Category: Agenda
Unwaha Jombang Menghadiri Undangan Penting LLDIKTI VII Jatim terkait Serdos
SIDOARJO – Selasa 13 Februari 2024. Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikasi dosen bertujuan untuk : (1) Menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen. (2) Melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi. (3) Meningkatkan proses dan hasil pendidikan. (4) Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Unwaha Jombang menghadiri acara Sosialisasi Mekanisme Pembayaran Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Guru Besar Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah 7 Angkatan II, di hotel Swiss Bellin Airport Juanda Sidoarjo. M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. selaku Dekan FIP menghadiri acara tersebut sekaligus mewakili Undangan Tim PSD PT Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Ibu Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. selaku Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur membuka agenda sosialisasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, “Pelaporan Beban Kerja Dosen sangat penting untuk dilakukan, apa yang kita lakukan itu yang kita laporkan,” pungkas Prof. Dyah. “Kesempatan beasiswa S3 yang banyak ditawarkan harus dimanfaatkan oleh para dosen untuk meningkatkan kompetensinya. Selain itu, melalui luaran hibah penelitian, dosen dapat menulis artikel-artikel jurnal internasional yang nantinya bisa digunakan untuk persyaratan kenaikan jabatan akademik Lektor Kepala maupun Guru Besar.” kata beliau. “Saat ini terdapat kurang lebih 7500 dosen di bawah naungan LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur. Harapannya ke depan lebih banyak lagi dosen yang mendapatkan sertifikasi pendidik termasuk juga NIDK dapat mengikuti proses Serdos.” kata Ketua Tim Sertifikasi dan Mutu Pendidik. Di Unwaha Jombang yang telah mendapatkan sertifikasi dosen terdapat kurang lebih 27 dosen. Di awal tahun 2024, akan terdapat 11 dosen masuk pada gelombang 0 serdos 2024 dan kemungkinan terdapat 20-an dosen masuk gelombang I. Unwaha Jombang terus meningkatkan kompetensi dan karir Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebijakan mutu SPMI. dr. Ivan Rovian, M.Kes selaku Kabag Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur menutup acara sosialisasi ini. Beliau mengharapkan ada komunikasi aktif yang baik antara LLDIKTI 7 dan PTS. Serta berharap semakin banyak dosen yang bersertifikasi pendidik. Red : Farid Nasrulloh Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Upacara HSN 2023 di Unwaha, Rektor Ajak Mahasiswa Teladani Perjuangan Santri
Jombang (22/10), Universitas KH. A. Wahab Hasbullah laksanakan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tahun 2023 di halaman kampus. Kegiatan ini diikuti oleh civitas akademika yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan staf di lingkungan Unwaha. Gatot Ciptadi, Rektor Unwaha menyampaikan dalam amanatnya tentang pentingnya meneladani perjuangan santri yang dahulu turut serta merebut kemerdekaan Indonesia. “Kita harus bersyukur bahwa kita sekarang telah merdeka tanpa harus mengorbankan darah dalam merebut kemerdekaan. Maka tanggung jawab kita sebagai mahasiswa adalah mengisinya dengan berjuang melawan kebodohan dan mau terlibat dalam kemasyarakatan”, ungkapnya. Rektor juga memberi semangat pada mahasiswa yang bukan lulusan pesantren tetap menganggap dirinya juga sebagai santri selama terus menjalani kebiasaan santri. “Unwaha merupakan kampus berkarakter pesantren, maka kita semua adalah santri. Jadi walaupun ada sebagaian mahasiswa yang sebelumnya belum pernah mengenyam pendidikan pesantren, tidak perlu minder, dan terus semangat seperti mahasiswa yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren”, tambahnya. Rektor Unwaha juga mengajak semua civitas akademika lebih menguatkan peran sertanya pada kemajuan masyarakat dan tetap terbuka terhadap kemajuan peradaban. Upacara HSN 2023 ini ditutup dengan doa oleh H. Fathulloh, yang merupakan wakil rektor bidang kerjasama dan merupakan salah satu pengasuh pkndok pesantren di lingkungan PP. Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.
