Author: Humas Unwaha
Pelatihan Kepenulisan Makalah, BEM FIP Bagikan Strategi Menulis Karya Ilmiah Berkualitas
Jombang – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) menggelar Pelatihan Penulisan Makalah, di Auditorium UNWAHA, Kamis (23/10/2024). Pelatihan yang mengusung tema “Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa dalam Penulisan Makalah Ilmiah yang Berkualitas” ini menyasar para mahasiswa baru di lingkungan FIP. Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Dekan FIP, M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mengatakan beberapa pesan penting kepada seluruh peserta. “Penulisan makalah yang sesuai dengan kaidah kepenulisan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi mahasiswa,” ujar beliau mengawali sambutannya. Beberapa di antaranya yaitu mengenai keterampilan perihal mencari sumber yang akurat. Sehingga para mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan literasi yang tinggi, seperti menulis dan membaca. “Kemudian kemampuan untuk memanajemen waktu, jangan memakai sistem kebut semalam. Selanjutnya yaitu kemampuan dalam mempresentasikannya (makalah, red),” pesan beliau. Sementara itu, Ketua BEM FIP, Mahrita Nur Kumala mengatakan, tujuan dengan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk memberikan pengetahuan bagi mahasiswa baru dalam menuliskan karya ilmiah yang baik. “Harapannya yaitu para peserta bisa menuliskan makalah dengan baik dan benar sesuai dengan apa yang disampaikan oleh narasumber,” harapnya. Sebagai informasi, pemateri dalam pelatihan kali ini yaitu Dosen UNWAHA, Faisol Hidayatulloh, S.Pd., M.Pd. Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil
BEM FE Tanamkan Kepedulian Sosial melalui Sambang LKSA
Jombang – Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi (FE) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) menggelar program kerja bertajuk Sambang Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), di LKSA Al-Istiqomah, Minggu (22/10/2024). Gubernur BEM FE, Famung Gangga mengungkapkan, program ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengalaman kepada pengurus BEM FE mengenai kepedulian sosial antar sesama. “Kegiatan sambang LKSA dilakukan untuk memberikan dukungan moral, hiburan, dan perhatian kepada anak-anak hebat yang berada di panti dan juga untuk mendukung para pengurus panti asuhan. Serta memperkuat ikatan sosial antara mereka dengan masyarakat,” ucapnya. Program yang bertemakan “Tebarkan Kepedulian dan Ciptakan Kebersamaan” ini dibingkai dengan bermacam jenis kegiatan. Seperti game, undian berhadiah, Ecoprint, dan makan bersama. Melalui Sambang LKSA ini, ia berharap dapat merangkul seluruh anak-anak yang membutuhkan. “Semoga dengan adanya kegiatan sambang LKSA ini, bisa meningkatkan rasa kepedulian kita kepada masyarakat sosial dan juga menciptakan rasa kebersamaan yang tinggi bagi anak-anak LKSA,” harap mahasiswa Prodi Manajemen tersebut. Sementara itu, Ketua Prodi Manajemen, Khotim Fadhli, M.Pd., mengapresiasi program yang dilaksanakan oleh pengurus BEM FE tersebut. Menurut beliau, program ini sebagai wujud hablum minannas yang diimplementasikan dengan baik. “Sikap-sikap toleransi dan kepedulian sosial merupakan karakter yang harus dimiliki oleh seorang mahasiswa. Semoga dengan adanya program ini dapat memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat dan khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi,” harap beliau. Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil
Upacara Hari Santri Nasional 2024: Civitas Akademika UNWAHA Refleksikan Peran Penting Santri dalam Sejarah Bangsa
