Author: Humas Unwaha
Fakultas Ekonomi UNWAHA Siapkan Uji Kompetensi bagi Calon Lulusan
Fakultas Ekonomi UNWAHA Jombang menyiapkan pelaksanaan Uji Kompetensi bagi mahasiswa semester 8 melalui koordinasi dengan UPT BLK Jombang. Jombang – Fakultas Ekonomi Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang melakukan koordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis UPT Balai Latihan Kerja ( UPT BLK) Jombang pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Uji Kompetensi bagi mahasiswa semester 8 sebagai calon lulusan. Kedatangan perwakilan Fakultas Ekonomi UNWAHA diterima oleh Kepala Seksi Pelatihan dan Sertifikasi UPT BLK Jombang, Eko Putro Harpiy, S.H., yang mewakili Kepala UPT BLK Jombang. Dalam kesempatan tersebut, Eko menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi UNWAHA atas langkah yang dilakukan dalam menyiapkan sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa. Beliau juga menyambut baik rencana kerja sama tersebut. “Kami menyambut baik kerja sama ini dan berharap dapat terus berlanjut, khususnya dalam pemberian sertifikasi kompetensi,” ungkapnya. Uji Kompetensi Fakultas Ekonomi UNWAHA dijadwalkan berlangsung dalam beberapa tahap. Pelatihan akan dilaksanakan pada 20 sampai 21 Juni 2026, sedangkan ujian akan dilaksanakan pada 28 Juni 2026. Kegiatan ini wajib diikuti oleh mahasiswa semester delapan sebagai salah satu bentuk penguatan kesiapan lulusan sebelum memasuki dunia kerja. Adapun skema yang disiapkan meliputi Digital Marketing, Akuntansi Yunior, dan Pelayanan Prima. Kaprodi Manajemen, Khotim Fadhli, M.Pd., menyampaikan bahwa Uji Kompetensi ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing lulusan. “Mahasiswa perlu memiliki bekal akademik sekaligus pengakuan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Melalui skema yang tersedia, kami berharap calon lulusan Fakultas Ekonomi UNWAHA memiliki nilai tambah saat memasuki dunia profesional,” jelasnya. Beliau menambahkan, kerja sama dengan UPT BLK Jombang diharapkan dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa secara berkelanjutan. “Fakultas Ekonomi berkomitmen untuk menghadirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis sesuai kebutuhan dunia kerja,” pungkas Kaprodi Manajemen itu. Red: Ibrahim
UNWAHA Jombang Jadi Ruang Temu Kebudayaan Indonesia dalam Muktamar Lesbumi NU 2026
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar Kebudayaan Indonesia Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) NU 2026 pada Jumat hingga Minggu (12–14/6/2026). Kegiatan bertema “Kembali ke Akar” ini menjadi ruang perjumpaan antara tokoh, pelaku budaya, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat. Muktamar tersebut tidak hanya menghadirkan agenda seremonial. Beragam kegiatan dirancang untuk mempertemukan gagasan kebudayaan dengan seni pertunjukan, tradisi, ekonomi kreatif, dan kehidupan masyarakat. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat UNWAHA, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan akan berlangsung selama tiga hari di lingkungan kampus UNWAHA Jombang. “Muktamar Kebudayaan Indonesia Lesbumi NU 2026 akan dilaksanakan pada 12 hingga 14 Juni 2026. Kegiatan ini terbuka sebagai ruang bersama untuk mengenal, menikmati, dan memaknai kembali kekayaan budaya Indonesia,” jelas Rohmat. Menghadirkan Tokoh Nasional dan Ulama Agenda ini akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan ulama. Tokoh yang dijadwalkan hadir di antaranya Dr. Ahmad Muzani, KH. Yahya C. Staquf, KH. Afifuddin Muhajir, KH. Yusuf Chudlori, KH. Ulil Abshar Abdalla, KH. Imam Jazuli, dan Sabrang M. Damar Panuluh. Kehadiran berbagai tokoh tersebut memperkuat posisi muktamar sebagai forum kebudayaan yang tidak hanya berisi pertunjukan seni. Kebudayaan dibahas sebagai bagian penting dari kehidupan sosial, pendidikan, tradisi keagamaan, dan penguatan identitas kebangsaan. Tema “Kembali ke Akar” mengajak masyarakat untuk melihat kembali nilai-nilai budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Akar budaya tidak ditempatkan sebagai peninggalan masa lalu semata, tetapi sebagai pijakan untuk menghadapi perkembangan