WR Bidang Keuangan dan Sumber Daya UNWAHA, Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I., dipercaya berkontribusi dalam penguatan mutu pendidikan pesantren di tingkat nasional.
Jakarta – Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA), Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I., dipercaya mengemban amanah sebagai anggota sekaligus sekretaris Majelis Masyayikh masa khidmat 2026-2031. Beliau bersama 14 anggota lainnya dilantik oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Gus Wafi (sapaan akrab beliau), Majelis Masyayikh merupakan lembaga independen yang dibentuk sebagai mitra Kementerian Agama dalam menjamin mutu eksternal pendidikan pesantren. Keberadaan lembaga ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang menegaskan pentingnya penjaminan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan pesantren.
Beliau menyampaikan, bahwa tugas utama Majelis Masyayikh adalah menetapkan kerangka dasar kurikulum, merumuskan kriteria mutu pendidikan dan kompetensi pendidik, serta melaksanakan evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan pesantren.
“Setiap pesantren memiliki kekhasan masing-masing yang tidak bisa diseragamkan. Namun, kerangka dasar minimal tetap dapat dirumuskan sebagai acuan bersama,” jelas Wakil Rektor tersebut.

Ruang lingkup penjaminan mutu tersebut mencakup Pendidikan Diniyah Formal, Satuan Pendidikan Muadalah, Ma’had Aly, serta berbagai bentuk pendidikan keagamaan pesantren nonformal lainnya.
Dosen Pascasarjana UNWAHA itu juga menambahkan, upaya penjaminan mutu tidak dimaksudkan untuk menyeragamkan seluruh sistem pendidikan pesantren. Sebaliknya, standar dasar yang dirumuskan menjadi acuan untuk memastikan setiap pesantren memiliki kualitas pendidikan yang terjamin dengan tetap mempertahankan kekhasan masing-masing.
Kepercayaan yang diterimanya sebagai anggota Majelis Masyayikh diperoleh melalui proses seleksi terbuka yang berlangsung pada Mei – Juni 2026. Beliau mengungkapkan bahwa tahapan seleksi meliputi persyaratan administrasi, penulisan esai, wawancara, hingga ujian membaca kitab kuning.
“Dari proses seleksi tersebut, ditetapkan 15 orang anggota untuk masa khidmat 2026-2031. Alhamdulillah, saya menjadi salah satu yang terpilih untuk mengemban amanah ini,” lanjut beliau.
Gus Wafi berharap, kepercayaan ini dapat memperluas kontribusi UNWAHA dalam meningkatkan mutu pendidikan pesantren di tingkat nasional, tanpa meninggalkan tradisi dan kekhasan keilmuan pesantren.
Red: Ibrahim