Dongkrak Mutu dan Prestasi, UNWAHA Jombang Gelar Rapat Kerja Bersama Yayasan
Salah satu bentuk penguatan tata kelola universitas dalam mewujudkan Good Governance University adalah adanya sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam rangka terlaksananya PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) yang baik maka dilaksanakan Rapat Kerja Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) dengan Jajaran Pimpinan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah atau UNWAHA Jombang, 26 – 27 Agustus 2023 di Ballroom Hotel Atria Malang, Jawa Timur. Acara tersebut diikuti oleh Ketua Pembina YPTBU, Ketua Umum YPTBU, Segenap Pengurus Harian Yayasan dan Pimpinan UNWAHA mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur PJM, Direktur LPPM, Dekan, Ketua Prodi, Kabiro, dan Kabag di lingkungan UNWAHA. Pada acara tersebut juga menghadirkan beberapa guru besar kampus ternama dan praktisi yang sekaligus sebagai konsultan pengembangan UNWAHA. Pada hari pertama, agenda RAKER dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, Dess, IPU, ASEAN Eng. selaku Rektor UNWAHA. Selanjutnya dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur satu dekade (baca: sepuluh tahun) berdirinya UNWAHA oleh Hj. Hizbiyah Wahab, MA. selaku Ketua Umum YPTBU dan KH. Hasib Wahab selaku Ketua Pembina YPTBU. Agenda pertama dibuka acara penguatan SPMI dengan narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT. selaku anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, UNWAHA harus bisa melaksanakan sistem penjaminan mutu yang terbukti efektif yang memenuhi empat aspek, yakni: (1) Keberadaan dokumen formal penetapan standar mutu, (2) Standar mutu dilaksanakan secara konsisten, (3) Monitoring, evaluasi dan pengendalian terhadap standar mutu yang telah ditetapkan, dan (4) Hasilnya ditindak lanjuti untuk perbaikan dan peningkatan mutu dan dilakukan review terhadap siklus penjaminan mutu yang melibatkan reviewer eksternal.
Jelang Libur Lebaran Idul Fitri 1444 H, Unwaha Gelar Buka Bersama
Menjelang libur lebaran Idul Fitri 1444 H yang jatuh pada tanggal 15 April 2023, UNWAHA gelar buka bersama pada Minggu (9/4/2023). Acara yang merupakan agenda tahunan UNWAHA ini merupakan ajang mempererat tali silaturrahmi seluruh civitas akademik UNWAHA. Acara buka bersma dibuka dengan menyanyikan lagu yalalwathon dan tahlil bersama. Melalui sambutannya, Prof. Dr. Gatot Ciptadi, IPU. Asean., Eng. menyampaikan acara ini adalah ajang mempererat tali silaturrahmi antar seluruh civitas akademik. Melalui kesempatan ini, beliau juga memohon do’a dan dukungan dari seluruh civitas akademik UNWAHA terkait reakreditasi UNWAHA yang akan dilaksakana sekitar bulan Desember. Beliau juga memohon do’a dan dukungan terkait pembukaan program pascasarjana di UNWAHA. Program sarjana ini meliputi prodi PAI dan ES. Beliau juga menyampaikan pengaktivan kembali system checklock untuk meningkatkan kedisiplinan dosen dan karyawan UNWAHA. Sambutan kedua yang disampaikan oleh Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik. Beliau menyampaikan tentang pelaporan data ke LDDIKTI 7 yang akan ditutup tanggal 12 April 2023. Untuk itu, beliau menyampaikan agar seluruh dosen termasuk dosen yang belum memiliki jabatan fungsional untuk segera melengkapi berkas yang dibutuhkan. Sambutan ketiga sekaligus pembacaan do’a disampaikan oleh Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi dosen seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bisang Akademik sangat penting untuk meningkatkan akreditasi kampus. Oleh karena itu, dosen yang bersangkutan diharap segera menyelesaikan berkas yang dibutuhkan. Beliau juga menyampaikan bahwa diperkirakan tahun 2024, program pascasarjana UNWAHA sudah dibuka. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademik UNWAHA.
