Category: Artikel
GANTUNGAN KUNCI
Gantungan Kunci “Tanaman Hidup” dan Media Tanam Hidrogel; Alternatif sumber penghasilan bagi Guru TKIT Al Misbah Istilah gantungan kunci bukanlah hal asing bagi kita. Namun lain dengan gantungan kunci yang satu ini. Gantungan kunci yang berisi tanaman hidup menjadi hal baru bagi guru TKIT Al Misbah. Pelatihan yang dilakukan oleh tim PKM Universitas KH Wahab Hasbullah pekan lalu, berhasil membuat para guru antusias mengikuti pelatihan ini. “Gantungan kunci ini berisi rumput, tanah kompos, batuan zeolit dan juga pasir pantai sebagai hiasan”, jelas Umi Kulsum Nur Qomariah, selaku instruktur pembuatan gantungan kunci. Alat dan bahan yang digunakan cukup mudah ditemukan, seperti tanah kompos dan pasir pantai bisa dibeli di toko aquarium atau toko bunga. “Rumput bisa ditemukan di sekitar rumah, kalau bisa berukuran mini karena botol yang kita gunakan berukuran mini” Sambung dosen prodi agroekoteknologi ini. Pembuatan gantungan kunci ini cukup mudah, tinggal memasukkan bahan menggunakan pinset. “Agar tanaman tetap mendapatkan sirkulasi udara tidak layu, tutup gantungan kunci menggunakan kayu randu, jadi udara bisa masuk ke dalam botol”, tutur dosen asal Kediri ini. Gantungan kunci ini bisa dijual karena tampilannya yang menarik dan masih jarang ditemukan. Selain gantungan kunci, TIM PKM juga mengenalkan dan mengajarkan Media tanam Hidrogel. Salah satu instruktur Media tanaman hidrogel, Anggun Wulandari menuturkan tentang kelebihan Media tanam hidrogel, ” Tanaman di hidrogel ini tidak perlu disiram karena tanaman yang akan menyerap air pada hidrogel, kalau pun layu, bisa ditambah pupuk cair agar tanaman tidak kehabisan nutrisi”. Selain warnanya yang menarik, tanaman ini juga bisa digunakan sebagai souvenir pernikahan. Alasan tanaman air yang mudah ditanam dan dicari di toko bunga, media ini menjadi salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan. Ucapan terimakasih disampaikan kepada Kemenristekdikti sebagai sponsor dan LPPM Universitas KH. A. wahab Hasbullah yang telah mensupport dalam program ini. Terimakasih juga diucapkan kepada TKIT AL-Mishbah sebagai Mitra Pengabdian Masyarakat./fns
LULUSAN SMK; BEKERJA, WIRAUSAHA, ATAU KULIAH?
Berbeda dengan alumni SMA atau MA, Alumni SMK mempunyai tuntutan tersendiri dalam kesiapan kerja di lapangan. Setelah ini lanjut bekerja dimana? Masih menjadi suatu pertanyaan yang menghantui siswa kelas akhir. Selama pembelajaran di kelas, siswa SMK dibekali dengan keterampilan kerja sesuai dengan minat bidang masing-masing. Meski jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanyak jumlah lulusan yang dihasilkan. Saat ini, program praktik kerja industri(prakerin) atau yang dikenal dengan magang masih menjadi andalan sekolah dalam pembekalan siswa di dunia kerja. Selama satu semester terjun di dunia industri menjadi tantangan tersendiri bagi siswa. Guru pembimbing prakerin pada umumnya telah menyiapkan beberapa list industri untuk dipilih secara bebas oleh siswanya sebagai lokasi magang. Tanpa ada maksud untuk menyudutkan salah satu industri, namun berdasarkan pilihan siswa, tentu saja akan diketahui mana siswa yang serius ingin belajar atau sekadar mengikuti kewajiban sekolah. Siswa yang serius belajar tentu akan memanfaatkan program sekolah ini dengan sebaik-baiknya. Mereka tidak hanya mengerjakan tugas dari Pendamping prakerin, melainkan juga aktif dalam meninjau situasi di lapangan. Selain Prakerin yang sudah merupakan program wajib di SMK, beberapa sekolah telah menerapkan Teaching Factory (TEFA), yaitu pembelajaran yang berorientasi produksi dan bisnis. Pembelajaran melalui TEFA adalah proses penguasaan keahlian atau keterampilan yang dilaksanakan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk atau jasa yang dipesan oleh konsumen (Direktorat Pembinaan SMK, 2015). Salah satu SMK di Jawa Timur memproduksi perangkat lampu kabin untuk permintaan salah satu industri otomotif dimana selama pembuatan perangkat lampu kabin tersebut terdapat pembelajaran sebagaimana cara merakit dan pemeliharaannya. Pembelajaran semacam ini tentu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Beberapa percobaan siswa dalam merakit menuai kegagalan. Guru memberikan simulasi jika terjadi hal yang paling buruk yaitu perangkat yang terbakar. Dalam hal ini, siswa telah memahami betul cara merangkai dan tindakan pertama jika terjadi kegagalan perangkat. Prinsip dasar TEFA merupakan integrasi pengalaman dunia kerja ke dalam kurikulum sekolah, dimana peralatan, bahan dan staf pengajar dirancang untuk melakukan proses produksi barang/jasa (Lamancusa, et al., 1995). Keuntungan dari kegiatan TEFA dapat menambah sumber pendapatan sekolah untuk kegiatan pendidikan. Pembelajaran model TEFA menghadirkan dunia industri secara nyata di lingkungan sekolah, untuk menyiapkan lulusan yang siap kerja sebagaimana yang digambarkan Rentzos, et al., (2014). Model pembelajaran ini sangat penting karena akan sia-sia ketika siswa fokus mempelajari salah satu keterampilan di suatu buku sedangkan keterampilan tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi di industri. Sebagai contoh, siswa mempelajari menggambar desain struktur bangunan dengan meja gambar, rapidho graf, dan penggaris siku. Siswa terampil dalam penggunaan alat tersebut tetapi kebutuhan industri saat ini adalah menggambar melalui software Autocad. Salah satu alternatif disamping menghasilkan lulusan siap kerja yaitu dengan mendorong siswa untuk menjadi wirausaha. Terutama mereka yang memiliki imajinasi kuat, mimpi besar, sebaiknya disiapkan untuk menjadi wirausaha,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy dalam sambutannya pada seminar SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0 di Graha Utama kantor Kemendikbud, Jakarta, (21/3/2019). Salah satu indikator tingginya pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh banyaknya wirausahawan yang mampu membuka lapangan pekerjaan. Dalam meningkatkan daya saing suatu bangsa perlu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Karakter SDM berdaya saing tinggi yang mampu mengubah tantangan menjadi peluang, Kecakapan menganalisa sebuah permasalahan dengan kreatifitas berbasis nilai ekonomi dapat didorong melalui pembangunan karakter berwirausaha. Sehingga siswa SMK tidak hanya siap kerja, namun mereka juga siap menjadi penyedia lapangan kerja. Melalui upaya semacam ini, lulusan siswa SMK diharapkan mampu bersaing di dunia indsutri baik sebagai pekerja maupun sebagai penyedia lapangan kerja. Namun, sorotan lain menunjukkan bahwa lulusan SMK menjadi penyumbang tertinggi angka pengangguran terbuka di Indonesia. Memang upaya di atas tidak sepenuhnya berjalan optimal. Namun, angka tersebut bukanlah menjadi suatu halangan bagi SMK untuk tetap mengantarkan siswanya siap kerja, siap berwirausaha. Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim dalam Seminar Implikasi Revolusi Industri 4.0 di Pendidikan Vokasi menyebutkan dalam bahwa angka itu tidak sepenuhnya benar, karena tidak sedikit lulusan SMK yang bekerja namun tidak pada bidang keahliannya selama menempuh pendidikan di bangku sekolah. “ada lulusan SMK dari program keahlian Teknik Kendaraan Ringan, namun ia bekerja di suatu perusahaan elektronik, bahkan banyak juga yang mendirikan CV. sendiri dan hal ini tidak tercatat di tracer study sekolah”. Disinilah pentingnya pendidikan berbasis industri, siswa tidak hanya mampu secara teori dan keterampilan, namun juga memiliki mental yang baik dalam menghadapi situasi di lapangan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa mengenyam pendidikan di SMK bukanlah sebagai opsi kedua ketika calon peserta didik tidak diterima di SMA favorit. Lebih dari itu, siswa SMK memperoleh banyak pengalaman kerja sesuai bidang keahlian dan kebutuhan industri saat ini. Begitupun dengan profil lulusannya, mereka tidak selalu monoton dengan bekerja di suatu perusahaan, dengan bekal pengalaman selama pendidikan, mereka bisa berwirausaha bahkan melanjutkan ke pendidikan tinggi. Jika saat ini anda sebagai siswa semester akhir SMK, apakah anda ingin bekerja? Anda sudah punya pengalaman itu selama prakerin. Anda ingin berwirausaha? Anda sudah memahami kebutuhan industri dan permintaan pasar saat ini. Anda ingin melanjutkan ke perguruan tinggi? Tentu saja anda sudah punya bekal dari mata pelajaran Normatif, adaptif, dan Produktif yang telah dipelajari. SMK-BISA. Referensi: Lamancusa, John S., et al. (1995). The learning factory: a new approach to integrating design and manufacturing into enginering curricula. ASEE Proceedings, Anaheim, California, 2262. Rentzos L.A, et al. (2014). Integrating manufacturing education with industrial practice using Tefa paradigm: A construction equipment application. proceedings of the 47th CIRP conference on manufacturing systems, volume 17 (2014), pp. 189 – 194 Direktorat Pembinaan SMK-Departemen Pendidikan Nasional (2009). Roadmap pengembangan SMK 2010-2014. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pembinaan SMK.(2019, 21 Maret). Pameran SMK Menyongsong Revolusi Industri 4.0: Bukti Prestasi SMK. Diperoleh 20 Juni 2019, psmk.kemdikbud.go.id.
PERSEPSI BERBAGAI ELEMEN SEKOLAH TERKAIT REGULASI PENDIDIKAN TERKINI
Tentu regulasi pendidikan yang hingga saat ini masih menuai perdebatan adalah adanya aturan 5 hari kerja dan full day untuk siswa sekolah menengah. Hal ini memang menimbulkan berbagai pertimbangan tidak hanya bagi para siswa dan orang tua tetapi juga semua staff dan elemen di sekolah. Sehingga memang perlu adanya evaluasi yang tepat terkait efektifitas regulasi diterapkan di berbagai tingkat pendidikan. Implementasi Peraturan 5 Hari Kerja Pada dasarnya pihak pemerintah tentunya sudah melakukan beragam pertimbangan untuk akhirnya memutuskan untuk mengambil regulasi 5 hari kerja ini. Jadi pihak sekolah memang tinggal mengikuti aturan yang berlaku dan telah ditentukan. Dalam penerapan sebuah kebijakan tentu saja ada beragam faktor yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan yang dapat dicapai dari implementasi kebijakan tersebut. Sebuah kebijakan tentu tidak akan bisa berjalan sendirian karena diperlukan dukungan dari berbagai faktor lainnya yang juga saling menguntungkan. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi implementasi kebijakan adalah sebagai berikut: Rumusan atau kalimat yang digunakan dalam kebijakan tersebut apakah memang sudah tepat atau belum pada sasaran serta jelas tujuannya. Kemudahan kebijakan untuk dipahami oleh berbagai pihak tentu menjadi salah satu faktor yang penting untuk dipertimbangkan. Personil pelaksana harus memiliki komitmen, pengalaman, motivasi dan kerjasama yang baik untuk bisa melaksanakan kebijakan yang telah ditentukan. Dengan begitu akan lebih mudah mencapai tingkat keberhasilan implementasi kebijakan yang diharapkan. Jaringan sistem, model distribusi pekerjaan serta peraturan organisasi harus jelas sampai ke metode monitoring yang digunakan untuk melakukan evaluasi program. Sistem yang jelas dan teratur tentu akan mendukung secara optimal berbagai kebijakan yang dilaksanakan dengan dukungan semua elemen yang ada di sekolah. Ketiga faktor tersebut harus dipertimbangkan dengan baik serta dilakukan secara optimal agar dapat memberikan efek yang tepat dan optimal. Setiap target yang telah ditentukan untuk implementasi kebijakan harus bisa diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan. Dengan begitu tingkat keberhasilan kebijakan di sekolah ini bisa mencapai titik optimal sesuai dengan harapan awal pemberian kebijakan. Selain beberapa faktor tersebut ternyata ada dukungan lain yang penting untuk dipertimbangkan yaitu kondisi ekonomi, sosial dan politik, adanya komunikasi antar organisasi dan pelaksana, sumber daya kebijakan serta standar dan tujuan kebijakan. Faktor pendukung tersebut akan membantu untuk memaksimalkan pelaksanaan menjadi lebih terorganisasi secara optimal. Pihak sekolah juga akan lebih mudah untuk melakukan penerapan serta pengawasannya. Persepsi Warga Sekolah Terkait Regulasi Persepsi yang dimiliki oleh siswa, guru dan karyawan tentunya berbeda menurut pertimbangan masing-masing dalam menjalankan kebijakan 5 hari kerja di sekolah ini. Tentunya kesiapan dan bagaimana persepsi yang dimiliki oleh setiap warna sekolah sangatlah penting untuk bisa meminimalisasi adanya berbagai kendala yang mungkin terjadi selama proses implementasi kebijakan 5 hari kerja ini. Berikut beberapa persepsi yang dimiliki oleh setiap warga sekolah terkait regulasi yang sudah berjalan ini berdasarkan sebuah penelitian: Dari pihak guru secara dari segi pengetahuan, sikap dan perasaan masuk ke dalam kategori tidak setuju. Tentunya dengan pertimbangan sebagai seorang guru ada berbagai tekanan atau tuntutan yang harus diselesaikan dengan adanya regulasi ini. Persepsi dari pihak siswa pada dasarnya secara pengetahuan setuju dengan regulasi ini, namun sikap dan perasaannya tidak setuju. Regulasi 5 hari kerja ini memang memberikan waktu libur lebih panjang di akhir pekan tetapi mengharuskan mereka untuk memiliki waktu belajar lebih lama di hari biasa. Menurut persepsi karyawan juga masuk ke kategori tidak setuju baik dari segi sikap, perasaan, pengetahuan maupun jam kerjanya. Bantuan dari setiap karyawan di sekolah memang menjadi pendukung untuk bisa memaksimalkan optimalnya pencapaian tujuan regulasi yang harus diikuti oleh pihak sekolah tentunya. Adanya persepsi dari setiap warga sekolah tersebut tentunya perlu untuk dipertimbangkan dengan baik. Meskipun memang ada persepsi tidak setuju dengan adanya regulasi 5 hari kerja ini namun ternyata hal tersebut tidak mempengaruhi pelaksanaannya meskipun memang belum sempurna. Hal ini harus diperbaiki secara optimal agar tujuan dari regulasi ini bisa dicapai sesuai harapan sebelumnya. Memang diperlukan aturan dan organisasi yang tepat untuk bisa membagi tugas dengan baik, apalagi jam kerja di hari biasa akan bertambah. Maka adanya tuntutan lebih untuk setiap warga sekolah harus diatur sebaik mungkin agar semua pihak merasakan keuntungan bukan tekanan yang semakin menumpuk dengan adanya regulasi ini. Penting bagi pihak sekolah untuk mengatur dan merencanakan segalanya secara detail. Hubungan Regulasi Pendidikan dan Hasil Belajar Adanya kebijakan dari pihak pemerintah untuk bidang pendidikan tentu memiliki kaitan yang besar dengan bagaimana hasil belajar para siswa. Setiap siswa apalagi anak sekolah menengah tentunya membutuhkan waktu untuk belajar lebih banyak hal tidak hanya secara akademik. Optimalnya hasil belajar dari para siswa dalam mengikuti program belajar dari pemerintah akan sangat berkaitan dengan motivasi belajarnya. Sebuah kebijakan dibuat untuk memiliki tujuan, aspel legal dan konsep operasional yang jelas. Tentunya regulasi ini dibuat oleh orang yang berwenang dan bisa dievaluasi dengan baik untuk melihat bagaimana hasil implementasinya. Kebijakan memiliki fungsi yang sangat penting dalam perkembangan dunia pendidikan karena tentunya bagaimana sistem belajar yang didapatkan seorang siswa juga berkaitan dengan kebijakan yang harus diikuti. Setiap kebijakan yang telah dibuat tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun dalam hal ini, kebijakan 5 hari kerja ternyata sedikit memberikan tekanan untuk beberapa pihak. Selain jam kerja yang bertambah di hari biasa tentu saja ada perasaan lelah untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai peraturan tersebut. Tentu saja setiap sekolah harus mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia tentu tidak bisa hanya dibebankan pada siswa dan warga sekolah lainnya tetapi juga dukungan penuh dari orang tua siswa. Tingkat profesionalisme guru dalam memberikan pengajaran dan membentuk nilai karakter pada masing-masing siswa tentu menjadi hal yang juga penting untuk dipertimbangkan agar hasil belajar siswa bisa dicapai secara optimal, begitu juga dengan tujuan dibuatnya kebijakan ini.
SOFTSKILL YANG DIBUTUHKAN SAAT INI SELAIN PRESTASI AKADEMIK
Dalam proses perkembangan seorang siswa SMA/MA untuk menghadapi tantangan hidup di masyarakat dan pekerjaan tentu saja tidak bisa hanya dibekali dengan kemampuan akademik. Untuk itu diperlukan adanya Softskill yang dimiliki oleh siswa tersebut agar lebih siap menghadapi tantangan selanjutnya. Bahkan ketika nantinya masuk ke dunia perkuliahan tentunya tetap ada beberapa Softskill yang harus diaplikasikan dengan baik. Softskill yang Dibutuhkan Dunia Kerja Dunia kerja dan bermasyarakat tentu tidak cukup hanya dengan memiliki kemampuan atau nilai akademik yang bagus. Jika tidak diimbangi dengan Softskill lainnya tentu saja seorang anak bisa saja tenggelam dan tidak berkembang. Adanya berbagai tantangan yang meningkat baik di dunia perkuliahan maupun pekerjaan membuat siswa SMA/MA juga harus memiliki bekal Softskill yang dipelajari dengan baik sejak masa sekolah. Berikut beberapa Softskill yang memang diperlukan untuk mengembangkan diri siswa di kehidupan selanjutnya: Melakukan komunikasi interpersonal untuk memposisikan diri dalam berbagai situasi terutama di dalam sebuah tim. Kemampuan komunikasi ini juga akan membantu untuk bisa mengatasi berbagai masalah yang terjadi di dalam sebuah kelompok sehingga tujuan tim bisa dicapai secara lebih optimal. Manajemen untuk melakukan perencanaan serta melakukan eksekusi terhadap poin yang sudah direncanakan. Setiap individu harus belajar untuk memiliki kemampuan manajemen yang optimal untuk setidaknya mengatur kebutuhan diri sendiri untuk para siswa. Kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai tempat, situasi dan lingkungan sekitarnya. Perbedaan budaya, nilai dan aturan harus diikuti dengan baik agar siswa nantinya bisa diterima dengan baik dalam berbagai lingkungan kerja ataupun sekolah lanjutannya nanti. Kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara kritis dan bijak. Tentu hal ini perlu dipelajari dengan mengikuti organisasi yang akan membantu untuk mengembangkan kemampuan dalam mencari jalan keluar dari setiap masalah atau kendala yang harus dihadapi. Softskill untuk problem solving ini akan membiasakan siswa untuk tidak pernah menyerah. Dari sejak muda siswa harus memiliki etos kerja yang baik dan perlu memahami arti kerja keras yang sesungguhnya. Dalam agama Islam tentu mengenai etos kerja ini juga banyak dibahas dan harus dicontoh dengan baik oleh para siswa sebagai bekal kehidupannya nanti. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik tidak hanya dalam menyampaikan argumen menurut pendapatnya tetapi juga mau mendengarkan orang lain dalam sebuah diskusi Faktor yang Mempengaruhi Softskill Siswa Softskill yang ditanamkan pada siswa tentunya tidak bisa secara instan didapatkan dan terbawa dalam kebiasaan diri para siswa. Tetapi Softskill tersebut membutuhkan berbagai faktor lainnya yang akan mendukung ketercapaian pengembangan Softskill pada siswa. Memberikan pelatihan atau dorongan kegiatan lain di luar kegiatan akademik tentunya menjadi pilihan bagi pihak sekolah untuk mengembangkan kemampuan siswa.Berikut beberapa faktor yang akan mempengaruhi peningkatan Softskill para siswa yaitu: Minat yang dimiliki oleh para siswa akan mempengaruhi bagaimana suatu pembelajaran dapat diterima dengan baik. Tentu saja hal ini bisa dikembangkan dengan memberikan sarana untuk setiap minat yang disukai para siswa. Self monitoring dalam melakukan penyesuaian perilaku terhadap berbagai aturan dan situasi dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Setiap siswa harus memiliki kesadaran untuk mengetahui apa yang salah dan benar untuk dilakukan sesuai dengan adab yang seharusnya dilakukan anak seusia mereka. Konsep diri tentu akan mengatur bagaimana tingkah laku seorang siswa bisa secara positif mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Termasuk bagaimana keberanian untuk mengungkapkan pendapat di depan orang lain dan menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan yang ada. Pentingnya kehidupan yang seimbang antara kegiatan akademik dengan non akademik akan melengkapi proses pengembangan kemampuan siswa terutama dari segi Softskill yang didapatkan. Menghabiskan masa sekolah dengan keseimbangan kegiatan non akademik tentunya akan menjadi hal yang disukai oleh para siswa dan mendapatkan banyak pelajaran meskipun secara tidak langsung. Pada dasarnya secara teori setiap orang memiliki dasar Softskill dalam dirinya, namun kebiasaan bergaul serta kebiasaan berpikir akan membuat perkembangannya berbeda untuk setiap individu. Oleh karena itu, setiap siswa harus diberikan kesempatan untuk melakukan kegiatan non akademik sesuai minatnya dengan dukungan yang optimal dari berbagai pihak di lingkungannya. Jadi nantinya siswa dapat merasakan perkembangan kemampuannya secara tidak langsung. Kegiatan ekstrakurikuler menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan oleh pihak sekolah karena kegiatan tersebut merupakan wadah untuk mengembangkan Softskill para siswa. Fasilitas dan dukungan yang optimal tentunya perlu dilakukan oleh setiap warga sekolah agar tujuan untuk memberikan pengembangan karakter siswa secara akademik dan non akademik dapat tercapai dengan baik dan optimal tentunya. Budaya Sekolah dan Pengembangan Softskill Siswa Dikarenakan adanya pengembangan Softskill siswa tidak bisa didapatkan hanya dari kegiatan akademik tetapi justru berbagai kegiatan non akademik. Maka budaya yang dikembangkan oleh pihak sekolah juga akan menjadi pendukung pengembangan kemampuan non akademik siswa. Adanya kesempatan siswa untuk mengungkapkan pemikirannya adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Lingkungan belajar menjadi bagian dari perkembangan Softskill yang bisa didapatkan seorang siswa. Budaya penting yang harus dikembangkan di sekolah tentu harus memiliki nilai agama Islam, nilai disiplin, nilai kerjasama dan adanya apresiasi yang diberikan terhadap prestasi yang bisa dicapai oleh setiap siswa. Dengan budaya seperti itu maka akan ada motivasi lebih untuk mengembangkan minat siswa di bidang non akademik sesuai keinginan masing-masing. Pengembangan kultur sekolah yang baik tentu juga akan bergantung pada kebijakan yang diterapkan di dalam sekolah tersebut. Sekolah tidak hanya bisa berfokus pada kegiatan akademik tetapi juga membangun lingkungan yang optimal untuk perkembangan kemampuan siswa secara utuh. Tentunya ini akan menjadi bekal kehidupan bagi setiap siswa yang sangat bermanfaat untuk perkembangan diri siswa masing-masing. Untuk anak SMA/MA Softskill yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk bersosialisasi, berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik berdasarkan kebiasaan berpikir, bertindak dan bersikap sehari-hari. Meskipun memang karakter setiap anak berbeda, namun kaidah agama dan norma lingkungan tentu harus tetap menjadi pegangan yang harus diperhatikan dengan baik agar sikap mereka dapat diterima oleh masyarakat secara luas nantinya.
PENERAPAN PENDIDIKAN BERKARAKTER DI SEKOLAH MENENGAH
Sekolah memang menjadi tempat dan wadah bagi para siswa untuk terus mengembangkan diri dari berbagai sisi. Adanya penerapan pendidikan karakter di sekolah tentunya juga akan mempengaruhi pribadi setiap siswa dalam bersikap, mengambil keputusan serta memiliki karakter yang sesuai dengan ajaran yang berlaku. Dalam hal ini penerapan pendidikan karakter berbasis agama tentunya akan sangat penting untuk diberikan bagi para siswa. Media Implementasi Pendidikan Karakter Tentu saja setiap sekolah dalam memberikan pendidikan bagi para siswanya harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak pemerintah. Salah satu regulasi yang ditetapkan adalah penerapan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran siswa. Pembentukan karakter siswa ini apalagi untuk siswa SMA tentunya akan memberikan bekal bagi kehidupan mereka selanjutnya menghadapi masyarakat dan dunia kerja. Nilai karakter untuk agama akan melengkapi moral, etika hingga budaya yang memang seharusnya ada dalam diri masing-masing siswa. Penanaman nilai karakter ini akan ikut membangun kepribadian siswa dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya. Sehingga nantinya mereka sudah siap menghadapi dunia masyarakat dan pekerjaan dengan kepribadian luhur, bermoral dan berakhlak baik sebagaimana nilai yang diterapkan semasa masih di sekolah. Nilai-nilai karakter di sekolah dapat diimplementasikan melalui beberapa hal sebagai berikut: Pendidikan karakter dalam pembelajaran dilakukan dengan menggunakan strategi khusus yang akhirnya dapat memberikan pembelajaran karakter di dalam mata pelajaran di kelas. Pendidikan karakter dalam kurikulum yang memang sudah standar dari pemerintah tentu harus diterapkan dengan baik. Dengan begitu setiap nilai karakter yang harus ada di sekolah bisa diterapkan serta diterima dengan baik oleh para siswa. Pendidikan karakter dalam budaya sekolah akan membiasakan siswa secara perlahan untuk menerapkan karakter yang baik termasuk nilai agama dalam kehidupannya, dengan begitu nantinya para siswa memiliki bekal karakter terutama dalam penekanan nilai-nilai agama secara lebih mendalam. Dalam proses penerapan karakter di skeolah tentunya semua elemen harus bekerjasama dengan baik. Para siswa harus diberikan strategi yang tepat untuk bisa mengembangkan karakternya seoptimal mungkin sesuai dengan yang diharapkan sebelumnya. Setiap aturan tentunya dibuat untuk bisa memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan karakter siswa selama berada di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Proses Impelementasi Pendidikan Karakter Tentu saja dalam proses melaksanakan pendidikan karakter di sekolah tidak serta merta bisa secara langsung merubah kebiasaan para siswa. Maka dalam hal ini pentingnya sebuah proses untuk membiasakan secara perlahan satu persatu nilai karakter tersebut dapat masuk ke kebiasaan hidup para siswa. Sehingga ada standar keberhasilan yang didapatkan sekolah terhadap penerapan berbagai nilai karakter siswa terutama nilai agama Islam. Ada beberapa poin yang menjadi perhatian dalam proses implementasi pendidikan karakter pada siswa SMA yaitu: Pada dasarnya ada dua tahap yang harus dilakukan oleh pihak sekolah dalam hal ini, yaitu tahap perencanaan dan pelaksanaan. Termasuk di dalamnya adalah proses sosialisasi kepada semua elemen yang berkaitan untuk nantinya melakukan implementasi dengan baik. Semua bagian sekolah mulai dari kepala sekolah sampai ke para guru dan staff harus diberikan sosialisasi dengan baik agar nantinya mampu mengikuti budaya mengenai nilai karakter yang harus dikembangkan di lingkungan sekolah. Dalam proses implementasi pendidikan karakter ini maka perlu dilakukan pengondisian lingkungan sekolah, kelas dan membiasakan karakter serta budaya dalam menanamkan pendidikan karakter pada masing-masing siswa. Interaksi antar siswa dalam menerapkan nilai karakter yang telah didapatkannya di sekolah. Implementasi pendidikan karakter harus masuk dalam setiap mata pelajaran, hal ini akan berkaitan dengan pembiasaan nilai dan budaya yang dikembangkan sekolah untuk dibiasakan kepada para siswa secara aktif. Setiap hasil pembelajaran tentu perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari masuknya nilai pendidikan karakter dapat memberikan dampak yang positif bagi para siswa. Memberikan contoh dari teladan rasul dan ahli hikmah lainnya akan menjadi motivasi para siswa untuk mengetahui secara Islam apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak. Sehingga nilai karakter yang masuk dalam hal ini akan memberikan gambaran mengenai bagaimana harus bersikap dengan baik sesuai ajaran agama. Tentunya beberapa hal tersebut juga harus menyesuaikan diri dengan kurikulum yang ditetapkan untuk sekolah menengah atas saat ini. Guru juga harus berperan dalam memberikan motivasi kepada parasiswa agar mereka mampu menunjukkan karakter yang baik sesuai nilai yang diajarkan dalam pendidikan karakter di sekolah. Dengan begitu anda sebagai guru juga akan lebih mudah dalam melakukan evaluasi terhadap hasil implementasi tersebut. Penanaman nilai karakter islami kepada para siswa tentu juga bagaimana seluruh elemen sekolah mendukung hal tersebut. Maka perlu adanya aturan dan budaya sekolah yang menerapkan karakter islami ini maka akan semakin mudah kebiasaan tersebut menjadi hal yang dipegang dengan baik oleh siswa. Dengan begitu nantinya selepas selesai sekolah mereka sudah secara otomatis bisa menerapkan nilai-nilai karakter yang didapatkannya. Pendidikan Karakter Tidak Harus Formal Penerapan atau proses implementasi dari pendidikan karakter di sekolah memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Kreativitas guru dalam menanamkan nilai karakter yang baik pada para siswa tentu saja menjadi salah satu faktor pendukung dalam memaksimalkan hasil implementasi yang dilakukan. Sehingga nantinya hasil evaluasi terhadap penerapan nilai karakter siswa akan lebih optimal. Pendidikan karakter bisa diberikan dalam cara-cara yang lebih santai namun dapat diterima dengan baik oleh para siswa nantinya. Apalagi untuk bisa memberikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan para siswa tentu harus ada berbagai dasar yang diberikan dengan benar agar pegangan nilai yang diingat sudah sesuai dengan syariat agama yang berlaku. Dengan begitu setiap pembelajaran nilai pendidikan karakter mampu diimplementasikan secara tepat. Memberikan sisipan uangkapan bijak atau kata mutiara termasuk hadits serta sunnah bisa diterapkan secara perlahan. Sedikit demi sedikit akan memberikan pengaruh yang tertancap dalam pikiran para siswa. Tentunya anda sebagai guru juga harus melihat bagaimana perubahan karakter siswa setelah diberikan implementasi pendidikan karakter. Sehingga dari hasil evaluasi yang didapatkan dapat dilakukan perubahan penerapan pendidikan karakter pada siswa jika diperlukan.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA
Dalam proses belajar siswa tentu saja guru memiliki peran penting untuk ikut membentuk karakter siswa yang kritis dalam menghadapi berbagai situasi. Kemampuan berpikir secara kritis tentu saja tidak bisa didapatkan secara instan tetapi harus dibiasakan dan ditanamkan dengan baik. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membangun kebiasaan berpikir kritis bagi siswa terutama siswa SMA yang akan menghadapi dunia selanjutnya. Konsep Berpikir Kritis Berpikir kritis sendiri menurut ahli memiliki tingkat kepentingan yang hampir sama dengan menulis dan membaca sebagai kompetensi akademis. Maka secara definisi, berpikir kritis ini merupakan interpretasi serta evaluasi dalam melakukan observasi, menangkap informasi, melakukan komunikasi serta berargumentasi secara aktif. Tentu saja hal ini menjadi salah satu alasan mengapa penting memiliki kemampuan untuk berpikir secara kritis. Penting bagi seorang guru untuk memberikan teknik pembelajaran pada para siswa yang titik fokusnya adalah mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Dengan begitu akan ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan yaitu sebagai berikut: Membantu untuk meningkatkan semangat belajar siswa dan guru selama proses pembelajaran. Dengan membiasakan siswa berpikir secara kritis maka nantinya apapun yang dipelajari akan menempel lebih lama dalam pikiran siswa, sehingga mencapai tujuan pembelajaran secara optimal. Siswa akan terlatih untuk memiliki kemampuan dalam menyelesaikan masalah yang diawali pada saat belajar di sekolah kemudian terbiasa untuk melakukannya dengan berbagai tantangan hidup di luar lingkungan sekolah. Sikap ilmiah akan dimiliki siswa yang mau berusaha untuk mencari jawaban atas segala rasa penasarannya akansesuatu hal. Dengan begitu informasi yang didapatkan akan lebih mendalam serta menyeluruh sebagai pengetahuan bagi para siswa. Berbagai keuntungan tersebut bisa didapatkan jika para guru mampu untuk memaksimalkan bagaimana cara agar siswa mampu berpikir secara kritis. Keaktifan setiap anak untuk mengoptimalkan sikap kritisnya memang berbeda-beda, namun tentunya bisa dilatih agar terus berkembang dan menjadi kemampuan yang bisa dimanfaatkan siswa dalam kehidupan di masyarakat serta menghadapi beragam jenis tantangan atau masalah. Kesulitan Guru dalam Membentuk Cara Berpikir Kritis Setiap siswa tentu memiliki karakter yang berbeda dengan pola berpikirnya masing-masing, tentunya hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi para guru untuk bisa menciptakan suasana kelas yang kondusif. Belum lagi untuk bisa membangun sikap berpikir yang kritis dari para siswa tentunya diperlukan teknik yang tepat agar hasilnya lebih optimal sesuai yang diharapkan.Ada beberapa kendala yang harus diatasi guru di dalam sebuah kelas yaitu: Mudahnya para siswa bereaksi terhadap berbagai hal yang negatif di sekitarnya. Terjadinya reaksi negatif terhadap kelompok dan tentunya mengganggu jalannya proses pembelajaran di dalam kelas. Kurangnya kesatuan serta tidak ada standar perilaku di dalam kelas. Standar atau adab perilaku siswa ini tentunya harus diatur dengan baik dan ditentukan secara tegas untuk ditaati oleh setiap siswa. Adanya moral kurang baik serta permusuhan yang terjadi. Sehingga terkadang seorang guru juga harus peka terhadap perilaku masing-masing siswanya yang mungkin terlihat negatif satu sama lain. Siswa dalam kelas mentoleransi adanya kesalahan yang dilakukan teman lainnya, bahkan mendukung dan mendorong perilaku tersebut. Untuk meminimalisasi kendala di dalam kelas, maka seorang guru harus mencari cara yang tepat agar dapat mengendalikan kelas seoptimal mungkin. Tidak hanya berpikir kritis terhadap berbagai permasalahan atau topik yang sedang dibahas oleh guru tetapi juga pada hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Maka nantinya kemampuan untuk berpikir kritis para siswa tidak hanya untuk kepentingan akademik tetapi juga sosialnya. Jika perhatian para siswa tertuju pada guru dan sistem pembelajaran yang dilakukan maka akan lebih mudah untuk membangun kemampuan berpikirnya. Anda perlu membuat suasana kelas yang menyenangkan serta mendorong setiap siswa untuk bisa berpikir lebih kritis dan secara aktif menyampaikan apa yang ada di dalam pemikirannya. Sehingga meskipun memiliki daya pikir yang berbeda setidaknya sikap kritis sudah mulai berkembang. Perkembangan Berpikir Kritis Pada Siswa Seorang siswa dapat dikatakan sudah memiliki sikap berpikir kritis tentu saja setelah memenuhi beberapa persyaratan khusus. Maka persyaratan tersebut perlu ditanamkan sedikit demi sedikit agar nantinya semakin berkembang kemampuan tersebut dalam diri setiap siswa untuk bekal dalam menghadapi kehidupan di masyarakat nantinya, sehingga mereka memiliki kemampuan yang mumpuni masuk ke dunia pekerjaan.Ciri-ciri berpikir kritis pada siswa adalah sebagai berikut: Mampu untuk membedakan antara informasi yang relevan dan tidak terhadap permalasahan atau topik yang ingin diketahui. Tentunya untuk itu siswa perlu mengaitkan antara satu informasi dengan lainnya agar lebih mudah untuk melihat mana yang relevan dan tidak. Ketentuan untuk memilih fakta dalam menentukan pernyataan sebagai bahan pertimbangan yang baik. Mampu melakukan identifikasi terhadap berbagai fakta atau poin yang tidak sesuai dan tidak dapat dipercaya. Melakukan identifikasi terhadap munculnya kalimat atau pernyataan yang samar atau kurang jelas. Bisa mengetahui jika ada poin yang berbeda namun masuk akal dalam pemikiran siswa. Hal yang berbeda belum tentu buruk, tetapi bisa jadi justru mendukung pemikiran yang baru, hal ini perlu dipahami dengan baik oleh para siswa dengan bantuan dari para guru. Dapat menguatkan argumen yang sesuai dengan pemikirannya setelah melakukan proses identifikasi terutama kemampuan untuk membedakan antara informasi yang tepat sesuai fakta yang didapatkan. Siswa harus terus berusaha untuk mencari sumber informasi terbaru untuk dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam berpikir. Selain itu, siswa juga harus dibiasakan untuk memiliki sikap yang terbuka terhadap pernyataan orang lain serta informasi baru yang masuk tanpa mengabaikan pertimbangan awal yang sudah dilakukan. Sehingga nantinya kemampuan ini bisa diaplikasikan untuk sampai menyelesaikan suatu masalah atau tantangan. Setelah memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, guru memiliki pran penting selanjutnya. Peran tersebut adalah mengingatkan serta mendorong kepekaan siswa terhadap perasaan orang lain, cara berpikir yang berbeda dan mungkin kerumitan pemikiran yang dimiliki oleh orang lain serta lawan bicaranya. Dengan begitu meskipun cara berpikirnya kritis namun tidak sampai menyakiti orang lain yang mungkin pemikirannya berbeda satu sama lain.
PEMECAHAN MASALAH MELALUI KREATIVITAS BERPIKIR
Cara berpikir anda tentu menjadi modal untuk kehidupan selanjutnya bagaimana memiliki kemampuan untuk menghadapi serta menyelesaikan masalah. Mengembangkan pola berpikir kreatif menjadi salah satu hal yang bahkan sudah bisa ditanamkan sejak SMA. Secara tidak langsung berbagai pelajaran yang diberikan di sekolah juga melatih kemampuan untuk berpikir kreatif, contohnya saja pelajaran matematika. Perbedaan Tingkat Adversity Quotient Sebenarnya secara pengertian, Adversity Quotient (AQ) sendiri merupakan kemampuan seseorang dalam menghadapi kesulitan atau masalah. Secara teori ada tiga jenis kelompok Adversity Quotient yaitu tinggi yang akan terus berusaha serta berjuang menghadapi berbagai tantangan di hidupnya, sedang kurang memiliki keinginan untuk menghadapi tantangan serta memilih berhenti untuk berusaha menyelesaikan masalah dan rendah cenderung tidak mau menerima tantangan dalam hidupnya. Secara detail perbedaan antara tiga tingkatan AQ tersebut adalah sebagai berikut: AQ tinggi akan berusaha untuk menangkap informasi dari tantangan yang harus dihadapinya kemudian mencoba menyampaikannya kembali menurut persepsi pribadi. Berbagai kendala yang ada justru akan membuat pemilik AQ tinggi ini semakin tertantang untuk menemukan cara menyelesaikan masalah tersebut serta memberikan alasan yang logis pada solusinya. AQ sedang tetap mampu menangkap informasi dari tantangan yang diterima dan menemukan solusi meskipun memang tidak sempurna. Kendala yang ada membuat pemilik AQ sedang akan tetap berusaha namun tidak secara optimal dalam mencari solusi tepat. AQ rendah memang menerima kendala atau tantangan yang ada di hadapannya sebagai sesuatu yang menghilangkan semangat untuk mencoba mencari solusi untuk menyelesaikannya. Dengan mengetahui bagaimana cara berpikir kreatif yang dimiliki oleh siswa maka anda sebagai guru juga akan lebih mudah untuk mengatur strategi pengajaran yang tepat. Apalagi pada dasarnya proses berpikir kreatif ini bisa dilatih dan dibiasakan sejak masa sekolah. Sehingga nantinya dalam menghadapi berbagai macam tantangan yang mungkin lebih berat para siswa sudah siap dalam mencari pemecahan setiap tantangan untuk dihadapi. Pentingnya Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah Kunci untuk bisa menjalankan teknik berpikir kreatif dalam memecahkan masalah adalah adanya keinginan untuk bisa menerima serta mencari jalan keluar dari setiap tantangan yang ada. Mencoba melakukan eksplorasi terhadap berbagai kemungkinan yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sehingga nantinya akan tercipta generasi yang inovatif dan mampu menciptakan hal-hal baru sebagai solusi untuk membantu permasalahan di sekitarnya. Setiap orang adalah pemimpin dan tentu sebagai seorang pemimpin dibutuhkan kualitas serta kemampuan dalam berpikir memecahkan masalah sebaik mungkin. Ada lima kualitas yang harus dimiliki seorang pemimpin yaitu: Mampu menerima kenyataan dan bertanggung jawab pada masalah yang harus dihadapi serta diselesaikan. Memiliki cara berpikir jangka panjang, dengan begitu pemimpin akan memiliki visi masa depan yang jelas serta mengetahui dalam jangka waktu mendatang ingin berada di posisi mana. Pemimpin perlu memiliki perencanaan yang baik untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang mungkin saja terjadi di kemudian hari. Selalu memiliki rencana cadangan adalah hal yang penting untuk dikembangkan seorang pemimpin. Menyelesaikan satu masalah dalam satu waktu serta tidak mudah menyerah meskipun ada beragam kendala yang menghadang. Akan lebih baik jika seorang pemimpin fokus pada satu masalah terlebih dahulu baru memikirkan masalah lainnya, sehingga solusi yang didapatkan nantinya akan jauh lebih efektif untuk diapliaksikan. Proses berpikir secara kreatif untuk menyelesaikan masalah tentu pada akhirnya akan menciptakan inovasi sebagai solusinya. Pada dasarnya inovasi bisa didapatkan dengan mencoba memahami hal yang belum jelas, terbuka dengan pengalaman serta ide baru dan terus mengembangkan kemampuan dalam menghadapi perubahan yang ada. Dengan begitu akan lebih mudah bagi para siswa untuk menemukan ide yang tidak biasa sebagai solusinya. Para siswa SMA sudah memiliki pemikiran lebih dewasa sehingga sudah bisa didorong untuk menerima ide-ide baru yang tidak biasa. Siswa usia SMA sudah bisa ditanamkan bahwa setiap masalah bisa diselesaikan dengan cara yang lebih mudah dan baik. Untuk itu kemampuan untuk berpikir secara kreatif memang sangat penting dan harus dikembangkan sedini mungkin agar dalam menghadapi pekerjaan atau masyarakat lebih siap. Prinsip Penyelesaian Masalah Dalam Islam tentu anda mengenal istilah ikhtiar atau berusaha sebelum bertawakal pada ketetapan Allah SWT. Yakin dan berkhusnudhon bahwa setiap masalah pasti ada jalan penyelesaiannya. Setiap kesulitan yang dialami seseorang pasti terdapat kemudahan setelahnya sebagaiana firman Allah SWT dalam Surat Al-Insyiroh:6. اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕ Artinya: “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” Kemampuan untuk memecahkan masalah ternyata memiliki beberapa prinsip yang perlu diperhatikan. Respon positif terhadap masalah memang beragam untuk masing-masing orang apalagi untuk siswa SMA dengan tingkat emosi yang terkadang masih labil. Sehingga perlu adanya bimbingan yang tepat agar tidak sampai melakukan hal yang kurang baik.Prinsip penyelesaian masalah atau problem solving adalah sebagai berikut: Proses dalam menyelesaikan masalah dimulai ketika anda mencari berbagai kemungkinan solusi yang bisa digunakan sampai akhirnya bisa menentukan jalan keluar paling solutif. Menyerap informasi secara optimal dari masalah yang harus dihadapi sangat penting untuk bisa lebih mengenali kondisi permasalah untuk dihadapi. Sehingga nantinya solusi yang diambil akan lebih tepat untuk diaplikasikan sesuai dengan kondisi permasalahan yang harus dihadapi masing-masing. Permasalahan harus diselesaikan dengan pemikiran yang matang sampai tuntas dan menemukan solusinya tanpa harus terikat dengan ide-ide atau inovasi yang lama. Keberhasilan dalam menyelesaikan masalah yang kompleks akan lebih mudah dicapai ketika masalah tersebut dibagi ke dalam masalah tunggal. Sehingga masalah sulit yang kompleks perlu diurai terlebih dahulu dan diselesaikan satu persatu. Proses dari analisa masalah, pertimbangan solusi yang tepat dan bagaimana mengaplikasikan solusi tersebut adalah hal yang harus dijalankan dengan baik. Belajar untuk berpikir kreatif dalam hal ini tentu sangatlah penting, namun yang perlu diperhatikan adalah tetap menjunjung tinggi aturan serta adab yang seharusnya dilakukan. Sehingga dalam penyelesaian masalah atau tantangan tidak sampai menyalahi aturan di lingkungan masyarakat. Di dalam proses problem solving ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi yaitu kepercayaan akan sikap yang salah, motivasi, emosi dan kebiasaan. Setiap hal tersebut memang berkaitan satu sama lain dan mempengaruhi bagaimana cara menyelesaikan permasalahan dengan langkah yang tepat berdasarkan pertimbangan matang serta proses berpikir kreatif yang telah dilakukan setelah mengenali tantangan untuk dihadapi.
JOMBANG OPEN ISLAMIC TOURISM OLEH EKONOM ROBBANI MUDA
Generasi muda adalah generasi penerus bangsa. Menikmati masa muda merupakan suatu keharusan, namun tidak boleh dilupakan masa depan, kemajuan, kemunduran, dan kehancuran bangsa ini adalah engkau yang menentukan. Indonesia sebagai bangsa yang besar dengan penduduk muslim terbesar di dunia mempunyai potensi untuk menciptakan generasi ekonom robbani muda yang mampu membawa kemajuan perekonomian Negara. Menjadi seorang ekonom robbani muda seharusnya mampu memanfaatkan peluang-peluang yang ada, dan mampu berkontribusi melalui ide kreatif dan inovatif dalam memecahkan permasalahan. Travelling, berwisata, berlibur, berkunjung ketempat yang sedang hits dan booming di zaman sekarang ini atau banyak orang menyebut zaman now. Zaman dimana orang-orang mudah tergoda melihat postingan di social media dengan angel yang mampu menggugah selera mata. Merupakan peluang yang dapat di manfaatkan. Dengan melihat peluang yang ada dan melihat jumlah penduduk muslim yang cukup besar, maka peluang membuka bisnis wisata syariah terlihat menjanjikan. Istilah wisata syariah memang istilah baru dalam dunia pariwisata. Beberapa istilah lain yang bermakna senada antara lain Islamic Tourism, Halal Travel, Muslim Friendly Travel Destination, atau Halal Lifestyle. Wisata syariah merupakan wisata yang keseluruhan aspeknya tidak bertentangan dengan syariah. Obyek dan wisata syariah tidak harus tempat-tempat atau khazanah budaya Islam. Tetapi apa saja yang menarik sepanjang tidak melanggar ketentuan syariah. Pantai, pegunungan, panorama, dan bahkan budaya lokal bisa menjadi destinasi wisata ini. Salah satu kota yang berpotensi untuk mewujudkan wisata syariah yaitu kota Jombang. Dimana jombang ini juga terkenal dengan sebutannya “Kota Santri” dan “Kota Beriman”. Melihat dari namanya saja orang akan beranggapan bahwa Jombang adalah tempat beribu-ribu santri, tempat orang-orang yang mengerti ilmu agama dan syariah, masyarakat yang kental agamanya, dan banyak pesantren yang berdiri di tengah lingkungan masyarakat. Dan sebutan beriman bagi sebagian orang mungkin tidak mengartikan bersih, indah, dan nyaman. Namun, lebih kepada masyarakat yang keyakinan dan kepercayaannya kuat kepada Tuhan. Jombang juga memiliki potensi alam yang indah, misalkan potensi alam di Wonossalam yang berasa berada di kota Malang dan destinasi-destinasi lain yang menarik. Namun, masih banyak masyarakat utamanya luar kota dan daerah sekitarnya yang belum mengenal dan mengetahui keindahan tersebut. Yang menjadi masalah adalah potensi yang ada belum dioptimalkan, belum dimanfaatkan dan belum dikelola dengan baik. Hingga saat ini tempat singgah sementara seperti hotel dan villa, daerah pegunungan yang memukau jiwa memang belum di desain untuk bersesuaian dengan syariah. Generasi-generasi muda dan utamanya para sarjana ekonomi dan lulusan pesantren yang notabene dianggap memiliki bekal ilmu pengetahuan terkait syariah yang luas, seharusnya mampu memanfaatkan potensi yang ada. Entah dengan jalan berkolaborasi atau saling bekerjasama untuk menciptakan wisata syariah di Jombang. Karena trend wisata syariah juga semakin tinggi. Di Indonesia ada Sembilan tujuan wisata syariah, yaitu Sumatera Barat, Riau, lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Makassar, dan Lombok. Pemerintah provinsi Jawa Timur juga sangat mendukung program pariwisata syariah. Untuk mendukung adanya wisata syariah di kota Jombang, maka diperlukan : Adanya pembatasan aktivitas yang tidak sesuai dengan syariah di lokasi-lokasi wisata Mampu memberikan kenyamanan pengunjung agar tetap dapat menikmati wisata tanpa harus keluar dari jalan yang telah digariskan Allah Diperkuat oleh tenaga profesional untuk mengelola Didukung strategi pemasaran yang baik Fasilitas ibadah memadai Mampu meyakinkan pengunjung bahwa berwisata tetap tidak akan melalaikan shalatnya Mampu memberikan rasa nyaman berada ditempat yang memang memedulikan batasan pergaulan perempuan dan laki-laki Dengan menjalankan bisinis seperti ini maka bukan hanyauang yang didapat, namun keridhaan Allah dan barokah atas rezeki dari aktivitas yang dilakukan juga kita dapatkan. Dan membuka wisata syariah akan menjadi keunikan tersendiri untuk kota Jombang. Lia Nur Kumala Sari
