Category: Agenda
Sosialisasi Kebijakan PAK LLDikti Wilayah VII Jawa Timur Angkatan 9 di Unwaha Jombang
Jombang – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII Jawa Timur (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur menggelar Sosialisasi Kebijakan Penilaian Angka Kredit (PAK) Angkatan 9, di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Senin (22/7/2024). Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi serta meningkatkan profesionalitas dosen di lingkungan LLDikti VII Jawa Timur. Ditunjuk sebagai tuan rumah, Unwaha Jombang menyambut baik gelaran sosialisasi tersebut. Seperti yang diketahui, kegiatan ini diikuti oleh 26 universitas atau perguruan tinggi se-Jombang Raya dan sekitarnya. “Kami sampaikan terimakasih kepada LLDikti VII yang telah menunjuk Unwaha Jombang sebagai tuan rumah kegiatan ini. Ini salah satu bentuk kepercayaan kepada kami. Mohon maaf jika selama kegiatan berlangsung, terdapat sesuatu yang kurang pas. Semoga bapak ibu betah hingga acara ini selesai,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd., mewakili Rektor Unwaha Jombang. Sementara itu, mewakili Kepala LLDikti Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah. Sawitri, SE., MM., Kepala Bagian Umum, dr. Ivan Rovian, M.Kp., menyampaikan terimakasihnya kepada Unwaha Jombang atas kolaborasi sinergitas program di lingkungan LLDikti Wilayah VII. Mengawali sambutannya, beliau menyampaikan beberapa poin yang menjadi catatan penting dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi tersebut. Seperti dinamisasi proses pengusulan jabatan fungsional yang berkaitan dengan regulasi. “Regulasinya dari waktu-kewaktu dilaksanakan secara berkala berdasarkan atas kondisi lapangan dan juga berdasarkan tatanan nasional,” seru dr. Irvan, dalam sambutannya. Regulasi yang dimaksud beliau seperti penyelarasanan Keputusan Menteri Nomor 209/P/2024 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Layanan Pembinaan dan Pengembangan Profesi Karir Dosen, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lebih lanjut beliau mengungkapkan, LLDikti merupakan Kawahchondrodimuko dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yeng memiliki berbagai kompetensi sebagai jawaban tantangan global maupun nasional di masa yang akan datang. “Hasilnya yaitu SDM yang tangguh, sehingga bisa ikut berkompetisi di tingkat global dan bisa menjawab tantangan global menuju Indonesia emas tahun 2045,” pesan beliau. Pada sosialisasi tersebut terdapat beberapa materi yang disampaikan, di antaranya tentang Penjelasan Penyamaan Persepi Kenaikan Jabatan Akademik Dosen 2024 oleh Ketua Tim Pokja SDPT, Mayastuti. SE., MSM. Selanjutnya materi Teknis Tahapan Usulan Jabatan Akademik di SISTER, yang disampaikan oleh Penelaah Teknis Kebijakan, Ony Ichasndrya, ST., MT., dan Kepala Urusan Kepangkatan Bidang II UNiversitas LLDikti Wilayah VII. Di penghujung acara, para peserta juga berkesempatan melakukan diskusi interaktif dengan pemateri. Dokumentasi Kegiatan Red: Ibrahim Editor: Ragil Septian
Pererat silahturahmi, YPT. Bahrul Ulum dengan Pimpinan dan Civitas Akademika Unwaha Jombang Gelar Buka Bersama
Jombang – Di penghuung bulan suci Ramadan serta menjelang masa libur, Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) Tambakberas menggelar buka bersama dengan pimpinan dan seluruh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, di Gedung F lt. 1, Kamis (4/4/2024). Ketua Umum YPTBU, Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, MA. dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan buka bersama ini sebagai ajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. “Di momentum yang mulia ini yaitu bulan suci Ramadan, mari kita pererat lagi tali silaturahmi. Mari bersama-sama kita besarkan lembaga kita ini untuk lebih