Category: Berita
Fakultas Ilmu Pendidikan UNWAHA Studi Banding ke FMIPA UM
Studi banding merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan kedepannya untuk menjadi lebih baik. Kegiatan seperti ini tentunya sangat bagus bagi perkembangan suatu kebutuhan yang diharapkan sebagaimana mestinya. Pengertian dari studi banding itu sendiri adalah sebuah konsep belajar yang dilakukan di lokasi dan lingkungan berbeda yang merupakan kegiatan yang lazim dilakukan untuk maksud peningkatan mutu, perbaikan sistem, penentuan kebijakan baru, dll. Persiapan yang dilakukan sebelum melakukan studi banding adalah melakukan tinjauan dan evaluasi internal, mengenai mana saja yang akan dikembangkan dan dinaikan progresnya. Setelah itu dibuat draft list secara terstuktur sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Tujuan utama melakukan studi banding nantinya adalah menggali sebanyak mungkin informasi yang bisa didapat scara teknis real dan empiris. Untuk dijadikan barometer dan pembanding yang kemudian masuk untuk menemukan sebuah pembaharuan yang aplikatif, baik untuk plan ke depan dalam jangka pendek dan jangka panjang secara futuristik. Jadi dengan kata lain tujuan dari studi banding tersebut adalah : untuk menambah wawasan tentang tempat lain. untuk menimba pengalaman baru di ditempat lain. untuk membandingkan dengan tempat lain. untuk menambah cakrawala berpikir Rabu, 31 Januari 2017, segenap civitas akademik Fakultas Ilmu Pendidikan UNWAHA melakukan studi banding ke Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Malang. Rombongan terdiri atas dosen, staf, dan mahasiswa semester IV dan VI. Studi banding yanng dilakukan tidak hanya lingkup fakultas secara umu, melainkan juga ke jurusa-jurusan yang ada di FMIPA UM. Kegiatan studi banding bukan hanya sharing wawasan dan pengetahuan secara teorotik saja melainkan mahasiswa juga belajar praktikum di laboratorium. Secara umum, studi banding kali ini dilakukan untuk membandingkan kurikulum, pengajaran, hingga fasilitas penunjang kegiatan pembelajaran. Selain ke FMIPA UM, kegiatan studi banding berlanjut pada kegiatan lapangan. Mahasiswa mempraktekkan teori yang telah diperoleh dari pembelajaran. Dekan FIP yang juga turut mendampingi kegaiatan studi banding menyampaikan bahwa studi banding merupakan sarana koreksi megenai apa yang sudah dilakukan selama ini di kampus, berbagi wawasan dan pengalaman, dan untuk mempraktekkan kajian materi yang telah diberikan.
MENPORA Hadiri PERTEKAP III di UNWAHA
Jombang: Guyuran hujan tidak menyurutkan semangat para peserta Perkemahan Temu Karya Pramuka Penegak (PERTEKAP) III 2017 yang sekaligus peresmian lapangan futsal di Universitas KH. A. Wahab Hasbulloh, Jombang, Sabtu (28/1) sore. Menpora Imam Nahrawi yang hadir pada acara tersebut memberikan apresiasi kepada para peserta kemah yang masih semangat mengikuti kegiatan meskipun cuaca tidak mendukung. “Pramuka menjadi keluarga besar seluruh generasi muda Indonesia. Pramuka diharapkan terus bisa maju dan memberikan manfaat kepada orang lain. Saya pernah mengikuti Jambore, dan itu kenangan yang luar biasa bagi saya. Kelak ketika adik-adik semua hadir di masyarakat ilmu selama kalian di pramuka akan bermanfaat,” kata Menpora. Menteri asal Bangkalan Madura ini juga menceritakan pengalamannya yang pernah mengikuti Jambore. Dia merasa dengan Pramuka maka silaturahmi, kebersamaan hingga rasa tolong menolong. “Di dalam Pramuka ada ilmu, kegiatan dan doa yang bermanfaat. Pramuka bisa mengarahkan kehidupan kita. Kepada semua para peserta manfaatkan kegiatan ini benar-benar diikuti dengan baik agar kelak bisa menjadi bermanfaat buat adik-adik semua,” tambah Menpora. Setelah memberikan sambutan, Menpora bersama Rektor Unwaha Anton Muhibuddin, Wakil Rektor I Fathulloh dan seluruh peserta menuju lapangan untuk menyalakan api unggun dan foto bersama. Selama mengikuti PERTEKAP III para peserta akan melakukan kegiatan perkemahan. Berbagai pertunjukkan juga di tampilkan salah satu dari Pagar Nusa dan pertunjukkan Salam Pramuka dari Madrasah Aliyah Al Rosyid Sumber : Kemenpora.go.id
