Category: Berita
Prodi S1 Pendidikan Fisika Unwaha Jombang Raih Akreditasi Baik Sekali
Jombang – Kabar gembira datang dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Kali ini, Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika dinyatakan telah memenuhi syarat peringkat akreditasi “Baik Sekali” oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Keputusan ini tertuang dalam SK. No.205/SK/LAMDIK/Ak/S/III/2024. Wakil Rektor Bidang Akademik Unwaha Jombang, Ino Angga Putra, M.Pd. mengungkapkan kebahagiannya atas capaian tersebut. Menurutnya, ini merupakan proses awal dalam menjadikan Unwaha Jombang sebagai salah satu Perguruan Tinggi yang unggul. “Ini sangat membanggakan tentunya, dan akan terus kita dorong untuk kemajuan-kemajuan di kampus kita ini. Kedepannya kita akan terus berusaha menjadi lebih baik, sehingga seluruh Program Studi di Unwaha Jombang ini bisa mencapai Akreditasi Unggul,” ungkap Bapak Ino saat dikonfirmasi, Selasa (14/5/2024). Salah satunya adalah perbaikan di bidang sistem manajemen berbasis data (database management system). Dengan demikian, seluruh kebutuhan di bidang akademik dapat dikelola dengan baik. “Kedepan, yang perlu kita perbaiki adalah terkait pengelolaan data-data yang kita miliki. Kita akan lakukan secara bertahap nantinya,” lanjutnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), M. Farid Nasrulloh, M.Pd. mengatakan, jika Prodi Pendidikan Fisika merupakan satu-satunya yang ada di Jombang. Dengan dinyatakan telah terakreditasi Baik Sekali, ini menunjukkan bahwa Prodi telah memenuhi standar kualitas pendidikan tinggi yang telah ditetapkan oleh lembaga akreditasi. Selain pengakuan kualitas pendidikan, implikasi lainnya yaitu lulusan dari Prodi Pendidikan Fisika memiliki peluang yang lebih baik dalam dunia kerja nantinya. “Harapan kami kedepan adalah semakin banyak calon mahasiswa yang bergabung dengan Prodi Pendidikan Fisika, sehingga calon mahasiswa yang memiliki minat kuliah di jurusan Fisika tidak usah jauh-jauh ke luar Jombang. Kemudian, kami akan terus berproses memperbaiki kualitas pendidikan agar menjadi Prodi yang unggul,” harapnya. Senada dengan pernyataan Dekan FIP, Ketua Prodi Pendidikan Fisika, Suci Prihatiningtyas, M.Pd, untuk langkah kedepannya yaitu menjadikan Prodi Pendidikan Fisika berakreditasi unggul dan menjadi salah satu Prodi terfavorit di Unwaha Jombang. “Ini belum capaian akhir bagi Prodi, kita akan terus berusaha dalam merawat dan membuktikan keunggulan yang kita miliki. Sehingga Prodi Pendidikan Fisika menjadi salah satu etalase pendidikan yang dimiliki Unwaha dalam menciptakan SDM unggul, inovatif, dan juga berakhlakul karimah” ungkap Suci. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Salah Satu Prodi yang Paling Diminati. Berikut Tentang, Mata Kuliah, dan Profil Lulusan Prodi Manajemen
Jombang – Program Studi (Prodi) Manajemen merupakan salah satu Prodi Sosial dan Humaniora (Soshum) yang paling banyak diminati oleh calon mahasiswa. Sesuai dengan namanya, Prodi ini mempelajari bagaimana caranya memimpin, merencanakan dan mengendalikan organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Prodi Manajemen berada di bawah naungan Fakultas Ekonomi dan telah didirikan sejak tahun 2013. Dekan Fakultas Ekonomi, Ita Rahmawati, S.E., M.Si. mengungkapkan, sebagai penyelenggara kegiatan pendidikan tinggi, fakultas ini memiliki misi pengajaran di bidang ekonomi, manajemen dan entrepeneur sesuai perkembangan IPTEKS dan nilai-nilai Islam. “Tidak hanya kompeten dan profesional di bidang ekonomi saja. Harapannya lulusan dapat menjadi SDM yang unggul dan ikut andil dalam mengambil peran demi kemajuan bangsa,” kata Dekan Fakultas Ekonomi tersebut. Bahan Kajian Prodi Manajemen Sementara itu, Ketua Prodi Manajemen, Khotim Fadhli, M.Pd. mengatakan, di Prodi Manajemen terdapat kurikulum yang dikembangkan dengan memiliki karakteristik penunjang kompetensi lulusan. “Untuk membangun kecerdasan spiritual, pengembangan kurikulum didasarkan pada perspektif nilai atau