Komunikasi Matematis Siswa Homeschooling Berkepribadian Introvert pada Materi Operasi Irisan dan Gab
KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA HOMESCHOOLING BERKEPRIBADIAN INTROVERT PADA MATERI OPERASI IRISAN DAN GABUNGAN DUA HIMPUNAN Fitri Umardiyah fitriumardiyah@gmail.com Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keadaan yang muncul di homeschooling dimana terdapat siswa yang dapat menjawab soal secara tertulis namun kurang dapat menjawab soal secara lisan. Komunikasi secara lisan erat kaitannya dengan kepribadian karena kepribadian mempengaruhi cara orang berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan komunikasi matematis siswa Homeschooling berkepribadian introvert pada materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan. Indikator untuk melihat komunikasi matematis pada materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan terdiri atas tiga hal yaitu 1) menyatakan irisan dan gabungan menggunakan bahasa atau diagram atau simbol matematika, 2) menyatakan peritiwa sehari-hari yang berhubungan dengan irisan dan gabungan dua himpunan menggunakan bahasa atau diagram atau simbol matematika, 3) memberikan alasan dari jawaban yang telah dibuat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kepribadian, observasi, tes tulis dan wawancara. Berdasarkan hasil pemilihan subjek, terpilih lima siswa introvert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengungkapkan ide tentang konsep irisan dan gabungan dua himpunan menggunakan simbol/lambang matematika berupa diagram Venn dan notasi pembentuk himpunan. Siswa menyatakan peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan irisan dan gabungan himpunan melalui diagram Venn. Siswa mengevaluasi jawaban dengan memberi alasan terhadap jawaban yang dibuat. Siswa homeschooling berkepribadian introvert lebih banyak mengemukakan idenya melalui tulisan. Siswa butuh pancingan terus menerus agar bersedia mengungkapkan ide secara lisan. Siswa dapat menggambar diagram Venn dan membuat notasi pembentuk himpunan, namun kurang bisa menjelaskan maksud diagram Venn secara lisan dan kurang lancar dalam mebaca simbol pada notasi pembentuk himpunan. Siswa dapat memberikan jawaban dan alasan tertulis namun kurang bisa memberikan alasan secara lisan terhadap apa yang ia jawab. Kata Kunci: komunikasi matematis, homeschooling, introvert, materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan Proses belajar mengajar merupakan penentu keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan. Siswa yang belajar diharapkan mengalami perubahan baik dalam bidang pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, nilai dan sikap. Akan tetapi tidak dapat dipungkiri setiap siswa memiliki karakter dan gaya belajar yang berbeda sehingga hasil belajarnya pun berbeda. Oleh sebab itu, sering muncul pembelajaran-pembelajaran yang menfasilitasi siswa sesuai dengan kadar kemampuan pemahaman dan hasil belajarnya. Selain itu, muncul pula alternatif lain berupa sekolah yang mengutamakan karakter, bakat dan minat siswa. Hal ini dikarenakan setiap siswa memiliki kemampuan berbeda. Salah satu pendidikan alternatif yang sekarang sedang ramai dibicarakan adalah homeschooling. Homeschooling semakin diakui keberadaannya ketika pemerintah memberikan kebijakan bahwa pendidikan yang dilakukan keluarga dan lingkungan termasuk dalam pendidikan jalur informal. Beberapa anak mampu berkembang optimal di sekolah, namun sebagian mengalami kegagalan. Menurut Korkmaz (2013), faktor yang mempengaruhi seseorang beralih ke homeschooling adalah faktor perbedaan gender , faktor sosial, dan faktor ekonomi. Seiring digalakkannya pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keaktivan siswa, pembelajaran didesain dalam diskusi kelompok. Dengan pembelajaran kooperatif, siswa tidak hanya mengomunikasikan ide-idenya sendiri melainkan juga mengomunikasikan ide dengan teman yang lain. Akan sangat berbeda jauh dengan sistem pembelaran di homeschooling yang lebih mengutamakan belajar individu “satu guru-satu siswa”. Proses interaksi berpikir siswa homeschooling hanya dengan guru. Siswa mendapat perhatian khusus dalam pembelajaran. Adakalanya dengan perhatian khusus yang diberikan dapat meningkatkan kemampuan siswa, namun disisi lain muncul suatu problematika tentang proses komunikasi dalam pembelajaran. Seringkali guru merasa kesal terhadap siswa yang susah diatur, siswa yang banyak bertanya, siswa yang bersikap dingin, siswa yang tidak pernah bertanya, ataupun siswa yang bersikap keras hati, dan sebagainya. Kekesalan guru tersebut pada dasarnya disebabkan oleh ketidaktahuan guru terhadap tipe kepribadian para siswa, sehingga guru merasa kesal dengan sikap siswa yang tidak sesuai dengan keinginan guru, kemudian memarahi, tanpa memahami, dan tanpa memberikan solusi yang sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan siswa (Suhadianto: 2009). Siswa introvert mengacu pada siswa yang yang memiliki kecenderungan tingkah laku serta sifat-sifat yang tertutup, dan kurang suka bersosialisasi. Eysenck (dalam Feist, J. dan Feist, G., 2010:413) mengemukakan individu yang termasuk dalam tipe introvert adalah individu yang selalu mengarahkan pandangannya pada dirinya sendiri. Seluruh perhatian diarahkan kedalam hidup jiwanya sendiri. Tingkah lakunya terutama ditentukan oleh apa yang terjadi dalam pribadinya sendiri. Sedangkan dunia luar baginya tidak banyak berarti dalam penentuan tingkah lakunya, sebab itu individu dengan tipe ini kerapkali jarang mengadakan kontak dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam pembelajaran, guru harus sering mendekati siswa yang pemalu dari waktu ke waktu dengan cara yang lembut, dan berpengaruh agar mereka memperoleh rasa percaya diri (Hanley , 2005). Siswa harus mendapat perhatian dari guru sesuai dengan porsi kebutuhannya. Dengan begitu siswa yang berkepribadian introvert akan merasa terpenuhi rasa kenyamanan dalam belajar dan tidak minder terhadap teman yang lain. Homeschooling dapat enjadi alternatif bagi siswa introvert karena pembelajaran berlangsung dengan sestem satu guruuntuk satu siswa sehingga siswa introvert mendapatkan perhatian yang penuh. Komunikasi matematis merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mempelajari bahasa dan simbol-simbol matematika. Selain dari itu, komunikasi matematika juga dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat secara jujur, fakta dan rasional. Berbagi ide dan wawasan dilakukan dengan maksud memperdalam pemahaman matematika siswa (Brendefur dan Frykholim, 2004). Dalam pembelajaran, siswa sering kali menuliskan pemikirannya dengan bahasa mereka. Materi himpunan dipilih karena merupakan materi mendasar yang menjadi dasar dasar dari materi lainnya. Himpunan disajikan dalam beberapa cara, seperti menyatakan dengan kalimat, notasi pembentuk himpunan dan mendaftar anggota-anggotanya. Dengan menyajikan himpunan dalam bentuk notasi matematika maka akan tampak komunikasi matematis siswa dalam menuliskan simbol-simbol matematika. Pada materi himpunan terdapat suatu hubungan antara menyatakan bahasa sehari ke dalam simbol matematika. Materi yang akan dijadikan bahan penelitian difokuskan pada operasi irisan dan gabungan dua himpunan. Pada materi operasi irisan dan gabungan dua himpunan terdapat konsep yang menggunakan simbol matematika yaitu berupa notasi himpunan, diagram venn sebagai salah satu representasi himpunan, dan penerapan operasi irisan dan gabungan dalam kehidupan nyata. Dengan materi tersebut dapat dilihat komunikasi matematis yang meliputi penggunaan simbol matematis dan penerapan dalam kehidupan nyata. Komunikasi matematis dapat dilihat melalui indikator yaitu menyatakan irisan dan gabungan menggunakan bahasa / diagram / simbol matematika, 2) menyatakan peritiwa sehari-hari yang berhubungan dengan irisan dan gabungan dua himpunan menggunakan bahasa / diagram / simbol matematika, 3) memberikan alasan dari jawaban yang telah dibuat. Pada proses komunikasi matematis, terdapat dua cara siswa menyampaikan idenya yaitu secara tertulis dan