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar upacara Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2024, di halaman Gedung Jokowi, Selasa (22/10/2024). Upacara ini diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan UNWAHA, para dosen, mahasiswa, dan juga tenaga kependidikan di lingkungan kampus. UNWAHA Jombang memiliki hubungan yang erat dengan peringatan Hari Santri Nasional. Sebagai salah satu kampus yang berada di bawah naungan lembaga pesantren, UNWAHA Jombang juga didirikan untuk meneruskan cita-cita KH. A. Wahab Hasbullah yang merupakan seorang tokoh pahlawan nasional dan juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I., yang bertindak sebagai pemnbina upacara kali ini. Beliau juga menyampaikan sejarah dan esensi dalam peringatan Hari Santri Nasional. “Latar belakang lahirnya peringatan Hari Santri ini bukan serta merta tanpa sebab. Salah satunya yaitu peran santri yang dipimpin oleh ulama dalam mempertahankan kemerdekaan pada waktu itu (pasca kemerdekaan, red),” ucap beliau dalam amanatnya. Peristiwa tersebut dikenal sebagai Resolusi Jihad, di mana para pendiri NU tepatnya pada 22 Oktober 1945 mengharuskan kepada setiap muslim untuk berjuang mempertahankan Kemerdekaan Indonesia. Sehingga dengan cikal bakal tersebut, pemerintah Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. “Ini merupakan penghormatan, pengakuan atas peran santri yang telah berusaha mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” imbuh beliau. Direktur Pascasarjana tersebut juga mengatakan, peringatan Hari Santri Nasional bukan hanya sekedar kegiatan ceremonial saja. Lebih dari itu, yaitu sebagai momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. “Oleh karen itu, kita semuanya sebagai seorang santri dan sekaligus anak ideologis tokoh pahlawan nasional, KH. Abdul Wahab untuk sepatutunya menjadikan momen ini untuk menanamkan dan menjalankan nilai-nilai sekaligus karakter religus dan nasionalis,” pesan beliau. Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil
Undang Pakar ITS, UNWAHA Gelar FGD Kiat-Kiat Menembus Kampus Bereputasi Unggul
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang “Kiat-Kiat Menembus Kampus Bereputasi Unggul” dengan menghadirkan pakar dan dosen Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Dr. Ir. Eko Nurmianto, M.Eng.Sc., di Ruang Rapat, Rabu (16/10/2024). Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. H. Fatkhullah, M.Pd.I., dan dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., Dekan Fakultas Agama Islam, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), dan beberapa Kaprodi di lingkungan UNWAHA Jombang. Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Dr. H. Fatkhullah, M.Pd.I., dalam sambutanya menyampaikan tujuan kegiatan tersebut yaitu untuk meningkatkan kualitas UNWAHA menuju pendidikan tinggi unggul. “terutama unggul di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” kata beliau. Selain itu, kegiatan ini diharapakan dapat menumbuhkan semangat bagi dosen dan mahasiswa untuk menciptakan atmosfir yang kondusif bagi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan kompetensi pelaksana atau penerapan hasil penelitian. “Agar para dosen dan mahasiswa bisa berhasil meraih hibah-hibah yang telah disiapkan oleh pemerintah melalui program Kemendikbudristek RI,” imbuh beliau. Program yang dimaksud di antaranya adalah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dengan mengimplementasikan hasil penelitian baik yang berorientasi pada masyarakat umum, industri, instansi pemerintahan, dan lain sebagainya. Wakil Rektor Bidang Kerjasama UNWAHA Jombang tersebut juga menegaskan, dalam waktu dekat para civitas akademika akan dilibatkan pada workshop-workshop mengenai peningkatan kompetensi di bidang penelitian dan pengabdian. “Dengan menghadirkan narasumber yang telah terbukti secara pengalaman dan kualitas penelitiannya, maka diharapakan dapat menggugah para civitas akademika UNWAHA untuk tidak bosan-bosannya berikhitiar dalam berkarya,” pungkas beliau. Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil
Rektor UNWAHA: Jadilah Orang Unggul dan Berkarakter Ulul Albab