kemuliaan akhlak. Lalu untuk menghasilkan lulusan yang responsif, terdapat mata kuliah pendukung guna meningkatkan kepekaan sosial,” kata pria yang akrab disapa Pak Khotim ini. Adapun bahan kajian dalam membentuk keilmuan dan keahlian sarjana manajemen adalah sebagai berikut: Ekonomi Terapan Ilmu sosial Manajemen Keislaman Penelitian dan Pengabdian Filsafat Keuangan Pancasila dan Kewarganegaraan Entrepreneurship Bahasa Pemasaran Teknologi Digital Konsentrasi Prodi Manajemen Kepada tim Humas, Kaprodi Manajemen mengungkapkan, terdapat tiga konsentrasi di Prodi Manajemen Unwaha Jombang. Di antaranya, manajemen pemasaran, manajemen keuangan, dan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). “Di manajemen pemasaran, mahasiswa akan memperoleh pengalaman praktis dan konsep mengenai strategi-stragei pemasaran. Sedangkan dalam manajemen keuangan, mahasiswa berfokus pada penerapan dan fungsi keuangan di suatu organisasi. Selanjutnya adalah manajemen SDM, yang berfokus pada pembelajaran mengenai kebijakan serta membuat keputusan di bidang ketenagakerjaan,” jelas Kaprodi Manajemen tersebut. Profil Lulusan Perkembangan zaman di era modern ini bergerak begitu pesat, begitu juga dengan kemajuan teknologi yang memiliki dampak di setiap aspek kehidupan. Peningkatan skill dan pengetahuan menjadi sangat penting bagi para lulusan Prodi Manajemen. Hal ini dikarenakan prospek jenjang karir bagi lulusan begitu sangat luas dan cukup bagus. Berikut profil lulusan Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha Jombang: Manager, personal yang mampu melakukan pengelolaan serta dapat mengendalikan organisasi di bidang pemasaran, keuangan, dan sumber daya manusia. Entrepreneur, wirausahawan yang mampu mengaplikasikan ilmu manajemen dalam bisnis. Marketing, personal uang mampu mengoptimalkan kemampuan teknis dalam meningkatkan penjualan, negosiasi, dan strategi pemasaran lainnya. Human Capital Officer, personal yang mampu mengaplikasikan ilmu manajemen pada bidang sumber daya manusia. Finance and Administration Officer, personal yang mampu mengoptimalkan kemampuan pengaturan keuangan dan administrasi. Business Consultant, personal yang memberikan jasa konsultasi, potensi, pengembangan dan penilaian bisnis. Management Research Assistant, Asisten peneliti yang mampu melakukan penelitian di bidang manajemen dan ekonomi, yang meliputi membantu melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data yang dilakukan secara sistematis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis untuk mengembangkan prinsip-prinsip umum. Bagimana, tertarik kuliah di Prodi Manajemen Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Lolos PPMBK Bappeda 2024, Dosen Unwaha Berhasil Kelola Limbah Jagung dengan Teknologi Biobriket
Jombang – Capaian membanggakan datang dari Dosen Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Tim peneliti dari Unwaha Jombang berhasil mengukir namanya di ajang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Kinerja (PPMBK) yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang 2024. Tim peneliti yang diketuai oleh Dyah Ayu Sri Hartanti, M.Si. ini berhasil melakukan inovasi pengolahan limbah jagung sebagai bahan baku pembuatan arang briket. Penelitian yang berjudul “Penerapan Teknologi Biobriket dari Pengolahan Limbah Jagung pada Kelompok Pengrajin Arang Desa Cupak Dalam Upaya Penyediaan Sumber Energi Alternatif” berhasil lolos di bidang Ekonomi dan Pembangunan. Inovasi arang briket dari limbah jagung Ibu Dyah sapaan akrabnya mengatakan, penelitian tersebut bermula dari potensi yang ada di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan. Di mana masyarakat di daerah tersebut mayoritas memiliki lahan pertanian jagung. “Kebetulan juga, Desa Ngusikan ini merupakan sentra industri arang. Waktu kita survey ke lokasi, ternyata banyak sekali limbah tongkol jagung yang tidak dimanfaatkan,” tuturnya. Dengan kondisi tersebut, tim peneliti Unwaha Jombang berinisiatif untuk membuat inovasi produk arang briket dengan