Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

UNWAHA, support The 13th KOREA-ASEAN Joint Symposium

Surabaya-Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) sebagai salah satu supported The 13th KOREA-ASEAN Joint Symposium yang diselenggarakan di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga. Program konferensi akan membahas topik-topik dari biomassa hingga bioliquid dan biofuel untuk panas dan listrik, transportasi dan produk-produk biobased. Ini akan mencakup semua aspek dari setiap rantai nilai, dari pasokan dan logistik hingga teknologi konversi, dari aplikasi industri hasil penelitian hingga dampak pada lingkungan, dari aspek pasar dan perdagangan hingga strategi kebijakan, tak terkecuali peran biomassa sebagai sumber dalam sistem energi terintegrasi. KOREA-ASEAN Joint Symposium didukung oleh 11 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, salah satunya adalah Universitas KH. A. Wahab Hasbullah. Program Teknis dikoordinasikan oleh Universitas Airlangga. Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin menjelaskan hasil risetnya dalam judul, “Effect of Mycorrhiza on Fusarium Wilt Disease (Fusarium oxysporum) Tobacco (Nicotiana tabacum L.) in Quartz Sand Media Containing Compost AMB-P0K”. International conference dengan tema Biomass Utilization and Renewable Energy berlangsung selama 3 hari, 7 s/d 9 Agustus 2019. Review us, Klik here

SEMINAR EKONOMI UNWAHA 2019

Jombang – Sebagai peringatan Haul KH. Abdul Wahab Hasbullah ke-48, sosok Pahlawan Nasional, inisiator, dan pendiri Nahdatul Ulama, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum menyelenggarakan seminar di Aula Universitas KH A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Tambak Beras Jombang (14/7). Seminar Ekonomi bertema “Ceruk Pengembangan ekonomi syari’ah antara pondok pesantren dan industri perasuransian syari’ah indonesia” tersebut disajikan oleh pemateri Ahmad Syaroni, S.T., M.M, selaku Dirut PT Reasuransi Syari’ah Indonesia dan Mudzakir, S.E., AAIJ, AIIS, CHR, selaku Dirut PT Asuransi Syari’ah Keluarga Indonesia (Asyki). Seminar dibuka oleh Nyai HJ. Hizbiyah Rochim, M.A. selaku Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum. Selain itu, Rektor UNWAHA dalam sambutannya menyampaikan terkait perkembangan dan program unggulan UNWAHA yaitu salah satunya adalah program kuliah ke luar negeri. “Tahun ini, setidaknya kita bisa memberangkatkan 50 mahasiswa untuk studi ke luar negeri dan 7 Dosen sebagai pembimbing”, terang Prof. Dr. Anton Muhibuddin, M.P. Ahmad Syaroni, S.T., M.M. di tengah penyampain materi juga turut mengulas program studi yang ada di UNWAHA terkait perkembangan dunia 10 tahun ke depan. “Alhamdulillah, mayoritas prodi yang ada di sini merupakan kompetensi yang dibutuhkan 5 sampai 10 tahun ke depan. Itu artinya UNWAHA visioner memandang masa depan dan terus berkembang sebagai universitas global namun tetap berpegang pada Ahlus-Sunnah wal Jama’ah”, tegasnya. Seminar ekonomi tersebut dihari oleh berbagai mahasiswa dan dosen dari beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di Jombang. Antusisme peserta seminar terlihat ketika 3dosen dari universitas yang berbeda diberi kesempatan untuk bertanya kepada narasumber terkait permasalahan asuransi syariah, perbandingan dengan asuransi konvensional, dan wakaf. Rangkaian kegiatan seminar diakhiri dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara asuransi keluarga indonesia, asuransi syari’ah, dan Yayasan Pendidikan Tinggi Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang serta pemberian kartu asuransi syariah secara simbolis. Dengan ini diharapkan asuransi syari’ah kepada mahasiswa dan dosen dapat diterapkan, terutama asuransi pendidikan dalam pembayaran SPP, pembayaran biaya-biaya lain yang berkaitan dengan kegiatan perkuliahan sehingga dapat diperoleh keuntungan dan keberkahan ke semua pihak sesuai syariat islam.

PELEPASAN MAHASISWA KKN UNWAHA 2019

Jombang – Pengamalan ilmu pengetahuan, pengabdian dan professional kerja bukan dimulai sejak diberikannya gelar sarjana, namun dimulai sejak program kuliah kerja nyata (KKN) pagi ini, demikian disampaikan KH. Dr. Muhyidin Zainual.Arifin, M.M. selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaaan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, dalam sambutan upacara pelepasan KKN angkatan 2016 yang berlangsung di halaman utama UNWAHA (01/7). Program KKN pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan empati dan kepedulian mahasiswa, menanamkan nilai kepribadian:, kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan, menanamkan jiwa pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dituntut mampu membangun sinergi berbagai elemen masyarakat, antara lain: masyarakat/organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah dan SKPD tingkat I dan II, pelaku usaha, pemerintah daerah tingkat kecamatan sampai dusun yang berpartisipasi sebagai narasumber dan mitra KKN. Secara khusus, Ketua LPPM UNWAHA juga menyampaikan harapannya kepada mahasiswa KKN yang akan berlangsung selama 2 bulan untuk dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, motivator bagi anak-anak, serta dapat menyampaikan bahwa pendidikan merupakan salah satu dalam upaya peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Menurutnya ini merupakan tantangan bagi mahasiswa peserta KKN yang terbagi dalam 8 kelompok tiap desa di Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang. Sebanyak 25 mahasiswa lintas fakultas dalam satu kelompok KKN melakukan survei bersama untuk melihat permasalahan yang ada di desa lokasi KKN dan berusaha sekuat tenaga dan fikiran dalam membantu permasalahan tersebut yang tentunya dengan dukungan masyarakat. Heterogen latar belakang mahasiswa dalam satu kelompok diharapkan mereka dapat bekerja dengan solid dan benar-benar mengimplementasikan kemampuan mereka sesuai bidang keilmuannya sehingga mahasiswa akan memahami betul bagaimana penerapan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh untuk masyarakat. Melalui sambutannya, beliau atas mewakili segenap civitas akademik UNWAHA menghimbau kepada mahasiswa agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga mampu terbentuknya suasana yang berbeda dari sebelumnya, yakni menuju lebih baik.“Selain pengalaman berinteraksi dengan masyarakat, kalian bisa membuat nuansa baru di desa tersebut menjadi lebih baik. Kalian berkesempatan membuat hal baru sesuai dengan bidang keilmuan yang telah diperoleh di kampus tercinta ini”, tandas Wakil Rektor bidang kemahasiswaaan sekaligus Pengasuh PP. Al-Fatich Bahrul Ulum. Upacara pelepasan juga dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan, Ketua LPPM, dan Dekan Fakultas selingkung UNWAHA. Dengan bersama-sama membaca doa, mahasiswa peserta KKN telah resmi dilepaskan untuk berangkat ke lokasinya masing-masing.

PMI-UNWAHA, AKSI PEDULI SESAMA

JOMBANG-dalam rangka Islamic Fun 2019 Festival, Korps Sukarela Palang Merah Indonesia bersama Universitas KH. A. Wahab Hasbullah menyelenggarakan aksi peduli sesama. Berlokasi di Gedung D UNWAHA pada tanggal 9 April 2019, PMI Kabupaten Jombang bekerja sama dengan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah mengadakan Agenda donor darah sebagai perwujudan kepedulian, kegiatan amal dan sosia dengan tema “Setetes Darahmu Berguna untuk Keselamatan Bangsa”. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyatakan bahwa agenda donor darah ini merupakan wujud kepedulian terhadap sesama. “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi saudara kita yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian kita. Di sisi lain, donor darah pada hakikatnya membuat tubuh kita semakin sehat”, terang Dr. KH. Muhyidin Zainul Arifin, M.M. Tak hanya mengajak para dosen untuk mengikuti donor darah, beliaupun juga turut menjadi pendonor (foto berpose jempol:red) sebagai bentuk motivasi dosen dan staff UNWAHA. Petugas PMI menerangkan beberapa manfaat mendonor darah antara lain: (1) mengurangi resiko penyakit kanker dan jatung; (2) membakar kalori; dan (3) lebih sehat secara psikologis. Peran serta civitas akademika UNWAHA beserta antusias mahasiswa sangat membantu atas keberlangsungan dan kelancaran agenda ini. Salah satu pendonor dari mahasiswa FAI semester IV mengungkapkan bahwa kegiatan ini ternyata membuat ia semakin merasa bermanfaat bagi sesama. “Saat pertama mendaftar memang sempat ragu, namun sosialisasi yang baik dari petugas PMI membuat saya yakin dan berpikir bagaimana jika nanti saya dalam kondisi yang membutuhkan transfusi darah,” ujar Mahmudi. sebagai penanggung jawab kelas, Ia berpesan kepada temannya untuk tidak pernah takut menjadi pendonor darah.

MOU dengan International Collage University of Technology Krungthep (IC-UTK) Thailand

Rajamangala, Thailand – Menindaklanjuti program unggulan kuliah sit in , UNWAHA kembali melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi lain di luar negeri. Hal ini sebagai upaya pencapaian visi yakni menjadi institusi pendidikan tinggi berstandar internasional yang berperan aktif dalam pengembangan IPTEK, pengelolaan sumber daya alam, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia seutuhnya. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) dengan International Collage University of Technology Krungthep (IC-UTK) Thailand yang digelar Rabu (6/3/2019). Penandatanganan MOU oleh Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin, M.P. didampingi Wakil Rektor Bidang Humas & Publikasi Dr. KH. Fatkhulloh, M.Pd.I. dan Kaprodi Ekonomi Syariah Kholis Firmansyah, S.HI., M.SI. selaku Koordinator program kuliah sit in kemudian dilanjutkan penandatanganan oleh Direktur IC-UTK, Mrs. Prattama Srisuk, Ph.D. Butir MOU meliputi: (1) faculty exchange; (2) student exchange; (3) sharing of international academic and materials; (4) sharing of joint research programs and research achievements; (5) joint training programs; (6) jointly sponsored conforence or forums; and (7) other international cooperative and exchange programs. Direktur IC-UTK menyatakan bahwa MOU ini akan memberikan manfaat bagi kedua perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas bidang akademik sebagaimana butir yang telah disebutkan. Tak terhenti sampai di sini, perjalanan UNWAHA dalam peningkatan mutu akademik terus dilakukan melalui kerja sama internasional yang akan datang.

Mahasiswa Unwaha Kuliah Sit in di Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) melalui salah satu program unggulannya kembali memberangkatkan beberapa mahasiswa untuk study ke luar negeri. Program unggulan yang dimaksud adalah Kuliah Sit in. Istilah “sit in” merupakan suatu program kuliah dimana mahasiswa mengikuti kuliah singkat di salah satu perguruan tinggi partner baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tahun ajaran 2018/2019 saat ini, beberapa mahasiswa terpilih untuk kuliah Sit in di Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand. Hal ini bukan yang pertama bagi Unwaha dalam menyelenggarakan program kuliah Sit in ke perguruan tinggi luar negeri. Universitas berbasis islam yang dipimpin oleh Dr. Anton Muhibuddin, M.P. ini juga menyelenggarakan kuliah Sit in ke Korea University pada periode sebelumnya. Program unggulan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa terhadap dunia pendidikan dan perkuliahan di luar negeri sekaligus membangun network serta melatih kemampuan teamwork dengan mahasiswa yang tentu saja memiliki perbedaan secara adat dan budaya. Program ini pada umumnya meliputi kegiatan perkuliahan melalui kegiatan belajar mengajar bersama dosen sebagaimana biasa dan kegiatan group project bersama dengan mahasiswa perguruan tinggi partner. Program unggulan kuliah Sit in diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Program studi yang berbeda. Mahasiswa yang terpilih dalam program kuliah Sit in dalam kesempatan kali ini yaitu Ahmad Na’im (S-1 Agroekoteknologi), Mira Sugiarti (S-1 Sistem Informatika), Febrian Dwi Putra (S-1 Teknik Informatika), Uun Rosyidah (S-1 Pend. Agama Islam), M. Arif Taufiq (S-1 Pend. Bahasa Arab), dan M. Anis Abdillah (S-1 Ekonomi Syariah). Acara pelepasan keenam mahasiswa tersebut berjalan lancar dengan diakhiri doa agar diberikan kelancaran dan ilmu yang bermanfaat di sana. Wakil Rektor bidang kerjasama dan pengembangan bersama beberapa staf mengantarkan mahasiswa tersebut hingga perpisahan di bandara Juanda. “Melalui program ini, kami berharap mereka mampu berkoordinasi dengan baik antar mahasiswa serta membuka wawasan yang lebih luas berdasarkan materi kuliah yang diperoleh di sana”, ujar Ali Priyono, M.Pd.I. selaku Wakil Rektor bidang keuangan yang juga turut serta mengantar mahasiswa siang ini (13/02). “Alhamdulillah program ini berkesan bagi saya karena berkesempatan menimbah ilmu ke luar negeri. Selain sebagai pengalaman baru, program ini juga melatih kemampuan bahasa inggris yang telah saya pelajari”, kata salah satu mahasiswa Prodi Agroekoteknologi. Mahasiswa menjalani kuliah Sit in selama 24 hari yaitu mulai tanggal 13 Februari sampai 9 Maret 2019. Kholis Firmansyah, S.HI., M.SI. selaku koordinator program kuliah Sit in serta segenap jajaran dosen berpesan kepada mahasiswa yang berkesempatan kuliah Sit in ke luar negeri untuk memanfaatkan program ini dengan baik, menjaga kesehatan di iklim yang berbeda serta yang terpenting adalah tetap menjaga moral sebagaimana jati diri mahasiswa Unwaha yang berwawasan global berkarakter islami.

KULIAH UMUM Bersama SKK MIGAS “PENGELOLAAN INDUSTRI HULUMIGAS DI INDONESIA”

Rabu 12 Desember 2018, UNWAHA mengadakan acara Kuliah Umum yang bekerjasama dengan MKK MIGAS dengan tema “Pengelolaan Industri Hulu Migas di Indonesia”. acara yang dibuka langsung oleh Bupati Jombang (Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab) ini dimulaipukul 09.00WIB dan berahir pukul 13.00 WIB. kuliah umum yang diikuti sekitar 200 mahasiswa dan dosen ini selain mengenalkan program pengelolaan Industri Hulu Migas, juga mensosialisasikan rencana Eksplorasi Minyak oleh PT. LAPINDO BRANTAS di Jombang.

GEMPITA (Gerakan Pemuda Tani Indonesia) Lombok Utara magang di UNWAHA

Senin 27 November 2018, UNWAHA kedatangan tamu dari Lombok utara, yaitu peserta magang dari Gerakan Pemuda Tani Indonesia bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lombok Utara. Selama 3 hari mereka belajar mengenai Pengembangan Pupuk dan Pestisida Organik yang dibimbing langsung oleh instruktur dari Fakultas Pertanian UNWAHA. serta terjun langsung ke lapangan untuk memahami lebih detail tentang materi yang telah diberikan. sebagai penutup acara Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibbudin, M.P. juga menandatangani MOU dengan GEMPITA Lombok Utara.

Rektor Unwaha Raih Penghargaan dari Menteri Pertanian

Jombang, NU Online Sejumlah tokoh yang memiliki dedikasi dan kerja nyata mendukung program regenerasi petani di Indonesia mendapatkan penghargaan dari Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Award 2018. Salah satunya yaitu Rektor Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Anton Muhibuddin. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai mendorong agar pemuda kembali mencintai profesi bertani dan menjadi aktor utama korporasi petani. Tokoh lain yang menerima penghargaan ini yaitu Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor dan H Irwan Prayitno atau Gubernur Sumatera Barat. “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah atas penghargaan ini. Semuanya karena kehendak Allah SWT. Saya hanya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Berbagi dengan masyarakat dengan ilmu yang ada agar petani bisa mandiri dan mengoptimalkan potensi alam dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada,” katanya, Jumat (17/11). Wakil Presiden Asosiasi Ahli Mikroba Dunia ini diberikan penghargaan karena dinilai berkontribusi mewujudkan kemandirian petani muda di daerahnya. Anton berhasil mengubah paradigma kaum muda tentang sampah dan mendorong kemandirian pupuk oleh kelompok muda di setiap desa. Dengan memanfaatkan potensi sampah organik. Berbagai hasil penemuannya banyak didedikasikan agar kaum muda sejahtera dengan melayani petani di lingkungannya. Program Gempita adalah usaha dari pemerintah untuk melahirkan petani muda dengan jumlah ratusan ribu sebagai jawaban pemerintah mengatasi krisis petani. “Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Banjar Baru. Setahu saya kandidat yang diseleksi ada ratusan orang, terdiri dari tokoh masyarakat yang aktif dalam memperjuangkan pertanian, pimpinan daerah termasuk beberapa gubernur dan bupati serta pimpinan perguruan tinggi dan komponen masyarakat lainnya,” beber Anton. Ia melanjutkan, tantangan yang dihadapi masing-masing tokoh untuk mendorong regenerasi petani dan membangun korporasi petani, walaupun peran yang berbeda, tetap sama beratnya. Sehingga niat untuk mensejahterakan pemuda melalui sektor pertanian, konsistensi melaksanakan dan hasil nyata butuh perjuangan ekstra. Ia juga menyebutkan semoga penghargaan ini jadi pelecut dirinya dan mahasiswa khususnya di Unwaha semangat mengabdikan diri. Sehingga di masa depan profesi petani tidak lagi dipandang sebelah mata. “Hadiah tertinggi bagi saya adalah peningkatan etos kerja petani dan perubahan paradigma berpikir tentang alam di sekitar kita termasuk keberadaan sampah, serta meningkatnya kesejahteraan petani terutama generasi muda,” tandas alumni Universitas Brawijaya Malang ini. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)

UNWAHA menyelenggarakan Seminar Nasional Multidisiplin

  UNWAHA sebagai salah satu Universitas di Kab. Jombang mengadakan Seminar Nasional dengan tema Peran Pemuda dalam Perkembangan Pendidikan, Sains, Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan yang diselenggarakan di UNWAHA ini mengundang 4 tokoh penting, yaitu Dr. (HC) H. Imam Nahrawi, S. Ag., M.KP. selaku Menpora, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A, Ph.D. selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Anton Muhibuddin, MP. selaku Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang, dan Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA selaku Guru Besar Digital Control System ITS Surabaya. Kegiatan Seminar Nasional ini adalah salah satu bentuk komitmen UNWAHA untuk membentuk iklim ilmiah. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada link berikut : http://snami.unwaha.ac.id/?