah (Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas), KH. Bisri Syansuri (Pondok Pesantren Mamba’ul Maarif Denanyar), dan Makam KH. Hasyim Asyari juga KH. Abdurrahman Wahid (Pondok Pesantren Tebuireng). Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Gelar Halal Bihalal, YPTBU dan Pimpinan Unwaha Jombang Bahas Kemajuan Kampus
Jombang – Keluarga besar Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPPTBU) dan civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar Halal Bihalal Idul Fitri 1445 Hijriah, di Aula Gedung F, Minggu (21/4/2024). Momen ini diharapkan kepada seluruh pihak yang ada di lingkungan Unwaha Jombang agar tetap menjaga silaturahmi dan terus memperkuat sinergi demi kemajuan kampus. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Umum dan jajaran YPTBU, jajaran Rektorat, pimpinan fakultas dan lembaga, dosen, dan tenaga kependidikan Unwaha Jombang. Di suasana kegembiraan tersebut, semua pihak lebur dalam satu bingkai dalam merayakan silaturahmi. Ketua Umum YPTBU, Ibu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya mengungkapkan, rasa syukur yang tiada batas sehingga semua pihak dapat berkumpul di agenda Halal Bihalal tersebut. Sehingga momen ini diharapkan menjadi spirit untuk kemajuan Unwaha Jombang kedepannya. “Termasuk dengan pengabdian kita, sehingga harapannya di Halal Bihalal ini bisa meningkatkan semangat bersama-sama. Kedepannya, kita harus maju dengan semangat silaturahmi ini, sehingga kita bisa memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat,” tutur Ketua Umum YPTBU tersebut. Hal tersebut juga diamini oleh Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Beliau mengatakan, forum Halal Bihalal ini selain sebagai fasilitasi silaturahmi tentu juga bertujuan untuk meningkatkan semangat dalam meraih berbagai prestasi yang lebih gemilang lagi bagi lembaga. “Dengan forum ini semoga kita bisa mengambil hikmah, paling tidak kita bisa menjadi lebih baik dari hari-hari sebelumnya. Di bidang akademik maupun non-akademik kita kedepannya harus lebih baik. Sehingga ini menjadi do’a kita bersama kedepannya bahwa Unwaha ini harus lebih maju lagi,” pesan Rektor Unwaha Jombang tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Tingkatkan Literasi Keuangan, Mahasiswa Fakultas Ekonomi Diarahkan Bijak Mengelola Keuangan
Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) Manajamen menggelar Kajian Ekonomi dan Buka Bersama, di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Minggu (31/3/2024) lalu. Kegiatan ini diiukuti oleh 140 peserta dari unsur dosen maupun mahasiswa. Ketua Pelaksana, Veni Ainun Masruroh mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dosen dengan mahasiswa. “Kegiatan ini memiliki tema ‘Bijak Mengelola Keuangan dalam Menghadapi Lebaran’. Tujuannya juga untuk meningkatkan literasi keuangan kita sebagai mahasiswa,” ujar Veni dalam sambutannya. Narasumber dalam kajian tersebut di antaranya Khotim Fadhli, M.Pd., Ketua Prodi (Kaprodi) Manajamen dan Sugeng Widiarto, MM., dosen Fakultas Ekonomi. Saat menyampaikan materi, Khotim Fadhli mengatakan, literasi keuangan bagi mahasiswa merupakan sesuatu yang sangat penting. Dalam artian, mahasiswa harus bijak dalam mengelola keuangannya. “Pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. Sehingga mahasiswa memiliki kemampuan perencanaan yang lebih baik,” tuturnya. Pria yang akrab disapa Khotim itu juga menyampaikan, keputusan keuangan saat ini yang dilakukan akan berdampak pada masa depan. Terlebih keputusan keuangan saat Ramadan atau menjelang lebaran Idul Fitri. Di mana saat momen-momen tersebut, masyarakat cenderung mengalami impulsive buying. “Situasi ini memiliki dampak kurang baik apabila kita kurang cermat mengatur keuangan selama bulan Ramadan ini. Maka harus dipilah mana kebutuhan dan mana yang sebatas keinginan,” tambahnya. Senada dengan Khotim, Sugeng Widiarto menyampaikan, bijak dalam mengelola keuangan berarti harus tahu mana yang didahulukan dan mana yang harus ditunda. Terlebih di momentum saat menjelang lebaran contohnya, perilaku (konsumtif) masyarakat juga terpengaruh seiring berkembangnya tren. “Bulan Ramadan sebenarnya juga bisa menjadi momentum bagi kita untuk mengevaluasi cara mengelola keuangan kita. Namun, seringkali tabungan kita justru lebih cepat berkurang untuk memenuhi beragam keperluan menjelang lebaran nantinya,” kata Sugeng. Sebagai mahasiswa tentunya mengetahui mana yang menjadi skala prioritas. Seperti kebutuhan di bidang pendidikan, kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya. “Sehingga penting sekali bagi kita untuk menahan diri dengan tidak secara hedon menghabiskan uang yang kita peroleh hanya untuk kesenangan sesaat,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.