Category: Berita

Berita

  • Dongkrak Mutu dan Prestasi, UNWAHA Jombang Gelar Rapat Kerja Bersama Yayasan

    Salah satu bentuk penguatan tata kelola universitas dalam mewujudkan Good Governance University adalah adanya sistem penjaminan mutu yang sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan. Dalam rangka terlaksananya PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) yang baik maka dilaksanakan Rapat Kerja Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU) dengan Jajaran Pimpinan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah atau UNWAHA Jombang, 26 – 27 Agustus 2023 di Ballroom Hotel Atria Malang, Jawa Timur.

    Acara tersebut diikuti oleh Ketua Pembina YPTBU, Ketua Umum YPTBU, Segenap Pengurus Harian Yayasan dan Pimpinan UNWAHA mulai dari Rektor, Wakil Rektor, Direktur PJM, Direktur LPPM, Dekan, Ketua Prodi, Kabiro, dan Kabag di lingkungan UNWAHA. Pada acara tersebut juga menghadirkan beberapa guru besar kampus ternama dan praktisi yang sekaligus sebagai konsultan pengembangan UNWAHA.

    Pada hari pertama, agenda RAKER dibuka oleh Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, Dess, IPU, ASEAN Eng. selaku Rektor UNWAHA. Selanjutnya dilaksanakan prosesi pemotongan tumpeng sebagai rasa syukur satu dekade (baca: sepuluh tahun) berdirinya UNWAHA oleh Hj. Hizbiyah Wahab, MA. selaku Ketua Umum YPTBU dan KH. Hasib Wahab selaku Ketua Pembina YPTBU.

    Agenda pertama dibuka acara penguatan SPMI dengan narasumber Prof. Dr. Slamet Wahyudi, ST., MT. selaku anggota Dewan Eksekutif BAN-PT. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul, UNWAHA harus bisa melaksanakan sistem penjaminan mutu yang terbukti efektif yang memenuhi empat aspek, yakni:

    (1) Keberadaan dokumen formal penetapan standar mutu,

    (2) Standar mutu dilaksanakan secara konsisten,

    (3) Monitoring, evaluasi dan pengendalian terhadap standar mutu yang telah ditetapkan, dan

    (4) Hasilnya ditindak lanjuti untuk perbaikan dan peningkatan mutu dan dilakukan review terhadap siklus penjaminan mutu yang melibatkan reviewer eksternal.

  • Kerjasama Strategis: Humas Unwaha Jombang dan TIMES Indonesia Sinergi dalam Pendidikan

    Abdul Wahab Kepala BAU dan perwakilan dari Media TIMES Indonesia yakni Rohmadi Kepala Biro Jombang

    JOMBANG – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang mengumumkan kemitraan strategisnya dengan Media TIMES Indonesia, langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan serta menghadirkan sumber informasi yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.

    Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Unwaha Jombang yang diwakili oleh Abdul Wahab Kepala BAU dan perwakilan dari Media TIMES Indonesia yakni Rohmadi Kepala Biro Jombang. Kerjasama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan media sebagai sarana edukasi yang modern dan efektif.

    Abdul Wahab Kepala BAU Unwaha Jombang menyatakan sangat antusias dengan kemitraan dengan Media TIMES Indonesia akan membawa manfaat besar bagi perkembangan dan kemajuan Unwaha Jombang.

    “Kami tertarik dengan konten yang diproduksi TIMES Indonesia dengan trilogi jurnalisnya Building, Inspiring and positive thinking yang diusung. Kami yakin TIMES Indonesia mampu menyajikan berita, informasi terkini, serta wawasan yang luas melalui platform digital yang modern dan mudah diakses,” kata Abdul Wahab, Rabu (23/8/2023).

    Pria yang akrab disapa Gus Wahab ini menerangkan bahwa kerjasama ini mencakup beberapa inisiatif, termasuk penyediaan konten pendidikan dan informasi di platform digital Media TIMES Indonesia yang mencangkup semua kegiatan, event dan kebutuhan publikasi Unwaha Jombang.

    “Dengan akses mudah terhadap berita, artikel, dan informasi terbaru, diharapkan mahasiswa akan semakin terinformasi dan terinspirasi dalam perjalanan pendidikan mereka,” jelasnya.

    Sementara itu, Rohmadi Kepala Biro TIMES Indonesia Kabupaten Jombang mengungkapkan sebagai media daring terkemuka juga merasa senang dengan peluang kolaborasi ini.

    “Kami sangat mendukung inisiatif Unwaha Jombang dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Melalui kerjasama ini, kami berkomitmen untuk menyediakan konten edukatif yang relevan bagi para mahasiswa dan pembaca setia kami,” ujar Rohmadi.

    Menurutnya, di era yang serba digital seperti sekarang, kolaborasi antara perguruan tinggi dan media memiliki potensi besar untuk membentuk generasi muda yang lebih berpengetahuan, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    “Kerjasama antara Unwaha Jombang dan TIMES Indonesia menjadi tonggak penting dalam memajukan dunia pendidikan dan informasi di tengah kemajuan teknologi yang terus berkembang,” paparnya.

  • Dekan FIP Unwaha Jombang Jadi Moderator Sosialisasi Pedoman Beban Kerja Dosen (PO BKD)

    Pada hari ini Kamis, 13 Juli 2023 bertempat di Hotel Fave Sidoarjo diadakan Sosialisasi Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen (PO BKD) Bagi Perguruan Tinggi LLDIKTI Wilayah VII. Kegiatan tersebut dibuka oleh Ibu Kepala Lembaga LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur yang diwakili oleh Bapak Koordinator Pokja Sertifikasi dan Mutu Pendidik yakni Bapak Muhammad Machmud, M.Kom. Kegiatan ini dimoderatori oleh Bapak M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. yang merupakan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang.

    Paparan Informasi yang akan disampaikan langsung oleh Beberapa Narasumber Ahli dari  Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi dan juga TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Diantaranya:

    1. Bapak Iwan Winardi selaku Koordinator Karir Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Kebijakan BKD sesuai PermenPAN-RB No 1 Tahun 2023”.
    2. Prof.Eko Hadi Sujiono selaku TIM BKD PUSAT Kementerian Pendidikan Kebudayaan , Riset dan Teknologi menjelaskan terkait “Pedoman Operasional BKD 2021”.
    3. Bapak Rizky Tito Prasetyo selaku Tim Sister Kemendikbudristek menjelaskan terkait “Simulasi Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”.
    4. Bapak Prof. Dr. Khoirul Huda., M.H selaku Dosen & Guru Besar Universitas Hang Tuah Surabaya yang Juga merupakan TIM BKD LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur menjelaskan terkait “Praktik Baik Pengisian BKD melalui aplikasi sister Kemendikbudristek”.

    Seperti yang kita ketahui bersama, PO BKD atau Pedoman Operasional Beban Kerja Dosen merupakan Pedoman Operasional penyelenggaraan BKD kepada satuan Pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Menjamin Mutu Penyelenggaraan satuan Pendidikan tinggi dalam pelaksanaan BKD serta meningkatkan akuntabilitas dosen dalam melaksanakan tugas, kewajiban serta dalam proses penyusunan laporan BKD secara benar, meningkatkan kinerja satuan Pendidikan tinggi dalam membina karir dosen sebagai pendidik professional dan ilmuwan secara berkelanjutan. Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan dan dosen dari Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Timur. Pada acara ini, Unwaha mendelegasikan M. Aliyul Wafa, M.Pd selaku Kepala Bagian Umum Kepegawaian. Kegiatan ini ditutup oleh Bapak Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah 7 Jawa Timur Bapak dr. Ivan Rovian, M.Kp. Harapannya dengan adanya pelaksanaan sosialisasi PO BKD 2021, semua dosen dapat melaksanakan pelaporan BKD Genap 2022/2023 dengan baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

  • Memastikan Calon Lulusan Lebih Kompeten, Unwaha Laksanakan Uji Kompetensi

     

    Sejumlah mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas KH A Wahab Hasbullah (Unwaha) Tambakberas, Jombang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Uji Kompetensi pada Selasa-Rabu (23-24/5/2023). Program Sertifikasi Kompetensi Kerja ini diikuti oleh 46 mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi yang tengah menempuh semester 8.

    Ita Rahmawati, Dekan Fakultas Ekonomi Unwaha menyampaikan bahwa Program Sertifikasi Kompetensi ini memang direncanakan oleh Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha sebagai pembuktian kompetensi calon lulusan Prodi Manajemen Unwaha menghadapi persaingan dunia usaha dan dunia industri.

    Kompetensi merupakan proses penilaian atau assessment yang dilakukan baik secara teknis maupun nonteknis yang diadakan oleh Direktorat SDM dan organisasi dengan tujuan untuk mengetahui kompetensi atau keahlian dari seseorang yang nantinya akan direkomendasikan pada jabatan tertentu. “Jenis uji yang dinilai meliputi tes tulis, tes lisan, dan praktik, sesuai dengan bidang keahlian yang dipilih,” ungkapnya, Rabu (24/5/2023)

    Ita Rahmawati menambahkan bahwa Ujian Kompetensi BNSP harus diikuti mahasiswa semester 8, dan jika dinyatakan lulus maka akan mendapatkan sertifikat kompetensi BNSP. Sertifikat BNSP ini sangat bermanfaat pada dunia kerja, karena sertifikat ini menunjukkan keahlian yang dimiliki. Dengan memiliki sertifikat kompetensi akan menunjukkan bahwa pemilik sertifikat sudah berkompeten dalam bidang yang ditekuni dan bermanfaat untuk meningkatkan kredibilitasnya di bidang pekerjaannya.


    Sementara itu, Minan Rohman, Direktur LSP ABP Modern menyampaikan dalam pengarahannya bahwa kemampuan lulusan dari sebuah perguruan tinggi perlu terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan lulusan yang berkompeten, sehingga memiliki daya saing yang sangat kompetitif di dunia industri.

    “Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan atas kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja seseorang dalam bidang tertentu. Jika sudah memilikinya, dijamin seseorang akan memiliki keahlian dan kredibilitas di bidang tersebut,” jelasnya.

    Sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa perlu dilakukan sebagai bukti seorang mahasiswa memiliki kemampuan di dunia profesional. Sertifikat kompetensi bisa meningkatkan daya saing personal karena menjadi faktor pendukung sebagai nilai lebih untuk calon lulusan ketika mencari pekerjaan dan sebagai gambaran atas kemampuan teknis yang sudah terstandar dan terukur.

    “Calon lulusan dapat memiliki bukti kompetensi dari kemampuannya yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu alat daya saing di dunia industri yang akan mereka masuki setelah selesai studi di Prodi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi Unwaha ini,” imbuhnya.

  • Istighosah dan Buka Bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNWAHA

    Fakultas Pertanian UNWAHA menggelar buka bersama dalam rangka mempererat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (11/4/2023) ini dihadiri dekan, kaprodi, dosen, mahasiswa, serta staff FAPERTA. Turut hadir juga dalam acara ini kabag kepegawaian dan Kabag Humas UNWAHA.

    Acara yang merupakan agenda tahunan FAPERTA ini dibuka dengan bacan istighosah dan dilanjutkan sambutan-sambutan.

    Dalam sambutannya, Ambar Susanti, M.P., selaku dekan FAPERTA mneyampaikan pentingnya silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa untuk memperkuat FAPERTA. Beliau juga berharap agar kedepannya acara ini dapat dihadiri oleh alumni untuk mempererat tali silaturrahmi anatara Lembaga dengan alumni.

    Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, berbagai pertanyaan diberikan kepada mahasiswa, dan dijawab dengan antusias oleh mereka. memasuki waktu maghrib, acara ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan dengan buka bersama dan ramah-tamah antar dosen dan mahasiswa.

  • UNWAHA Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Administrasi Sertifikasi Dosen (SERDOS)

    Menyambut pembukaan sertifikasi dosen (SERDOS) tahun 2023, kepegawaian UNWAHA menyelenggarakan pelatihan penyusunan administrasi SERDOS pada Selasa (4/4/2023). Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di UNWAHA ini juga merupakan bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kualitas dosen. Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Agus Sifaunajah, M. Kom. (Kaprodi Sistem Informasi) dan M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan).

    Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikasi dosen bertujuan untuk (1) menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen (2) melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi, (3) meningkatkan proses dan hasil pendidikan dan (4) mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Sertifikasi pendidik dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi ini dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan penilaian pengalaman akademik dan profesional dengan menggunakan portofolio dosen. Penilaian portofolio dosen dilakukan untuk memberikan pengakuan atas kemampuan profesional dosen.

    Dalam sambutannya, Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan bahwa sertifikasi dosen sangat penting untuk dosen yang bersangkutan dan kampus. Semakin banyak dosen yang memperoleh sertifikat pendidik, maka secara tidak langsung kualitas kampus juga akan meningkat karena dosen yang bersangkutan sudah terbukti layak menjadi dosen. Selain itu, banyaknya dosen yang memiliki sertifikat pendidik akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di kampus sehingga mutu alumni sebagai generasi penerus bangsa dapat meningkat.

    M. Aliyul Wafa, M. Pd. selaku Kabag Kepegawaian UNWAHA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen. Hal ini berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dari SERDOS yaitu dosen yang bersangkutan layak menjadi dosen dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dosen. Selain itu, bentuk dukungan lain yang diberikan kampus untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen adalah pemberian subsidi pelatihan PEKERTI, tes TKDA, dan tes TKBI untuk dosen.

  • LPPM UNWAHA Gelar Sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023

    LPPM UNWAHA menyelenggarakan sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023 terkait pembukaan pengususlan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 2023 melalui laman BIMA. Acara yang dilaksanakan Senin (3/4/2023) ini menghadirkan empat orang reviewer yaitu Ino Anggaputra, M.Pd., Dr. Zulfikar, M.Si., Suci Prihatiningsih, M.Pd., dan Agus Sifaunnajah, M.Kom.

    Acara ini terdiri dari dua kegiatan yaitu sosialisasi penyusunan proposal dan klinik penyusunan proposal. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh ketua LPPM (M. Kris Yuan H. M.Pd. ini banyak membahas tentang klaster riset dan pengabdian di UNWAHA, alur pelaksanaan hibah, seleksi substansi penelitian penilaian RAB, dan faktor penyebab proposal hibah tidak didanai.

    Faktor-faktor yang menyebabkan proposal PKM tidak didanai diantaranya adalah tim tidak multidisiplin, tidak melibatkan mahasiswa, penulisan tidak sesuai dengan panduan, kurang IPTEKS, gambaran IPTEKS tidak lengkap, tidak jelas, tidak disertai gambar, anggaran tidak rasional, CV kurang menunjukkan pengalaman pengabdian, dan peta lokasi tidak jelas.

    Setelah acara sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan klinik penyusunan proposal. Pada kegiatan ini draft proposal yang telah disiapkan peserta dinilai oleh tim revier untuk selanjutnya mendapat masukan dari tim reviewer.

  • Meraih Dua Manfaat Sholat Tarawih

    Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan yang memiliki banyak faidah dan manfaat. Sholat sunnah yang hanya dianjurkan di bulan Ramadhan ini disambut antusias oleh umat muslim setiap tahunnya, bahkan ada yang mengatakan Ramadhan tanpa tarawih bagaikan masakan tanpa garam.

    Anjuran sholat tarawih pada malam bulan Ramadhan berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi:

    مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

    Artinya, “Barangsiapa beribadah (pada malam hari) bulan Ramadhan dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq Alaih).
    Menurut Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, yang dimaksud dengan ibadah malam hari di bulan Ramadhan pada hadits tersebut adalah dengan mengerjakan sholat sunnah tarawih.

    Dilansir dari NU Online, terdapat dua manfaat besar bagi orang-orang yang mengerjakan sholat sunnah tarawih yaitu manfaat ruhani dan jasmani. Manfaat ruhani yang diperoleh adalah diampuninya dosa-dosa yang pernah dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas. Hal ini juga ditegaskan oleh Imam Abu Thayyib dalam kitabnya ‘Aunul Ma’bud Syarhun Sunan Abi Dawud:

    أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى غُفْرَانُ الْكَبَائِرِ

    Artinya, “Yaitu, mulai dari dosa-dosa kecil, dan diharapkan ampunan dosa-dosa besar.”

    Sedangkan manfaat jasmani dari sholat tarawih adalah menyehatkan tubuh dan menghindarkan dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi selama berbuka. Hal ini sebagaiamana ditegaskan oleh Syekh Muhyiddin Mistu dalam kitabnya As-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, beliau mengatakan:

    صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَتُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ

    rakaat, dan berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat ibadah, dan ampunan dosa-dosa”.

    Selain itu, menurut berbagai penelitian, gerakan sholat berfungsi dalam memaksimalkan suplai oksigen murni atau elektrolit dalam darah melalui pembuluh darah, melenturkan ruas tulang belakang, mengaktifkan kecerdasan, dan melancarkan peredaran darah.

  • Unwaha MOU dengan University of The Chamber of Commerce (UTCC) Thailand

     

    Sebagai upaya pencapaian visi UNWAHA yaitu menjadi institusi pendidikan tinggi berstandar internasional yang berperan aktif dalam pengembangan IPTEK, pengelolaan Sumber Daya Alam, dan peningkatan Sumber Daya Manusia seutuhnya, UNWAHA kembali menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri yaitu University of the Chamber of Commerce (UTCC) Thailand.

    Acara yang dihadiri jajaran pimpinan UNWAHA dan Dr. Piraphong Foosiri, Ms. Parichart Thammajinda, dan Mr. Wang Minliang selaku perwakilan UTCC ini digelar secara online pada Kamis (30/4/2023). Kegiatan ini merupakan penjajakan MoU antara UNWAHA dengan UTCC yang banyak membahas tentang berbagai program yang akan dijalankan selama kerjasama antar perguruan ini berlangsung.

    Melalui sambutannya Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., Asean Eng., selaku rektor UNWAHA berharap bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal terjalinnya kerjasama yang baik antara UNWAHA dengan UTCC baik dibidang riset maupu bidang kerjasama lainnya.

  • Waktu Sahur yang paling Utama menurut Rasulullah SAW

    fried pork cutlet curry with rice on dark background/freepick

     

    Sahur merupakan salah satu ibadah sunnah saat berpuasa. Anjuran melaksanaka sahur ini berdasarkan hadits yang berbunyi

    عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً

    Tasahharu fainna fissahuri barakatan” yang artinya sahurlah kamu karena sahur mengandung keberkahan. Keberkahan yang dimaksud disini adalah kebaikan-kebaikan terutama yang berhubungan dengan kondisi fisik. Pernyatan tersebut disampaikan oleh Drs. KH. Achmad Hasan, M.Pd.I dosen UNWAHA sekaligus pengasuh Ribath As-Sa’diyyah 2 Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

    Melalui tausiahnya beliau memaparkan bahwa waktu sahur yang paling utama adalah mendekati fajar. Hal ini sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh sahabat yang artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu‘anhu pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, lalu beliau mengerjakan shalat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan shalat Shubuh. Anas menjawab, ‘Yaitu sekitar seseorang membaca 50 ayat (Al-Qur’an)”. Tenggang waktu yang disampaikan dalam hadits tersebut kira-kira 25 menit menjelang fajar.

    Ukuran makan saat sahur menurut hadits Rasulullah adalah minimal adalah seteguk air, dan dianjurkan makan satu atau tiga butir kurma. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebutir kurma memiliki kandungan kalori sekitar 23 kkal yang berasal dari 96% karbohidrat, 3% protein, dan 1% lemak. Dengan kata kalin, ketika seseorang mengkonsumsi tiga butir kurma, secara tidak langsung ia mengkonsumsi 70 kkal yang setara dengan satu piring nasi. Hal ini menunjukkan bahwa makan sahur tidak boleh berlebihan yang berakibat hilangnya hikmah puasa. Adapun hikmah sahur diantaranya sebagai pembeda muslim dengan ahli kitab, mengurangi nafsu dan syahwat, serta mempersiapkan fisik untuk berpuasa.