Jombang – Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., resmi luluskan 623 sarjana pada Wisuda tahun 2024, di Gedung Serba Guna Hasbullah Sa’id, Minggu (13/10/2024). Dalam pidatonya, Rektor UNWAHA menyampaikan, idealisme yang slalu dipegang teguh oleh kampus yaitu menghantarkan para mahasiswa untuk dapat berguna bagi nusa, bangsa, dan agama. “Oleh karena itu, atas nama pimpinan berharap dan berdoa mudah-mudahan para sarjana betul-betul bermanfaat bagi umat manusia di dunia,” kata Rektor tersebut. Berkarakter Ulul Albab Beliau juga mengatakan, spirit yang ditanamkan oleh UNWAHA Jombang yaitu menjadi Ulul Albab. Yang di dalam setiap lakunya, secara terus-menerus berdzikir, berfikir, dan beramal saleh. “Apabila semangat ini menjadi pedoman dan arahan untuk hidup kita, maka insyaallah seluruh lulusan UNWAHA Jombang akan menjadi orang-orang unggul, orang-orang panutan bagi semua,” imbuh beliau. Menyiapkan SDM Unggul Menuju Indonesia Emas 2045 Tema yang diusung pada wisuda kali ini yaitu, “Menyiapkan Sumber Daya Manusia Unggul Menuju Indonesia Emas Tahun 2045”. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rektor UNWAHA Jombang, para lulusan yang sejatinya merupakan kelompok terpelajar dituntut untuk mampu berperan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Sehingga anda semua harus memiliki keunggulan, kecakapan, dan kedalaman spiritual,” lanjut Rektor. Di akhir pidatonya, beliau berharap kepada seluruh wisudawan agar tidak hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan saja. Melainkan juga karakter yang mulia dan kepekaan sosial. “Saya juga berpesan kepada seluruh wisudawan untuk terus belajar, jangan berhenti berikhtiar dan berdoa. Terakhir, jagalah nama baik almamater tercinta kita,” pungkas beliau. Sebagai informasi, UNWAHA Jombang tahun ini berhasil menghantarkan 622 mahasiswa terbaiknya yang berasal dari lima Fakultas. Di antara ratusan sarjana tersebut, sebanyak lima orang dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Yaitu, Mirza Muhammad Husain Isfahani, S.Pd. dengan IPK. 3,91 (FAI), Rindhi Dwi Fibrianti, S.Kom., dengan IPK. 3,85 (FTI), Siti Yulia Wati, S.Pd. dengan IPK. 3,83 (FIP), Supriono, S.M. dengan IPK. 3,85 (FE), selanjutnya, Annisa’ Khurun ‘Ain Fauziah, S.P. dengan IPK. 3,87 (FP). Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil.
623 Mahasiswa UNWAHA Berganti Status Jadi Sarjana
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar prosesi wisuda tahun 2024, di Halaman Gedung Serba Guna Hasbullah Sa’id Tambakberas, Minggu (13/10/2024). Pada wisuda kali ini, UNWAHA Jombang berhasil mengukuhkan 623 mahasiswa menjadi sarjana. Rektor UNWAHA Jombang, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., berharap agar para lulusan dapat berkontribusi dan mampu berperan salam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Saya juga berpesan kepada anda semua untuk terus belajar, jangan berhenti di tahap ini. Tetap hormat dan berbaktilah kepada orang tua, dan yang terpenting jagalah nama baik alamamater kita,” ucap Rektor dalam pidatonya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Nyai. Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., dalam sambutannya. Di mana para sarjana diharapkan menjadi pribadi yang senantiasa mencerminka semangat pengabdian sebagaimana yang diajarkan oleh KH. A. Wahab Hasbullah. “Teruslah berusaha untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul. Yang tidak hanya mencari kesuksesan pribadi tetapi juga memberikan konteibusi nyata bagu kemajuan bangsa dan negara,” pesan beliau. UNWAHA Jombang, tahun ini berhasil menghantarkan 623 mahasiswa terbaiknya yang berasal dari lima Fakultas. Adapun rincian total wisudawan dari setiap fakultas; Fakultas Agama Islam (FAI) sebanyak 341, Fakultas Teknologi Informasi (FTI) 91, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 57, Fakultas Ekonomi (FE) sebanyak 87, dan Fakultas Pertanian (FP) sebanyak 47 wisudawan. Di antara ratusan sarjana tersebut, sebanyak lima orang dikukuhkan sebagai wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Yaitu, Mirza Muhammad Husain Isfahani, S.Pd. dengan IPK. 3,91 (FAI), Rindhi Dwi Fibrianti, S.Kom., dengan IPK. 3,85 (FTI), Siti Yulia Wati, S.Pd. dengan IPK. 3,83 (FIP), Supriono, S.M. dengan IPK. 3,85 (FE), selanjutnya, Annisa’ Khurun ‘Ain Fauziah, S.P. dengan IPK. 3,87 (FP). Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil.