zaman. Dari Pameran Pusaka hingga Pertunjukan Seni Rangkaian kegiatan akan dimeriahkan oleh pameran pusaka, kaligrafi, kerajinan, bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kuliner, serta multiproduk. Menurut Rohmat, pameran dan bazar tersebut menjadi bagian penting dari muktamar karena kebudayaan juga hidup melalui kreativitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal. “Kami ingin menghadirkan kebudayaan dalam bentuk yang dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Beragam seni pertunjukan juga akan ditampilkan selama kegiatan. Agenda tersebut meliputi sholawat, banjari, parade puisi, Tari Songket, Tari Sufi, Tari Topeng Kaliwungu, besut, kentrung, pertunjukan band, seni pencak silat bantengan, wayang orang, dan wayang kulit. Penampilan Cak Sodiq turut dijadwalkan untuk memeriahkan rangkaian kegiatan. Kehadiran seni tradisional dan hiburan populer dalam satu ruang menunjukkan luasnya ekspresi budaya Indonesia. Kampus sebagai Ruang Kebudayaan Penyelenggaraan muktamar di UNWAHA menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya. Kampus tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan akademik, tetapi juga ruang dialog antara pengetahuan, tradisi, dan masyarakat. Mahasiswa dapat melihat kebudayaan secara lebih dekat melalui pameran, diskusi, dan pertunjukan seni. Pengalaman tersebut penting agar generasi muda tidak hanya mengenal budaya sebagai teori, tetapi juga memahami nilai dan praktiknya dalam kehidupan nyata. “UNWAHA menyambut baik penyelenggaraan kegiatan ini. Kami berharap muktamar dapat menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat kepedulian masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kekayaan budaya Indonesia,” tambah Rohmat. Red: Ibrahim
Mahasiswa Pendidikan Fisika UNWAHA Dalami Sains Atmosfer dan Meteorologi Penerbangan di BMKG Juanda
Sidoarjo – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang mempelajari penerapan ilmu fisika dalam sistem pengamatan cuaca di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Kamis (4/6/2026). Melalui kegiatan ini, mahasiswa memahami bahwa fisika tidak hanya dipelajari melalui persamaan di ruang kelas, tetapi juga diterapkan untuk mendukung keselamatan penerbangan dan pelayanan informasi bagi masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Pendidikan Fisika UNWAHA yang menempuh Mata Kuliah Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Beberapa dosen yang turut mendampingi di antaranya, Suci Prihatiningtyas, S.Si., M.Pd., Ino Angga Putra, M.Pd., dan Novia Ayu Sekar Pertiwi, S.Si., M.Pd. Ketua Program Studi Pendidikan Fisika, Suci Prihatiningtyas, S.Si., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari pembelajaran yang menghubungkan konsep ilmiah dengan praktik lapangan. “Melalui kunjungan ke BMKG Juanda, mahasiswa tidak hanya memahami konsep atmosfer, cuaca, dan iklim secara teoritis. Mereka juga melihat secara langsung bagaimana ilmu fisika diterapkan dalam sistem pengamatan dan prediksi cuaca yang sangat penting bagi keselamatan dan kehidupan masyarakat,” ungkapnya. Memahami Fisika melalui Fenomena Nyata Dalam sesi pemaparan materi, Shanas Septy Prayuda dari Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda memperkenalkan profil BMKG serta memberikan wawasan mengenai fenomena cuaca, iklim, dan gempa bumi. Sesi ini menjadi landasan bagi mahasiswa sebelum mengamati secara langsung instrumen meteorologi yang digunakan di lapangan. Diskusi berlangsung interaktif. Mahasiswa mengeksplorasi peran strategis BMKG dalam menyediakan data meteorologi yang akurat, termasuk keterkaitannya dengan kebutuhan masyarakat dan pengambilan keputusan di sektor penerbangan. Puncak kegiatan berlangsung di Taman Alat Meteorologi. Dengan panduan prakirawan Trya Chandra Meilusiani, mahasiswa mengamati berbagai instrumen yang digunakan untuk membaca kondisi atmosfer. Pengamatan langsung tersebut membantu mahasiswa memahami bahwa setiap informasi cuaca dihasilkan melalui proses ilmiah yang sistematis dan didukung oleh ketelitian pengukuran. Menguatkan Kompetensi Calon Pendidik Fisika Lebih lanjut, Kaprodi Pendidikan Fisika mengatakan, kuliah lapang ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE). Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam melakukan observasi ilmiah, menganalisis data, dan menghubungkan teori dengan persoalan nyata. “Selain itu, pengalaman lapangan seperti ini penting untuk menumbuhkan sikap ilmiah, rasa ingin tahu, serta kepedulian terhadap isu-isu kebumian dan lingkungan,” imbuhnya. Pengalaman tersebut memiliki arti penting bagi mahasiswa sebagai calon pendidik fisika. Guru tidak cukup hanya menjelaskan rumus dan teori. Guru juga perlu menghadirkan pembelajaran yang kontekstual agar peserta didik memahami hubungan antara sains, teknologi, lingkungan, dan kehidupan sehari-hari. Melalui kuliah lapang ini, Program Studi Pendidikan Fisika UNWAHA memperkuat komitmennya dalam menyiapkan calon pendidik yang mampu mengajarkan fisika secara relevan, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran abad ke-21. Red: Ibrahim
UNWAHA Tegaskan Komitmen Perjuangkan Reformasi Tata Kelola Pendidikan Tinggi di Forum Nasional-Internasional UB
Malang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menegaskan komitmennya dalam mendukung reformasi tata kelola pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif pada kegiatan “Sarasehan Nasional-Internasional Reformasi Tata Kelola Pendidikan Tinggi Berbasis Deliberatif” yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya, Senin (4/5/2026), di Auditorium Nuswantara FISIP UB. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah di Indonesia serta Anggota DPR RI sebagai forum strategis untuk membahas arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, khususnya terkait pemerataan dukungan pemerintah terhadap perguruan tinggi. Dalam forum tersebut, delegasi dari UNWAHA yaitu Kepala Biro Kerja Sama, Mazidatul Faizah, yang hadir mewakili Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Dr. Mohammad Fatchulloh. Mazidatul Faizah mengungkapkan bahwa sarasehan menjadi wadah penyampaian aspirasi bersama dari berbagai perguruan tinggi terkait tantangan yang saat ini dihadapi dunia pendidikan tinggi, terutama bagi perguruan tinggi swasta (PTS). “Forum ini diikuti PTN dan PTS se-Indonesia. Banyak keresahan yang disampaikan bersama, terutama terkait pergeseran anggaran pendidikan tinggi dalam beberapa tahun terakhir. Dalam forum tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang akan diajukan kepada DPR RI dan diteruskan kepada Presiden terkait pemerataan anggaran pendidikan tinggi,” ujarnya. Ia menambahkan, PTS saat ini menghadapi tantangan yang semakin dinamis, mulai dari persoalan administratif hingga perubahan pola pilihan masyarakat terhadap sistem pendidikan berbasis daring. “Harapannya pemerintah lebih memberikan perhatian kepada PTS dan tidak mempersulit proses administrasi seperti akreditasi. Saat ini banyak mahasiswa lebih memilih kuliah online. Hal ini menjadi tantangan bagi PTS yang tetap menyelenggarakan tridharma perguruan tinggi secara luring,” tambahnya. Melalui keikutsertaan dalam forum nasional-internasional tersebut, UNWAHA berharap lahirnya regulasi yang lebih adaptif dan berpihak kepada penguatan perguruan tinggi swasta agar mampu terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. “UNWAHA berharap pertemuan ini dapat menghasilkan kebijakan yang memberikan keberpihakan lebih besar kepada PTS sehingga mampu berkembang dan berkontribusi lebih optimal bagi pendidikan nasional,” pungkasnya. Red: Ibrahim
Pascasarjana UNWAHA Gelar Workshop Penulisan Artikel Ilmiah, Dorong Publikasi di Jurnal Bereputasi