UNWAHA Berkolaborasi dengan Tim MGMP Bahasa Arab Kab. Jombang
Selasa (24/1), UNWAHA menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan Olimpiade Bahasa Arab Tingkat Madrasah Aliyah Se Kab Jombang. Kolaborasi yang berkelas antara UNWAHA dengan Tim MGMP Bahasa Arab Kab. Jombang menjadikan acara ini sukses dengan diikuti oleh 170 peserta. Olimpiade Bahasa Arab ini bertujuan untuk semakin membumikan Bahasa Arab dalam menghadapi era globalisasi. UNWAHA bertahun-tahun dipercaya untuk menyelenggarakan Olimpiade ini karena program studi Bahasa Arab UNWAHA merupakan prodi yang unggul dan telah menghasilkan alumni yang sukses tidak hanya di Jombang melainkan tersebar di Nusantara. Bahkan Mahasiswa UNWAHA dipercaya membina Bahasa Arab di beberapa sekolah di Jombang. Olimpiade bukan hanya ajang untuk siswa berkompetisi namun juga ajang bagi guru-guru pembina dan tim MGMP Bahasa Arab untuk saling berbagi megenai metode yang tepat dalam pembelajaran Bahasa Arab. Hal in i bertujuan agar kemampuan siswa dalam pelajaran Bahasa Arab semakin tinggi dan mampu berprestasi. Guru dan tim MGMP juga dapat saling mengevaluasi secara keseluruhan mengenai sistem pengajaran dan pembelajaran Bahasa Arab khususnya di Jombang agar lebih baik kedepannya. “UNWAHA sebagai tuan rumah berharap dengan adanya event tahunan berupa Olimpiade Bahasa Arab dapat semakin mengenalkan kepada masyarakat umum akan pentingnya belajar Bahasa Arab. Ke depannya, UNWAHA (khususnya prodi Bahasa Arab) akan menjadi kampus pilihan masyarakat yang ingin belajar dan mendalami Bahasa Arab,” Tutur Bapak Muhyiddin selaku Wakil Rektor III UNWAHA. Tidak hanya itu, beliau juga telah memulai bekerjasama dengan sekolah-sekolah untuk mengadakan Olimpiade pada mata pelajaran ilmu sains. UNWAHA JAYA !!!!
Klinik Proposal Penelitian Dosen UNWAHA : Penelitian sebagai Ruh Perguruan Tinggi
Kegiatan penelitian adalah syarat mutlak yang harus dilakukan untuk peningkatan publikasi nasional dan international. Upaya LPPM UNWAHA dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian dosen UNWAHA adalah dengan menyelenggarakan Klinik Proposal Penelitian. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 23 Januari 2017 di Aula UNWAHA dan diikuti oleh seluruh dosen UNWAHA. LPPM mendatangkan Pemateri yang berpengalaman dibidang penelitian yaitu Dr. H. Muhsinin Cholis , M.Si dan Zulfikar, S.P., M.Si. . Kegiatan yang diadakan oleh LPPM ini sejalan dengan kebijakan Rektor UNWAHA , Dr. Anton Muhibbudin, M.P dimana seluruh dosen UNWAHA harus melakukan percepatan dalam hal publikasi ilmiah. Dengan mengikuti pelatihan penulisan proposal penelitian ini diharapkan para dosen dapat mengikuti prosedur standar penelitian dari perencanaan hingga pelaporan hasil penelitian. Pemateri mengemukakan bahwa peneliti dapat mengawali riset sesuai bidang keilmuan sebagai pintu awal untuk mengembangkan kemampuan dalam meneliti. Selanjutnya, peneliti dapat berkolaborasi dengan peneliti bidang lain untuk mengembangkan kreativitas dan cakupan keilmuan. Penelitian yang dilakukan sebaiknya merupakan penelitian yang juga berkaitan dengan pengabdian masyarakat, memberikan kontribusi besar pada lingkungan lokal, nasional, bahkan international. Semoga para dosen di lingkungan UNWAHA dapat terus meningkatkan kemampuannya dalam membuat proposal penelitian dalam mendukung tridarma perguruan tinggi, baik yang didanai oleh internal perguruan tinggi dan dikti maupun dari pihak-pihak lainnya. Ketua LPPM UNWAHA mengatakan “Adanya kegiatan di atas sebagai bentuk kepeduliaan civitas Akademik UNWAHA dalam rangka mengkaji, meneliti serta melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi. Makna seungguhnya penelitian adalah sebagai ruh Perguruan Tinggi yang dituntut selalu peduli dalam melakukan penelitian semata menyelaraskan antara teori akademik & membangun kepekaan lintas disiplin ilmu yang kontribusinya bermanfaat bagi peneliti, stakeholder, masyarakat dan bangsa Indonesia”.
PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2017/2018
PENERIMAAN MAHASISWA BARU TAHUN AKADEMIK 2017/2018 Persyaratan: 1. Mengisi formulis pendaftaran 2. Membayar biaya pendaftaran 3. Fc raport semester V kelas XII 4. Fc Ijazah MA / SMA / SMK dilegalisir 2 lembar 5. Fc STL dilegalisir 2 lembar 6. Fc KTP / Kartu Identitas lainnya 2 lembar / KK 2 lembar 7. Print Out NISN 8. Foto Hitam Putih (2×3) sebanyak 3 lembar, 3×4 sebanyak 3 lembar 9. One Our Process ( Daftar , Tes Tulis dan Pengumuman) 10. Membayar biaya daftar ulang Pengumuman lengkap dapat dilihat pada brosur (unduh disini)
WISUDA UNWAHA : 143 Wisudawan , IPK Tertinggi 3.72
Universitas K.H Abdul Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang mewisuda 143 wisudawan, Sabtu 10 Desember 2016 di Gedung Serba Guna KH. Hasbulloh Said Bahrul Ulum Tambakberas dalam Sidang Senat Terbuka yang dipimpin oleh Rektor Unwaha Dr. H. Anton Muhibbudin, M.P. Wisudawan terdiri atas 73 Wisudawan Fakultas Agama Islam dan 70 Wisudawan Fakultas Teknologi Informasi. Pada acara tersebut, wisudawan terbaik diberikan kehormatan untuk menerima piagam penghargaan. Wisudawan terbaik diambil dari masing-masing program studi. Berikut adalah nama-nama Wisudawan Terbaik. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA ARAB (PBA) Judul Skripsi ????? ????? ???????? ????? ????? ????? (Mind Mapping) ?????? ????? ?????? ?? ????? ????? ??????? ( ????? ????? ?? ??????? ?????? ?????? ??? ?? ????? ?????? ????? ??? ????? ??? ????? ?????? ????????? ???????) IP Kumulatif 3, 72 Nama Wisudawan CHURRIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) Judul Skripsi Manajemen Pendidikan Pondok Pesantren Modern (Studi Prespektif KH. Imam Zarkasyi) IP Kumulatif 3, 71 Nama Wisudawan RISYALAH DIWANDINI PROGAM STUDI EKONOMI SYARIAH (ES) Judul Skripsi Pengaruh Funding Dana Terhadap Pembiayaan Ijarah Mutahiyah Bittamlik (IMBT) di KJKS BMT Rizquna Tambakberas IP Kumulatif 3, 70 Nama Wisudawan NADZIFATUL KHOIRIYAH PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INFORMASI (TI) Judul Skripsi Rancang Bangun Aplikasi Tes Potensial Akademik (Studi Kasus : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Anwar Mojokerto) IP Kumulatif 3, 69 Nama Wisudawan AGUS TRIONO PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI (SI) Judul Skripsi Sistem Informasi Administrasi Desa Berbasis Web Di Desa Sumberingin Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang IP Kumulatif 3, 71 Nama Wisudawan YENI PURWATI Wisudawan adalah energi dan harapan baru bagi bangsa untuk memenangkan persaingan. Nama UNWAHA akan semakin membumbung tinggi seiring dengan keberhasilan alumninya. Alumni adalah kekuatan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat bahwa UNWAHA adalah kampus unggul dengan ciri khas Berwawasan Global Berkarakter Islami. SELAMAT DAN SUKSES UNTUK WISUDAWAN UNWAHA 2016…
Seminar Nasional Manajemen Perpustakaan dengan Sistem Informasi di Era Digital
Membaca merupakan suatu kebutuhan. Salah satu fasilitas untuk mewadahi minat baca adalah perpustakaan. Perpustakaan adalah suatu unit kerja dari suatu badan atau lembaga tertentu yang mengelola bahan-bahan pustaka, baik berupa buku-buku maupun bukan berupa buku (non book material) yang diatur secara sistematis menurut aturan tertentu sehingga dapat digunakan sebagai sumber informasi oleh setiap pemakainya. Perpustakaan merupakan suatu tempat atau wadah untuk mencari sumber-sumber disiplin ilmu. Seiring perkembangan zaman, perpustakaan dituntut untuk berbenah diri mengikuti perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, UNWAHA