Pendataan Warga NU melalui Software Terintegrasi Buatan Mahasiswa UNWAHA
Jombang – Mahasiswa Universitas KH. A Wahab Hasbullah yang mayoritas warga Nadhatul Ulama (NU) turut menyumbangkan kemampuannya di bidang IT dalam membuat suatu produk yang bermanfaat bagi warga NU di Jombang pada khususnya. Produk tersebut berupa software pendataan terintegrasi buatan mahasiswa Teknik Informatika. Pendataan dilakukan pada hari Ahad siang (28/4) di Auditorium UNWAHA. Sebanyak 250 tamu dari pengurus NU se MWC (majelis wakil Cabang Nadhatul Ulama) Jombang kota turut menghadiri dan mengikuti pendataan tersebut. Pendataan dimulai dari MWC Jombang kota dan dilanjutkan dengan MWC wilayah lainnya. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemaasiswaan, Dr. KH. Muhyidin Zainul Arifin, M.M. melalui sambutannya yang berpesan kepada mahasiswa untuk selalu mengabdikan dan mengembangkan ilmu yang diperoleh di kampus tercinta ini melalui kegiatan semacam ini dan mendorong para mahasiswa untuk terus berinovasi. Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH. Salman Yazid dalam sambutannya menyebutkan bahwa PCNU memerlukan data yang valid terkait program dan agenda rutin PCNU. “Pendataan ini tidak hanya untuk sarana tertib administrasi data, namun lebih jauh lagi yaitu untuk kepentingan dunia dan akhirat”, ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Mojoagung. kegiatan tersebut berlangsung lancar dan lebih kondusif karena jadwal pendataan dilaksanakan setelah pemilu usai. Keputusan jadwal tersebut diapresiasi oleh kedua belah pihak baik dari warga NU maupun civitas akademika UNWAHA mengingat situasi politik saat itu. Harapan mahasiswa, software mereka dapat bermanfaat bagi warga NU di seluruh kabupaten Jombang.
Seminar Internasional-The Role of Aswaja in Eroding Radicalism at The University
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah turut memberikan edukasi untuk mencegah paham radikalisme masuk ke masyarakat melalui acara Seminar Internasional bertema “The Role of Aswaja in Eroding Radicalism at The University”. Kelompok Islam radikal melalui kacamata masyarakat dikenal tidak menghargai dan anti terhadap adat budaya serta nilai-nilai tradisi kaum Islam yang telah melekat bahkan sejak Agama Islam belum masuk di Indonesia. Banyak tradisi keagamaan dilakukan masyarakat Indonesia yang menurut mereka(red) merupakan perbuatan bid’ah karena tidak pernah ada pada zaman Nabi dan tidak pernah diajarkan oleh Nabi. Bersama narasumber Syaikh Bilal Mahmud Afifi Ghanim dari Kairo University of Egypt, paham radikalisme harus dicegah melalui cara berpikir (manhaj al-fikr) Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). Narasumber menjelaskan peran aswaja dalam mengikis pengaruh radikalisme khususnya di perguruan tinggi. Selain penjelasan Aswaja secara globar, narasumber juga mengikuti isu dunia politik di Indonesia dengan memberikan respon positif terkait istilah “kafir atau non muslim” oleh PBNU. Senin 4 Maret 2019 tepat pukul 09:00, Dr. K.H. Muhyidin Zainul .Arifin., M.M. menghimbau kepada mahasiswa melalui sambutannya untuk memfilter ajakan-ajakan dari suatu organisasi berpaham radikalisme. Seringkali mereka mengajak dengan cara yang halus dan tanpa disadari mahasiswa.“Dengan pendidikan Aswaja inilah diharapkan akan mampu membendung dan mengcounter berbagai paham-paham radikal, terutama di kalangan mahasiswa. Hal ini karena pendidikan Aswaja mengandung nilai-nilai tawassut, tawazun dan tasammuh”, terang Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan & Kerja Sama UNWAHA Jombang. Acara seminar yang berlangsung selama tiga jam tersebut berhasil menyita banyak perhatian dari kalangan mahasiswa. Sehingga panitia perlu menambahkan ruang extra untuk peserta seminar. Beberapa mahasiswa Prodi PAI mengaku puas dengan hasil diskusi dan tanya jawab mahasiswa dengan narasumber. “Terus terang, kami tertarik adanya seminar ini, acara dikemas dengan baik melalui bapak dosen kita K.H. Ahmad Kanzul Fikri, M.Pd. sebagai translator sehingga kami yang bukan dari Prodi Bahasa Arab mampu mencerna hasil diskusi dan pemikiran narasumber tentang peran Aswaja secara global”, ungkapnya setelah selesai acara. Melalui doa yang dipanjatkan bersama sebagai penutup, semoga acara tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh peserta seminar di lingkungan kampus UNWAHA agar senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dari pengaruh paham radikalisme.