Jombang – Pascasarjana Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas publikasi ilmiah melalui kegiatan Workshop Mastering The Art of Publication yang digelar pada Sabtu (24/5/2026) di Auditorium UNWAHA. Kegiatan tersebut mengusung tema “Bedah Tuntas Teknik Penulisan Artikel Standar Q1 dan Sinta 2”. Workshop ini diikuti oleh dosen, mahasiswa pascasarjana, serta peneliti dari berbagai instansi. Kegiatan tersebut menjadi ruang akademik untuk memperkuat kapasitas penulisan artikel ilmiah yang memenuhi standar jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Rektor UNWAHA, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi dalam sambutannya menegaskan bahwa publikasi ilmiah merupakan salah satu indikator penting dalam penguatan mutu perguruan tinggi. “Kemampuan menulis dan mempublikasikan hasil riset pada jurnal bereputasi harus menjadi budaya akademik yang terus dikembangkan di lingkungan kampus kita,” ucap Prof. Gatot. Beliau juga mendorong sivitas akademika UNWAHA untuk terus meningkatkan produktivitas penelitian dan publikasi. “Hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan masyarakat,” pesan beliau. Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alalul Huda menyampaikan, workshop tersebut dirancang sebagai forum pembelajaran praktis bagi peserta dalam memahami strategi publikasi ilmiah yang efektif dan sesuai standar jurnal bereputasi. Pada sesi utama, peserta mendapatkan pemaparan materi dari Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Husniyatus Salamah. Dalam penyampaiannya, beliau membedah secara komprehensif teknik penyusunan artikel ilmiah mulai dari penentuan novelty penelitian, strategi penulisan abstrak dan pembahasan, pemetaan referensi, hingga teknik memilih jurnal yang sesuai dengan scope penelitian. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai kesalahan umum yang kerap menyebabkan artikel ditolak oleh jurnal bereputasi. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, telaah contoh artikel, serta praktik penyusunan kerangka artikel ilmiah. Red: Ibrahim
Mahasiswa UNWAHA–UINSA Kolaborasi Teliti Kepuasan Anggota BMT
Jombang – Kolaborasi akademik antara mahasiswa Manajemen Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menghasilkan penelitian kolaboratif yang berfokus pada kualitas pelayanan koperasi syariah. Melalui riset tersebut, para mahasiswa menghadirkan kajian ilmiah yang menjadi bahan evaluasi strategis bagi pengembangan pelayanan KSPPS BMT NU Jombang Wilayah Kesamben. Penelitian bertajuk “Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Anggota di KSPPS BMT NU Jombang Wilayah Kesamben” itu dilakukan oleh tim mahasiswa lintas kampus yang terdiri atas Tasykiylah Nuril Maulidiyah, Indah Nur Suryani, Khotimatul Kusnah, dan Ernita Lailatul Hikmah dari UNWAHA Jombang, serta Moh. Rosid Ridho, Rizal Ghani, Muchammad Syihabul Millah, dan Muhammad Ali Mashuri dari UINSA Surabaya. Hasil penelitian tersebut diserahkan secara resmi dalam rangkaian Harlah ke-13 KSPPS BMT NU Jombang di Ballroom Hotel Azana Jombang, Minggu (24/5/2026). Kehadiran riset mahasiswa dalam agenda tersebut menjadi bukti adanya sinergi antara dunia akademik dan praktik kelembagaan dalam membangun tata kelola koperasi syariah yang lebih profesional dan berbasis data. Mahasiswa Manajemen UNWAHA, Tasykiylah Nuril Maulidiyah, menjelaskan bahwa tim peneliti melakukan pengumpulan data melalui pendekatan kuantitatif dengan mengukur persepsi anggota terhadap pelayanan yang diberikan oleh BMT NU Jombang Wilayah Kesamben. “Berdasarkan hasil pengolahan data penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kepuasan anggota. Artinya, semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan oleh pihak BMT NU Jombang Wilayah Kesamben, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan anggota terhadap layanan yang diterima,” ujar mahasiswi yang akrab disapa Dea itu. Temuan tersebut menjadi masukan penting bagi pengembangan pelayanan BMT NU Jombang agar mampu terus meningkatkan kualitas layanan yang profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan anggota. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga masyarakat mampu menghadirkan kontribusi nyata melalui pendekatan ilmiah yang aplikatif. Keterlibatan mahasiswa UNWAHA Jombang dalam penelitian kolaboratif ini menjadi bukti bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pembelajaran teoritis, tetapi juga sebagai motor pengembangan keilmuan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui riset terapan seperti ini, mahasiswa didorong untuk menghadirkan solusi akademik yang relevan dan berdampak langsung bagi penguatan kelembagaan berbasis masyarakat. Sementara itu, Ketua BMT NU Jombang, H. Khoirul Anam, menilai penyerahan hasil riset tersebut menjadi simbol keseriusan lembaga dalam membangun tata kelola berbasis ilmu pengetahuan. Ia menegaskan bahwa tantangan lembaga keuangan syariah ke depan akan semakin kompleks sehingga diperlukan keterbukaan terhadap evaluasi dan pengembangan keilmuan. “Kita fokus evaluasi dan memperbanyak ilmu agar mampu menghadapi tantangan ke depan,” ujarnya. Red: Ibrahim