mengadakan seminar Nasional tentang Perpustakaan dengan Tema “Manajemen Perpustakaan dengan Sistem Informasi di Era Digital”. Tujuan diadakannya Semnas ini adalah untuk menyosialisasikan menajemen perpustakaan berbasis IT sehingga memudahakan dalam pengelolaan perpustakaan dan meningkatkan kenyamanan pemustaka. Perpustakaan merupakan sarana EDUKATIF dan REKREATIF, Tutur Bapak Johan (Kepala Perpustakaan Univ Brawijaya) selaku pemateri Semnas. Walaupun menjadi sarana rekreatif, tetap tidak mengurangi fungsi utama dari perpustakaan tersebut. Perpustakaan zaman sekarang sudah mampu menciptakan dan membagikan informasi, inilah perbedaanya dengan perpustakaan zaman dahulu yang hanya menyediakan informasi untuk para pengguna perpustakaan. Tidak hanya itu, dengan semakin majunya teknologi informasi, perpustakaan pun mulai mengaplikasikan TV dan video sebagai sarana informasi, padahal dulu sarana tersebut tidak boleh diaplikasikan karena akan mengganggu pengakses perpustakaan. Dari tahun ke tahun, perpustakaan semakin berkembang ke arah yang lebih baik dan menjadi tempat yang nyaman bagi para penggunanya, penataan manajemennya pun semakin maju dan efektif sehingga lebih maksimal dalam memberikan pelayanan. Inilah yang menjadikan perpustakaan zaman sekarang lebih efisien, berbeda dengan zaman dahulu, perpustakaan yang penataan manajemennya cenderung kurang efisien. Kemajuan zaman memang menuntut perpustakaan untuk membenahi diri agar tidak ditinggalkan masyarakat. Perpustakaan zaman dahulu masih berkutat pada bagaimana memberi informasi kepada pengguna, hal ini membuat pengguna tidak bisa mandiri dalam mengakses informasi. Dengan stigma bahwa perpustakaan merupakan tempat yang sunyi, sepi, membosankan disertai dengan penjaga perpustakaan yang tidak ramah membuat perpustakaan zaman dahulu menjadi tempat yang enggan untuk dikunjungi. Tidak hanya itu, koleksi yang disediakan pun terbatas dan tidak semuanya bisa diakses oleh pengguna. Akan tetapi, dengan semakin berkembangnya zaman ke arah globalisasi, perpustakaan pun turut berubah mengikuti zaman. Dengan mengetahui prinsip-prinsip kepustakawanan yang ada, seharusnya perpustakaan dapat berperan banyak dalam mengakses informasi. Inilah peran penting perpustakaan, tetapi penyebaran informasi dan berbagai pelayanan yang ada tidak akan tercapai secara maksimal apabila tidak didukung oleh sumber daya manusia yang ada, yang berkompeten pada bidangnya. Zaman sekarang, pustakawan dituntut untuk mengikuti perkembangan yang ada, yang mengacu pada perkembangan perpustakaan pula. Pustakawan saat ini tidak hanya bertugas untuk mencari informasi. Semakin ke sini, mereka cenderung bertugas untuk membantu para pengguna perpus dalam menelusuri informasi sehingga membuat pengakses perpustakaan lebih mandiri dalam mengakses informasi. Dalam konteks ini, pustakawan bukan berarti hanya membantu mencari, tetapi melayani apa yang dibutuhkan pengakses perpustakaan. Perkembangan perpustakaan yang cukup pesat benar-benar memengaruhi berbagai aspek yang ada di perpustakaan, yang tentunya ke arah yang lebih positif. Pelayanan yang ada di perpustakaan saat ini tidak hanya berfokus pada buku, tetapi juga pada hiburan-hiburan seperti pemutaran film, layanan wifi, music, dan lain-lain. Tentunya, hal ini akan lebih menarik perhatian pengunjung untuk sering berkunjung ke perputakaan. Pemateri memaparkan bahwa di dalam sebuah kelembagaan , perpustakaan harus memenuhi standar nasional. Enam standar tersebut adalah : 1. Standar koleksi perpustakaan 2. Standar Sarana