Workshop Penulisan Skripsi Bahasa Arab oleh Prodi PBA Unwaha
Jombang – Dalam rangka meningkatkan kualitas penulisan Bahasa Arab khususnya penulisan skripsi dan karya ilmiah, Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (Prodi PBA) Unwaha menyelenggarakan workshop penulisan Skripsi Bahasa Arab bersama Ustadz Muh. Yasin Fatchul Barry, S.S., M.Pd. dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Workshop bertema “Pelatihan Sukses Penulisan Skripsi Bahasa Arab” mewajibkan dua angkatan semester akhir mahasiswa Prodi PBA untuk menghadiri acara pada Sabtu pagi ini (2 Maret 2019). Dekan Fakultas Agama Islam, KH. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas penulisan karya ilmiah Bahasa Arab. “Melalui workshop ini, mahasiswa Unwaha khususnya Prodi PBA kami harapkan mampu menulis karya ilmiah sesuai kaidah Bahasa Arab yang telah ditentukan serta mengutip dari buku maupun jurnal Bahasa Arab yang valid”, terang Dekan Fakultas Agama Islam sekaligus Ketua Yayasan Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Selain penjelasan tentang kajian penulisan bahasa arab, narasumber juga menjelaskan wilayah kajian proposal skripsi yang dapat diambil oleh mahasiswa antara lain: Nahwu, Shorof, Ilmu Lughah, Maharah Qiroah, Maharah al Kalam dan sebagainya. Bagian workshop ini memberikan strategi untuk mengidentifikasi berbagai bentuk publikasi yang relevan dengan penelitian mahasiswa serta pemaparan beberapa contoh judul skripsi Bahasa Arab yang telah selesai munaqosyah sebagai bentuk motivasi kepada mahasiswa. “Alhamdulillah, adanya workshop ini menambah pengetahuan tentang kaidah penulisan Bahasa Arab pada Skripsi. Karena kita semua pasti tahu bahwa format penulisannya sangat berbeda dengan skripsi pada umumnya yang menggunakan Bahasa Indonesia”, ujar salah satu mahasiswa Prodi PBA semester 8. Acara workshop berjalan lancar dengan diakhiri do’a semoga dapat bermanfaat bagi seluruh peserta workshop di lingkungan kampus Unwaha, khususnya bagi mahasiswa Prodi PBA yang akan menulis karya ilmiah.
29 April 2017 Bahtsul Masail (Syawir)
Kegiatan rutinan Syawir LGM FAI 29 April 2017 akan membahas tentang rumah tangga. Kasus yang di bahas adalah seperti ini ilustrasinya : Ada kasus perceraian antara si A (suami) dan si B (istri), usia perceraian mereka baru beberapa bulan dan masing2 belum memiliki pasangan. Mereka memiliki 2 orang anak, perempuan (20 thn) dan laki2 (11 thn). Di umur 21 si anak perempuan ingin menikah, sedangkan hak asuh masih belum ditentukan. Pertanyaannya : 1. hak asuh anak tersebut lebih berhak pada siapa? 2. ketika sang anak di khitob, pada sang ibu dia direstui dan ketika pada sang ayah tidak direstui, maka bagaimana sikap benar yang akan diambil oleh sang anak dan sang calon suami? 3. Tholaq disampaikan melalui chat, WA/BBM/EMAIL. Jatuh Tholaq atau tidak? 4. Istri menggugat cerai suaminya karena kurang nafkah. Bolehkah? Ikutilah kegiatan Syawir pada 29 April 2017 untuk membahas tuntas tentang permasalahan di atas.
Piala Rektor Unwaha 2017
Piala Rektor
UKM Pramuka Ujian Pramuka dan Outbond di Wonosalam
UKM Pramuka mengikuti ujian kualifikasi dan outbond di Wonosalam