Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Artikel

Kemuliaan Bulan Syakban dan Hikmahnya

Jombang – Bulan Syakban merupakan bulan ke-8 di tahun Hijriyah dan salah satu bulan mulia dengan segala keutamaannya seperti bulan Rajab dan Ramadan. Bahkan tidak jarang, bulan Syakban didefinisikan untuk masa persiapan menuju bulan puasa atau Ramadan. Hal ini disampaikan oleh Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. Beliau menjelaskan, bahwa secara terminologi Syakban (Sya’ban) adalah Syi’ab (شعب) yang memiliki makna jalan di antara dua pegunungan. “Maksudnya apa? maksudnya adalah kita ini sedang menuju perjalanan untuk menggapai kebaikan, yang nanti puncaknya adalah bulan Ramadan,” kata beliau. Keistimewaan bulan Syakban sendiri sering kita dengar pada do’a menyambut bulan Rajab, Syakban dan Ramadan, yang berbunyi sebagai berikut: “Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya’ban, wa Ballighna Ramadhan.” “Dan kita perlu mempersiapkan diri untuk menyambut bulan Ramadan. Untuk apa? supaya kita terbiasa dengan segala bentuk amal-amal kebaikan. Karena sesuatu yang telah dipersiapkan, hasilnya akan lebih matang dan bagus,” imbuh Bapak Fodhil. Adapun amalan yang dianjurkan di bulan Syakban ini yaitu seperti berpuasa. Namun berbeda dengan puasa-puasa sunnah yang lainnya, yang sudah ditentukan hari dan tanggal pelaksanaannya. “Karena di akhir Syakban itu ada istilah yaumus syaq (ragu), di mana hari keraguan itu jatuh pada akhir bulan. Sehingga saat hari itu, sebisa mungkin untuk tidak berpuasa sebagai antasipasi atas kemungkinan jatuhnya bulan Ramadan,” jelas beliau. Selain berpuasa, umat islam juga dianjurkan untuk bersedekah di bulan yang mulia ini. Hal ini dikarenakan, dengan bersedekah dapat mempercepat meningkatkan derajat hamba di hadapan Allah SWT. “Oleh karena itu, di Syakban ini kita semua mempersiapkan diri dengan ibadah-ibadah dan muamalah kita. Syukur-syukur di bulan Syakban ini kita bersedekah,” tutur beliau. Di bulan Syakban juga terdapat malam mulia atau yang dikenal malam nisyfu sya’ban. Malam nisyfu sya’ban termasuk malam mulia seperti malam Jumat, malam dua Ied (Idul Fitri dan Idul Adha), malam 1 Rajab, dan malam Lailatul Qadr. Bapak Fodhil juga menceritakan kemuliaan malam nisyfu sya’ban. Seperti yang dikisahkan ketika Nabi Isa AS yang menjumpai suatu peristiwa yang membuat beliau kagum. “Suatu ketika Nabi Isa berjalan-berjalan di tengah pegunungan, dan beliau melihat sesuatu seperti batu yang sangat berkeliau sekali. Kemudian beliau menghampiri sumber cahaya itu, dan ternyata di situ ada orang yang sedang beribadah yang lamanya 500 tahun,” cerita dosen PAI tersebut. Menjumpai peristiwa tersrbut, Nabi Isa kemudian terkagum-kagum dan sangat takjub sekali. Dalam kekagumannya tersebut, kemudian beliau ditanya oleh Allah SWT. “Wahai Isa, apakah kamu sudah merasa kagum dan kaget dengan apa yang dilakukan oleh orang itu, dan apakah kamu ingin mengetahui pahala ibadah yang melebihi umatmu tersebut?. Ada yang bisa melebihi pahala dari apa yang dilakukan oleh umatmu itu, yaitu ibadah yang dilakukan oleh umat Nabi Muhammad SAW di malam nisfu sya’ban,” lanjut beliau. Dengan keutamaan dan kemuliaan bulan Syakban tersebut, bapak Fodhil mengajak bagi semuanya untuk memanfaatkan momen yang penuh dengan keistimewaan ini. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Meneladani Rasulullah Sebagai Uswatun Hasanah