berbahan baku tongkol jagung. Praktis, inovasi tersebut disambut dengan antusias oleh mitra penelitian, dalam hal ini adalah pengrajin arang di Desa Cupak, Kecamatan Ngusikan. “Apalagi briket ini memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan dengan arang biasa. Karena untuk produksi arang para mitra kami masih membeli kayu sebagai bahan baku arang,” katanya. Tujuan Penelitian dan Kualitas Briket Limbah Jagung Ibu Dyah yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Teknoligi Hasil Pertanian mengungkapkan beberapa tujuan dari penelitian ini. Pertama adalah zero waste, sebagai langkah pemanfaatan limbah tongkol jagung dan kelestarian lingkungan. “Kemudian, untuk mengupgrade skill dan pengetahuan pengrajin mengenai produk briket untuk meningkatkan penjualan mereka. Nantinya kita juga sosialisasikan bagaimana proses penjualan dan bagaimana caranya menembus pasar nasional bahkan bisa untuk ekspor,” papar Ibu Dyah. Kepada Tim Humas Unwaha Jombang, Ibu Dyah mengatakan, keunggulan dari produk briket berbahan baku limbah jagung tersebut. Dari segi kualitas. briket memiliki ketahanan yang lebih jika dibandingkan dengan arang biasanya. “Dan jika dibandingkan dengan briket yang berbahan baku dari batok kelapa, ketahanannya tidak jauh berbeda. Kami juga berharap, produk ini bisa dikembangkan dan dimanfaatkan oleh mitra sebagai percontohan bagi pengrajin arang di daerah lainnya,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian: Tentang, Mata Kuliah, dan Pofil Lulusan
Jombang – Program Studi (Prodi) Teknologi Hasil Pertanian merupakan salah satu Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi yang didirikan bersadasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjen Jenderal Pendidikan Tinggi No: 038/E/2013 memiliki visi sebagai salah satu Prodi unggul dan kompetitif di tingkat nasional berlandaskan nilai-nilai ke-Islaman. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Prodi (Kaprodi) Teknologi Hasil Pertanian, Dyah Ayu Srihartanti, M.P. Beliau juga mengatakan, Prodi ini memiliki misi sebegai penyelenggara Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian, red) yang berkualitas serta relevan dengan kebutuhan pengembangan agroindustri. “Dengan cita-cita ini, maka Prodi Teknologi Hasil Pertanian berupaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang cakap, terampil dan memiliki daya saing tinggi di bidang agroindustri,” ungkapnya. Seperti yang diketahui, saat ini perkembangan teknologi dan hasil pertanian di Indonesia begitu pesat. Terdapat banyak inovasi-inovasi di bidang ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian. “Di masa yang akan datang, tentu berbagai tantangan di bidang ini terus berkembang secara dinamis. Dengan demikian, para lulusan diharapkan mampu mengelola potensi lingkungan agar memiliki daya kompetitif di bidang pertanian,” imbuhnya. Mata Kuliah Hampir sama dengan Prodi-Prodi yang ada di Fakultas Pertanian Unwaha, Teknologi Hasil Pertanian memiliki muatan mata kuliah yang berkaitan dengan materi dasar dan lanjutan ilmu pertanian dan teknologi. “Mahasiswa dijarkan tentang manajemen teknologi di bidang pertanian. Adapun ruang lingkupnya meliputi penaganan, pengamanan, dan juga pengelolaan hasil pertanian,” terang Ibu Dyah kepada tim Humas. Adapun bahan kajian di Prodi Terknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang adalah sebagai berikut: Ilmu Sains Dasar; pada bidang kajian ilmu sains dasar mempelajari keilmuan fisika, kimia, dan juga mikrobiologis dari hasil pertanian hingga proses pengelolahan bahan pangan. Keilmuan Inti Teknologi Hasil Pertanian; bahan kajian ini meliputi prinsip-prinsip ilmu pangan/hasil pertanian (kimia dan analisis pangan/ hasil pertanian, mikrobiologi dan keamanan pangan, rekayasa proses pengolahan pangan/hasil pertanian, biokimia pangan dan gizi) untuk diformulasikan dalam teknik perancangan proses secara terpadu. Kecakapan Hidup; merupakan kajian mata kuliah yang menyesuaikan dengan kebutuhan peningkatan soft skill