Category: Artikel
Unwaha Jombang Menghadiri Undangan Penting LLDIKTI VII Jatim terkait Serdos
SIDOARJO – Selasa 13 Februari 2024. Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikasi dosen bertujuan untuk : (1) Menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen. (2) Melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi. (3) Meningkatkan proses dan hasil pendidikan. (4) Mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Unwaha Jombang menghadiri acara Sosialisasi Mekanisme Pembayaran Tunjangan Profesi Dosen dan Tunjangan Kehormatan Guru Besar Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah 7 Angkatan II, di hotel Swiss Bellin Airport Juanda Sidoarjo. M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. selaku Dekan FIP menghadiri acara tersebut sekaligus mewakili Undangan Tim PSD PT Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Ibu Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., M.M. selaku Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur membuka agenda sosialisasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, “Pelaporan Beban Kerja Dosen sangat penting untuk dilakukan, apa yang kita lakukan itu yang kita laporkan,” pungkas Prof. Dyah. “Kesempatan beasiswa S3 yang banyak ditawarkan harus dimanfaatkan oleh para dosen untuk meningkatkan kompetensinya. Selain itu, melalui luaran hibah penelitian, dosen dapat menulis artikel-artikel jurnal internasional yang nantinya bisa digunakan untuk persyaratan kenaikan jabatan akademik Lektor Kepala maupun Guru Besar.” kata beliau. “Saat ini terdapat kurang lebih 7500 dosen di bawah naungan LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur. Harapannya ke depan lebih banyak lagi dosen yang mendapatkan sertifikasi pendidik termasuk juga NIDK dapat mengikuti proses Serdos.” kata Ketua Tim Sertifikasi dan Mutu Pendidik. Di Unwaha Jombang yang telah mendapatkan sertifikasi dosen terdapat kurang lebih 27 dosen. Di awal tahun 2024, akan terdapat 11 dosen masuk pada gelombang 0 serdos 2024 dan kemungkinan terdapat 20-an dosen masuk gelombang I. Unwaha Jombang terus meningkatkan kompetensi dan karir Sumber Daya Manusia sesuai dengan kebijakan mutu SPMI. dr. Ivan Rovian, M.Kes selaku Kabag Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur menutup acara sosialisasi ini. Beliau mengharapkan ada komunikasi aktif yang baik antara LLDIKTI 7 dan PTS. Serta berharap semakin banyak dosen yang bersertifikasi pendidik. Red : Farid Nasrulloh Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru UNWAHA Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Dimensi Psikologi Idul Fitri
Fajar 1 Syawal 1444 H sebentar lagi akan tiba. Tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujung waktunya dan akan segera ditutup dengan melaksanakan sholat Idul Fitri. Bagi umat islam, Idul Fitri merupakan titik kontinum kerinduan dari perjuangan sepanjang bulan menjalankan ibadah puasa dengan harapan sampai pada puncak kemenangan dengan fitrah dari dosa. Idul fitri juga merupakan puncak kesedihan, karena ditinggal bulan yang penuh rahmat, limpahan maghfiroh, dan ladang pahala yaitu bulan Ramadhan. Keutamaan Hari Raya Idul Fitri Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ. Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian. Secara psikologis, Idul Fitri bukan hanya momen perayaan dari berakhirnya madrasah Ramadhan, melainkan merupakan manifestasi teologis atas kesucian (fitrah) manusia yang bertauhid. Setidaknya terdapat tiga dimensi psikologi dari Idul Fitri yang sangat penting untuk dimaknai dan disyukuri yaitu kemenangan, kebahagiaan, dan kerukunana. Dimensi kemenangan. Idul Fitri sarat akan spirit kemenangan dalam mengendalikan nafsu. Menurut Imam Al-Ghazali, Pendidikan merupakan proses transformasi muslim dari budak nafsu menjadi hamba Allah yang bertaqwa, beriman, dan beramal sholeh. Dimensi kebahagiaan. Idul Fitri merupakan momen sosial untuk melepas rindu mengenang asal-usul primordial, dan meneguhkan spirit berbagi. Sehingga Idul Fitri harus dimaknai sebagai jalan kemenangan mental spiritual yang mengantarkan pada harmoni, kedamaian hati, dan kebahagiaan sejati. Dimensi kerukunan. Idul Fitri menyadarkan pentingnya komunikasi sosial melalui silaturrahmi dalam bentuk saling memaafkan, saling berbagi, saling menyayangi, dan saling menghargai. Idealnya silaturrahmi harus dimaknai sebagai trasnformasi sosial sebagai langkah strategis dan efektif untuk mewujudkan harmoni sosial dan kerukunan nasional bukan sekedar bertemu kangen dan bersambung rasa. Esensi dari dimensi kerukunan adalah komitmen bersama untuk memerdekakan diri dari segala penyakit hati dan bebas dari segala bentuk intervensi serta hegemoni asing.