Jombang – Sebagai umat Islam sudah sepatutnya kita meneladani akhlak dan sifat-sifat Nabi Muhammad SAW. Kehidupan dan ajaran beliau adalah sumber bimbingan dan insprirasi kita dan dikenal sebagai bentuk dari Uswatun Hasanah. Teladan Terbaik Direktur Islamic Center Unwaha, Dr. H. Muhammad Anshori, M.Pd.I., menyampaikan alasan mengapa Nabi Muhammad SAW memiliki gelar sebagai uswatun hasanah (teladan terbaik, red) itu sendiri. Sebagaimana yang telah difirmankan Allah SWT dalam surat Al-Ahzab:21. لقد كان لكم فى رسول الله أسوة حسنة لمن كان يرجواالله واليوم الأخر وذكرالله كثير Artinya: Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah. “Keteladanan yang harus kita contoh dari beliau adalah akhlak-akhlaknya. Yang namanya uswah itu adalah pribadi yang mulai kecil sudah dibentuk sedemikian rupa sampai beliau dewasa semuanya terjaga,” lanjut Bapak Anshori, sapaan akrab beliau. Hal tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Adh-Dhuha:3 ما ودّعك ربّك وما قلى Artinya:Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu. “Beliau (Nabi Muhammad) walaupun sejak kecil ditinggal oleh orang tuanya, pertama oleh abahnya kemudian ibundany saat masih berumur 6 tahun. Tetapi Allah tidak membiarkan beliau begitu saja,” lanjut Bapak Anshori. Masih dalam cerita latar belakang masa kecil Nabi Muhammad SAW. Ketika beliau lahir dan besar di lingkungan masyarakat jahiliyah. ”Pada saat semuanya, di zaman itu masyarakat menyembah berhala, kegiatan-kegiatan negatif seperti pesta-pesta. Kanjeng Nabi tidak pernah terjerumus ke lingkungan semacam itu,” katanya. Meneladani Proses Ala Nabi Muhammad Meskipun Nabi Muhammad SAW merupakan manusia teristimewa di hadapanNya. Beliau tetaplah menjalankan segala sesuatu dengan berbagai proses. “Nabi tidak pernah diam, beliau selalu produktif dalam berdakwah, mendidik, dan membina umatnya sebagai uswatun hasanah,” ujar Bapak Anshori. Sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Quran Surat Adh-Dhuha:7. ووجدك ضآلاّ فهدى Artinya: mendapatimu sebagai seseorang yang tidak tahu (secara syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu). “Itulah nilai-nilai yang barangkali perlu kita pahami, tidak ada yang namanya instan dalam menggapai sesuatu,” pungkasnya. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Peluang dan Tantangan Perkembangan Ekonomi Syariah di Indonesia

Jombang – Perkembangan ekonomi syariah di Indonesia saat ini mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Hal ini tercermin dari laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report tahun 2023 yang mengungkapkan bahwa Indonesia menduduki peringkat tiga pada the Global Islamic Economy Indicator (GIEI). Penilaian tersebut tentu berdasarkan dari berbagai indikator dalam ekosistem perekonomian syariah di Indonesia. Seperti produktivitas makanan-minimunan dan pariwisata halal, perbankan syariah, dan sektor riil. Menyikapi hal ini, Dosen Pascasarjana Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Dr. H. Agus Supriyogi, ST., SE. Sy., M.Si. memberikan pandangannya terkait peluang dan tantangan ekonomi syariah. Peluang Ekonomi Syariah di Indonesia Beliau menuturkan, potensi perekonomian syariah di Indonesia sangatlah besar. Mengingat Indonesia sendiri merupakan negara yang mayoritas penduduknya pemeluk agama Islam. “Peluangnya sangatlah besar, kemudian yang akan digarap itu sangatlah luas karena ekonomi kita ini berbasis ekonomi mikro atau sektor riil. Justru sektor riil ini lah yang menguatkan perekonomian Indonesia,” kata beliau. Bukan tanpa alasan, dikarenakan sektor riil dapat menjangkau kepada seluruh lapisan masyarakat. Namun sektor tersebut belum sepenuhnya ditingkatkan secara maksimal. “Berbeda dengan negara-negara lainnya, mungkin mereka memiliki fokus dengan sektor keuangannya saja. Padahal itu bukan pondasi utama dalam meningkatkan perekonomian, justru kekuatan perekonomian negara ditopang oleh sektor riil,” imbuh beliau. Penguatan di sektor riil menjadi kunci dalam meningkatkan pertumbahan perekonomian berbasis syariah di Indonesia. Salah satu upaya yang dapat didukung oleh pemerintah dalam menunjang hal tersebut seperti layanan sertifikasi halal bagi produk yang dimiliki oleh Usaha Mikro dan Kecil (UMK). Di mana hal tersebut merupakan upaya dalam penguatan ekosistem Jaminan Produk Halal (JPH) yang menjadi salah satu unsur penting dalam ekonomi syariah. “Sehingga masyarakat kecil semuanya akan berkarya, menghasilkan inovasi kreativitas dalam menghasilkan produk-produk lokal. Kalau produk lokal tumbuh otomatis ekonomi juga tumbuh. Pertumbuhan ini tentu juga akan berdampak pada penurunan tingkat pengangguaran, bahkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru,” terang Dosen Pascasarjana itu. Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia Selain peluang, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia bukan tanpa tantangan. Bapak Agus, sapaan akrabnya juga memberikan pandangan mengenai tantangan perekonomian syariah. “Kalau secara praktik, kita ambil contohnya di lembaga keuangan syariah. Mereka kan berfokus pada produk-produk keuangan berbasis syariah, namun itu belum masif diketahui oleh masyarakat,” terang alumnus Unair Surabaya tersebut. Keterjangkauan informasi mengenai produk-produk syariah merupakan suatu tantangan tersendiri bagi perkembangan ekonomi syariah. “Sehingga ketika suatu lembaga keuangan syariah ini menawarkan produk harus dengan skema yang mudah dan tidak memberatkan. Jangan sampai nanti malah lebih sulit (dijangkau, red) dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional, sehingga kemudian masyarakat tidak tertarik akhirnya akan stagnan dan tidak tumbuh,” tutur Dosen Pascasarjana tersebut. Tantangan selanjutnya adalah menjaga kepercayaan atau legitimasi bagi para pemangku kepentingan. Di mana hal tersebut suatu modal bagi lembaga keuangan syariah untuk keberlanjutan di masa yang akan datang. “Sama seperti beberapa waktu yang lalu terjadi antara BSI (Bank Syariah Indonesia) dan nasabahnya itu. Seharusnya BSI harus memberikan prioritas kepada merak, dikarenakan aset-asetnya sangat lah besar, padahal itu bisa menjadi suatu penggerak perekonomian di level bawah yang terkadang kurang dicermati,” kata beliau. “Bahwa apa yang membuat mereka kecewa sehingga menarik asetnya, itu yang menjadi kekurangan dari BSI sendiri. Sehingga hal ini menjadi evaluasi nantinya bagi lembaga-lembaga keuangan syariah, khususnya BSI,” pungkasnya. Dengan potensi dan tantangan tersebut, beliau berharap agar ekonomi syariah di Indonesia tetap terus tumbuh dan diminati oleh masyarakat. Baik di sektor keuangan, maupun sektor riil. Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil

Iduladha: Soal Ketaatan dan Kemanusiaan

Jombang – Iduladha merupakan momentum yang setiap tahunnya dirayakan oleh seluruh umat muslim di belahan dunia. Berdasarkan ketetapan yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Iduladha tahun 2024 jatuh pada Minggu, (16/6/2024). Perayaan Iduladha juga erat kaitannya dengan penyembelihan hewan ternak yang telah ditentukan dalam ajaran syariat Islam, di mana amalan tersebut juga dikenal sebagai Kurban. Esensi Kurban Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan, mengenai esensi dari Iduladha atau Idul Kurban. “Secara etimologi, kurban itu berasal dari kata arab yaitu qoruba-yaqrubu-qurban yang artinya adalah dekat. Sedangkan menurut terminologi, kurban itu adalah usaha untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan apa yang telah diperintahkan,” jelasnya. Ibadah kurban sendiri tidak lepas dari peristiwa historis kenabian Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Di mana kisah ketaatan Nabi Ibrahim As. yang diperintahkan untuk menyembelih anaknya yaitu Nabi Ismail As. lah yang menjadi tonggak disyariatkannya ibadah Kurban kepada umat muslim. Bapak Fodhil juga mengatakan, hukum berkurban bagi muslim yaitu sunnah mua’akad atau sunah yang sangat dianjurkan bagi seorang muslim yang memiliki harta lebih. Kemudian terdapat tiga jenis hewan ternak yang bisa dikurbankan. Hewan tersebut adalah sapi, kambing, dan unta. Adapun ketentuan pelaksanaan memotong hewan kurban yaitu pada tanggal 10 Dzulhijjah setelah pelaksanaan salat id hingga terbenamnya matahari pada tanggal 13 Dzulhijjah. “Sunnah mu’akad adalah hukum asal dari berkurban dan dimakruhkan bagi seseorang yang tidak mampu (untuk berkurban). Ini adalah bukti bahwa Allah SWT itu benar-benar menghargai kebutuhan dasar seorang hamba, sehingga tidak perlu memaksakan. Kemudian hukum berkurban bisa wajib, ketika seseorang sudah bernadzar untuk melakukan kurban,” terangnya. Berdasarkan penjelasan atas sejarah dan hukum berkurban bagi umat muslim, beliau juga menjelaskan esensi dari hari raya tersebut. Menurut dosen Prodi PAI Unwaha Jombang ini, pesan yang tersirat dari Idulkurban adalah ketaatan seorang hamba kepada sang penciptanya dan juga menjunjung nilai kemanusian terhadap sesama dengan membunuh sifat-sifat negatif pada diri masing-masing. “Berkurban tentu bertujuan untuk menghilangkan sifat ketamakan atas sesuatu. Ibadah ini memberikan pelajaran bagi kita tentang prinsip hubungan manusia dengan tuhannya (hablum minallah), juga manusia dengan sesama manusia (hablumminannas),” seru Bapak Fodhil kepada tim Humas. Pertanyaan Tentang Kurban Apakah boleh berkurban dengan mekanisme arisan? Tradisi kurban dengan mekanisme arisan tentu banyak kita temui di lingkungan masyarakat. Menanggapi pertanyaan ini, Bapak Fodhil menjelaskan hukum atas praktik tersebut. “Arisan kurban boleh, karena di dalamnya memuat gotong royong untuk mewujudkan hewan kurban. Asalkan praktiknya (arisan) itu sesuai dengan ketentauan, misalnya sapi diperuntukkan kepada tujuh orang peserta dan kambing satu orang (nama yang keluar sebagai pemenang arisan),” jelasnya. Sebagai ilustrasi: Arisan (pengadaan sapi kurban) digelar oleh sejumlah orang dengan beranggotakan 30 orang. Setiap anggota wajib menyetorkan uang arisan sebesar Rp 100 ribu, maka setahun dana arisan terkumpul sebesar Rp 36 juta. Arisan dikocok setiap tahun dengan ketentuan 7 orang pemenang yang berhak berkurban. Apakah menjual kulit hewan kurban diperbolehkan? Saat Iduladha sering sekali kita menjumpai praktik menjual kulit hewan kurban atau bahkan menyerahkannya kepada tukang jagal dengan maksud untuk meringankan biaya operasional. Berdasarkan mzhab Syafi’i, praktik semacam ini tidak diperbolehkan atau dilarang. “Ini yang selalu menjadi pembahasan kita, seperti menjual daging, kulit, tanduk, dan rambut itu sudah dilarang secara hukum. Ini kan sudah dilakukan dari dulu dan mengakar di lingkungan masyarakat, lalu bagaimana solusinya? ada yang namanya metode hilah. Itu silahkan (menjual) dan yang terpenting harus diakadi dulu atau diserahkan kemasyarakat,” terangnya. “Selanjutnya, ketika sudah diterima bisa dikembalikan lagi ke panitia. Statusnya ini sudah sodaqoh, sehingga panitia itu berhak mengelola,” pungkasnya.