mahasiswa sesuai kebutuhan di masa yang akan datang. Sosial Humaniora; bahan kaijan yang disesuaikan dengan kondisi sosial humaniora masyarakat Indonesia. Ciri Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi; bahan kajian meliputi mata kuliah sesuai ciri atau karakteristik (konservasi) Perguruan Tinggi/Fakultas/Program Studi. Profil Lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian Berikut profil lulusan Prodi Teknologi Hasil Pertanian: Manajer; para lulusan dinilai mampu mengelola usaha di bidang agroindustri nasional dan multinasional. Pelaku bisnis di bidang agroindustri; lulusan dengan kompetensi yang dimiliki dapat berkembang di bidang bisnis dan industri rumah tangga berbasis pangan dan pertanian. Peneliti; peneliti di perguruan tinggi atau lembaga riset pemerintahan ataupun swasta. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ketua YPTBU dan Rektor Unwaha Jombang Dorong Kerjasama Dengan LPTNU Jatim
Jombang – Setelah sukses terselenggarakannya Halal Bihalal dan Sarasehan Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur (Jatim), di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Sabtu (4/5/2024). Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) dan Rektor Unwaha Jombang sepakat dorong kerjasama dengan LPTNU Jatim. Hal ini diakui oleh Ketua YPTBU, Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., saat ditemui oleh Tim Humas. Beliau merespon dan menyambut baik seluruh agenda yang diselenggaran oleh LPTNU Jatim. “Kami dari yayasan sangat merespon hal itu, karena ini menjadi suatu promosi agar Unwaha Jombang lebih diketahui oleh perguruan tinggi NU se-Jatim. Sehingga jalinan silaturahmi dan keakraban bisa dibangun lebih baik lagi, karena Unwaha Jombang merupakan bagian dari LPTNU,” tutur beliau. Tak hanya itu, Ibu Nyai Hizbiyah juga mengungkapkan, bahwa kerjasama-kerjasama yang nantinya akan dijalin tentu berdampak pada tata kelola universitas yang lebih baik lagi. Baik dari peningkatan sistem dan fasilitas, maupun manajamen sumber daya manusianya. “Seperti yang akan kita lakukan dengan LPTNU Jatim, yaitu menyusun buku tentang ke-NUan dan ke-Aswajaan. Buku ini nantinya bisa dijadikan bahan ajar untuk disisipkan dalam setiap kurikulum perkuliahan, khususnya di Unwaha Jombang,” kata Beliau. Sependepat dengan hal tersebut, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng., mengatakan bahwa perguran tinggi di lingkungan LPTNU harus menonjolkan nilai-nilai ke-NUannya. “Bagaimana caranya kita bisa meningkatkan pengetahuan para generasi muda perihal nilai-nilai tersebut. Kita perlu semacam sinkronisasi, salah satunya mengupgrade muatan seperti yang disebutkan bu Nyai sebelumnya,” ujar Rektor Unwaha Jombang ini. Menurutnya, pengetahuan tentang ke-NUan masih relevan dalam membentuk karakter generasi millenial. Pasalnya, warna dan eksistensi NU tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Seperti yang diketahui, prinsip yang ada di NU adalah “memelihara tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik” sudah melekat. “Keberadaan NU ini sangat penting untuk generasi yang akan datang, ini juga menjadi tugas kami bersama. Kalau dibilang NU bisa lebih berkembang lagi, maka begitu juga dengan Unwaha Jombang,” tutup beliau. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Halal Bihalal & Sarasehan LPTNU Jatim 2024, Ulas Strategi Menuju PTNU Unggul
Jombang – Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur (Jatim) menggelar Halal Bihalal dan Sarasehan di Auditorium Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, Sabtu (4/5/2024). Kegiatan ini mengusung tema “Menuju PTNU Unggul”, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi yang ada di naungan LPTNU Jatim. Ini disampaikan langsung oleh Ketua LPTNU Jatim, Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng. “Narasi tema Menuju PTNU Unggul mungkin tidak akan berhenti di kegiatan Halal Bihalal dan Sarasehan di hari ini saja. Melainkan akan terus kita angkat menjadi tema bersama-sama kita semua. Itu membuktikan bahwa kita semua bertekad untuk mengelola PTNU dengan sungguh-sungguh, suatu saat dalam waktu yang tidak terlalu lama kita akan menjadi perguran tinggi yang terakreditasi unggul,” kata beliau dalam sambutannya. Dengan semangat ini, LPTNU Jatim yakin bahwa perguran tinggi NU akan menjadi kebanggaan dan kepercayaan masyarakat. Pasalnya, lembaga pendidikan tinggi yang ada di wilayah LPTNU Jatim sudah sampai di point of no return, yang mengharuskan untuk berkembang lebih baik lagi. “Kita hanya punya satu pilihan, yaitu terus melangkah kedepan dan jangan sampai disibukkan dengan urusan internal dan urusan kontra-produktif semata. Semoga dengan kegiatan ini, semua lembaga yang kita kelola bisa menjadi perguruan tinggi yang unggul,” pesan beliau. Hal ini juga diamini oleh Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPT-PBNU), Prof. H. Ainun Na’im, Ph.D,. M.B.A yang mengikuti kegiatan secara virtual. Beliau menyampaikan, untuk menjadikan perguruan tinggi dengan kriteria unggul bukanlah suatu hal tidak bisa diraih. “Mengapa? karena Indonesia saat ini masih mengalami pertumbuhan penduduk, bahkan kita masih menikmati bonus demografi. Artinya, penduduk dengan usia produktif lebih besar, dan mereka masih memerlukan layanan pendidikan tinggi. Dengan demikian, kita memerlukan sistem tata kelola yang baik untuk mencapai itu semua,” ungkapnya. Guru Besar Akuntansi UGM ini juga mengatakan, perguruan tinggi di bawah LPTNU memiliki modal dalam menjawab tantangan global. Seperti kehadiran Artificial Intelligence (AI) yang dimungkinkan mengancam peran manusia. “Manusia tetap diperlukan sebagai problem solver, sehingga eksistensi manusia tidak akan kalah dengan sistem yang diciptakannya. Dengan bermodalkan nilai-nilai yang ada di NU, kita bisa menjawab tantangan semacam itu. Bagaimana kita menjaga perdamaian, sikap mental yang telah ditanamkan dan kita dakwahkan kepada masyarakat,” imbuhnya. Di kesempatan yang sama, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengucapkan syukur dan terimakasihnya kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya kepada LPTNU Jatim yang telah memberikan kepercayaan kepada Unwaha Jombang sebagai tuan rumah Halal Bihalal LPTNU tahun ini. “Atas nama pribadi dan lembaga, kami ucapkan banyak terimakasih dan mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat fasilitas yang kurang memadai. Terlepas dari ini semua, kami juga ucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Halal Bihalal dan Sarasehan LPTNU Jatim. Semoga Allah SWT meridai apa yang kita lakukan saat ini,” ungkap Rektor Unwaha Jombang tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan yang diisi oleh Dirjen Kemendikbud Ristek, Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.sc., Kepala Subdirektorat Ketenagakerjaan Direktorat PTKI Kemenag RI, Muhammad Aziz Hakim, M.H., dan selanjutnya Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof. Dr. Slamet Wahyudi , ST., MT. Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Umum YPTBU, Ibu Hj. Hizbiyah Rochim Wahab, M.A., Ketua Pembina YPTBU, Dr. H. Moh. Hasib Wahab, dan juga jajaran pengurus YPTBU. Seluruh pimpinan lembaga pendidikan tinggi di naungan LPTNU Jawa Timur. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2024: Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar
Jombang – “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”, menjadi tema besar dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2024. Peringatan ini menjadi momen untuk merefleksikan pentingnya pendidikan dalam membangun karakter bangsa. Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang, M. Farid Nasrulloh, M.Pd., menyampaikan, momentum peringatan ini bukan hanya berkaitan dengan kegiatan seremonial saja. Tetapi sebagai sarana refleksi terhadap sistem pendidikan di Indonesia, seperti keberlanjutan kurikulum Merdeka Belajar. “Khususnya di lingkungan unit pendidikan Perguruan Tinggi, dengan adanya Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini hasilnya terlihat lebih nyata. Seperti yang kita ketahui, bahwa kurikulum ini berbasis outcome,” ujar pria yang akrab disapa Pak Farid tersebut. Beliau melanjutkan, selain kurikulum yang berfokus pada muatan esensial di dalamnya juga terdapat pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini meliputi pengembangan potensi spiritual dan emosional. “Kurikulum ini lebih fleksibel untuk diterapkan oleh setiap unit pendidikan baik di tingkat dasar hingga tinggi. Semuanya berbasis kebutuhan dan kondisi terkini,” imbuhnya. Merdeka Belajar – Kampus Merdeka di Unwaha Jombang Beliau mengaku, jika Unwaha Jombang khusunya FIP sendiri sudah menerapkan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Para lulusan dari fakultas ini juga dinilai mampu mengamalkan ilmunya serta kompeten di berbagai bidang. “Itu (kurikulum, red) menjadikan mahasiswa semakin kreatif, di FIP Unwaha yang setiap tahunnya ada yang lulus dengan mengikuti kegiatan Kampus Merdeka. Itu merupakan bagian dari percepatan atau peningkatan mutu dari pendidikan di Indonesia, khusunya di Perguruan Tinggi,” kata Bapak Farid. Kendati demikian, sistem pendidikan dengan segala kebijakannya bukan tanpa kelemahan. Dekan FIP ini juga menyampaikan keresahannya terhadap dunia pendidikan saat ini. Terutama kemerataan infrastruktur, kesempatan belajar, dan kesejahteraan para guru di daerah-daerah yang dapat dikatakan masih kurang layak. “Ketidak merataan ini bisa dari segi fasilitas dan infrastruktur pendukung. Mungkin solusi yang diberikan oleh negera yaitu menghadirkan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Tapi ini apakah sudah tepat sasaran?,” terangnya. Terakhir, beliau berharap melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional dapat menjadi evaluasi sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan yang ada. Sehingga cita-cita besar dalam dunia pendidikan yaitu “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa” dapat terpenuhi. “Harapan saya kedepan, pendidikan di Indonesia ini lebih maju lagi, semakin memerdekakan. Juga semakin fleksibel lagi untuk kurikulum yang dijalankan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unwaha Jombang: Tentang, Mata Kuliah, Profil Lulusan
Jombang – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) adalah salah satu program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Prodi ini didirikan pada tahun 2001 berdasarkan SK Mendiknas RI No: 42/D/0/2001, untuk dapat mendukung pelaksanaan pendidikan tinggi di STAI-BU sekarang Unwaha Jombang. Ketua Program Studi PBA, Rina Dian Rahmawati, M.Pd.I., mengatakan, Prodi PBA hadir untuk memberikan solusi atas permasalahan pembelajaran bahasa Arab. Ini bertujuan untuk mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang berwawasan global dan berkarakter islami. “Tujuan Prodi PBA yaitu untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional, berkarakter islami. dan mempunyai kompetensi dalam bidang Bahasa Arab. Selain itu, mereka diharapkan mampu berkembang secara profesional di bidang riset keilmuan bahasa Arab,” tutur Kaprodi PBA tersebut. Mata Kuliah Perempuan yang akrab disapa Rina ini mengungkapkan beberapa mata kuliah yang menjadi bahan ajar berdasarkan kurikulum Prodi PBA Unwaha Jombang. Berikut beberapa mata kuliah tersebut: Teori Belajar dan Pembelajaran; mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menerapkan konsep belajar dan pembelajaran. Topik bahasannya meliputi, prinsip dan dasar pengembangan kurikulum, pendekatan dan konsep dasar belajar dan pembelajaran. Desain Pembelajaran Bahasa Arab; matakuliah ini menguatkan pemahaman dan keterampilan mahsiswa dalam pembelajaran bahasa arab. Teknologi Pembelajaran Bahasa Arab; mahasiswa diharapkan mampu menguasai teori dan praktik tentang desain, pengembangan, pemanfaatan, dan penilaian proses dan sumber-sumber untuk belajar. Ilmu Lughah; topik bahasan dalam mata kuliah ini meliputi pengertian, karakter dan fungsi bahasa, aliran-aliran linguistik arab dan umum. Profil Lulusan Kaprodi PBA kepada