baik. Bangun dan tambah semangatnya dalam mengabdikan diri untuk kemajuan universitas,” tutur Ibu Nyai Hizbiyah. Sementara itu, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. juga berpesan, acara silaturahmi dan acara buka bersama bisa menguatkan solidaritas antar pegawai di lingkungan Unwaha. Tidak hanya itu, beliau juga berharap agar momen ini dapat meningkatkan kinerja masing-masing bagian. “Saya kira momen seperti ini dapat menjalin keakraban sekaligus untuk bersama-sama meningkatkan semangat kita untuk Unwaha Jombang yang lebih baik kedepannya,” harap beliau. Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan beberapa pejabat baru di lingkungan Unwaha Jombang. Di antaranya, (Ketua LPPM) Dr. Zulfikar, S.P., M.Si., (Koordinator Penelitian & Pengabdian LPPM) Dr. M. Qoyum Zuhriawan, M.Pd. dan (Koord. Publikasi & Kerjasama LPPM) Wisnu Mahendri, M.M. Selanjutnya, (Ketua Halal Center) Dr. Amin Awal Amarudin, S.Sy., M.S.I. dan (Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS)) Rohmat Hidayat, S.S., M.Pd. serta Dr. Saihul Atho Alaul Huda, M.Pd.I. (Direktur Pascasarjana Unwaha Jombang). Acara ditutup dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademika Unwaha Jombang. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Pentingnya Bersedekah
Jombang – Sedekah merupakan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Secara esensi, amalan sedekah mencakup hubungan dengan sang Pencipta (hablumminallah) dan sesama makhluk-Nya (hablumminannas). Begitulah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dalam kuliah ramadan kali ini yang dilaksanakan di Masjid Al-Haromain, Kamis (21/3/2024). “Sedekah memiliki peranan yang paling penting. Amalan ini juga termasuk ibadah yang dicintai Allah SWT,” seru Fodhil mengawali kuliahnya. Ia juga menyampaikan beberapa hikmah dan keutamaan bersedekah. Menurutnya, bersedakah tidak bertujuan untuk kepentingan diri sendiri (di sisi ibadah). Melainkan juga memiliki kebermanfaatan bagi sesama. “Manfaat dari bersedekah ini bermacam-macam, baik di dalam dunia maupun di akhirat nanti. Yang jelas, manfaat duniawinya tentu dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedekah ini juga menjadi amal yang terus mengalir (jariyah) hingga nanti di akhirat,” terang dosen PAI tersebut. Lanjut Fodhil, bersedekah tidak dibatasi oleh seberapa besar dan kapan. Sebab bersedekah merupakan salah satu amalan yang berat untuk dilakukan. “Bersedekah itu berat, tidak semua bisa melakukannya, sekalipun mereka yang kaya raya. Karena ibadah ini memerlukan keikhlasan dan tanpa adanya paksaan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Tujuh Amalan Penyebab Malaikat Jibril Ingin Menjadi Manusia
Jombang – Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diciptkan dan diberikan berbagai kelebihan seperti akal, panca indera dan hati nurani. Dengan berbagai macam anugerah itu, hidup manusia tidak ada yang sia-sia. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri yang merupakan seorang hamba dapat menggunakan dan memelihara anugerah tersebut. Begitulah kira-kira pengantar yang diberikan oleh Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwaha Jombang dalam menyampaikan kuliah ramadan di Masjid Al-Haromain, Rabu (20/3/2024). Di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib. يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ Berdasarkan riwayat ini, Muhammad Fodhil menjelaskan, malaikat Jibril pada suatu hari pernah berharap untuk menjadi manusia (anak adam) dan umat Nabi Muhammad SAW. Keinginan Jibril tersebut, disebabkan dengan adanya tujuh amalan yang sering dilakukan manusia. “Pertama adalah salat berjamaah, fadilah salat berjamaah ini sudah kita ketahui bersama yaitu lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan salat sendirian,” ungkap dosen prodi PAI tersebut. Amalan kedua, yaitu bermujalasah dengan para ulama. Menurutnya bercengkerama dengan para ulama ini merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Ini dikarenakan seorang ulama memiliki keistimewaan baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Pencipta. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh sahabat Ibnu Abbas. “Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.” Amalan selanjutnya yang membuat Jibril ingin menjadi umat Nabi Muhammad yaitu menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memberi minum kepada orang lain. Selanjutnya mendamaikan dua orang yang sedang berselisih, kemudian memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim. “Inilah beberapa keistimewan yang dimiliki oleh manusia, dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sampai-sampai Malaikat Jibril berharap untuk menjadi manusia,” tuturnya. Muhammad Fodhil juga menjelaskan kepada para mahasiswa tentang keutamaan dan hikmah masing-masing ketujuh poin tersebut. Salah satunya yaitu bercengkerama dengan para ulama. Menurutnya, dalam poin ini dapat juga diartikan dengan menuntut ilmu. “Kita ini jangan sampai putus belajar, belajar ilmu apapun itu tidak hanya tentang agama. Karena Allah SWT menciptakan kita dengan berbeda-beda dan kelebihan berbeda-beda. Lalu kita harus saling melengkapi itu, dan inilah makanya ada Hadis yang berbunyi, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Salat Malam dalam Bulan Ramadan
Jombang – Suasana perkuliahan di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang saat Ramadan berjalan dengan tenang. Masih sama dengan hari-hari sebelumnya, yaitu Ramadan in Campus yang secara rutin dilaksanakan di Masjid Al-Haromain. Kali ini, Selasa (19/3/2024) yang bertugas untuk mengisi Kuliah Ramadan yaitu Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I. Adapun materi yang beliau bawa yaitu mengenai Salat Malam dalam Bulan Ramadan. Landasan Hukum Dzikrul Hakim mengungkapkan, mengerjakan salat malam di bulan Ramadan (Tarawih dan Witir), hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan, red). Baik dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. “Waktunya dikerjakan sesudah salat Isya sampai akhir malam. Salat malam bulan Ramadan dinamai Salat Tarawih. Diambil dari kata “Tarwihah” yang artinya rileks atau bersenang-senang. Sebagaimana hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari:36 dan Muslim;1267. teks hadis riwayat Al-Bukhari: Rasulullah s.a.w menganjurkan agar mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau berdabda “siapa yang mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,”. Tata Cara Beliau juga mengungkapkan cara-cara dalam mengerjakan salat tarawh. Dalam penjelasannya, yaitu mengenai tata cara dan jumlah rakaat berdasarkan hadis yang banyak dijumpai dari berbagai riwayat. Adapun tata caranya yaitu seperti mengerjakan salat-salat malam lainnya. Di mana setiap dua rakaat satu salam dan kemudian ditutup dengan salat witir. “Banyak dijumpai riwayat yang menjelaskan mengenai bilangan-bilangan rakaat yang harus dilakukan. Perbedaaan pendapat yang ada di masyarakat saat ini semuanya benar, sudah berdasarkan sunnah,” imbuhnya. Meniru Sifat Salat Nabi Kendati jumlah rakaat yang dilaksanakan berbeda-beda, yang perlu digaris bawahi yaitu tiga sifat salat nabi. Menurutnya, ketiga sifat ini perlu dilakukan untuk mendapatkan pahala salat tarawih secara utuh dan salat yang telah kita laksanakan tidak sia-sia. “Sifat pertama adalah rileks atau istirahat sejenak, sebagaimana arti secara filosofis salat tarawih itu sendiri. Kedua adalah memperbanyak ayat bacaan saat salat, dan ketiga adalah pelaksanaannya dilakukan dengan tidak adanya paksaan dan (niat) bermuhasabah diri,” ucapnya. Terakhir, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk mengamalkan sifat-sifat salat nabi tersebut. “Ini sebagai bekal kita masing-masing, bagaimana kita mengetahui tentang keutamaan sunnah di bulan Ramadan ini serta dapat mengamalkannya,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Ramadan in Campus 2024: Hikmah di Balik Tiga Fase Ramadan
