Di hadapan 606 wisudawan UNWAHA Jombang, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya keberanian, optimisme, dan rasa percaya diri sebagai modal utama meraih kesuksesan di masa depan.
Jombang – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, M.M., memberikan orasi ilmiah yang membakar semangat dalam Upacara Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang Tahun 2026 di Gedung Serba Guna KH. Hasbullah Said, Minggu (04/10/2026).
Dalam orasi ilmiahnya, Menko Zulhas mengajak seluruh wisudawan untuk menanamkan jiwa pemberani dan tidak ragu dalam mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Momen unik terjadi saat mengawali sambutannya, di mana Menko Zulhas secara spontan mengajak beberapa wisudawan maju ke depan untuk menguji keberanian mereka. Wisudawan yang berani maju kemudian diberikan pertanyaan interaktif dan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Keberanian Sebagai Kunci Penentu Masa Depan
Aksi interaktif tersebut menjadi dasar pesan utama yang disampaikan oleh Menko Zulhas mengenai pentingnya sikap berani dalam meniti karier dan kehidupan setelah lulus dari perguruan tinggi.
“Keberanian itulah yang akan menentukan saudara-saudara menjadi apa hari ini dan hari esok. Kunci sukses adalah berani, mudah-mudahan semangat ini tertanam,” tegas Menko Zulhas di hadapan ratusan wisudawan dan tamu undangan.
Menurutnya, para lulusan UNWAHA memiliki keunggulan komparatif dan historis yang kuat karena lahir dari almamater yang menyandang nama besar Tokoh Pahlawan Nasional dan Pendiri Nahdlatul Ulama, KH. A. Wahab Hasbullah.
“Saudara-saudara beruntung karena hari ini telah lulus dari kampus yang menyandang nama besar, Mbah Wahab. Salah satu kampus terbaik di Jawa Timur, sehingga Anda terbuka menjadi apa saja yang terbaik di Negeri ini,” tambahnya.
Hilangkan Kekhawatiran dan Jaga Optimisme
Menko Zulhas juga berpesan agar para lulusan tidak memiliki rasa takut maupun kekhawatiran berlebih dalam menghadapi tantangan zaman. Menurutnya, pegangan utama seorang intelektual muslim adalah ketakwaan dan prasangka baik kepada Allah SWT.
“Pesan saya, tidak perlu ada yang ditakutkan kecuali kepada Allah. Tidak ada lagi kekhawatiran bagi kita, jika pesan ini kita pegang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa lapangan pengabdian bagi para sarjana dan magister sangat luas di berbagai sektor kehidupan. Kunci utama untuk membukanya adalah dengan memelihara optimisme dan rasa percaya diri (PD).
“Oleh karena itu, terbuka luas pengabdian terserah mau apa. Optimis, berprasangka baik kepada Allah SWT. Berprasangka baik itu adalah doa, sehingga saudara-saudara gantungkanlah cita-citamu setinggi-tingginya. Jangan tidak PD,” pesannya.
Red: Ibrahim