Keagungan Lailatul Qadar yang Disembunyikan
Salah satu anugrah yang Allah SWT berikan kepada umat islam adalah adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yang selalu dinanti umat islam. Ibaratnya, lailatul qadar merupakan tamu agung dengan segudang bawaan kebaikan bagi orang-orang yang menjamunya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Qadr:1-5,) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mayoritas mufasir menafsirkan ayat 2 dan 3 dengan makna “beramal atau beibadah di malam lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan beramal dalam 1000 bulan yang tidak ada lailatul qadar”. Sedangkan Syekh Mustafa Al-Maraghi menafsirkan ayat 2 dan 3 dari sudut pandang yang berbeda dengan para mufasir pada umumnya. Menurut beliau, alasan lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan karena pada pada malam ini diturunkannya permulaan syariat baru kepada manusia terbaik dan malam tersebut merupakan peletakan batu pondasi agama terakhir yang akan selalu sesuai dengan setiap masa dan tempat, adalah malam yang lebih utama dibanding 1.000 bulan dimana mereka membabi buta dalam kegelapan syirik, kesesatan menyembah berhala, kebingungan yang tidak ada ujungnya dan tidak mengenalibatas. Menurut Ad-Dhuhak, malam lailatul qadar merupakan malam keselamatan, dimana pada malam-malam lainnya Allah menetapkan adanya cobaan, musibah, dan keselamatan. Sedangkan menurut Syekh Nawawi Banten, malam lailatul qadar adalah malam dimana malaikat turun secara berkelompok dari awalnya malam sampai terbit fajar. Turunnya malaikat secara berturut-turut itu karena banyaknaya salam yang mereka sampaikan untuk ahli puasa dan shalat dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar dari awal sampai terbitnya fajar selamat dari perbedaan dan kekuranan. Ibadah dibagian waktu manapun lebih baik daripada 1000 bulan. Malam lailatul qadar tidak seperti malam-malam lain terkait waktu misalnya waktu sahur untuk berdoa, sedangkan pada malam lailatul qadar semua waktu sama.
Dimensi Filosofi Zakat dalam Filantropi Islam
Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan mulai dari hubungan dengan Tuhan hingga hingga hubungan antara manusia dan alam. Dimensi penghambaan yang dibangun oleh islam tidak terbatas pada prisip ketuhanan (teosentris), melainkan juga manifestasi kemanusiaan (antroposentris). Perhatian islam terkait kemanusiaan digambarkan melalui prinsip, ajaran, atau syariat keislaman. Hal ini menunjukkan dibalik ritual penghambaan yang disyariatkan dengan kewajiban terdapat makna esetoris beragama yang apabila kita refleksikan dan transformasikan dapat mewujudkan keharmonisan, baik hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manuisa, maupun dengan alam. Zakat merupakan salah satu ibadah wajib yang menjadi bukti nyata perhatian syariat terhadap hubungan manusia dengan sesamanya. Secara ontologis zakat menunjukkan dogma religious, yang diungkap dalam Al-Qur’an sebanyak 82 kali yang bersifat konsepsional-dogmatis. Hal ini dapat dilihat dari riwayat Abu Bakar Ash-shidiq yang memerangi para pembangkang yang menolak membayar zakat, atau perintah Umar bin Khattab untuk membakar rumah orang islam yang menolak perintah zakat. Kejadian tersebut dapat dimaklumi mengingat zakat bersifat multidimensi. Selain berdimensi teologis, zakat juga berdimensi historis, ekonomi, politik, dan eskatologis. Oleh karena itu, zakat berbeda dengan ibadah lainnya seperti sholat yang bersifat ritual-individual-formal, zakat adalah satu-satunya rukun islam yang bertransformasi dari ibadah personal ke ibadah sosial, inilah yang disebut dimensi sosial-ekonomi zakat. Jika dikaji dari secara filosofi, zakat menyangkut tiga aspek. Pertama, aspek tugas manusia sebagai kholifah (QS. Al-Baqoroh: 30) yang harus memimpin dan mengatur tersedianya produksi, distribusi, dan konsumsi bagi makhluk hidup di bumi (QS. Qaf: 7-11; QS. An-Nahl: 69). Dalam konteks ini zakat harus melibatkan pemerintah baik dari segi hukum, anggaran, maupun pembagian. Aspek kedua, solidaritas sosial. Diharapkan zakat mampu memperkecil gap pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Hal ini juga menjadi batas-batas equilibrium proporsional sehinggga kekayaan tidak menjadi penyebab kelalaian seseorang beribadah, begitupula kemiskinan tidak menjadi keterpurukan yang dapat menyebabkan seseorang lupa kepada Tuhannya. Aspek ketiga, cinta dan persaudaraan. Meskipun kemiskinan adalah realitas sosial yang tidak dapat dihapuskan secara mutlak, namun dengan zakat dampak sunnatullah tersebut dapat diminalisir sehingga tidak menghancurkan sendi-sendi kemanusaian. Dengan demikian zakat merupakan usaha untuk kembali pada kondisi fitrah sekaligus sebagai bentuk partisipasi dalam membangun kebersamaan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.
Tingkatkan Silaturrahmi Antara Dosen dan Mahasiswa, Prodi PAI Gelar Talkshow Ramadhan
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H, Prodi PAI UNWAHA gelar talkshow Ramadhan bertajuk “Ramadhan Momentum Pembentukan Karakter dan Spirit Pererat Ukhuwah Islamiyah Bagi Generasi Milenial”. Acara yang dilaksanakan pada Senin (2/4/2023) ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa prodi PAI, sekaligus menampung aspirasi mahasiswa guna peningkatan kualitas prodi PAI. Acara ini diawali dengan hiburan etnika musik yang dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Drs. Waslah, M.Pd.I. selaku dekan FAI sebagai do’a awal untuk membuka acara ini dengan harapan acara dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Menurut ketua pelakasana, acara ini merupakan acara yang rutin diselenggarakan prodi PAI untuk menyemarakkan bulan Ramadhan sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar, dosen dengan mahasiswa, dan antar mahasiswa. Selain itu, acara ini menambah wawasan mahasiswa melalui kajian materi yang disampaikan oleh pemateri. Dalam sambutannya, Dr. Didin Sirojudin, M.Pd.I. selaku kaprodi PAI menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa sesuai dengan konsep kitab ta’lim muta’alim. Acara yang dihadiri dosen dan ± 400 mahaiswa prodi PAI ini, menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. (WR Bidang Keuangan dan Kerumahtanggans) dan Moch. Fodhil, M.Pd.I (dosen PAI). Dalam paparan materinya, Moch. Fodhil, M. Pd.I. menyampaikan bahwa puasa dibagi menjadi dua macam yaitu puasa khas dan puasa am. Puasa khas contohnya adalah memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak dan memperkuat ibadah. Sedangkan puasa am adalah puasa seperti orang-orang pada umumnya yang tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja, dan lain-lain. Acara yang berakhir pukul 17.38 ini ditutup dengan acara makan bersama dan penyampaian program himpunan kosma prodi PAI.
Cegah Kebakaran, Begini Cara Mendeteksi Kebocoran Gas
Tabung LPG (Liquefied Petroleum Gas) yang bocor merupakan salah satu penyebab kebakaran. Kejadian ini kerap membuat panik warga. Karena kondisi ini berbahaya dan tidak bisa dianggap sepele, terlebih untuk mendeteksi kebocoran gas agar tidak terjadi kebakaran rumah. Titik paling rawan kebocoran dalam penggunaan gas adalah pada sambungan antara regulator dan mulut atas tabung gas. Jika karet seal tabung rusak atau kaku, maka gas LPG akan bocor melalui sambungan. Hal ini bisa berakibat fatal karena gas mudah tersulut sumber api lain, bahkan dari percikan api saklar listrik. Pemasangan alat pendeteksi kebocoran gas dipandang perlu sebagai langkah awal tindakan preventif agar tidak terjadi kebakaran. Salah satu alat yang berhasil dirancang oleh mahasiswa Unwaha adalah Alat pendeteksi kebocoran gas berbasis IOT. Alat ini menggunakan NodeMCU ESP8266 sebagai control utamanya, ditambah dengan sensor MQ-2 sebagai masukan dan buzzer sebagai keluaran. Alat ini berbasis IOT (Internet Of Things)sehingga apabila terjadi kebocoran gas, akan ada notifikasi jarak jauh melalui smartphone. Baca selengkapnya disini
Tips Sederhana menjadi Pemimpin Visioner
Seorang pemimpin harus memiliki taktik yang jitu untuk mewujudkan visinya. Ia harus mampu menerjemahkan inspirasi dan visi yang ia punya menjadi program-program yang praktis dan sederhana namun menarik serta terukur keberhasilannya. Memang tidak mudah menjadi pemimpin yang visioner untuk mewujudkan konsep ideal pada tataran praktis tidak akan luput dari banyak kendala di lapangan. Berikut tips sederhana dari Burt Nanus agar langkah-langkah menuju kepemimpinan visioner bisa terwujud: Pertama, Langkah Perencanaan , seorang pemimpin harus mampu merumuskan ide atau gagasan suatu visi dan mempunyai suatu pandangan visi misi yang jelas dalam organisasi. Dalam langkah ini berikut hal-hal yang harus diperhatikan; Visi harus dapat memberikan panduan/arahan dan motivasi, visi harus disebarkan di kalangan anggota organisasi (stakeholder) dan Visi harus digunakan untuk menyebarluaskan keputusan dan tindakan organisasi yang penting. Kedua, Langkah Implementasi, memberi arti pada kerja dan usaha yang dilakukan bersama-sama para anggota organisasi berdasarkan visi yang jelas. Terdapat 5 hal yang harus diperhatikan dalam langkah implementasi ini, di antaranya : Fokus kepada tujuan organisasi, Membuat rencana jangka panjang, menengah maupun pendek, Mengembangkan visi bagi masa depan organisasi, Selalu berada dalam kondisi siap dan dinamis untuk berubah serta Selalu mengetahui kebutuhan konstituen/pelanggan. Ketiga, Langkah Evaluasi, langkah ini difungsikan sebagai langkah mengukur ketercapaian, Kepemimpinan yang berorientasi kepada pencapaian visi, terbiasa menghadapi segala tantangan dan resiko, mengamati suatu kejadian di masa depan. Dapat disebut pemimpin visioner apabila seorang pemimpin dalam sebuah lembaga jika sudah dapat memenuhi kriteria-kriteria ketercepaian dari visinya, setelah melalui adanya proses perencanaan serta pelaksanaan sebagai implementasi dari rencana dalam sebuah pembentukan visi. Baca Selengkapnya->>
Hobi Siswa Bermain Drama? ini Teknik Pembelajarannya