Peristiwa Bersejarah di Bulan Muharram
Bulan Muharam merupakan bulan keberkahan dan rahmat karena bermula dari bulan inilah berlakunya segala kejadian alam ini. Bulan Muharam juga merupakan bulan yang penuh sejarah, di mana banyak peristiwa yang berlaku sebagai menunjukkan kekuasaan dan kasih sayang Allah kepada makhluk-nya. Pada bulan ini juga, Allah mengurniakan mujizat kepada Nabi-Nabi-nya sebagai penghormatan kepada mereka dan juga limpah kurnianya yang terbesar iaitu ampunan dan keredhaan bagi hambanya. Sebagai tanda kesyukuran kepadanya, maka hamba-hambanya mempersembahkan ibadah mereka (antara mereka dengan Allah) sebagai hadiah kepada Allah, namun dengan itu, masih belum dapat lagi membalas kurniaan Allah yang sungguh bernilai. Said bin Jubair dari Ibnu Abbas r.a berkata: Ketika Nabi saw baru berhijrah ke Madinah, maka mereka dapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam). Maka mereka pun bertanya kepada kaum Yahudi tentang puasa mereka itu. Mereka menjawab, “Hari ini Allah SWT memenangkan Musa dan Bani Israel terhadap Firaun dan kaumnya, maka kami berpuasa sebagai mengagungkan hari ini. Maka sabda Nabi saw: “Kami lebih layak mengikuti jejak langkah Musa dari kamu.” Maka Nabi saw pun menyuruh para sahabat agar berpuasa. Antara lain kelebihan 10 Muharam ialah barangsiapa yang melapangkan rezeki pada keluarganya, maka Allah akan meluaskan rezekinya sepanjang tahun ini. Terdapat juga sebuah hadis meriwayatkan, “Barangsiapa yang berpuasa pada hari Asyura, maka dapat menebus dosa satu tahun.” Maksud hadis ini ialah hari yang kesepuluh Muharam (Asyura) merupakan hari dan bulan kemuliaan karena pada sesiapa yang berpuasa pada hari inilah, Allah membersihkan dan menebus dosa-dosa mereka yang lampau. Bulan Muharam merupakan satu-satunya bulan yang teristimewa karena banyak peristiwa yang bersejarah berlaku pada bulan ini disamping ganjaran pahala yang besar kepada sesiapa yang beribadah pada bulan ini sepertimana terdapat dalam satu hadist. “Sesiapa yang berpuasa pada hari Asyura (10 Muharam), maka Allah akan memberi kepadanya pahala sepuluh ribu malaikat dan juga akan diberi pahala sepuluh ribu orang berhaji dan berumrah dan sepuluh ribu orang mati syahid. Dan sesiapa yang mengusap kepala anak yatim pada hari Asyura, maka Allah akan menaikkan dengan tiap anak rambut satu darjat. Sesiapa yang memberi buka puasa pada semua umat Muhammad saw dan mengenyangkan perut mereka.” Sahabat pun bertanya, “Ya Rasulullah, Allah telah melebihkan hari Asyura, dan menjadikan bukit dari lain-lain hari.” Jawab Rasulullah, “benar, Allah telah menjadikan langit dan bumi pada hari Asyura, dan menjadikan bukit-bukit pada hari Asyura dan menjadikan laut pada hari Asyura dan menjadikan Loh Mahfuz dan Qalam pada hari Asyura dan juga menjadikan Adam dan Hawa pada hari Asyura, dan menjadikan syurga dan neraka serta memasukkan Adam ke syurga pada hari Asyura, dan Allah menyelamatkannya dari api pada hari Asyura dan menyembuhkan dari bala pada Nabi Ayub. Pada hari Asyura juga Allah memberi taubat kepada Adam dan diampunkan dosa Nabi Daud, juga kembalinya kerajaan Nabi Sulaiman pada hari Asyura dan kiamat akan terjadi pada hari Asyura.” Maka pada hari itu ( 10 Muharam) Nabi Adam dan Nabi Nuh a.s berpuasa karena bersyukur kepada Allah karena hari itu merupakan hari taubat mereka diterima oleh Allah setelah beratus-ratus tahun lamanya memohom keampunan. Pada hari itu juga, hari pembebasan bagi orang-orang Islam yang telah sekian lama dikongkong oleh Firaun, di mana hari itu mereka diselamatkan dari kejahatan dan kezaliman Firaun yang selama ini mengancam agama dan menggugat iman mereka. Dengan tenggelamnya Firaun, Haman, Qarun dan istana mereka bererti berakhirlah sudah kezaliman musuh-musuh Allah buat masa itu. Terselamatlah tentera Nabi Musa dari musuh dengan mukjizat yang Allah berikan, maka mereka berpuasa karena kesyukuran yang tidak terhingga kepada Allah swt. Pada 10 Muharam, tarikh berlabuhnya perahu Nabi Nuh a.s karena banjir yang melanda seluruh alam di mana hanya ada 40 keluarga termasuk manusia binatang sahaja yang terselamat dari banjir tersebut. Kita merupakan cucu-cicit antara 40 keluarga tadi. Ini merupakan penghormatan kepada Nabi Nuh a.s karena 40 keluarga ini sahaja yang terselamat dan dipilih oleh Allah. Selain dari itu, mereka adalah orang-orang yang INGKAR pada Nabi Nuh a.s.Nabi Ibrahim dilahirkan pada 10 Muharam dan diangkat sebagai Khalilullah (kekasih Allah) dan juga hari di mana baginda diselamatkan dari api yang dinyalakan oleh Namrud. Nabi Ibrahim diberi penghormatan dengan Allah memerintahkan kepada api supaya menjadi sejuk dan tidak membakar Nabi Ibrahim. Maka terselamatlah Nabi Ibrahim dari angkara kekejaman Namrud. Pada 10 Muharam ini juga Allah menerima taubat Nabi Daud karena Nabi Daud merampas isteri orang walaupun bagainda sendiri sudah ada 99 orang isteri, masih lagi ingin isteri orang. Oleh karena Nabi Daud telah membuatkan si suami rasa kecil hati, maka Allah turunkan dua malaikat menyamar sebagai manusia untuk menegur dan menyindir atas perbuatan Nabi Daud itu. Dengan itu sedarlah Nabi Daud atas perbuatannya dan memohon ampun pada Allah. Sebagai penghormatan kepada Nabi Daud a.s maka Allah mengampunkan baginda pada 10 Muharam. Pada 10 Muharam ini juga, Allah mengangkat Nabi Isa ke langit, di mana Allah telah menukarkan Nabi Isa dengan Yahuza. Ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Isa daripada kekejaman kaum Bani Israil. Allah juga telah menyelamatkan Nabi Musa pada 10 Muharam daripada kekejaman Firaun dengan mengurniakan mukjizat iaitu tongkat yang dapat menjadi ular besar yang memakan semua ular-ular ahli sihir dan menjadikan laut terbelah untuk dilalui oleh tentera Nabi Musa dan terkambus semula apabila dilalui oleh Firaun dan tenteranya. Maka tenggelamlah mereka di Laut Merah. Mukjizat yang dikurniakan Allah kepada Nabi Musa ini merupakan satu penghormatan kepada Nabi Musa a.s. Allah juga telah menenggelamkan Firaun, Haman dan Qarun serta kesemua harta-harta Qarun dalam bumi karena kezaliman mereka. 10 Muharam, merupakan berakhirnya kekejaman Firaun buat masa itu. Allah juga telah mengeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan setelah berada selama 40 hari di dalamnya. Allah telah memberikan hukuman secara tidak langsung kepada Nabi Yunus dengan cara ikan Nun menelannya. Dan pada 10 Muharam ini, Allah mengurniakan penghormatan kepada baginda dengan mengampun dan mengeluarkannya dari perut ikan Nun. Allah juga telah mengembalikan kerajaan Nabi Sulaiman a.s pada 10 Muharam sebagai penghormatan kepada baginda. Dengan itu, mereka berpuasa dan beribadah kepada Allah sebagai tanda kesyukuran kepada Allah swt. Nabi saw telah bersabda dengan maksudnya: “Saya dahulu telah menyuruh kamu berpuasa sebagai perintah wajib puasa Asyura, tetapi kini terserahlah kepada sesiapa yang suka berpuasa, maka dibolehkan berpuasa dan