Puasa Tarwiyah dan Arafah: Makna, Keutamaan dan Bacaan Niatnya

Jombang – Dalam Islam, salah satu ibadah yang unggul dan utama adalah puasa. Berdasarkan ajaran syariat Islam, adakalanya puasa bersifat wajib dan ada ada pula bersifat sunnah. Termasuk puasa yang dihukumi sunnah, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah di bulan Dzulhijjah. Umat muslim disunahkan berpuasa Tarwiyah yang dilaksanakan pada tanggal 8 dan puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Berdasarkan hasil penetepan Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Idul Adha tahun ini jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Hal ini juga sejalan dengan hasil sidang isbat penetepan awal Dzulhijjah oleh pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag). Dosen Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd., menjelaskan keutamaan berpuasa di bulan Dzulhijjah bagi umat muslim. “Puasa di bulan Dzulhijjah itu sebenarnya diperbolehkan sejak tanggal 1. Tetapi yang paling dianjurkan adalah berpuasa di tanggal 8 dan 9, yaitu puasa Tarwiyah dan Arafah,” katanya. Beliau juga menjelaskan, puasa Tarwiyah disunahkan bagi umat muslim untuk memperingati kisah ketaatan Nabi Ibrahim As dalam menjalankan perintah Allah SWT. Berdasarkan artinya, Tarwiyah memiliki makna merenung atau berpikir. “Kala itu, Nabi Ibrahim bermimpi kalau beliau diperintahkan untuk menyembelihkan anaknya yaitu Nabi Ismail As. Kemudian beliau mengalami masa kebingungan dan merenung mencari kebenaran, dan itulah yang dinamakan Tarwiyah. Sehingga kita disunahkan untuk mengingat atau mengikuti jejak Nabi Ibrahim As,” terangnya. Kemudian puasa Arafah yang dianjurkan bagi umat muslim yang sedang tidak atau belum mampu melaksanakan ibadah haji. Seperti yang diketahui, pada tanggal 9 Dzulhijjah merupakan puncak pelakasanaan haji yaitu wukuf di Arafah. “Puasa ini tidak disunahkan bahkan dimakruhkan bagi mereka yang sedang melaksanakan ibadah haji. Bagi kita yang tidak melaksanakan haji tentu ini sangat disunahkan,” imbuhnya. Bapak Fodhil juga mengatakan tentang keutamaan berpuasa di dua hari sebelum Idul Adha atau Idul Kurban tersebut. Dimana dosa seorang muslim yang berpuasa Tarwiyah dan Arafah dihapuskan dosa-dosanya setahun sebelum dan setahun setelahnya. “Orang yang berpuasa di hari ini maka mendapatkan keistimewaan tersendiri berdasarkan janji-janji Allah SWT. Bahkan ada yang mengatakan dengan berpuasa tersebut dapat menghapus dosa-dosa kita sebelumnya,” jelas Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) ini. Penjelesan ini didasarkan pada satu hadits Rasullulla SAW, yang artinya, “puasa Arafah bisa menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang,” (HR. Muslim). Adapun pelaksanaan puasa Tarwiyah dan Arafah sama seperti puasa pada umumnya, yaitu dimulai dengan niat saat malam hari hingga terbitnya fajar. Berikut lafal niat puasa Tarwiyah dan Arafah: Niat Puasa Tarwiyah  نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’ala.” Niat Puasa Arafah نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى Nawaitu shauma arafata sunnatan lillâhi ta’âlâ. Artinya, “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta’âlâ.” Red: Ibrahim Editor: Septian Ragil

