Author: admin
Aktivitas Petani Hidroponik Kini Makin Praktis dan Hemat Menggunakan Alat ini
Sistem otomasi pengelolaan tanaman hidroponik menggunakan perangkat elektronik yang kita kenal selama ini membutuhkan tenaga listrik agar perangkat tersebut dapat bekerja. Pasokan energi listrik akan menjadi masalah ketika terjadi pemadaman listrik atau lokasi perangkat yang jauh dari sumber listrik. Dari sisi efisiensi, penggunaan listrik yang terus menerus juga akan meningkatkan biaya operasional. Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah melainkan menggunakan air atau bahan berpori. Menanam dengan teknik ini perlu memperhatikan pemenuhan kebutuhan nutrisi tanaman. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sistem hidroponik perlu dimodifikasi agar lebih efisien, hemat, dan praktis. Misalnya dengan cara mengatur pemberian nutrisi sesuai kebutuhan tanaman melalui perancangan sistem hidroponik pasang surut otomatis menggunakan perangkat berbasis mikrokontroler ArduinoUno. Penggunaan perangkat tersebut difungsikan untuk mengontrol sistem penyiraman sesuai kebutuhan tanaman agar tidak boros listrik karena sirkulasi air menggunakan motor/pompa sebagai penggerak aliran air, pemanas buatan yang dikendalikan, dan panel surya sebagai pembangkit listrik. Menanam dengan hidroponik membutuhkan nutrisi yang tepat untuk dapat disalurkan oleh air ke dalam akar tanaman. Solusi yang ditawarkan yaitu dengan merancang sebuah pembangkit listrik tenaga surya (solar panel) untuk tanaman hidroponik. Kinerja panel surya dalam kondisi lingkungan tertentu dapat ditentukan dengan memantau langsung parameter output seperti arus, daya, dan tegangan. Dari hasil monitoring ini dapat diperoleh informasi apakah pemasangan panel surya sudah sesuai dan menghasilkan daya keluaran yang diinginkan. Baca Selengkapnya->>
Ketahui 8 Sifat Anak Didik Berikut, Membuat Anda Mengenali Karakter Anak Didik Menurut Hadits.
Dalam Islam, karakter dan sifat anak didik merupakan masalah fundamental untuk membentuk umat yang berkarakter, pembangunan karakter dibentuk dari pembinaan akhlaku karimah (akhlak yang baik). Fakta yang didapati pada zaman sekarang banyak sekali penyimpangan karakter yang mengakibatkan sifat buruk pada anak didik. Ini sangat bertentangan dengan syair-syair yang ada pada kitab Ta’lim mutaalim yang ditulis oleh syaikh Burhnuddin Az-Zarnuji. Dalam kitab ini tertulis beberapa karakter dan sifat pada anak didik, karena kitab ini khusus membahas tentang ilmu. Karakter dan sifat anak didik merupakan hal penting yang harus diperhatikan dalam mencari Sebab pada era 4.0 ini semua sudah beralih fungsi ke gadget mulai dari mencari pelajaran atau informasi, bermain dan berinteraksi, maka sebagai pendidik perlu menumbuhkan karakter dan sifat pada anak didik yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadist. Berikut sifat anak didik dalam analisis hadist diatas: (1) bersikap tawadhu’, (2) mempelajari ilmu yang terpuji (mahmudah), (3) mengurangi kecenderungan terhadap duniawi, (4) belajar secara bertahap, (5) memprioritaskan ilmu diniyah, (6) mengenal nilai pragmntis, (7) belajar dengan niat ibadah dalam rangka taqarrub kepada Allah SWT, dan (8) tunduk pada nasihat pendidik. Baca Selengkapnya->>