Jombang – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti Aula Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang pada Senin (6/4/2026), dalam gelaran Halal Bihalal yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) bersama civitas akademika Unwaha. Momentum ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri, tetapi juga ruang refleksi kolektif untuk memperkuat komitmen dalam memajukan institusi.
Acara dihadiri oleh jajaran pimpinan yayasan, rektorat, dosen, serta tenaga kependidikan. Dalam suasana khidmat namun cair, seluruh hadirin larut dalam nuansa saling memaafkan, sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang menjadi fondasi kehidupan akademik di lingkungan Unwaha.
Ketua I YPTBU, Prof. Dr. KH. M. Asrori Alfa, M.Ag., dalam sambutannya mengajak seluruh elemen kampus untuk menjadikan momentum Halal Bihalal sebagai titik awal memperbarui niat dan semangat pengabdian. Beliau menekankan tiga nilai utama yang perlu terus dihidupkan dalam perjalanan institusi, yakni semangat berjuang, kesiapan berkorban, dan ketekunan dalam berdoa.
“Ketiga hal ini bukan sekadar konsep, tetapi telah dicontohkan langsung oleh tokoh besar kita, Mbah Wahab. Beliau menunjukkan bagaimana perjuangan yang tulus mampu melahirkan dampak besar, khususnya dalam membesarkan Nahdlatul Ulama. Semangat itulah yang perlu kita teladani dalam membangun dan memajukan Unwaha Jombang,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan harapannya agar momen ini mampu menjadi energi baru bagi seluruh civitas akademika dalam menjalankan peran dan tanggung jawab masing-masing.
“Semoga kebersamaan hari ini menjadi penguat langkah kita ke depan. Atas nama pribadi dan institusi, kami menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Minal aidin wal faizin,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tradisi saling bersalaman antar civitas akademika, yang berlangsung penuh kehangatan dan keakraban. Momen ini menjadi simbol nyata dari nilai rekonsiliasi dan persaudaraan, sekaligus mempertegas identitas Unwaha sebagai kampus yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Red: Ibrahim