dan Prasarana 3. Standar Pelayanan perpustakaan 4. Standar Tenaga Perpstakaan 5. Standar Penyelenggaraan 6. Standar Pengelolaan Dalam rangka meningkatkan pelayanan, pengelelolaan perpustakaan harus menggunakan sistem otomatis. Perpustakaan Nasional meluncurkan aplikasi otomatisasi perpustakaan “inlis LITE” yang memudahkan pengelolaan perpustakaan. Aplikasi ini memudahkan pengelola dalam memanaj perpustakaan. Pemustaka juga mendapatkan kemudahan dalam mencari buku digital, mendaftar keanggotaan perpustakaan, dan sebagai pengingat dalam meminjam buku. Bapak Widi (Tim IT Perpustakaan UB) selaku pemateri semnas, mengemukakan bahwa kemudahan mengakses perpustakaan melalui sistem IT akan menarik minat masyarakat untuk membaca dan mengunjungi perpustakaan baik perpustakaan digital maupun konvensional. Dalam pembenahannya, perpustakaan berkembang ke arah digital, dari katalog, jurnal, sampai buku pun ada bentuk digitalnya. Akan tetapi, sampai kapan pun, peran buku tidak dapat digantikan oleh media digital. Dengan semakin berkembangnya perpustakaan digital, para pengguna lebih dimudahkan untuk mengakses bahan pustaka karena berbagai koleksi sudah tersedia dalam bentuk digital. Namun, dengan mudahnya koleksi perpustakaan diakses dengan cara online, bukan berarti pengunjung perpustakaan menjadi malas untuk berkunjung ke perpustakaan. Karena perpustakaan zaman sekarang juga telah menyediakan alat-alat canggih untuk mengakses berbagi informasi secara online.
Rektor Unwaha bersama Kadisperta Pemprov Maluku Utara dan Kepala Pusat Ketahanan Pangan Nasional di depan lautan Eceng Gondok
Sebagai bentuk nyata kerjasama antara Unwaha dan Pemprov Maluku Utara, setidaknya pada akhir tahun 2016 ini akan dilaksanakan program produksi bioethanol berbahan baku eceng gondok. Keberadaan eceng gondok yang melimpah di Kabupaten Halmahera Utara tepatnya di Talaga Duma, Kecamatan Galela, menjadi sumber bahan baku bioethanol yang sangat menjanjikan. Bupati Halmahera Utara, Ir. Frans Maneri seusai koordinasi terbatas dengan Rektor Unwaha, Dr. H. Anton Muhibuddin dan Kapala Pusat Ketahanan Pangan Nasional menyampaikan bahwa hingga saat ini keberadaan eceng gondok di Talaga Duma menjadi menjadi permasalahan di Kabupaten Halut, mengingat Talaga Duma sebagai danau terbesar di Halut difungsikan sebagai sumber air minum dan kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar. Talaga Duma yang memiliki luas sekitar 400 ha, selain sebagai sumber air bagi masyarakat juga berpotensi sebagai tempat pariwisata yang sangat menjanjikan bagi Kecamatan Galela. Di Halmahera Utara sendiri setidaknya terdapat 6 danau/ talaga yang besar termasuk Talaga Duma. Menurut Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Ir. Muzdalifah, penanggulangan sekaligus konversi gulma eceng gondok menjadi bahan bakar bioethanol di Talaga Duma ini merupakan program awal kerjasama antara Unwaha – Departemen Pertanian RI dan Pemprov Maluku Utara. Pada tahun mendatang, program sejenis akan dilaksanakan di seluruh wilayah Provinsi Maluku Utara. Sehari sebelumnya, pada pertemuan dengan Gubernur Maluku Utara, grand design program mandiri energi dan mandiri pangan di Provinsi Maluku Utara juga telah banyak dibicarakan. Dr. Anton selaku tenaga ahli dalam program ini menyampaikan optimisme yang sangat besar akan keberhasilan program dalam mendukung peningkatan ekonomi masyarakat setempat maupun mendukung peningkatan pendapat daerah, mengingat kedua program dilaksanakan dengan berbasis pada sumberdaya alam dan sumberdaya masyarakat yang dimiliki Maluku Utara.