Sandiwara tanpa naskah (script) dan tanpa latihan terlebih dahulu merupakan teknik belajar yang pelaksanaannya dilakukan secara spontan. Biasanya orang lebih awam menyebut sebagai sosiodrama Masalah yang didramatisasikan adalah mengenai situasi sosial. Sosiodrama akan menarik bila pada situasi memuncak, kemudian dihentikan. Selanjutnya dilakukan diskusi, bagaimana jalan cerita seterusnya, atau pemecahan masalah selanjutnya. Proses pembelajaran melibatkan dua subjek, yaitu guru dan siswa akan menghasilkan suatu perubahan pada diri siswa sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Hasil belajar ada yang bersifat terbatas, dan karena itu, kemungkinan untuk mengalihkannya ke bidang study lain terbatas pula, seperti informasi verbal dan keterampilan motorik. Ada pula hasil belajar yang mengandung kemungkinan untuk mengalihkannya ke bidang study lain/berbagai bidang secara luas, bahkan menjadi bekal untuk digunakan/dimanfaatkan dalam banyak bidang kehidupan, seperti banyak konsep, kaidah, prinsip, siasat-siasat mengatur kegiatan kognitif dan sikap. Makin meningkat pula kemungkinan hasil-hasil itu diterapkan dan dimanfaatkan secara luas. Mata pelajaran fiqih misalnya yang merupakan salah satu mata pelajaran PAI yang mempelajari banyak konsep, kaidah, prinsip dalam mengatur pola hubungan manusia dengan Allah SWT, manusia dengan manusia dan manusia dengan lingkungannya. Fiqih diharapkan menjadi alat kontrol bagi siswa dalam mengarungi kehidupannya kelak. Lalu, apakah penerapan sosiodrama pada matapelajaran fiqih bisa membawa dampak positif bagi siswa? Baca selengkapnya->>
Ternyata ini Resep siswa tetap Berprestasi selama Belajar Daring
per 24 Maret 2020, satuan pendidikan di seluruh Indonesia mengambil langkah tegas dalam menanggapi seruan pemerintah untuk melakukan aktivitas belajar dari rumah atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Pembelajaran daring memang memiliki sisi kepraktisan, namun pembelajarin daring juga memiliki kendala yang harus dihadapi guru dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswa. Guru lebih tertuntut untuk belajar dan mengevaluasi agar materi yang disampaikan benar-benar dimengerti oleh siswa. Dalam kondisi ini, guru dapat menggunakan aplikasi di Google bernama Google Classroom. Aplikasi tersebut merupakan bentuk kelas virtual yang mirip dengan kelas sebagaimana pembelajaran luring. Namun, aplikasi ini terintegrasi dengan layanan google docs dan google drive sehingga memudahkan pengguna untuk mendapatkan keuntungan dari layanan tersebut. Merancang cara yang efektif menggunakan Google Classroom akan memenuhi kebutuhan siswa dalam mendapatkan proses dan pemahaman selama pembelajaran serta praktik yang lebih menarik dengan interaksi materi yang dijelaskan oleh guru. Dengan cara demikian, materi yang semula kaku dan hanya dapat ditulis kini menjadi suatu desain pembelajaran yang menarik sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar siswa selama pembelajaran daring. Lantas, apakah aplikasi tersebut layak digunakan oleh siswa selama pembelajaran daring?, benarkah aplikasi tersebut mampu meningkatkan prestasi belajar mereka? Baca Selengkapnya->>
Keluar Masuk Garasi Tanpa Ribet?, Gunakan Cara ini!
Seiring dengan berkembangnya teknologi, manusia semakin dimudahkan dalam berbagai hal. Salah satunya mereka sudah tidak perlu berjalan untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Salah satunya adalah garasi otomatis yang dapat mempermudah pengguna dalam mengoprasikannya. Garasi merupakan suatu tempat khusus bagi kendaraan agar terhindar dari pencurian, maupun cuaca sekitar. Pada umumnya, garasi memang dirancang secara tertutup untuk faktor keamanaan. Namun terbayangkah ketidakpraktisan ketika seseorang hendak keluar masuk garasi pada saat cuaca terik atau bahkan hujan deras? Ya, mereka perlu turun dari kendaraan untuk membuka dan menutupnya kembali. Dengan adanya sistem garasi otomatis, pengguna dapat membuka dan menutup tanpa harus mendekati atau bahkan mendorong pintu garasi terlebih dahulu. Hal ini sangatlah membantu pengguna ketika akan memasuki garasi mereka. Baca Selengkapnya->>