Kenali Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang

Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika merupakan salah satu Prodi yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas akademik maupun non-akademik di bidang pendidikan matematika dan matematika murni. Ketua Prodi (Kaprodi) Pendidikan Matematika Unwaha Jombang, Wisnu Siwi Satiti, S.Pd., M.Sc. mengatakan, sebagai penyelenggara pendidikan tinggi, Prodi ini memiliki visi utama yaitu mampu menghasilkan tenaga pendidik yang unggul dan berakhlaqul karimah. “Prodi ini didirikan dengan tujuan untuk menghasilkan pendidik matematika yang dapat mengaplikasikan konsep kewirausahaan dalam perancangan dan pengelolaan pembelajaran,” kata Ibu Siwi, sapaan akrabnya. Kuliah di Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang Mungkin banyak dari calon mahasiswa yang merasakan jika matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Namun jangan salah, ilmu yang akan dipelajari di Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang ini sangatlah luas. “Terdapat dua hal yang menjadi pembeda dengan Prodi serupa di Perguruan Tinggi lain, khususnya di Kabupaten Jombang. Pertama adalah pengembangan karya ilmiah berbasis Research and Development (R&D) dan pembelajaran berbasis Etnomatematika,” kata Kaprodi tersebut. Terlebih saat ini, perkembangan teknologi memiliki potensi dan dampak yang signifikan terhadap pendidikan matematika. Beberapa di antaranya yaitu penggunaan perangkat lunak pembelajaran matematika dan pemanfaatan kecerdasaran buatan (AI) untuk memberikan umpan balik yang lebih personal kepada peserta didik. “Kalau Etnomatematika yaitu proses pembelajaran yang selalu mengaitkan unsur-unsur budaya dan kedaerahaan dalam memahami konsep dan teori matematika. Kedua hal ini lah yang kita tekankan dalam proses pembelajaran di kampus, sehingga interaksi pembelajaran tidak hanya pembebanan pada tugas saja, melainkan lebih interaktif dan tidak membosankan,” imbuhnya. Mata Kuliah Pendidikan Matematika Memiliki minat sebagai pendidik dan ketertarikan dalam mempelajari ilmu matematika, berkuliah di Prodi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Berbeda dengan Prodi atau Jurusan matematika yang berada di Fakultas Eksakta, pembobotan mata kuliah di Prodi ini memiliki dua fokus bidang keilmuan. Yaitu pendidikan dan matematika murni. “Sama halnya dengan prodi pada rumpun ilmu pendidikan lainnya. Di Prodi ini, tentu juga diajarkan tentang teori kependidikan yang mencakup metode pembelajaran matematika dan manajemen pendidikan,” terang Ibu Siwi. Berikut beberapa mata kuliah yang diajarkan di Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang: Pengantar Dasar Matematika, Pengantar Ilmu Pendidikan, Kalkulus I, II, dan Lanjutan, Struktur Aljabar I dan II, Perencanaan Desain Pembelajaran, dan Keterampilan Dasar Mengajar. Profil Lulusan Berikut profil lulusan Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang, antara lain: Pendidik Matematika: lulusan yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang memadai tentang ilmu matematika, pendidikan, teknologi, dan pembelajaran matematika; memiliki keterampilan dan seni mengajar; memiliki integritas pendidik; dan berakhlaqul karimah. Peneliti Pemula Pendidikan Matematika: lulusan yang membantu melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data yg dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Enterpreneur Pendidikan Matematika: lulusan yang mengaplikasikan konsep kewirausahaan secara inovatif dan kreatif dalam perancangan dan pengelolaan pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajarannya. Berdasarkan profil lulusan tersebut, lulusan S1 Prodi Pendidikan Matematika memiliki prospek karir yang luas. Para lulusan dapat bekerja di berbagai bidang, baik di sektor publik maupun swasta. Akreditasi Prodi Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) No. 604/SK/LAMDIK/Ak/S/VI/2024, Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang telah terakreditasi Baik Sekali . Hal ini sebagai bukti bahwa mutu layanan dan pendidikan yang diselenggarakan prodi ini telah sesuai dengan standar lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Kerjasama Prodi. Sebagai informasi, Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang telah menjalin beberapa kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia maupun luar negeri. Kerjasama tersebut di antaranya dengan Melaka International of Science and Technology (Malaysia) dan International College of Rajamangala University of Technology Krungthep (Thailand). Di dalam negeri sendiri, Prodi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang juga bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) Malang dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Pendidikan Matematika Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red: Ibrahim. Editor: Ragil Septian.