UNWAHA Mengukir Prestasi : Boyong 2 Piala Pada Pekan Arabi 2016
Mahasiswa UNWAHA Berhasil Menang Lomba Qiro’atus Syi’ir dan Khitobah pada Pekan Arabi 2016 Delegasi UNWAHA berhasil pulang dengan menggondol dua piala pada festival Pekan Arabi UM Kategori Mahasiswa Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Malang. UNWAHA mengirimkan dua delegasi untuk lomba Qiro’atus Syi’ir dan satu delegasi untuk Khitobah. Delegasi tersebut berhasil mengharumkan almamater UNWAHA di tingkat Nasional. Siti Maisyaroh berhasil menyabet Juara 2 pada lomba Khitobah dan Nur Hanifatus Sholihah berhasil memperoleh Juara 3 pada Lomba Qiro’atus Syi’ir. Kemenangan ini merupakan bukti bahwa UNWAHA makin eksis di kancah Nasional dan pemicu semangat bagi segenap civitas akademik UNWAHA agar terus berkarya dan mengukir prestasi.
UNWAHA TAMBAKBERAS JOMBANG SIAP BANGUN MALUKU UTARA
Rektor Unwaha bersama Gubernur Maluku Utara Demikian disampaikan Rektor Unwaha, Dr. H. Anton Muhibuddin, saat rapat koordinasi bersama Gubernur Maluku Utara, H. Abdul Gani Kasuba, di rumah dinas Gubernur Maluku Utara di Sofifi. Pembangunan yang dimaksud terutama adalah pembangunan pertanian menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ketahanan energi berbasis biomass. Kekayaan biomass yang luar biasa di wilayah Maluku Utara menjadi sumber yang akan diolah menjadi bioethanol dan pupuk organik. Demikian pula dengan kesuburan tanah di wilayah Maluku Utara yang sangat baik, harus bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan melalui perencanaan pembangunan pertanian yang tepat, demikian lanjut Dr. Anton. Pada kesempatan yang sama, Dr. Tjuk Eko Hari Basuki, Kepala Pusat Kerawanan Pangan Deptan, mengungkapkan bahwa meskipun saat ini Propinsi Maluku Utara aman dari ancaman kerawanan pangan, namun seiring dengan bertambahnya penduduk Maluku Utara dan peningkatan pembangunan infrastruktur serta pergeseran penanaman jenis komoditas pertanian,maka bukan tidak mungkin pada suatu saat nanti ancaman kerawanan pangan akan dialami oleh Maluku Utara. Oleh karena itu, perencanaan pembangunan pertanian yang baik harus segera dimulai sejak saat ini. Dr. Tjuk juga menambahkan bahwa nantinya Deptan dan Unwaha serta perguruan tinggi lain seperti UGM, IPB, ITB akan menjadi partner yang sinergis dalam pembangunan di Maluku Utara. Mengingat Maluku Utara sebagai Propinsi yang masih sangat muda di Indonesia, maka keterlibatan seluruh anak bangsa menjadi kunci kemajuan Maluku Utara dimasa mendatang. Senada dengan Dr. Tjuk dan Dr. Anton, Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba juga mendukung program program yang digagasa dan diimplementasikan oleh Deptan dan Unwaha, baik melalui dukungan kebijakan dan pendanaan. Listrik menjadi masalah utama di Propinsi Maluku Utara, oleh karena itu, solusi listrik melalui pemanfaatan biomass menjadi pilihan yang terbaik bagi masyarakat Maluku Utara. Karena dengan pemanfaatan biomass, berarti juga akan melibatkan keberadaan masyarakat Maluku Utara itu sendiri. Propinsi Maluku Utara termasuk propinsi baru di Indonesia. Propinsi Maluku Utara merupakan pemekaran dari Propinsi Maluku. Propinsi Maluku Utara memiliki lebih kurang 800 pulau-pulau kecil yang terhubung dengan laut dan selat. Oleh karena itu, ketersediaan bahan bakar yang memadai dan mudah didapatkan oleh masyarakat menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Maluku Utara. Swa produksi bioethanol di Maluku Utara berbahan baku biomass menjadi alternatif energi yang sangat strategis terutama menpertimbangkan aspek kesehatan lingkungan dan peningkatan perekonomian masyarakat. Pada akhir diskusi, Dr. Anton selaku rektor Unwaha menyampaikan bahwa Unwaha merupakan perguruan tinggi baru yang sangat konsisten untuk program energi terbarukan dan pertanian berkelanjutan di Indonesia.