Category: Berita
Semarakkan Ramadan, Unwaha Jombang Bagikan Ratusan Paket Takjil Gratis
Jombang – Bulan suci Ramadan menjadi momentum untuk menebar kebaikan kepada sesama. Salah satunya yaitu dengan berbagi takjil kepada masyarakat yang membutuhkan di jalan. Hal ini lah yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. Berlokasi di Jalan Laksda. Adi Sucipto, Denanyar, ratusan paket takjil disalurkan kepada masyarakat sekitar. Penanggungjawab Kegiatan Bagi-Bagi Takjil Unwaha Jombang, M. Abdu Naim, S.P mengatakan, kegiatan sosial ini dilakukan untuk yang kedua kalinya. “Sebelumnya pada hari Minggu kemarin kita lakukan di tengah-tengah kota tepatnya di Jalan KH. Abdurrahman Wahid. Alhamdulillah semua paket takjil tersalurkan kepada masyarakat sekitar dan pengguna jalan,” ucap Naim, Selasa (2/4/2024). Naim juga menambahkan, dalam kegiatan sosial berupa bagi-bagi takjil ini juga melibatkan seluruh dosen dan staff di lingkungan Unwaha Jombang. “Semoga ini menjadi ladang keberkahan bagi kita semua, khususnya civitas akademika Unwaha Jombang yang turut terlibat. Kegiatan bagi-bagi takjil ini semata-mata hanya bentuk kepedulian kami kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya. Terpisah, Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. mengungkapkan apresiasinya kepada seluruh dosen dan staff yang terlibat dalam kegiatan tersebut. “Terimakasih atas partisipasinya, semoga melalui kegiatan ini menjadi tambahan keberkahan bagi keluarga besar Unwaha Jombang di bulan Ramadan tahun ini,” tutur Prof Gatot. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan Berkah, Unwaha Jombang Bagi-Bagi Takjil Gratis
Jombang – Masih di suasana bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan sosial dengan membagikan takjil gratis kepada masyarakat, di Jalan KH. Abdurrahman Wahid, Minggu (31/3/2024). Dalam kegiatan ini, seluruh civitas akademika Unwaha Jombang turut terlibat. Hal tersebut sebagai perwujudan kepedulian Unwaha Jombang terhadap sesama. “Semuanya terlibat, dosen dan juga tenaga pendidik di lingkungan kampus. Kami berharap, melalui kegiatan ini dapat memberikan kebahagian bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Rektor Unwaha Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS, IPU, ASEAN Eng. Di lokasi kegiatan, perwakilan Unwaha Jombang juga turut membagikan brosur dan informasi mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2024. Sebagai informasi, Unwaha Jombang masih membuka PMB tahun 2024 gelombang II hingga 31 Mei 2024 mendatang. Informasi selengkapnya dapat dilihat pada link ini. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah
Jombang – Himpunan Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syari’ah (HMP ES) menggelar Gebyar Ramadan 2024, di Aula Gedung F Unwaha Jombang Rabu (20/3/24) lalu. Gebyar Ramadan tahun ini memiliki tema “Mendekatkan Hati, Menjalin Ukhuwah Islamiyah”. Ketua HMP ES, Mohamad Lutfi Fatkur Rohmat mengungkapkan, kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Ekonomi Syariah lintas semester, alumni dan juga para dosen. “Sebegaimana tema kegiatan, Gebyar Ramadan ini digelar untuk mempererat tali silaturahmi bagi mahasiswa dan dosen. Dan juga dengan para alumni yang turut hadir,” ungkap Lutfi. Terdapat beberapa rangkaian kegiatan di dalam Gebyar Ramadan kali ini. Pertama, dibuka dengan Khotmil Qur’an, dilanjut berbagi takjil kepada masyarakat di sekitar kampus. “Selanjutnya sarasehan dengan alumni, di mana para alumni berbagi pengalaman dan inspirasi kepada mahasiswa. Kemudian kegiatan dilanjut dengan kultum yang disampaikan oleh dosen Ekonomi Syariah, H. Amin Awal Amarudin, S.Psi., S.Sy,” imbuhnya. Gebyar Ramadan 2024 HMP Ekonomi Syariah ditutup dengan berbuka puasa bersama. Turut hadir dalam kegiatan ini, Kaprodi Ekonomi Syariah, Ashlihah, S.E, M.M. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada HMP atas suksesnya gelaran Gebyar Ramadan tersebut. “Acara Gebyar Ramadan ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahim antar mahasiswa, dosen, dan juga para alumni Ekonomi Syariah Unwaha Jombang. Terlebih lagi, membawa manfaat yang besar bagi seluruh peserta,” harap Kaprodi Ekonomi Syariah tersebut. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Kuliah Perdana Pascasarjana: Pendidik Harus Mampu Melakukan Transformasi Digital
Jombang – Kemajuan teknologi saat ini tak ubahnya berkembang begitu pesat. Di era yang terus bertransformasi, tentu berdampak pada pandangan kita dalam memainkan peran di berbagai aspek kehidupan, mengolah informasi, berinteraksi, hingga pada proses pendidikan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan & Kerumahtanggaan, Prof. Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag., saat mengisi perkuliahan Program Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI), di Ruang Perkuliahan Pasca, Selasa (24/3/2024). Beliau menyampaikan, dunia pendidikan harus siap dalam menghadapi kemajuan teknologi saat ini. Dengan kemajuan ini, akses informasi dapat dengan mudah didapatkan, begitu juga informasi yang digunakan untuk proses pendidikan. “Mustinya kita sebagai pendidik harus menerima dengan antusias perubahan itu. Kita harus memiliki kesadaran untuk terus meng-upgrade wawasan keilmuan yang kita miliki saat ini,” ujar Prof. Abdul Kholid. Tingkat aksesibilitas yang tinggi ini, menjadi peluang bagi para pendidik di masa yang akan datang. Hal ini terbukti ketika pada tahun-tahun sebelumnya, saat dunia dilanda krisis pandemi, sehingga ranah pendidikan pun ikut terdampak. “Saat pandemi, proses belajar-mengajar ikut terdampak. Pembelajaran dialihkan dari metode luring menjadi daring. Buktinya kita bisa menghadapi transisi itu,” imbuhnya. Manfaatkan Media dalam Transformasi Digital Pendidikan Gus Kholid sapaan akrabnya membeberkan, proses belajar-mengajar dengan menggunakan media teknologi tersebut merupakan salah satu transformasi digital dalam dunia pendidikan. “Saat ini, dengan kemajuan teknologi, kita tidak perlu lagi memberikan materi kepada siswa maupun mahasiswa dengan metode yang begitu-begitu saja. Tapi harus dibumbui dengan inovasi, teknologi informasi, agar apa? agar anak didik itu memiliki semangat belajar dan lain sebagainya,” kata Gus Kholid. Selain mudahnya akses, dengan digitalisasi ini maka proses belajar mengajar dapat dilakukan di mana pun dan kapan pun. Menurut Gus Kholid, ini merupakan suatu hal yang dapat diterapkan di segala jenjang pendidikan. “Kita juga tekankan kepada bapak-ibu mahasiswa Pasca ini untuk memanfaatkan media yang ada. Seperti kanal YouTube, dan berbagai platform media sosial lainnya. Sehingga kita dapat memberikan bahan ajar ke anak didik kita lebih flesibel,” terangnya. Di akhir perkulihan, Gus Kholid berharap agar para mahasiswa Pasca Unwaha Jombang ini dapat menjadi pendidik yang melek teknologi. Tidak hanya itu, beliau juga memberikan arahan agar para mahasiswa bisa produktif dengan berbagai macam karya ilmiahnya. “Pendidikan saat ini dan dulu tentu jauh berbeda, maka dari itu jika bapak-ibu sudah lulus S2 nanti, maka metodenya juga harus berbeda. Baik itu pengetahuannya, sumber-sumber yang dijadikan bahan ajar, metodenya, kemudian sikapnya, bagaimana cara mengajak anak didik kita berpikir,” pesan Wakil Rektor Bidang Keuangan & Kerumahtanggan tersebut. Sebagai pembuka di perkuliahan Program Pascasarjana PAI Unwaha Jombang, Gus Kholid sebagai dosen Pengampu mata kuliah Al-Quran dan Hadist melakukan brainstorming untuk proses perkuliahan-perkuliahan selanjutnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Pererat Tali Silaturahmi Lintas Angkatan, HMP PAI Gelar Talkshow dan Buka Bersama