UNWAHA Perkuat Kapasitas Kehumasan dan Protokoler melalui Workshop LLDIKTI Wilayah VII 2026
Sidoarjo – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang terus memperkuat kualitas layanan kelembagaan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan dan protokoler. Komitmen tersebut diwujudkan dengan keikutsertaan UNWAHA dalam Workshop Protokoler bagi Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2026 yang diselenggarakan pada Kamis (21/5/2026), di Universitas Anwar Medika. Pada kegiatan yang diinisiasi oleh LLDIKTI Wilayah VII tersebut, UNWAHA diwakili oleh Kepala Bagian Humas, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. Workshop ini diikuti oleh berbagai perwakilan perguruan tinggi swasta di Jawa Timur sebagai forum penguatan kompetensi kehumasan, tata protokoler, dan komunikasi publik di lingkungan pendidikan tinggi. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VII, Dyah Sawitri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa fungsi protokoler di perguruan tinggi harus terintegrasi dalam seluruh pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. “Protokoler tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola, profesionalitas, dan citra institusi,” katanya. Materi workshop menghadirkan Kepala Humas dan Protokoler Universitas Airlangga, Pulung Siswantara, yang memaparkan pentingnya sinergi antara humas dan protokoler dalam mendukung reputasi perguruan tinggi. Ia menjelaskan bahwa humas memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi publik dan citra institusi, sementara protokoler memastikan tata tempat, tata upacara, dan tata penghormatan berjalan sesuai ketentuan. “Insan humas dan protokoler dituntut menjadi pihak yang paling memahami institusinya, mulai dari mengenali tamu, memahami kebutuhan pimpinan, mengatur tata tempat, hingga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib, lancar, dan bermartabat. Keberhasilan sebuah kegiatan, lanjutnya, tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh ketepatan tata kelola serta kemampuan mengantisipasi berbagai dinamika di lapangan,” ungkapnya. Selain itu, materi mengenai public speaking disampaikan oleh Imam Fawaid. Ia menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan publik merupakan kompetensi penting bagi insan humas dan protokoler perguruan tinggi. Kemampuan komunikasi yang efektif dinilai mampu meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memperkuat citra positif institusi. “Komunikasi publik harus mampu menginformasikan, menjelaskan, meyakinkan, menghibur, sekaligus memengaruhi audiens secara positif. Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan unsur-unsur komunikasi seperti pilihan kata, intonasi suara, energi, bahasa tubuh, hingga kemampuan membangun umpan balik dengan audiens,” jelasnya. Sebagai peserta dan bagian yang bertanggung jawab dalam hal ini, Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd., menjelaskan bawah Humas UNWAHA berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalitas layanan kehumasan dan protokoler kampus. “Penguatan kapasitas tersebut diharapkan dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan akademik maupun nonakademik secara lebih tertib, profesional, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat citra positif UNWAHA di tengah masyarakat,” tuturnya. Red: Rohmat HidayatEditor: Ibrahim
Pengumuman Pelaksanaan UAS Genap 2025/2026
Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bahwa pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Tahun Akademik 2025/2026 dilaksanakan pada tanggal 20-25 Juni 2026. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada surat pengumuman berikut: Pengumuman UAS Genap 2025/2026.
Gandeng Polsek Megaluh, HMP PAI Gelar Seminar Kenakalan Remaja
Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Seminar Kenakalan Remaja bertema “Kenakalan Remaja di Era Modernisasi” di Balai Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Sabtu (17/5/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ps. Kanit Binmas Polsek Megaluh, Aiptu Bambang Herdayana sebagai pemateri. Kegiatan yang diikuti oleh pemuda Desa Pacarpeluk ini bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap dampak kenakalan remaja di tengah perkembangan zaman dan media digital. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Ketua BEM UNWAHA Jombang, Ridho Danu Muslikham. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Pacarpeluk, Ibu Diah Kusnowati. Beliau menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial generasi muda saat ini. “Remaja hari ini hidup di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat. Jika tidak dibarengi dengan kesadaran moral dan lingkungan yang baik, maka berbagai bentuk kenakalan remaja dapat dengan mudah muncul dan memengaruhi masa depan generasi muda,” ujarnya. Memasuki agenda inti seminar, Aiptu Bambang Herdayana menyampaikan pentingnya peran keluarga, lingkungan, serta kesadaran pribadi dalam menjaga perilaku remaja di era modernisasi. “Generasi muda harus mampu memilih lingkungan yang baik dan bijak dalam menggunakan media sosial dan bergaul. Jangan sampai pergaulan dan teknologi justru membawa kita pada tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” jelasnya. Beliau juga menegaskan bahwa kenakalan remaja bukan hanya persoalan pelanggaran hukum, tetapi juga berkaitan dengan menurunnya kesadaran moral, disiplin, dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda. Melalui kegiatan ini, HMP PAI berharap seminar tidak hanya menjadi ruang penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan refleksi bersama agar generasi muda mampu tumbuh menjadi pribadi yang lebih sadar, bertanggung jawab, dan berakhlak baik. Kegiatan berlangsung dengan antusias dan ditutup dengan sesi diskusi interaktif bersama peserta seminar. Red: HarisEditor: Ibrahim
Mau Tembus Jurnal Bereputasi? Yuk Ikuti Workshop Ini!
Jombang – Mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal bereputasi menjadi impian banyak mahasiswa, dosen, dan peneliti. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang akan menggelar workshop bertema “Mastering The Art of Publication: Bedah Tuntas Teknik Penulisan Artikel Standar Q1 dan SINTA 2”, pada Minggu, (24/5/2026), bertempat di Auditorium UNWAHA. Narasumber pada workshop ini di antaranya, Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng., dan Direktur Pascasarjana, Dr. Saihul Atho Alalul Huda, M.Pd.I. Selain itu, UNWAHA Jombang mengundang Guru Besar Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag., sebagai narasumber utama. Melalui kegiatan ini, peserta akan memperoleh E-sertifikat, materi seputar teknik menulis artikel ilmiah yang baik, cara memilih jurnal yang sesuai, hingga tips agar artikel memiliki peluang lebih besar diterima di jurnal bereputasi. Kuota terbatas!Buruan, jangan tinggalkan kesempatan ini dengan melakukan pendaftaran melalui link berikut: Pendaftaran: Mastering The Art of PublicationNarahubung: Teguh /KhusnulHTM: 50K Red: IndiEditor: Ibrahim