Salah Satu Prodi yang Paling Diminati. Berikut Tentang, Mata Kuliah, dan Profil Lulusan Prodi Manajemen

Jombang – Program Studi (Prodi) Manajemen merupakan salah satu Prodi Sosial dan Humaniora (Soshum) yang paling banyak diminati oleh calon mahasiswa. Sesuai dengan namanya, Prodi ini mempelajari bagaimana caranya memimpin, merencanakan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Prodi Manajemen berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan telah didirikan sejak tahun 2013. Dekan Fakultas Ekonomi, Ita Rahmawati, S.E., M.Si. mengungkapkan, sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan tinggi, fakultas ini memiliki misi pengajaran di bidang ekonomi, manajemen dan entrepeneur sesuai perkembangan IPTEKS dan nilai-nilai Islam. “Tidak hanya kompeten dan profesional di bidang ekonomi saja. Harapannya lulusan dapat menjadi SDM yang unggul dan ikut andil dalam mengambil peran demi kemajuan bangsa,” kata Dekan Fakultas Ekonomi tersebut. Bahan Kajian Prodi Manajemen Sementara itu, Ketua Prodi Manajemen, Khotim Fadhli, M.Pd. mengatakan, di Prodi Manajemen terdapat kurikulum yang dikembangkan dengan memiliki karakteristik penunjang kompetensi lulusan. “Untuk membangun kecerdasan spiritual, pengembangan kurikulum didasarkan pada perspektif nilai atau kemuliaan akhlak. Lalu untuk menghasilkan lulusan yang responsif, terdapat mata kuliah pendukung guna meningkatkan kepekaan sosial,” kata pria yang akrab disapa Pak Khotim ini. Adapun bahan kajian dalam membentuk keilmuan dan keahlian sarjana manajemen adalah sebagai berikut: Ekonomi Terapan Ilmu sosial Manajemen Keislaman Penelitian dan Pengabdian Filsafat Keuangan Pancasila dan Kewarganegaraan Entrepreneurship Bahasa Pemasaran Teknologi Digital Konsentrasi Prodi Manajemen Kepada tim Humas, Kaprodi Manajemen mengungkapkan, terdapat tiga konsentrasi di Prodi Manajemen Unwaha Jombang. Di antaranya, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). “Di manajemen pemasaran, mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis dan konsep mengenai strategi-stragei pemasaran. Sedangkan dalam manajemen keuangan, mahasiswa berfokus pada penerapan dan fungsi keuangan di suatu organisasi. Selanjutnya adalah manajemen SDM, yang berfokus pada pembelajaran mengenai kebijakan serta membuat keputusan di bidang ketenagakerjaan,” jelas Kaprodi Manajemen tersebut. Profil Lulusan Perkembangan zaman di era modern ini bergerak begitu pesat, begitu juga dengan kemajuan teknologi yang memiliki dampak di setiap aspek kehidupan. Peningkatan skill dan pengetahuan menjadi sangat penting bagi para lulusan Prodi Manajemen. Hal ini dikarenakan prospek jenjang karir bagi lulusan begitu sangat luas dan cukup bagus. Berikut profil lulusan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha Jombang: Manager, personal yang mampu melakukan pengelolaan serta dapat mengendalikan organisasi di bidang pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Entrepreneur, wirausahawan yang mampu mengaplikasikan ilmu manajemen dalam bisnis. Marketing, personal uang mampu mengoptimalkan kemampuan teknis dalam meningkatkan penjualan, negosiasi, dan strategi pemasaran lainnya. Human Capital Officer, personal yang mampu mengaplikasikan ilmu manajemen pada bidang sumber daya manusia. Finance and Administration Officer, personal yang mampu mengoptimalkan kemampuan pengaturan keuangan dan administrasi. Business Consultant, personal yang memberikan jasa konsultasi, potensi, pengembangan dan penilaian bisnis. Management Research Assistant, Asisten peneliti yang mampu melakukan penelitian di bidang manajemen dan ekonomi, yang meliputi membantu melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Bagimana, tertarik kuliah di Prodi Manajemen Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Program Studi Teknologi Hasil Pertanian: Tentang, Mata Kuliah, dan Pofil Lulusan

Jombang – Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian merupakan salah satu Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi yang didirikan bersadasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi No: 038/E/2013 memiliki visi sebagai salah satu Prodi unggul dan kompetitif di tingkat nasional berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Prodi (Kaprodi) Teknologi Hasil Pertanian, Dyah Ayu Srihartanti, M.P. Beliau juga mengatakan, Prodi ini memiliki misi sebegai penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian, red) yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pengembangan agroindustri. “Dengan cita-cita ini, maka Prodi Teknologi Hasil Pertanian berupaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang cakap, terampil dan memiliki daya saing tinggi di bidang agroindustri,” ungkapnya. Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan teknologi dan hasil pertanian di Indonesia begitu pesat. Terdapat banyak inovasi-inovasi di bidang ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Di masa yang akan datang, tentu berbagai tantangan di bidang ini terus berkembang secara dinamis. Dengan demikian, para lulusan diharapkan mampu mengelola potensi lingkungan agar memiliki daya kompetitif di bidang pertanian,” imbuhnya. Mata Kuliah Hampir sama dengan Prodi-Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Unwaha, Teknologi Hasil Pertanian memiliki muatan mata kuliah yang berkaitan dengan materi dasar dan lanjutan ilmu pertanian dan teknologi. “Mahasiswa dijarkan tentang manajemen teknologi di bidang pertanian. Adapun ruang lingkupnya meliputi penaganan, pengamanan, dan juga pengelolaan hasil pertanian,” terang Ibu Dyah kepada tim Humas. Adapun bahan kajian di Prodi Terknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang adalah sebagai berikut: Ilmu Sains Dasar; pada bidang kajian ilmu sains dasar mempelajari keilmuan fisika, kimia, dan juga mikrobiologis dari hasil pertanian hingga proses pengelolahan bahan pangan. Keilmuan Inti Teknologi Hasil Pertanian; bahan kajian ini meliputi prinsip-prinsip ilmu pangan/hasil pertanian (kimia dan analisis pangan/ hasil pertanian, mikrobiologi dan keamanan pangan, rekayasa proses pengolahan pangan/hasil pertanian, biokimia pangan dan gizi) untuk diformulasikan dalam teknik perancangan proses secara terpadu. Kecakapan Hidup; merupakan kajian mata kuliah yang menyesuaikan dengan kebutuhan peningkatan soft skill mahasiswa sesuai kebutuhan di masa yang akan datang. Sosial Humaniora; bahan kaijan yang disesuaikan dengan kondisi sosial humaniora masyarakat Indonesia. Ciri Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi; bahan kajian meliputi mata kuliah sesuai ciri atau karakteristik (konservasi) Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi. Profil Lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian Berikut profil lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian: Manajer; para lulusan dinilai mampu mengelola usaha di bidang agroindustri nasional dan multinasional. Pelaku bisnis di bidang agroindustri; lulusan dengan kompetensi yang dimiliki dapat berkembang di bidang bisnis dan industri rumah tangga berbasis pangan dan pertanian. Peneliti; peneliti di perguruan tinggi atau lembaga riset pemerintahan ataupun swasta. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unwaha Jombang: Tentang, Mata Kuliah, Profil Lulusan

Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) adalah salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi ini didirikan pada tahun 2001 berdasarkan SK Mendiknas RI No: 42/D/0/2001, untuk dapat mendukung pelaksanaan pendidikan tinggi di STAI-BU sekarang Unwaha Jombang. Ketua Program Studi PBA, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I., mengatakan, Prodi PBA hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran bahasa Arab. Ini bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berwawasan global dan berkarakter islami. “Tujuan Prodi PBA yaitu untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional, berkarakter islami. dan mempunyai kompetensi dalam bidang Bahasa Arab. Selain itu, mereka diharapkan mampu berkembang secara profesional di bidang riset keilmuan bahasa Arab,” tutur Kaprodi PBA tersebut. Mata Kuliah Perempuan yang akrab disapa Rina ini mengungkapkan beberapa mata kuliah yang menjadi bahan ajar berdasarkan kurikulum Prodi PBA Unwaha Jombang. Berikut beberapa mata kuliah tersebut: Teori Belajar dan Pembelajaran; mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menerapkan konsep belajar dan pembelajaran. Topik bahasannya meliputi, prinsip dan dasar pengembangan kurikulum, pendekatan dan konsep dasar belajar dan pembelajaran. Desain Pembelajaran Bahasa Arab; matakuliah ini menguatkan pemahaman dan keterampilan mahsiswa dalam pembelajaran bahasa arab. Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab; mahasiswa diharapkan mampu menguasai teori dan praktik tentang desain, pengembangan, pemanfaatan, dan penilaian proses dan sumber-sumber untuk belajar. Ilmu Lughah; topik bahasan dalam mata kuliah ini meliputi pengertian, karakter dan fungsi bahasa, aliran-aliran linguistik arab dan umum. Profil Lulusan Kaprodi PBA kepada tim Humas menyampaikan beberapa keterampilan khusus yang akan didapat oleh para lulusan Prodi PBA. Yaitu, lulusan dinilai mampu berbahasa arab (secara lisan dan tulis) sampai ke tingkat lanjut. “Baik reseptif maupun produktif dalam bentuk komunikasi seperti presentasi satu dan multi arah melalui pembelajaran berbasis tugas, proyek, dan simulasi. Juga mampu memahami referensi ilmiah, kesastraan, kependidikan, dan produktif dalam menulis karya ilmiah,” imbuhnya. Pengembangan Karir Berdasarkan profil yang dijelaskan oleh Kaprodi PBA tersebut, maka para lulusan dapat mengembangkan karirnya ke berbagai jenis keprofesian, seperti berikut: Pendidik/Praktisi Pendidikan; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi baik secara teoritis dan praktis dalam mendesain, mengimplementasikan, mengorganisasikan, dan mengevaluasi pembelajaran Bahasa Arab. Pengembang Bahan/Media Ajar; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi dalam pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran Bahasa Arab baik secara teoritis maupun praktis. Penerjemah Bahasa Arab; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi dalam menerjemahkan teks-teks maupun kata berbahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia dan sebaliknya. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang

Jombang – Porgram Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang merupakan salah satu Program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Pertanian. Ketua Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Canggih Nailil Maghfiroh, M.P. mengatakan, Program Studi ini dibangun dengan landasan sains hayati dan mengkombinasikan ilmu pertanian dengan prinsip rekayasa biosistem. “Di dalamnya mempelajari interdisiplin ilmu pertanian dan teknologi yang bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia unggul di bidang tersebut. Lulusan diharapkan menjadi problem solver atas segala permasalahan yang dihadapi di sektor pertanian untuk menghasilkan sistem pertanian yang berkelanjutan,” kata Canggih. Tujuan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Dalam proses penyelenggaraan pendidikan, Program Studi ini memiliki beberapa tujuan. Pengembangan yang dilakukan diharapkan mampu melayani kebutuhan di bidang energi pertanian, sumber daya alam (tanah, air, dan ekosistem). “Selain itu, mahasiswa mampu terlibat dalam pengembangan pembelajaran dan keprofesian di bidang pertanian. Di mana mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip rekayasa yang fundamental meliputi ilmu-ilmu sains, seperti matematika, fisika, dan biologi,” lanjut Ketua Prodi Rekayasa Pertanian dan Biosistem ini. Bidang Kajian Mungkin beberapa calon mahasiswa atau kalian masih asing dengan program studi atau jurusan yang satu ini. Canggih Nailil Maghfiroh, M.P menyebutkan, terdapat beberapa mata kuliah yang menjadi bidang kajian selam proses perkuliahan di Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. “Sebagai bekal untuk masuk di Prodi (Program Studi) ini, mungkin adik-adik calon mahasiswa perlu mereview kembali mata pelajaran di SMA sederajat, seperti matematika, fisika, dan biologi. Namun yang terpenting adalah kalian memiliki minat di bidang pertanian dan teknologi,” pesan wanita yang akrab disapa Canggih ini. Kepada tim Humas, Canggih membeberkan beberapa mata kuliah yang akan diajarkan di Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Berdesarkan jenisnya, yaitu sebagai berikut: Wajib Prodi; Kimia Dasar, Fisika Dasar, Dasar Biosistem, Matematika, Ilmu Lingkungan, Pengantar Rekayasa dan Desain 1 & 2, Genetika Pertanian, dan lain sebagainya. Wajib Fakultas; Pengantar Ilmu Pertanian, Statistika, Metode Ilmiah, Etika Profesi. Wasjib Universitas; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kewarganegaraan, Aswaja, Filsiafat Ilmu, Kewirausahaan. Profil Lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang dinilai mampu dalam pengembangan keprofesiaan di bidang pertanian. Adapun profil lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem seperti berikut: Peneliti, lulusan mampu melakukan riset yang mencakup identifikasi, formulasi, dan analisis masalah rekayasa di bidang pemanfaatan teknologi dalam sistem pertanian. Pelaku bisnis di bidang rekayasa pertanian, dapat mengembangkan produk-produk pertanian serta memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Konsultan, mampu merumuskan alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang pemanfaatan rekayasa dan teknologi di bidang pertanian. Prospek Karir Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Prospek karir lulusan di bidang pertanian memiliki peluang yang sangat luas. Mengingat Indonesia merupakan negara agraris serta memiliki sektor pertanian yang sangat besar. Ini menjadi satu set peluang yang dimiliki oleh para lulusan untuk mengembangkan karir. Berikut lokus pekerjaan yang secara khusus dapat menampung para lulusan: Instansi Pemerintah (Departemen atau Dinas yang membidangi pertanian dan lingkungan). Industri Pertanian. Wiraswasta yang bergerak di bidang layanan dan penyedia produk pertanian. Lembaga Penelitian. Lembaga Pendidikan. Lembaga Swadaya Masyarakat (Yang memiliki konsentrasi di bidang pertanian dan lingkungan). Bagimana? tertarik kuliah di program studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.