Jombang – Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang menggelar kegiatan Talkshow dan buka bersama di Aula Gedung F Unwaha Jombang, Sabtu (24/3/2024). Kegiatan Talkshow dan buka bersama yang diselenggarakan HMP PAI ini merupakan sarana silaturahmi antar mahasiswa PAI lintas angkatan. Pada kesempatan ini juga turut dihadiri Ketua Prodi (Kaprodi) PAI, Dr. Didin Sirodjudin, M.Pd.I., Dekan Fakultas Agama Islam, Drs. Waslah, M.Pd.I. dan juga para dosen. “Tujuannya untuk mempererat ukhuwah antara mahasiswa PAI Unwaha Jombang. Biar semua mahasiswa ini saling kenal, adik tingkat dengan kakak tingkatnya, begitu sebaliknya. Jadi ini ajang silaturahmi yang telah difasilitasi oleh HMP PAI,” ujar Kaprodi PAI tersebut. Kegiatan Talkshow ini menghadirkan narasumber tokoh Nahdlatul Ulama (NU), yaitu Pimpinan Aswaja Center Jawa Timur, Dr. Yusuf Suharto, M.Pd.I yang menjelaskan wawasan ke-Aswajaan. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan buka bersama. “Kita undang beliau untuk mengisi tentang Aswaja, bagaimana kita harus bermadzhab dan seterusnya. Sehingga mahasiswa Unwaha ini khususnya mahasiswa PAI diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai yang diperjuangkan para Muassis NU, khususnya KH. A. Wahab Hasbullah,” imbuh Dr. Didin Sirodjudin. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Tebar Kebaikan, HMP-SI Gandeng HIMA-TLM ITSKes ICME Jombang Bagi-Bagi Takjil
Jombang – Di momentum bulan yang penuh berkah ini, seluruh umat muslim berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Tak terkecuali Himpunan Mahasiswa Prodi Sistem Informasi (HMP-SI) Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang. HMP-SI Unwaha Jombang berkolaborasi dengan Himpunan Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis Institut Teknologi dan Kesehatan Insan Cendekia Medika (HIMA TLM ITSKes ICME) Jombang melaksanakan kegiatan berbagi takjil, Sabtu (23/3/2024). Kegiatan ini digelar di dua titik, yaitu di Jl. KH. Wahid Hasyim tepatnya di sekitar Lapas Kelas IIB Jombang. Kedua, berlokasi di simpang empat Jl. Brigjen Kretarto, atau yang lebih dikenal Perempatan Sambong. “Tujuan kegitan bagi-bagi takjil ini adalah untuk menumbuhkan kebaikan dan menebarkan rahmat kepada sesama. Terutama kepada masyarakat yang masih beraktivitas di jalan menjelang berbuka puasa,” ucap Ketua HMP-SI, A’tini Hidayatika. Tidak hanya itu, kegiatan berbagi takjil ini juga bertujuan untuk menjalin relasi dengan organisasi kemahasiswaan lintas kampus. Dalam hal ini yaitu HIMA-TLM ITSKes ICME Jombang. “Kita juga perlu memperluas relasi dengan pihak-pihak eksternal. Harapannya yaitu dapat berkolaborasi dan melakukan program-program yang memiliki kebermanfaatan nantinya,” kata A’tini sapaan akrabnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Pentingnya Bersedekah
Jombang – Sedekah merupakan ibadah yang memiliki nilai pahala besar. Secara esensi, amalan sedekah mencakup hubungan dengan sang Pencipta (hablumminallah) dan sesama makhluk-Nya (hablumminannas). Begitulah yang disampaikan oleh Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI), Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dalam kuliah ramadan kali ini yang dilaksanakan di Masjid Al-Haromain, Kamis (21/3/2024). “Sedekah memiliki peranan yang paling penting. Amalan ini juga termasuk ibadah yang dicintai Allah SWT,” seru Fodhil mengawali kuliahnya. Ia juga menyampaikan beberapa hikmah dan keutamaan bersedekah. Menurutnya, bersedakah tidak bertujuan untuk kepentingan diri sendiri (di sisi ibadah). Melainkan juga memiliki kebermanfaatan bagi sesama. “Manfaat dari bersedekah ini bermacam-macam, baik di dalam dunia maupun di akhirat nanti. Yang jelas, manfaat duniawinya tentu dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan. Sedekah ini juga menjadi amal yang terus mengalir (jariyah) hingga nanti di akhirat,” terang dosen PAI tersebut. Lanjut Fodhil, bersedekah tidak dibatasi oleh seberapa besar dan kapan. Sebab bersedekah merupakan salah satu amalan yang berat untuk dilakukan. “Bersedekah itu berat, tidak semua bisa melakukannya, sekalipun mereka yang kaya raya. Karena ibadah ini memerlukan keikhlasan dan tanpa adanya paksaan,” pungkasnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Tujuh Amalan Penyebab Malaikat Jibril Ingin Menjadi Manusia
Jombang – Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang mulia dibandingkan makhluk lainnya. Manusia diciptkan dan diberikan berbagai kelebihan seperti akal, panca indera dan hati nurani. Dengan berbagai macam anugerah itu, hidup manusia tidak ada yang sia-sia. Tergantung bagaimana manusia itu sendiri yang merupakan seorang hamba dapat menggunakan dan memelihara anugerah tersebut. Begitulah kira-kira pengantar yang diberikan oleh Muhammad Fodhil, S.Pd.I., M.Pd. dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam (PAI) Unwaha Jombang dalam menyampaikan kuliah ramadan di Masjid Al-Haromain, Rabu (20/3/2024). Di dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW pernah berkata kepada Sahabat Ali bin Abi Thalib. يَا عَلِيُّ، تَمَنَّى جِبْرِيْلُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ بَنِيْ آدَمَ لِسَبْعِ خِصَالٍ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ مَعَ الْإِمَامِ وَمُجَالَسَةِ الْعُلَمَاءِ وَعِيَادَةِ الْمَرِيْضِ وَتَشْيِيْعِ الْجَنَازَةِ وَسَقْيِ الْمَاءِ وَالصُّلْحِ بَيْنَ الْإِثْنَيْنِ وَإِكْرَامِ الْجَارِ وَالْيَتِيْمِ فَاحْرِصْ عَلَى ذَلِكَ Berdasarkan riwayat ini, Muhammad Fodhil menjelaskan, malaikat Jibril pada suatu hari pernah berharap untuk menjadi manusia (anak adam) dan umat Nabi Muhammad SAW. Keinginan Jibril tersebut, disebabkan dengan adanya tujuh amalan yang sering dilakukan manusia. “Pertama adalah salat berjamaah, fadilah salat berjamaah ini sudah kita ketahui bersama yaitu lebih utama dua puluh tujuh derajat dibandingkan salat sendirian,” ungkap dosen prodi PAI tersebut. Amalan kedua, yaitu bermujalasah dengan para ulama. Menurutnya bercengkerama dengan para ulama ini merupakan suatu amalan yang sangat mulia. Ini dikarenakan seorang ulama memiliki keistimewaan baik di hadapan manusia maupun di hadapan sang Pencipta. Sebagaimana yang pernah disabdakan oleh sahabat Ibnu Abbas. “Para ulama mempunyai derajat yang lebih tinggi daripada orang-orang mukmin pada umumnya dengan selisih 700 derajat dan di antara dua derajat terpaut selisih 500 tahun.” Amalan selanjutnya yang membuat Jibril ingin menjadi umat Nabi Muhammad yaitu menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, memberi minum kepada orang lain. Selanjutnya mendamaikan dua orang yang sedang berselisih, kemudian memuliakan tetangga dan menjaga anak yatim. “Inilah beberapa keistimewan yang dimiliki oleh manusia, dimiliki oleh umat Nabi Muhammad SAW. Sampai-sampai Malaikat Jibril berharap untuk menjadi manusia,” tuturnya. Muhammad Fodhil juga menjelaskan kepada para mahasiswa tentang keutamaan dan hikmah masing-masing ketujuh poin tersebut. Salah satunya yaitu bercengkerama dengan para ulama. Menurutnya, dalam poin ini dapat juga diartikan dengan menuntut ilmu. “Kita ini jangan sampai putus belajar, belajar ilmu apapun itu tidak hanya tentang agama. Karena Allah SWT menciptakan kita dengan berbeda-beda dan kelebihan berbeda-beda. Lalu kita harus saling melengkapi itu, dan inilah makanya ada Hadis yang berbunyi, sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.
