Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Category: Berita

Riset PTNU se-Nusantara

Prestasi yang membanggakan berhasil dicapai oleh UNWAHA. Pada tanggal 23 Agustus kemarin, UNWAHA menjadi tuan rumah bagi pelaksanaan Pelatihan Strategi Peningkatan Riset Publikasi Ilmiah Berkualitas Menghadapi Persaingan Global. Acara yang dihadiri oleh perwakilah dari 30 PTNU se-Nusantara ini menuai banyak pujian dari kalangan pihak. Pelatihan ini digagas oleh Rektor UNWAHA, Dr. Anton Muhibuddin, SP.MP. yang prihatin atas lemahnya geliat publikasi ilmiah yang dilakukan oleh para dosen dan peneliti. Peneliti sekaligus dosen yang memiliki 9 hak paten ini mengambil contoh Singapura sebagai perbandingan. Seharusnya, kualitas publikasi ilmiah di Indonesia jauh lebih baik dibandingkan dengan publikasi ilmiah yang dilakukan oleh Singapura, mengingat jumlah penduduk Indonesia berpuluh-puluh kali lipat lebih banyak. Tapi pada kenyataannya, prestasi publikasi ilmah Singapura jauh melampaui negeri tercinta ini. Rektor UNWAHA yang telah mendapatkan 12 hibah riset internasional dan lebih dari 100 hibah riset nasional mengemukakan bahwa terdapat 4 komponen yang harus dipenuhi agar tercapai Good Research. Pertama, penelitian yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah bangsa. Kedua, memanfaatkan SDM dan SDA bangsa sendiri. Ketiga, payung penelitian yang sistematis. Dan keempat, sesuai dengan roadmap dunia. Ke depannya, para dosen yang tergabung dalam Riset PTNU Se-Nusantara akan diberi arahan dan bimbingan sehingga dapat menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Lebih jauh lagi, Dr.Anton Muhibuddin, SP.MP. menggerakkan seluruh PTNU untuk bergerak bersama menuju perubahan yang bersinergi dengan UNWAHA sebagai pusat yang mempersatukan semuanya.

Workshop Stategi Peningkatan Riset (PTNU)

    Manual Acara     Untuk mendaftar Silahkan Klik Formulir Pendaftaran Download undangan workshop

Dewan Riset UNWAHA

Pada hari Senin, 11 September 2017, Dr. Anton Muhibuddin selaku Rektor UNWAHA mengumpulkan perwakilan dari masing-masing prodi untuk segera dibentuk Dewan Riset. Pembentukan Dewan Riset ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan adanya wadah untuk menampung judul penelitian para mahasiswa yang semakin mendesak. Dewan Riset ini nantinya berwenang untuk menyeleksi judul penelitian yang diajukan oleh para mahasiswa semester akhir. Dewan Riset yang merupakan kumpulan dari berbagai prodi ini diharapkan akan mengarahkan mahasiswa menemukan topik-topik yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan. Dengan demikian penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa tidak hanya hilang diterpa angin, tapi memberikan konstribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Dr. Muhibuddin, SP. MP bahkan memberikan arahan secara khusus agar mahasiswa dapat menghasilkan produk, tidak hanya tulisan yang kemudian ditumpuk di sudut ruangan. Dewan Riset juga berfungsi sebagai sarana yang menjembatani para mahasiswa untuk mendapatkan pembimbing dari lintas prodi atau bahkan lintas fakultas, sesuai dengan kebutuhan penelitian. Jika dibutuhkan, Dewan Riset juga akan memberikan jalan bagi mahasiswa yang menginginkan pembimbing dari lintas universitas. Tujuan lanjutan dari Dewan Riset ini adalah menggiring hasil penelitian yang dilakukan oleh para mahasiswa menjadi artikel yang terpublikasikan. Hal ini dilakukan mengingat publikasi artikel sedang menggeliat di tanah air. Selain itu, diharapkan kualitas para mahasiswa menjadi semakin meningkat.

Stick dan Sirup Kates di KKN Tanjungwadung

Papaya atau dalam bahasa Latin disebut dengan Carica Papaya sangat mudah ditemui di desa Tanjungwadung, Kabuh. Hampir di setiap pekarangan rumah warga, dapat dijumpai tanaman pepaya. Tidak hanya di pekarangan, buah yang asalnya dari Meksiko ini juga berjajar di sepanjang persawahan, membentuk pagar hidup. Pepaya yang tumbuh subur di desa Tanjungwadung berwarna kuning cerah dan tidak terlalu manis meskipun sudah masak. Jika dibiarkan terlalu lama di pohon, daging buah pepaya menjadi lembek dan rasanya lebih hambar. Karena itulah ketika jenis pepaya California dikenal masyarakat desa Tanjungwadung, pepaya lokal tidak lagi bernilai. Mereka membiarkan buah pepaya lokal matang di pohon hingga jatuh dan membusuk. Kadangkala buah pepaya mereka manfaatkan sebagai pakan burung meskipun tidak terlalu banyak. Pepaya lokal yang tidak banyak dimanfaatkan inilah yang kemudian dilirik oleh para mahasiswa KKN UNWAHA yang ditempatkan di desa Tanjungwadung. Inovasi yang mereka lakukan adalah menyulap pepaya lokal desa Tanjungwadung menjadi sirup dan stick. Resep sirup pepaya mereka dapatkan dari internet. Akan tetapi yang mereka dapatkan bukanlah resep asli dari sirup pepaya. Yang didapat selama pencarian data adalah sirup dari buah-buahan lainnya yang kemudian mereka terapkan pada pepaya. Sirup pepaya ini mereka namakan dengan SiTes atau Sirup Kates. Nama Kates sendiri adalah sebutan pepaya dalam bahasa Jawa. SiTes memiliki dua varian, yaitu varian kental dan varian biasa. SiTes kental, harus dicampur dengan air terlebih dahulu sebelum dapat dinikmati. Sementara varian biasa dapat diminum secara langsung, tidak perlu dicampur apapun. SiTes kental dapat disajikan dengan diseduh air panas ataupun air dingin. Sedangkan SiTes biasa lebih nikmat ketika disajikan dalam keadaan dingin. Harga semua varian SiTes adalah 5.000/botol. Dengan bahan yang didapatkan secara gratis dari masyarakat, para mahasiswa mendapatkan keuntungan yang berlimpah. Terlebih rasa SiTes bersahabat di lidah dan banyak disukai. Pemasaran via medsos membantu mereka mendapatkan pesanan hingga ke luar kota. Banyak dari para konsumen yang kembali memesan untuk kesekian kalinya. Ide awal dari pembuatan Stick Kates adalah ampas pepaya sisa pembuatan sirup yang sayang jika dibuang. Para mahasiswa kemudian mencari resep tentang pembuatan stick melalui internet. Sama seperti sebelumnya, yang didapat adalah resep pembuatan stick dari bahan-bahan lain dan kemudian mereka terapkan pada ampas pepaya. Beberapa kali percobaan dilakukan sehingga jadilah Stick Kates yang digemari banyak orang. Harga tiap bungkusnya adalah 3.000. Stick Kates ini masih belum memiliki varian rasa yang beragam. Para mahasiswa masih mempertahankan cita rasa asli dari pepaya lokal. Kemampuan para mahasiswa dalam mengolah pepaya lokal yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakatnya desa Tanjungwadung, mereka ajarkan melalui kegiatan pelatihan ibu-ibu PKK dan kegiatan lainnya. Diharapkan, masyarakat desa Tanjungwadung dapat memanfaatkan kekayaan lokal sehingga kualitas perekonomian mereka lebih meningkat.

Nugget dan Es Krim Jamur di KKN Genenganjasem

Masyarakat desa Genenganjasem dikenal karena budidaya jamur tiram putih, baik yang masih berbentuk baglog ataupun jamur yang sudah siap diolah. Baglog adalah media tanam bagi jamur yang digunakan sebagai bahan produksi jamur. Istilah baglog sendiri terdiri dari dua kata, yaitu bag yang berarti kantung dan log yang berarti kayu gelondongan. Hal ini dikarenakan bentuk baglog yang silinder, mirip kayu gelondongan yang disimpan dalam kantung. Pada umumnya, masyarakat Genenganjasem menjual baglog dan jamur mentah di pasar atau dikirim ke daerah-daerah sekitar. Kisaran harga baglog yang mereka jual adalah 2.500/biji, sementara harga jamur mentah sekitar 15.000/kg. Para mahasiswa UNWAHA yang ditugaskan disana mencari peluang dari jamur tiram putih yang mudah didapat dan dengan harga terjangkau karena langsung mengambil dari produsen. Bahan mentah tersebut kemudian mereka olah menjadi nugget dan es krim, sehingga memiliki nilai jual lebih tinggi. Resep pembuatan nugget jamur berasal dari para mahasiswa sendiri. Mereka melakukan beberapa kali percobaan hingga ditemukan resep yang sesuai. Harga yang diberikan untuk nugget jamur adalah 5.000/kotak. Dalam satu kotak, berisi 8 potong nugget. Tidak disangka, respon positif pun mereka terima dari berbagai pihak. Tidak hanya itu, nugget jamur juga menuai banyak pesanan. Es krim jamur yang digagas oleh para mahasiswa, sebagian besar masih menggunakan tepung es krim instan dibandingkan tepung jamur. Hal ini bukan karena ketidakmampuan mereka dalam menghasilkan tepung jamur. Keterbatasan alat dalam membuat tepung jamur menjadi kendala. Sementara jika menggunakan cara konvensional, memakan banyak waktu. Meskipun demikian, masyarakat sangat antusias terhadap inovasi yang dilakukan oleh para mahasiswa UNWAHA. Mereka bahkan terkejut mengetahui bahwa jamur yang biasanya hanya digunakan sebagai lauk, bisa diolah menjadi es krim yang bernilai jual jauh lebih tinggi. Terbukti dengan harga 3.500/cup, es krim jamur tetap menjadi primadona. Kemampuan para mahasiswa dalam mengolah jamur tidak hanya dimanfaatkan untuk mereka sendiri. Para mahasiswa juga memberdayakan masyarakat dengan mengadakan pelatihan. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan jamur menjadi bermacam produk olahan. Dengan demikian, kesejahteraan mereka semakin meningkat. Harapan lainnya untuk para mahasiswa, mereka dapat mengembangkan kemampuan yang telah dimiliki dan terus berinovasi. Keterbatasan alat yang selama ini menjadi kendala, diharapkan segera mendapatkan solusi.

UNWAHA Membangun Kerjasama dengan Peneliti Asia di Bangkok.

Kerjasama tersebut dilakukan di Yamaguchi University tepatnya di Yamaguchi University International Collaboration Office (YUICO) Bangkok beberapa hari yang lalu. Dalam acara tersebut rektor Unwaha Dr. Anton Muhibuddin menjadi salah satu peneliti dari Indonesia yang di undang untuk menyepakati kerjasama penelitian energi terbarukan bersama dengan peneliti-peneliti asia lainnya. Hadir dalam acara tersebut perwakilan peneliti dari beberapa negara seperti Thailand, Jepang, Vietnam dan Laos. Kerjasama ini tentunya akan meningkatkan partisipasi UNWAHA di dunia internasional terutama dalam memberikan kontribusi di bidang energi yang saat ini sedang krisis.

Praktikum Lapang : Teknik Budidaya Tanaman Hidroponik

  Mahasiswa bersama dosen melaksanakan kegiatan praktikum lapangan pengenalan teknik budidaya tanaman hidroponik Sabtu, 3/5/2017, mahasiswa Fakultas Pertanian Prodi Agrobisnis dan Agroekoteknologi melaksanakan kegiatan praktikum lapangan mengenai teknik budidaya tanaman hidroponik di Perumahan Tambakrejo Asri Jombang, dan didampingi oleh dosen Fakultas Pertanian yaitu Ir. Arifah Roosenani, MS. Mahasiswa dengan sangat antusias menggali ilmu sekaligus praktik membudidayakan tanaman hidroponik. Hidroponik merupakan salah satu cara budidaya tanaman dg media tanam selain tanah yaitu air. Kegiatan ini dilaksankan sebagai salah satu usaha pemahaman materi perkuliahan yang tidak hanya belajar secara teoritis melainkan juga mempraktikkan sendiri bagaimana cara membudidayakan tanaman hidroponik. Selain untuk menambah wawasan mahasiswa tentang bercocok tanam pada lahan terbatas dengan teknik hidroponik, kegiatan ini juga untuk mendorong mahasiswa agar berinovasi dan berwirausaha di bidang pertanian.

Praktikum Lapang Fakultas Pertanian ke PTPN XII Ngrangkah Pawon Kediri

Selasa (9/5/2017), mahasiswa dan dosen Fakultas Pertanian Unwaha mengunjungi PTPN XII Ngrangkah Pawon Kediri. PTPN XII Ngrangkah bergerak di bidang pengolahan kopi dan kakao. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka praktikum lapang untuk mendukung keilmuan Manajemen Tanaman Perkebunan, Pengelolaan Tanaman Penghasil Bahan Bakar Nabati, Teknologi Pengolahan Pasca Panen, dan Analisis Instrumental yang telah dipelajari di perkuliahan. Mahasiswa dan dosen Faperta Unwaha bersama dengan Kepala Pabrik Kopi Bpk.Suwarto berpose di depan pabrik pengolahan kopi PTPN XII Kediri Kegiatan praktikum lapang yg diadakan tersebut diharapkan dapat memicu kreativitas & inovasi dari mahasiswa FAPERTA UNWAHA sebagai referensi untuk tema penelitian karya ilmiah dan skripsi.

Studi Lapang Mahasiswa Agribisnis Unwaha

  Dalam rangka memperdalam ilmu mata kuliah Manajemen Produksi dan Operasi Agribisnis,ibu Mis Suhartini,SP.,MM selaku dosen pengampu bersama mahasiswa prodi Agribisnis semester 6 Fakultas Pertanian Univ.KH.A.Wahab Hasbullah melakukan studi lapang di pabrik produksi ampok jagung “Dua Putra” Jombang. Pada kegiatan tersebut mahasiswa diperkenalkan tentang pengolahan bahan baku jagung sampai dengan pengemasan siap distribusi ke wilayah Jombang dan sekitarnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut mahasiswa dapat mengintegrasikan teori yang diperoleh dengan yang berada di lapang,sehingga dapat memicu jiwa entrepreneur mahasiswa agribisnis.

Fakultas Teknologi Informasi : Seminar Digital Creativity 2017

  Universitas KH. A. Wahab Hasbullah pada hari ini tepat tanggal 30 april 2017 mengadakan sebuah event yang di selenggarakan oleh fakultas teknologi informasi dalam bentuk sebuah seminar yang menjadi agenda setiap tahun dari kegiatan lembaga gubernuran fakultas teknologi informasi yang kali ini berjudul SEMINAR DIGITAL CREATIVITY 2017 . Pada acara kali ini “SEMINAR DIGITAL CREATIVITY 2017” di buka dengan sambutan dari wakil rektor tiga universitas KH. A Wahab Hasbullah yang di teruskan dengan sambutan dekan fakultas teknologi informasi. Acara ini di hadiri oleh seluruh mahasiswa fakultas teknologi informasi universitas KH. A Wahab hasbullah dan seluruh ormawa, selain itu beberapa delegasi sekolah SMK/SMA sederajat juga ikut di undang untuk mengikuti acara ini. Pada seminar kali ini tema yang diangkat “Build Up Your Skill In Digital Industry” dengan mendatangkan narasumber dari tim “Microsoft student partner regional jawatimur” dimana pemateri-pemateri ini diambilkan dari beberapa kota yang tergabung dalam microsoft student partner yang masih aktif berstatus mahasiswa. Dengan beberapa materi yang menjadi bahasan diantaranya : 1. Introduce Microsoft Student Partner. 2. Introduce Bing Search API. 3. Draw Your StartUp Business.