Category: Berita
Pameran Pedidikan Kampus Unwaha di Hotel Yusro Jombang 2016
Unwaha mengadakan pameran pendidikan selama 2 hari yaitu pada hari rabu- kamis tanggal 12- 13 Januari 2016 di Hotel yusro Jombang .acara ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat jombang dan sekitarnya khususnya para siswa kelas XII SMA. Slogan yang diusung adalah Berwawasan Global Berkarakter Islami. UNWAHA adalah satu satunya perguruan tinggi di Jombang yang masih berusia muda tetapi sudah memberikan kontribusi yang besar di dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Jombang. Unwaha memiliki 5 fakultas yang tersebar dalam 14 prodi. Dengan adanya acara ini semoga masyarakat menjadi tahu dan paham akan UNWAHA.
Beasiswa Pendaftaran Mahasiswa Baru 2016
PROGRAM HAFIDH/HAFIDHOH UNWAHA Unwaha mengadakan beasiswa GRATIS 100% biaya perkuliahan bagi penghafal Al Quran untuk SELURUH FAKULTAS. Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK LPDP Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menawarkan GRATIS SPP (100% SPP) bagi 30 pendaftar seluruh prodi FAKULTAS Pendidikan. GRATIS SPP mulai dari semester awal hingga semester akhir (keseluruhan perkuliahan dari awal hingga lulus) Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK DEPTAN RI Beasiswa dari Kementrian Pertanian RI menawarkan GRATIS SPP (100% SPP) bagi 30 pendaftar seluruh prodi FAKULTAS Pertanian. GRATIS SPP mulai dari semester awal hingga semester akhir (keseluruhan perkuliahan dari awal hingga lulus) Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK
Tempeh Lukis dan Aneka Olahan Waluh di KKN Kedungjati
Salah satu desa yang menjadi sasaran KKN para mahasiswa UNWAHA adalah desa Kedungjati, Kabuh. Masyarakat di desa ini banyak yang menjadi pengrajin tempeh atau anyaman bambu. Hal lain yang sering dijumpai disana adalah labu atau waluh yang hampir selalu ada di sepanjang sawah. Melihat tempeh yang hanya dijual ala kadarnya, para mahasiswa berusaha mencari jalan lain agar memiliki daya jual tinggi. Tempeh yang biasa dipakai untuk memilih beras atau menjemur makanan mentah, disulap menjadi tempeh lukis dan tempeh jam lukis. Proses pengerjaan tempeh lukis dan tempeh jam lukis dikerjakan oleh mahasiswa sendiri, tanpa meminta bantuan dari pihak luar. Sementara bahan baku tempeh mereka dapatkan dengan membeli dari masyarakat setempat. Hasilnya, tempeh lukis dan tempeh jam lukis banyak diminati dan pesanan datang membanjir. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Tempeh yang pada umumnya hanya bernilai 15.000, naik menjadi 40.000 hingga 50.000 setelah berbentuk tempeh lukis dan tempeh jam lukis. Ide awal dari olahan waluh adalah banyaknya buah waluh yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap kali panen, yang diambil hanya biji waluh saja, sementara dagingnya dibiarkan terbengkalai di sepanjang sawah. Melihat hal ini, para mahasiswa berinisiatif untuk mengolah sisa waluh yang tidak bernilai jual menjadi produk unggulan. Olahan waluh yang mereka hasilkan adalah sandwich galau, masker, dan gethuk gulung. Sandwich galau adalah olahan waluh yang resepnya berasal dari para mahasiswa sendiri. Begitu juga dengan masker waluh. Para mahasiswa hanya memanfaatkan internet untuk mencari manfaat waluh bagi wajah, kemudian mengolahnya menjadi masker. Mereka bahkan menyebutkan bahwa selama mencari data, belum menemukan ada yang pernah mengolah waluh menjadi masker. Gethuk gulung berbahan waluh merupakan kolaborasi antara para mahasiswa dengan salah satu penduduk setempat. Para mahasiswa berperan untuk mengolah waluh, sementara resep berasal dari salah satu penduduk. Para mahasiswa juga yang berinisiatif untuk membuat kemasan yang menarik agar lebih diminati oleh konsumen. Tanggapan positif diberikan oleh masyarakat desa Kedungjati terhadap kiprah para mahasiswa KKN UNWAHA. Terlebih para mahasiswa mengajarkan keterampilan membuat tempeh lukis, tempeh jam lukis, dan olahan waluh kepada masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga). Diharapkan, perekonomian mereka menjadi lebih baik dengan memanfaatkan komoditas yang sudah tersedia.