Ramadan in Campus 2024: Salat Malam dalam Bulan Ramadan
Jombang – Suasana perkuliahan di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang saat Ramadan berjalan dengan tenang. Masih sama dengan hari-hari sebelumnya, yaitu Ramadan in Campus yang secara rutin dilaksanakan di Masjid Al-Haromain. Kali ini, Selasa (19/3/2024) yang bertugas untuk mengisi Kuliah Ramadan yaitu Dr. M. Dzikrul Hakim Al Ghozali, M.Pd.I. Adapun materi yang beliau bawa yaitu mengenai Salat Malam dalam Bulan Ramadan. Landasan Hukum Dzikrul Hakim mengungkapkan, mengerjakan salat malam di bulan Ramadan (Tarawih dan Witir), hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan, red). Baik dikerjakan secara berjamaah atau sendiri-sendiri. “Waktunya dikerjakan sesudah salat Isya sampai akhir malam. Salat malam bulan Ramadan dinamai Salat Tarawih. Diambil dari kata “Tarwihah” yang artinya rileks atau bersenang-senang. Sebagaimana hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari:36 dan Muslim;1267. teks hadis riwayat Al-Bukhari: Rasulullah s.a.w menganjurkan agar mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan, akan tetapi tidak mewajibkannya. Beliau berdabda “siapa yang mengerjakan salat malam pada bulan Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,”. Tata Cara Beliau juga mengungkapkan cara-cara dalam mengerjakan salat tarawh. Dalam penjelasannya, yaitu mengenai tata cara dan jumlah rakaat berdasarkan hadis yang banyak dijumpai dari berbagai riwayat. Adapun tata caranya yaitu seperti mengerjakan salat-salat malam lainnya. Di mana setiap dua rakaat satu salam dan kemudian ditutup dengan salat witir. “Banyak dijumpai riwayat yang menjelaskan mengenai bilangan-bilangan rakaat yang harus dilakukan. Perbedaaan pendapat yang ada di masyarakat saat ini semuanya benar, sudah berdasarkan sunnah,” imbuhnya. Meniru Sifat Salat Nabi Kendati jumlah rakaat yang dilaksanakan berbeda-beda, yang perlu digaris bawahi yaitu tiga sifat salat nabi. Menurutnya, ketiga sifat ini perlu dilakukan untuk mendapatkan pahala salat tarawih secara utuh dan salat yang telah kita laksanakan tidak sia-sia. “Sifat pertama adalah rileks atau istirahat sejenak, sebagaimana arti secara filosofis salat tarawih itu sendiri. Kedua adalah memperbanyak ayat bacaan saat salat, dan ketiga adalah pelaksanaannya dilakukan dengan tidak adanya paksaan dan (niat) bermuhasabah diri,” ucapnya. Terakhir, beliau berpesan kepada mahasiswa untuk mengamalkan sifat-sifat salat nabi tersebut. “Ini sebagai bekal kita masing-masing, bagaimana kita mengetahui tentang keutamaan sunnah di bulan Ramadan ini serta dapat mengamalkannya,” pesannya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow
Ramadan in Campus 2024: Hikmah di Balik Tiga Fase Ramadan
Jombang – ‘Ramadan in Campus’ Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) Jombang di Masjid Al-Haromain, Senin (18/3/2024) disampaikan oleh H. Mochammad Syafiuddin Shobirin, M.Pd.I. Dalam kuliah Ramadan kali ini, beliau menyampaikan tiga fase di bulan suci Ramadan dan keutamaannya. Gus Din sapaan akrabnya, menyampaikan beberapa keutamaan dan hikmah dari masing-masing ketiga fase tersebut. Tiga fase itu adalah 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. “Fase pertama adalah fase rahmat. Rahmat itu adalah belas kasih, kasih sayang, karunia dari Allah SWT. Jika kita ingin memperoleh kasih sayang lebih dari Allah SWT, maka beribadah dan bertakwalah kepada-Nya,” seru dosen Fakultas Pertanian tersebut. Menurutnya, sebagaimana yang telah di firmankan dalam Al-Qur’an surah Al-Baqarah 183, yang berbunyi: يٰٓـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا كُتِبَ عَلَيۡکُمُ الصِّيَامُ کَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلِکُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُوۡنَۙ Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”. Kemudian, beliau mengutip dari kitab Bidayatul Hidayah karangan Imam Al-Ghazali mengenai ciri orang yang bertambah tingkat ketaqwaannya. “Yaitu sesorang yang bisa ngempet (mempertahankan, red) nafsu untuk kepentingan diri sendiri. Namun lebih mementingkan keperluan orang lain,” ujarnya. Lanjut Gus Din, fase kedua adalah fase maghfirah (ampunan, red). Pintu ampunan pada 10 hari kedua di bulan Ramadan akan dibukakan seluas-luasnya. “10 hari ketiga di bulan Ramadan adalah fase yang disebut sebagai itqun minan nar (terbebas dari neraka, red). Fase ini merupakan akhir di bulan Ramadan, hendaknya untuk menutup Ramadan dengan memperbanyak amalan-amalan baik,” lanjutnya. Di akhir, beliau berharap agar senantiasa memanfaatkan segala keutamaan dan hikmah tersebut dengan memperbanyak amal-amal baik. Seperti bersedekah, memperbanyak membaca Al-Quran, berdzikir, dan melakukan kesunahan lainnya. Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow