Category: Berita
Mahasiswa Unwaha Kuliah Sit in di Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand
Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (Unwaha) melalui salah satu program unggulannya kembali memberangkatkan beberapa mahasiswa untuk study ke luar negeri. Program unggulan yang dimaksud adalah Kuliah Sit in. Istilah “sit in” merupakan suatu program kuliah dimana mahasiswa mengikuti kuliah singkat di salah satu perguruan tinggi partner baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Tahun ajaran 2018/2019 saat ini, beberapa mahasiswa terpilih untuk kuliah Sit in di Rajamangala University of Technology Krungthep Thailand. Hal ini bukan yang pertama bagi Unwaha dalam menyelenggarakan program kuliah Sit in ke perguruan tinggi luar negeri. Universitas berbasis islam yang dipimpin oleh Dr. Anton Muhibuddin, M.P. ini juga menyelenggarakan kuliah Sit in ke Korea University pada periode sebelumnya. Program unggulan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa terhadap dunia pendidikan dan perkuliahan di luar negeri sekaligus membangun network serta melatih kemampuan teamwork dengan mahasiswa yang tentu saja memiliki perbedaan secara adat dan budaya. Program ini pada umumnya meliputi kegiatan perkuliahan melalui kegiatan belajar mengajar bersama dosen sebagaimana biasa dan kegiatan group project bersama dengan mahasiswa perguruan tinggi partner. Program unggulan kuliah Sit in diikuti oleh mahasiswa dari beberapa Program studi yang berbeda. Mahasiswa yang terpilih dalam program kuliah Sit in dalam kesempatan kali ini yaitu Ahmad Na’im (S-1 Agroekoteknologi), Mira Sugiarti (S-1 Sistem Informatika), Febrian Dwi Putra (S-1 Teknik Informatika), Uun Rosyidah (S-1 Pend. Agama Islam), M. Arif Taufiq (S-1 Pend. Bahasa Arab), dan M. Anis Abdillah (S-1 Ekonomi Syariah). Acara pelepasan keenam mahasiswa tersebut berjalan lancar dengan diakhiri doa agar diberikan kelancaran dan ilmu yang bermanfaat di sana. Wakil Rektor bidang kerjasama dan pengembangan bersama beberapa staf mengantarkan mahasiswa tersebut hingga perpisahan di bandara Juanda. “Melalui program ini, kami berharap mereka mampu berkoordinasi dengan baik antar mahasiswa serta membuka wawasan yang lebih luas berdasarkan materi kuliah yang diperoleh di sana”, ujar Ali Priyono, M.Pd.I. selaku Wakil Rektor bidang keuangan yang juga turut serta mengantar mahasiswa siang ini (13/02). “Alhamdulillah program ini berkesan bagi saya karena berkesempatan menimbah ilmu ke luar negeri. Selain sebagai pengalaman baru, program ini juga melatih kemampuan bahasa inggris yang telah saya pelajari”, kata salah satu mahasiswa Prodi Agroekoteknologi. Mahasiswa menjalani kuliah Sit in selama 24 hari yaitu mulai tanggal 13 Februari sampai 9 Maret 2019. Kholis Firmansyah, S.HI., M.SI. selaku koordinator program kuliah Sit in serta segenap jajaran dosen berpesan kepada mahasiswa yang berkesempatan kuliah Sit in ke luar negeri untuk memanfaatkan program ini dengan baik, menjaga kesehatan di iklim yang berbeda serta yang terpenting adalah tetap menjaga moral sebagaimana jati diri mahasiswa Unwaha yang berwawasan global berkarakter islami.
KULIAH UMUM Bersama SKK MIGAS “PENGELOLAAN INDUSTRI HULUMIGAS DI INDONESIA”
Rabu 12 Desember 2018, UNWAHA mengadakan acara Kuliah Umum yang bekerjasama dengan MKK MIGAS dengan tema “Pengelolaan Industri Hulu Migas di Indonesia”. acara yang dibuka langsung oleh Bupati Jombang (Ibu Nyai Hj. Mundjidah Wahab) ini dimulaipukul 09.00WIB dan berahir pukul 13.00 WIB. kuliah umum yang diikuti sekitar 200 mahasiswa dan dosen ini selain mengenalkan program pengelolaan Industri Hulu Migas, juga mensosialisasikan rencana Eksplorasi Minyak oleh PT. LAPINDO BRANTAS di Jombang.
GEMPITA (Gerakan Pemuda Tani Indonesia) Lombok Utara magang di UNWAHA
Senin 27 November 2018, UNWAHA kedatangan tamu dari Lombok utara, yaitu peserta magang dari Gerakan Pemuda Tani Indonesia bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lombok Utara. Selama 3 hari mereka belajar mengenai Pengembangan Pupuk dan Pestisida Organik yang dibimbing langsung oleh instruktur dari Fakultas Pertanian UNWAHA. serta terjun langsung ke lapangan untuk memahami lebih detail tentang materi yang telah diberikan. sebagai penutup acara Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibbudin, M.P. juga menandatangani MOU dengan GEMPITA Lombok Utara.
Rektor Unwaha Raih Penghargaan dari Menteri Pertanian
Jombang, NU Online Sejumlah tokoh yang memiliki dedikasi dan kerja nyata mendukung program regenerasi petani di Indonesia mendapatkan penghargaan dari Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) Award 2018. Salah satunya yaitu Rektor Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur Anton Muhibuddin. Penghargaan ini diberikan kepada tokoh yang dinilai mendorong agar pemuda kembali mencintai profesi bertani dan menjadi aktor utama korporasi petani. Tokoh lain yang menerima penghargaan ini yaitu Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor dan H Irwan Prayitno atau Gubernur Sumatera Barat. “Alhamdulillah, saya bersyukur kepada Allah atas penghargaan ini. Semuanya karena kehendak Allah SWT. Saya hanya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. Berbagi dengan masyarakat dengan ilmu yang ada agar petani bisa mandiri dan mengoptimalkan potensi alam dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada,” katanya, Jumat (17/11). Wakil Presiden Asosiasi Ahli Mikroba Dunia ini diberikan penghargaan karena dinilai berkontribusi mewujudkan kemandirian petani muda di daerahnya. Anton berhasil mengubah paradigma kaum muda tentang sampah dan mendorong kemandirian pupuk oleh kelompok muda di setiap desa. Dengan memanfaatkan potensi sampah organik. Berbagai hasil penemuannya banyak didedikasikan agar kaum muda sejahtera dengan melayani petani di lingkungannya. Program Gempita adalah usaha dari pemerintah untuk melahirkan petani muda dengan jumlah ratusan ribu sebagai jawaban pemerintah mengatasi krisis petani. “Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Banjar Baru. Setahu saya kandidat yang diseleksi ada ratusan orang, terdiri dari tokoh masyarakat yang aktif dalam memperjuangkan pertanian, pimpinan daerah termasuk beberapa gubernur dan bupati serta pimpinan perguruan tinggi dan komponen masyarakat lainnya,” beber Anton. Ia melanjutkan, tantangan yang dihadapi masing-masing tokoh untuk mendorong regenerasi petani dan membangun korporasi petani, walaupun peran yang berbeda, tetap sama beratnya. Sehingga niat untuk mensejahterakan pemuda melalui sektor pertanian, konsistensi melaksanakan dan hasil nyata butuh perjuangan ekstra. Ia juga menyebutkan semoga penghargaan ini jadi pelecut dirinya dan mahasiswa khususnya di Unwaha semangat mengabdikan diri. Sehingga di masa depan profesi petani tidak lagi dipandang sebelah mata. “Hadiah tertinggi bagi saya adalah peningkatan etos kerja petani dan perubahan paradigma berpikir tentang alam di sekitar kita termasuk keberadaan sampah, serta meningkatnya kesejahteraan petani terutama generasi muda,” tandas alumni Universitas Brawijaya Malang ini. (Syarif Abdurrahman/Abdullah Alawi)
UNWAHA menyelenggarakan Seminar Nasional Multidisiplin
UNWAHA sebagai salah satu Universitas di Kab. Jombang mengadakan Seminar Nasional dengan tema Peran Pemuda dalam Perkembangan Pendidikan, Sains, Teknologi di Era Revolusi Industri 4.0. Kegiatan yang diselenggarakan di UNWAHA ini mengundang 4 tokoh penting, yaitu Dr. (HC) H. Imam Nahrawi, S. Ag., M.KP. selaku Menpora, Prof. Masdar Hilmy, S.Ag., M.A, Ph.D. selaku Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Dr. H. Anton Muhibuddin, MP. selaku Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang, dan Prof. Dr. Ir. H. Muhammad Nuh, DEA selaku Guru Besar Digital Control System ITS Surabaya. Kegiatan Seminar Nasional ini adalah salah satu bentuk komitmen UNWAHA untuk membentuk iklim ilmiah. Informasi lebih lanjut dapat diakses pada link berikut : http://snami.unwaha.ac.id/?
UNWAHA Menjadi Institusi Pelaksana Mikrotik Academy
Mikrotik Academy adalah salah satu program dari Mikrotik untuk menyelenggarakan pendidikan/pelatihan kurikulum dari Mikrotik bagi seluruh institusi pendidikan di seluruh dunia. Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) merupakan salah satu institusi pendidikan yang telah bekerja sama dengan Mikrotik yang berpusat di Latvia. Kurikulum yang disediakan oleh Mikrotik Academy UNWAHA yaitu MTCNA. Materi MTCNA telah menjadi bagian dari kurikulum Program Studi Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Saat ini UNWAHA telah memiliki 1 orang Trainer yang telah tersertifikasi sebagai Mikrotik Academy Trainer yaitu: 1. Agus Sifaunajah, S.Kom, M.Kom (MTCNA. MTCIPv6E) Syarat peserta pelatihan MTCNA: 1. Mahasiswa aktif Universitas KH. A. Wahab Hasbullah 2. Sedang mengikuti matakuliah Jaringan Komputer dan Komunikasi Data atau Jaringan Terapan Fasilitas peserta: 1. Router Miktrotik per peserta 2. Modul pelatihan 3. Ujian sertifikasi MTCNA 4. Jika lulus ujian sertifikasi, sertifikat diakui secara internasional yang dikeluarkan oleh Mikrotik Latvia. Materi pelatihan: 1. MIKROTIK INTRODUCTION 2. MIKROTIK BASIC CONFIGURATION AND DHCP SERVER 3. MIKROTIK SISTEM INTEGRASI (SERVERS – MIKROTIK – CLIENT) 4. MIKROTIK FIREWALL 5. MIKROTIK BRIDGE, ROUTING 6. MIKROTIK WIRELESS AND HOTSPOT 7. MIKROTIK QUALITY OF SERVICE (SIMPLE QUEUE)
UNWAHA Bersama ASDANU sebagai Penggerak ASWAJA dan Islam Moderat di Perguruan Tinggi
Jum’at, 13 Juli 2018, UNWAHA bekerjasama dengan ASDANU mengadakan Seminar Nasional dengan tema Memperkokoh Islam Moderat di Perguruan Tinggi. Kegiatan yang diselenggarakan di UNWAHA ini mengundang 3 tokoh penting, yaitu Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D.,Ak. selaku Menristekdikti, Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si selaku Guru Besar Pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Dr. H. Anton Muhibuddin, MP. selaku Rektor Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Tambakberas Jombang. Kegiatan Seminar Nasional ini berlangsung dengan aktif. Peserta yang diperkirakan hanya 100 orang, membludak hingga hampir mencapai 150 orang. Mereka sangat antusias untuk dapat berdiskusi langsung dengan Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si, sebagai satu-satunya pembicara utama, mengingat Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D.,Ak. berhalangan hadir dikarenakan tugas negara. Sementara Dr. H. Anton Muhibuddin, MP. mendapat panggilan dari Kementrian tepat sebelum kegiatan berlangsung. Jarum jam tepat berada pada angka 16.30 WIB, akan tetapi pertanyaan dari peserta tidak kunjung selesai. Moderator terpaksa menghentikan dengan hormat peserta selanjutnya yang ingin bertanya pada Prof. Dr. H. Ali Maschan Moesa, M.Si. Kegiatan Seminar Nasional ini adalah salah satu bentuk komitmen UNWAHA untuk terus melestarikan dan menyebarkan Aswaja di lingkungan Perguruan Tinggi. Ke depannya, UNWAHA berusaha untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Aswaja, sehingga dapat mengantarkan mahasiswa menjadi generasi yang beriman, beretika dan bergerak aktif dalam membangun bangsa.
UKM UNWAHA Menggelar Festival Banjari se-Pulau Jawa
Dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan, Unit Kegiatan Mahasiswa UNWAHA menggelar hajatan besar. Hajatan ini berupa festival banjari yang direncanakan akan diikuti oleh 70 grup se-pulau Jawa. 20 grup perwakilan dari perguruan tinggi dan 50 grup lainnya untuk umum. Pendaftaran dilakukan sejak tanggal 3 April hingga 5 Mei 2018. Bertempat di lapangan UNWAHA, Festival Banjari se-Pulau Jawa ini akan dilaksanakan pada 13 Mei 2018. Adapun ketentuan umum dalam Festival Banjari se-Pulau Jawa adalah : Jumlah personil dalam 1 grup maksimal berjumlah 10 orang. Setiap grup membawakan 2 lagu bebas berbahasa Arab dan 1 lagu jingle bertema Memperkokoh Seni Islami dalam Lantunan Sholawat, Menyambut Bulan Suci Ramadhan. Pemenang Festival Banjari diambil 9 grup, berdasarkan penilaian dewan juri. 9 grup ini meliputi : 6 grup terbaik 1 grup dengan jingle terbaik 1 grup dengan vokal terbaik 1 grup dengan aransemen terbaik Kriteria penilaian meliputi : Suara dan lagu = 40 poin Musik = 30 poin Adab dan syair = 30 poin Penghargaan yang didapatkan oleh para pemenang adalah : Terbaik 1 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 3.000.000 Terbaik 2 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 2.000.000 Terbaik 3 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 1.000.000 Terbaik 4 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 800.000 Terbaik 5 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 700.000 Terbaik 6 : tropy, sertifikat, dan uang senilai Rp. 600.000 Jingle terbaik : tropy, sertifikat, dan tabanas Vokal terbaik : tropy, sertifikat, dan tabanas Aransemen terbaik : tropy, sertifikat, dan tabanas Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Nilam Apsari : 0858.5695.7400
UNWAHA Mendorong Upaya Save a Life Give Blood
KSR atau Korps Sukarela yang berada di bawah naungan UNWAHA kembali mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan yang bertempat di UNWAHA ini bekerjasama dengan PMI Kabupaten Jombang dan melibatkan sedikitnya 6 petugas MU (Mobile Unit). Donor darah rencananya akan diadakan secara rutin setiap 3 bulan sekali. Peserta yang mengikuti tidak hanya dari kalangan mahasiswa UNWAHA sendiri, tapi juga dibuka untuk umum. Hal yang perlu diperhatikan adalah perlunya sosialisasi tentang pentingnya donor darah. Penting disini tidak hanya untuk mereka yang membutuhkan darah, tapi juga bagi pendonor darah. Salah satu manfaat dari mendonorkan darah secara rutin adalah melindungi jantung supaya semakin sehat. American Journal of Epidemology bahkan merilis temuan ilmiah tentang pengaruh positif donor darah terhadap jantung. Penelitian membuktikan bahwa pendonor darah aktif cenderung beresiko rendah mengalami penyakit jantung. Mereka yang mendodonorkan darah secara aktif memiliki resiko 88% lebih rendah terkena serangan atau penyakit jantung. Tak hanya itu, mereka pun mengurangi resiko menderita penyakit kardiovaskular lainnya hingga 33%. Penyakit kardiovaskular atau cardiovascular disease (CVD) adalah penyakit yang berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah. Diharapkan dengan adanya kegiatan donor darah yang akan diadakan secara rutin ini, semakin membuka pemahaman bahwa selain membantu orang lain, mendonorkan darah juga berarti menyayangi diri sendiri.
UNWAHA Bina Petani Kabupaten Lombok Utara (NTB)
Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah berinisiasi membina petani di Kabupaten Lombok Utara, NTB untuk bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan pupuk dan pestisida. Demikian disampaikan Dr. H. Anton Muhibuddin saat bertemu Bupati KLU, Dr. H. Najmul Akhyar beserta jajarannya di rumah dinas Bupati KLU. Ketersediaan pupuk dan pestisida yang cenderung semakin sulit didapatkan dan mahal harus segera terpecahkan melalui kearifan lokal bangsa Indonesia. Kelimpahan plasma nutfah di Indonesia, terutama mikroba menjadi kunci solusi bangsa dalam memecahkan permasalahan pupuk dan pestisida ini. Senada dengan Rektor Unwaha, Bupati KLU menyampaikan bahwa Kabupaten Lombok Utara segera menindaklanjuti program pemenuhan kebutuhan pupuk dan pestisida melalui pendirian pabrik pupuk organik di KLU. Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara juga siap menindaklanjuti program pembinaan petani yang sudah diinisiasi Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah. Dalam kesempatan ini pula ketua GEMPITA Kabupaten Lombok Utara menyampaikan terimakasih atas partisipasi Universitas KH. Abd. Wahab Hasbullah dalam meningkatkan motivasi petani di Kabupaten Lombok Utara melalui program pembinaan petani. GEMPITA merencanakan akan mengunjungi Unwaha untuk mendapatkan lebih banyak dan lebih mendalam ilmu yang berkaitan dengan bidang pertanian.