Jombang – ‘Ramadan in Campus’ Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang di Masjid Al-Haromain, Senin (18/3/2024) disampaikan oleh H. Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I. Dalam kuliah Ramadan kali ini, beliau menyampaikan tiga fase di bulan suci Ramadan dan keutamaannya. Gus Din sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa keutamaan dan hikmah dari masing-masing ketiga fase tersebut. Tiga fase itu adalah 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. “Fase pertama adalah fase rahmat. Rahmat itu adalah belas kasih, kasih sayang, karunia dari Allah SWT. Jika kita ingin memperoleh kasih sayang lebih dari Allah SWT, maka beribadah dan bertakwalah kepada-Nya,” seru dosen Fakultas Pertanian tersebut. Menurutnya, sebagaimana yang telah di firmankan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 183, yang berbunyi: يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”. Kemudian, beliau mengutip dari kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali mengenai ciri orang yang bertambah tingkat ketaqwaannya. “Yaitu sesorang yang bisa ngempet (mempertahankan, red) nafsu untuk kepentingan diri sendiri. Namun lebih mementingkan keperluan orang lain,” ujarnya. Lanjut Gus Din, fase kedua adalah fase maghfirah (ampunan, red). Pintu ampunan pada 10 hari kedua di bulan Ramadan akan dibukakan seluas-luasnya. “10 hari ketiga di bulan Ramadan adalah fase yang disebut sebagai itqun minan nar (terbebas dari neraka, red). Fase ini merupakan akhir di bulan Ramadan, hendaknya untuk menutup Ramadan dengan memperbanyak amalan-amalan baik,” lanjutnya. Di akhir, beliau berharap agar senantiasa memanfaatkan segala keutamaan dan hikmah tersebut dengan memperbanyak amal-amal baik. Seperti bersedekah, memperbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, dan melakukan kesunahan lainnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Ramadan in Campus 2024: Menjadi Manusia yang Berkualitas
Jombang – Manusia merupakan makhluk Allah SWT yang diciptakan dengan berbagai macam kelebihan di antara sekalian makhluk lainnya. Namun apakah kelebihan tersebut lantas dapat menjadikan seorang manusia berkualitas?. Tentu tidak. Hal ini yang diungkapkan oleh Dr. H. M. Wafiyul Ahdi, S.H., M.Pd.I saat mengisi Ramadan in Campus di Masjid Al-Haromain Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Minggu (17/3/2024). Menurutnya, musabab seorang pribadi manusia berkualitas yaitu dipengaruhi oleh lima unsur. “Pertama yaitu fisik, nilai tambah bagi seorang manusia tentu dipengaruhi oleh fisik. Kedua adalah roh atau rohaniah yang merupakan tiupan Allah terhadap fisik manusia. Ketiga Akal, inilah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya,” kata Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan tersebut. Berbeda dengan naluri, melalui penggunaan akal tersebut maka manusia bisa mencari tahu dan juga dapat memahami kebaikan serta keburukan. Manusia dapat menentukan untuk menjadi pribadi seperti apa. “Unsur keempat adalah nafsu, hal ini yang menjadikan manusia dinamis, sebab nafsu ini menjadi suatu pendorong bagi manusia baik ke arah positif maupun negatif. Terakhir yaitu kalbu (hati, red) yang merupakan pangkal perasaan batin. Melalui kalbu, seorang manusia dapat menghasilkan pengetahuan yang benar, intuisi menyeluruh dalam mengenal dan beriman kepada Allah SWT,” imbuhnya. Gus Wafi sapaan akrabnya, juga menuturkan bahwa kelima unsur tersebut saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri. Terlebih di momentum bulan suci Ramadan ini, seseorang manusia hendaknya dapat menyempurnakan nilai-nilai moralitas dan ibadahnya melalui peningkatan kelima unsur tersebut. “Kita menjadi manusia tidak kemudian diam saja untuk meningkatkan potensi yang dimiliki. Seperti halnya akal, akal kita terus ditingkatkan melalui belajar. Begitu juga nafsu, dengan kita berpuasa seperti saat ini maka nafsu amarah (keinginan untuk mendorong kepada hal negatif, red) dapat ditekan,” kata Gus Wafi. Menurutnya, bulan suci Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk dapat merawat serta meningkatkan potensi diri guna menjadi manusia yang berkualitas. “Puasa inilah yang kemudian yang dapat mendorong kita untuk melakukan amaliyah baik dengan gampang. Sebab ada fisik dan akal yang dilatih, ada nafsu yang dilawan dan ada kalbu yang dikuatkan,” pungkasnya. Sebagai informasi, Ramadan in Campus diselenggarakan setiap hari aktif perkuliahan di Masjid Al-Haromain. Jadwal selengkapnya dapat dilihat melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Para Dosen Antusias Ikuti Klinik Penyusunan Proposal Penelitian & Pengabdian Masyarakat Hibah Kompetitif Nasional 2024
Jombang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unwaha Jombang menggelar Klinik Penyusunan Proposal Penelitian & Pengabdian Masyarakat Hibah Kompetitif Nasional 2024, di Ruang Rapat Gedung F, Selasa (5/3/2045). Wakil Rektor Bidang Akademik, Ino Angga Putra, M.Pd memberikan apresiasi kepada LPPM yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Tak hanya itu, antusias para dosen selaku peserta dalam klinik ini tak luput dari perhatiannya. “Kami ucapkan terimakasih kepada LPPM yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Lalu harapan kami bagi bapak-ibu dosen yang ingin mengajukan dan ikut serta dalam hibah kompetitif nasional dapat diberikan kelancaran,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik itu dalam sambutannya. Menurutnya, harapan terbesarnya yaitu dapat berdampak kepada kemajuan universitas di bidang akademik.Terlebih lagi dalam peningkatan jumlah penelitian di Tahun Anggaran 2024. “Semoga nanti seluruh dosen yang mengajukan ini dapat lulus semua, meskipun nantinya melalui beberapa tahapan yang telah ditentukan. Kemudian mohon bantuannya untuk para reviewer yang telah berpengalaman (dalam hibah kompetitif) supaya dapat memberikan arahan-arahan,” pungkasnya. Pada kesempatan yang sama, Ketua LPPM Unwaha Jombang, Dr. M. Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd.I mengatakan, klinik ini memiliki tujuan untuk meningkatkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi di lingkungan universitas. Selain itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan penerimaan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). “Tahun 2023 Unwaha kembali memenangkan hibah Penelitian dan Pengabdian terbanyak (21 judul) di Klaster Madya. Dua tahun berturut turut riset Unwaha masuk dalam lima besar nasional. Kami juga telah menghadirkan empat reviewer yang berpengalaman sebagai pemenang hibah kompetitif,” katanya. Tampak saat pelaksanaan kegiatan, para peserta klinik sangat antusias melakukan sharing dengan para reviewer. Adapun empat dosen yang menjadi reviewer di antaranya Ospa Pea Yuanita M. M.Pd., Suci Prihatiningtyas, M.Pd., Dr. M. Dzikrul Hakim AG., M.Pd.I., Agus Sifaunajah, M.Kom., Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ikuti, Klinik Penyusunan Proposal Penelitian & Pengabdian Masyarakat Hibah Kompetitif Nasional 2024
Jombang – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Proudly Present: Klinik Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Kompetitif Nasional 2024. “Skema Penelitian & Pengabdian Kepada Masyarakat”. Hari/Tanggal: Selasa, 5 Maret 2024. Pukul : 09.00 – 12.00 WIB. Tempat : Ruang Rapat Gedung F Unwaha Jombang. Opening Speech: Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN Eng. Keynote Speech: Ketua LPPM Unwaha Jombang, Dr. M. Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd.I. Reviewer: – Agus Sifaunajah, M.Kom. – Ospa Pea Yuanita M. M.Pd. – Suci Prihatiningtyas, M.Pd. – Dr. M. Dzikrul Hakim AG., M.Pd.I. Benefit: – E-Sertifikat. – Kesempatan sharing dengan reviewer berpengalaman. – Ilmu yang bermanfaat. Jangan lewatkan, segera daftarkan diri anda dengan klik link ini. Contact Person : 0858 5123 3341 (Ketua LPPM Unwaha Jombang, Dr. M. Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd.I.) Note: * Peserta wajib membawa draft proposal. Red : Kris Yuan H Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Jurnal Ilmiah Unwaha Siap Panen Akreditasi Pada Tahun 2024
SURABAYA – Memiliki Jurnal Ilmiah Bereputasi tentu merupakan dambaan seluruh perguruan tinggi di Indonesia tak terkecuali juga Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Saat ini Unwaha telah tercatat mempunyai Jurnal Ilmiah yaitu 17 pada bidang penelitian, 5 pada bidang pengabdian dan 2 prosiding ilmiah. Jurnal Ilmiah memiliki manfaat yaitu menyebarkan pengetahuan, memvalidasi hasil penelitian, meningkatkan reputasi institusi, dan mendukung kolaborasi, serta menjadi pilar penting dalam perkembangan akademik dan riset di lingkungan perguruan tinggi. Melalui penerbitan dan partisipasi aktif dalam publikasi, perguruan tinggi dapat memainkan peran sentral dalam memajukan ilmu pengetahuan dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masyarakat dan dunia akademik. Salah satu upaya dalam pengembangan SDM maupun pengelolaan jurnal di Unwaha yaitu dengan keikutsertaannya dalam kegiatan bertajuk “Workshop Pendampingan dan Peningkatan Tata Kelola Jurnal Ilmiah”. Direktorat Riset Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat bekerja sama dengan Universitas Ciputra bertempat di Hotel Movenpick Surabaya City memfasilitasi kegiatan tersebut selama 2 hari (06-07/02/2023). Total 30 peserta terpilih dari Perguruan Tinggi di Indonesia menghadiri acara ini. Pelaksanaan kegiatan ini dalam rangka meningkatan tata kelola Jurnal Ilmiah khususnya pada Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan diawali dengan pemaparan Narasumber yang dilanjutkan dengan bedah jurnal dari sisi substantif dan manajemen dimana setiap jurnal didampingi langsung oleh pakar/Editor in Chief dari Jurnal Internasional Bereputasi. Dr. Muhammad Kris Yuan Hidayatulloh, M.Pd. (Ketua LPPM sekaligus Chief Editor) menghadiri langsung acara worskhop ini. Beliau mengaku akan segera menindaklanjuti hasil dari workshop tersebut untuk disampaikan kepada seluruh pengelola Jurnal di lingkungan Unwaha. Saat ini, Unwaha telah memiliki 5 Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yang telah memasuki Volume ke 4 dan proses pengajuan Akreditasi. “Tata kelola dan SDM kita sudah memenuhi. Ini artinya tinggal menunggu panennya saja, insyalloh pada tahun 2024 ini sudah dapat panen raya terhadap Jurnal Jurnal yang ada di Unwaha.” ungkap Ketua LPPM dengan penuh optimis. Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS. IPU. ASEAN Eng. (Rektor Unwaha Jombang) tak henti-hentinya memberikan motivasi dan arahan kepada para pengelola Jurnal di Unwaha untuk selalu meningkatkan kualitas artikel yang akan diterbitkan. Artikel ilmiah tidak hanya sekedar suatu kewajiban dosen, namun lebih luas harus dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Artikel Ilmiah yang telah diterbitkan di Jurnal Unwaha dapat menjadi rujukan sekaligus solusi bagi masyarakat dalam setiap problem yang dihadapi.” pesan Prof. Gatot Ciptadi. Red : M. Kris Yuan Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.