tim Humas menyampaikan beberapa keterampilan khusus yang akan didapat oleh para lulusan Prodi PBA. Yaitu, lulusan dinilai mampu berbahasa arab (secara lisan dan tulis) sampai ke tingkat lanjut. “Baik reseptif maupun produktif dalam bentuk komunikasi seperti presentasi satu dan multi arah melalui pembelajaran berbasis tugas, proyek, dan simulasi. Juga mampu memahami referensi ilmiah, kesastraan, kependidikan, dan produktif dalam menulis karya ilmiah,” imbuhnya. Pengembangan Karir Berdasarkan profil yang dijelaskan oleh Kaprodi PBA tersebut, maka para lulusan dapat mengembangkan karirnya ke berbagai jenis keprofesian, seperti berikut: Pendidik/Praktisi Pendidikan; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi baik secara teoritis dan praktis dalam mendesain, mengimplementasikan, mengorganisasikan, dan mengevaluasi pembelajaran Bahasa Arab. Pengembang Bahan/Media Ajar; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi dalam pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran Bahasa Arab baik secara teoritis maupun praktis. Penerjemah Bahasa Arab; Sarjana PBA yang memiliki kompetensi dalam menerjemahkan teks-teks maupun kata berbahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia dan sebaliknya. Bagimana, tertarik kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
FAI Unwaha Jombang Raih Penghargaan Jumlah Dosen Terbanyak dalam Jabatan Fungsional Lektor-Guru Besar di Kopertais IV Award 2024
Surabaya – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang kembali meraih prestasi gemilang dengan memperoleh anugerah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) dengan predikat “Dosen Terbanyak dalam Jabatan Fungsional Lektor-Guru Besar”. Penghargaan ini diberikan pada agenda Kopertais IV Award 2024, di Hotel Santika Surabaya, Sabtu (27/4/20240) lalu. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas sistem tata kelola yang dimiliki oleh FAI Unwaha Jombang di bidang Sumber Daya Manusia. Sebagaimana yang diketahui, tahun ini FAI Unwaha Jombang meraih peringkat pertama terbaik dari total PTKIS sebanyak 187 di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya. Dekan FAI, Drs. Waslah, M.Pd.I mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian prestisius tersebut. Beliau juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas manajemen tata kelola yang ada di FAI Unwaha Jombang. “Semoga capaian ini bisa menjadi semangat kepada kita semua, khususnya dosen di FAI. Agar tidak berpuas diri untuk menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. Kami juga berharap agar para dosen bisa meningkatkan jabatan fungsionalnya ke yang lebih tinggi lagi,” ucap Dekan FAI tersebut. Waslah juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak terkait, khususnya kepada Ketua Koordinator Kopertais Wilayah IV Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil, Ph.D. yang selalu memberi arahan dalam tata kelola PTKIS. Dengan penghargaan ini, tentu menjadi semangat bagi FAI Unwaha Jombang agar terus meningkatkan mutu dan sistem tata kelola kedepannya. Di kesempatan yang sama, Sekretaris Kopertais, Dr. H. Hasan Ubaidillah, MHI. berpesan agar PTKIS terus berlomba-lomba untuk meningkatkan semangat dan lebih baik lagi. “Saya berharap Kopertais IV Award dapat memberikan suntikan moral bagi pengelola PTKIS untuk terus memperbaiki pengelolahan Perguruan Tinggi. Baik itu kelembagaan, ketenagaan dan kemahasiswaan,” pesan Hasan. Hadir dalam kegiatan ini, Direktoral Jenderak Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) RI dan pimpinan lembaga perguruan tinggi sebanyak 187 di bawah naungan Kopertais Wilayah IV Surabaya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Mengenal Lebih Dekat dengan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang
Jombang – Porgram Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang merupakan salah satu Program studi yang berada di bawah naungan Fakultas Pertanian. Ketua Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem, Canggih Nailil Maghfiroh, M.P. mengatakan, Program Studi ini dibangun dengan landasan sains hayati dan mengkombinasikan ilmu pertanian dengan prinsip rekayasa biosistem. “Di dalamnya mempelajari interdisiplin ilmu pertanian dan teknologi yang bertujuan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia unggul di bidang tersebut. Lulusan diharapkan menjadi problem solver atas segala permasalahan yang dihadapi di sektor pertanian untuk menghasilkan sistem pertanian yang berkelanjutan,” kata Canggih. Tujuan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Dalam proses penyelenggaraan pendidikan, Program Studi ini memiliki beberapa tujuan. Pengembangan yang dilakukan diharapkan mampu melayani kebutuhan di bidang energi pertanian, sumber daya alam (tanah, air, dan ekosistem). “Selain itu, mahasiswa mampu terlibat dalam pengembangan pembelajaran dan keprofesian di bidang pertanian. Di mana mereka mampu menerapkan prinsip-prinsip rekayasa yang fundamental meliputi ilmu-ilmu sains, seperti matematika, fisika, dan biologi,” lanjut Ketua Prodi Rekayasa Pertanian dan Biosistem ini. Bidang Kajian Mungkin beberapa calon mahasiswa atau kalian masih asing dengan program studi atau jurusan yang satu ini. Canggih Nailil Maghfiroh, M.P menyebutkan, terdapat beberapa mata kuliah yang menjadi bidang kajian selam proses perkuliahan di Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. “Sebagai bekal untuk masuk di Prodi (Program Studi) ini, mungkin adik-adik calon mahasiswa perlu mereview kembali mata pelajaran di SMA sederajat, seperti matematika, fisika, dan biologi. Namun yang terpenting adalah kalian memiliki minat di bidang pertanian dan teknologi,” pesan wanita yang akrab disapa Canggih ini. Kepada tim Humas, Canggih membeberkan beberapa mata kuliah yang akan diajarkan di Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Berdesarkan jenisnya, yaitu sebagai berikut: Wajib Prodi; Kimia Dasar, Fisika Dasar, Dasar Biosistem, Matematika, Ilmu Lingkungan, Pengantar Rekayasa dan Desain 1 & 2, Genetika Pertanian, dan lain sebagainya. Wajib Fakultas; Pengantar Ilmu Pertanian, Statistika, Metode Ilmiah, Etika Profesi. Wasjib Universitas; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Kewarganegaraan, Aswaja, Filsiafat Ilmu, Kewirausahaan. Profil Lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang dinilai mampu dalam pengembangan keprofesiaan di bidang pertanian. Adapun profil lulusan Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem seperti berikut: Peneliti, lulusan mampu melakukan riset yang mencakup identifikasi, formulasi, dan analisis masalah rekayasa di bidang pemanfaatan teknologi dalam sistem pertanian. Pelaku bisnis di bidang rekayasa pertanian, dapat mengembangkan produk-produk pertanian serta memperoleh manfaat yang berkelanjutan. Konsultan, mampu merumuskan alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah rekayasa kompleks di bidang pemanfaatan rekayasa dan teknologi di bidang pertanian. Prospek Karir Program Studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Prospek karir lulusan di bidang pertanian memiliki peluang yang sangat luas. Mengingat Indonesia merupakan negara agraris serta memiliki sektor pertanian yang sangat besar. Ini menjadi satu set peluang yang dimiliki oleh para lulusan untuk mengembangkan karir. Berikut lokus pekerjaan yang secara khusus dapat menampung para lulusan: Instansi Pemerintah (Departemen atau Dinas yang membidangi pertanian dan lingkungan). Industri Pertanian. Wiraswasta yang bergerak di bidang layanan dan penyedia produk pertanian. Lembaga Penelitian. Lembaga Pendidikan. Lembaga Swadaya Masyarakat (Yang memiliki konsentrasi di bidang pertanian dan lingkungan). Bagimana? tertarik kuliah di program studi Rekayasa Pertanian dan Biosistem Unwaha Jombang?. Buruan, segera daftarkan diri anda dan menjadi bagian dari salah satu Kampus NU terbaik. Informasi selengkapnya untuk pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui tautan ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.