Pengumuman Libur Perkuliahan dalam Rangka Launching Buku & Pelaksanaan Wisuda
Sehubung dengan adanya kegiatan Dialog & Launching Buku KH. A. Wahab Hasbullah yang akan dilaksanakan pada Sabtu, (12/10/2024) dan Wisuda Sarjana Tahun Akademik 2023/2024 pada Minggu, (13/10/2024). Maka dengan ini disampaikan bahwa perkuliahan pada hari tersebut diliburkan. Demikian pengumuman ini disampaikan, atas perhatiannya terimakasih. File pengumuman dapat diunduh di link berikut: Pengumuman Libur Kuliah.
Meneladani Rasulullah Sebagai Uswatun Hasanah
Jombang – Sebagai umat Islam sudah sepatutnya kita meneladani akhlak dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Kehidupan dan ajaran beliau adalah sumber bimbingan dan insprirasi kita dan dikenal sebagai bentuk dari Uswatun Hasanah. Teladan Terbaik Direktur Islamic Center Unwaha, Dr. H. Muhammad Anshori, M.Pd.I., menyampaikan alasan mengapa Nabi Muhammad SAW memiliki gelar sebagai uswatun hasanah (teladan terbaik, red) itu sendiri. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Ahzab:21. لقد كان لكم فى رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجواالله واليوم الأخر وذكرالله كثير Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah. “Keteladanan yang harus kita contoh dari beliau adalah akhlak-akhlaknya. Yang namanya uswah itu adalah pribadi yang mulai kecil sudah dibentuk sedemikian rupa sampai beliau dewasa semuanya terjaga,” lanjut Bapak Anshori, sapaan akrab beliau. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Adh-Dhuha:3 ما ودّعك ربّك وما قلى Artinya:Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu. “Beliau (Nabi Muhammad) walaupun sejak kecil ditinggal oleh orang tuanya, pertama oleh abahnya kemudian ibundany saat masih berumur 6 tahun. Tetapi Allah tidak membiarkan beliau begitu saja,” lanjut Bapak Anshori. Masih dalam cerita latar belakang masa kecil Nabi Muhammad SAW. Ketika beliau lahir dan besar di lingkungan masyarakat jahiliyah. ”Pada saat semuanya, di zaman itu masyarakat menyembah berhala, kegiatan-kegiatan negatif seperti pesta-pesta. Kanjeng Nabi tidak pernah terjerumus ke lingkungan semacam itu,” katanya. Meneladani Proses Ala Nabi Muhammad Meskipun Nabi Muhammad SAW merupakan manusia teristimewa di hadapanNya. Beliau tetaplah menjalankan segala sesuatu dengan berbagai proses. “Nabi tidak pernah diam, beliau selalu produktif dalam berdakwah, mendidik, dan membina umatnya sebagai uswatun hasanah,” ujar Bapak Anshori. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran Surat Adh-Dhuha:7. ووجدك ضآلاّ فهدى Artinya: mendapatimu sebagai seseorang yang tidak tahu (secara syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu). “Itulah nilai-nilai yang barangkali perlu kita pahami, tidak ada yang namanya instan dalam menggapai sesuatu,” pungkasnya. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Unwaha Gelar Sholawat Bersama
Jombang – Dalam rangka memperingati kelahiran (maulid) Nabi Muhammad SAW, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) ajak civitas akademika gemakan sholawat, di halaman Kampus Unwaha, Minggu (6/10/2024). Kegiatan dibuka dengan acara do’a dan tahlil yang dipimpin oleh Direktur Islamic Center Unwaha, Dr. H. Muhammad Anshori, M.Pd.I. Dilanjutkan dengan sambutan Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan tentang esensi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. “Pada kegiatan ini, kita tidak hanya mengingat ataupun merayakan kelahiran nabi. Tetapi juga kita belajar bagaimana bisa meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah beliau,” kata Rektor Unwaha tersebut. Beliau juga mengungkapkan, kegiatan tersebut juga merupakan suatu forum silaturahim bagi seluruh civitas akademika Unwaha. “Dan melalui peringatan Maulid Nabi ini, kita sekaligus dapat meningkatkan iman dan taqwa kita,” harap beliau. Kegiatan dilanjut dengan pembacaan sholawat yang dipandu oleh Jam’iyah Pecinta Sholawat (JPS) Jombang. Dan juga penyampaian mauidloh hasanah oleh KH. Muhammad Khoiril Anam, S.H.I., M.PD.I. Kegiatan yang bertajuk “Unwaha Bersholawat” ini tidak hanya dihadiri oleh civitas akademika Unwaha Jombang saja, melainkan masyarakat sekitar juga turut memeriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil
Hadirkan Dr. Fahruddin Faiz, Bincang “Santri Berfilsafat”
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menghadirkan Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag., sebagai pembicara Kuliah Umum “Santri Berfilsafat”, di Auditorium, Minggu (6/10/2024). Kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Unwaha, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Dalam sambutannya, beliau mengingatkan pentingnya ilmu filsafat dalam kehidupan. “Filsafat adalah satu bidang ilmu pengetahuan yang di dalamnya terdapat kegiatan perenungan untuk berpikir. Kemudian apa yang kita pikirkan itu menjadi suatu pengetahuan di mana semuanya menuju kepada kebenaran yang hakiki,” ucap beliau. Menurut beliau, suatu kebenaran tersebut tidak bisa dibatasi oleh kemampuan dan pengalama. seorang manusia. Kendati demikian, di tengah perkembangan saat ini, terdapat suatu tools yang dapat digunakan untuk memastikan suatu kebenaran tersebut. “Tools (alat, red) ini adalah IPTEKS, sehingga kedepannta, bagaimana kita bisa memanfaatkan tools ini untuk lebih jauh memahami dan menemukan kebenaran,” jelas Rektor Unwaha. Beliau juga berharap, dengan diselenggarakannya kuliah umum tersebut, para peserta dapat mengambil perspektif baru terkait perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya bagi para santri. “Harapan kami, dalam mengikuti perkuliahan umum ini tidak hanya memahami tentang filsafat, tetapi bagaimana kita bisa mengimplementasikannya dalam mencari kebenaran. Dan tema kali ini sangat relevan bagi Unwaha,” pungkas Prof. Gatot. Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian kuliah umum oleh Dr. Fahruddin Faiz, M.Ag., dan dipandu oleh Dosen Unwaha, Irwan Ahmad Akbar, M.A. Sebagai pembuka, Penulis dan juga seorang Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut menjelaskan terkait tema besar yang diusung pada Kuliah Umum kali ini. Menurut beliau, santri dan filsafat memiliki kaitan yang sangat erat. Hal ini dapat diketahui dari istilah dan definisi dari kata santri itu sendiri. “Bagi saya, istilah santri sudah sangat dekat dengan filsafat. Banyak orang yang bilang, akar kata santri (dalam Bahasa Sanskerta) adalah sashtri, dan ada juga istilah (bahasa) Jawa Kuno cantrik,” jelas Bapak Faiz, sapaan akrab beliau. Jika diartikan, kata shastri yaitu suatu hikmah. Sedangkan cantrik adalah sebuah khidmat. “Dan hikmah itu dipakai oleh sebagian ulama sebagai padanan kata sebagai filsafat. Sedangkan khidmat dalam hal ini, tentu saja kalau di pesantren khidmatnya santri adalah kepada ilmu, kiyai, dan nanti ketika pulang yaitu kepada masyarakat,” kata beliau. Kegiatan berjalan dengan lancar dan para peserta mengikuti diskusi dengan antusias. Sebagai informasi, kuliah umum kali ini dihadiri oleh sebanyak 300 lebih civitas akademika di lingkungan Unwaha Jombang. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil