Category: Berita
UNWAHA Kerjasama dengan ITS, Univ. Chulalongkorn, Univ. Korea dan Perguruan Tinggi Terkemuka Selenggarakan Konferensi Internasional
Univ. KH. Abd. Wahab Hasbullah (Unwaha) kembali menyelenggarakan event internasional yang diikuti ratusan peneliti dan civitas akademika dari kawasan Regional ASEAN plus KOREA SELATAN. Event yang diselenggarakan dengan kolaborasi bersama ITS, UNMUL dan perguruan tinggi terkemuka lain ini mengangkat topik berjudul Biodiversity and Biotechnology for Human Welfare dan diselenggarakan di Gedung Rektorat ITS Surabaya. Event yang sama tahun lalu diselenggarakan di kawasan taman wisata Trawas, Pasuruan. Rektor UNWAHA yang sekaligus sebagai salah satu ketua dalam kolaborasi internasional ini menyampaikan bahwa kerjasama antara UNWAHA dengan beberapa perguruan tinggi di kawasan Asia sudah dilaksanakan sejak berdirinya UNWAHA tiga tahun yang lalu. Kerjasama tersebut implementasinya meliputi bidang akademik seperti pengiriman mahasiswa S-1 untuk program sit-in di Rajamangala University dan Naresuan University Thailand, kerjasama riset dan publikasi internasional dengan Yamaguchi University dan Beuth University, serta kerjasama dalam bidang kemahasiswaan dengan IPM Malaysia. Dr. Anton menambahkan bahwa dengan keikutsertaan ITS dalam kolaborasi ini akan semakin meningkatkan aktifitas dan kualitas kerjasama. Sementara itu, Rektor ITS Prof. Joni Hermana dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga kepada semua perguruan tinggi partner atas kerjasama yang baik yang selama ini sudah dilakukan. Prof Joni mengungkapkan bahwa aktifitas kerjasama perlu senantiasa ditingkatkan dan lebih konkret agar dapat dirasakan oleh masyarakat. Selain berkolaborasi dengan ITS, UNMUL dan beberapa perguruan tinggi lain dalam menyelenggarakan event internasional IBOC dan Korea ASEAN Biomass Symposium ini, pada tanggal 17 oktober ini UNWAHA juga akan menyelenggarakan event internasional yang tidak kalah besarnya di Denpasar Bali.
UNWAHA Go Internasional dalam Bidang Kaligrafi
Festival Miniatur Khatan Dzuhruah 2016 di Aljazair menjadi ajang pembuktian bagi sosok Muhammad Choirul Annas untuk menunjukkan keahliannya dalam bidang kaligrafi. Annas mewakili Indonesia pada ajang tersebut bersama dua rekan lainnya. Annas merupakan kontingen yang membawa nama UNWAHA. Keuletan, doa, dan tekad yang kuat mengantarkan Annas hingga berhasil mewakili Indonesia di ajang ini. Annas merupakan sosok yang rajin meminta saran kepada dosen-dosen mengenai kaligrafi. Menjelang keberangkatan, ia meminta restu dan doa kepada segenap dosen. Hal ini menunjukkan bahwa sosok yang sukses itu tidak pernah lupa kepada guru-guru yang telah memberikan ilmu. Annas telah membawa almamater UNWAHA sampai Aljazair. Kamu kapan??… Yuk kita tunjukkan prestasi …!!!
UKM Pramuka UNWAHA Siap Membina Siswa MTsN Tambakberas dalam Bidang Kepramukaan
Negara Indonesia adalah negara kepulauan , dan bangsa Indonesia terbentuk dari ratusan suku bangsa dengan bahasa, adat istiadat, kepercayaan dan agama yang berbeda. Negara dan bangsa yang seperti ini hanya dapat dipertahankan, jika seluruh masyarakat Indonesia bersatu mempertahankan persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tekad seperti ini harus ditanamkan sejak usia muda . Salah satu wadah yang dapat menguatkan mental nasionalisme adalah gerakan pramuka. UNWAHA selalu mendukung kegiatan Mahasiswa dalam bidang kepramukaan dalam rangka meningkatkan rasa nasionalisme generasi muda. Unit Kegiatan Mahasiswa Pramuka UNWAHA sering mengadakan pembinaan kepada siswa-siswa SMP-SMA sederajad di Jombang. Baru baru ini, UKM Pramuka UNWAHA mengadakan pembinaan kepramukan di MTsN Tambakberas. Setelah dua hari mengadakan pembinaan pada September 2016, acara ditutup dengan penandatanganan MoU antara MTsN Tambakberas dengan UNWAHA. Kerjasama yang dijalin dalam bentuk pembinaan kepramukaan berkelanjutan oleh UKM Pramuka UNWAHA kepada siswa MTsN Tambakberas. Sukses selalu untuk UKM Pramuka UNWAHA…!!!!! Sebarkan Jiwa Nasionalisme pada seluruh Generasi Muda Indonesia. Jayalah Pramuka, Jayalah Indonesia
PJM STUDI BANDING KE UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
Sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan, Unwaha Melaksanakan Studi Banding ke Universitas Brawijaya Malang pada Kamis 8 September 2016. Studi banding kali ini terfokus pada Pengelolaan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), diikuti oleh Ketua LPM Dr. Ali Muttaqin, WR I Dr. Fathullah Malik, WR II Dr. Abd. Kholid, Ketua LPPM Dr. Umi Chaidaroh dan sejumlah staf LPM Unwaha. LPM Unbraw memberikan informasi tentang bagaimana pengelolaan LPM Perguruan Tinggi. Mudah mudahan bisa dilaksakan di Unwaha Jombang. Ke depan ada kelanjutannya, misalnya Pelatihan Auditor, ujar Ali Muttaqin.
Pameran Pedidikan Kampus Unwaha di Hotel Yusro Jombang 2016
Unwaha mengadakan pameran pendidikan selama 2 hari yaitu pada hari rabu- kamis tanggal 12- 13 Januari 2016 di Hotel yusro Jombang .acara ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat jombang dan sekitarnya khususnya para siswa kelas XII SMA. Slogan yang diusung adalah Berwawasan Global Berkarakter Islami. UNWAHA adalah satu satunya perguruan tinggi di Jombang yang masih berusia muda tetapi sudah memberikan kontribusi yang besar di dalam perkembangan dan kemajuan dunia pendidikan di Indonesia khususnya di Jombang. Unwaha memiliki 5 fakultas yang tersebar dalam 14 prodi. Dengan adanya acara ini semoga masyarakat menjadi tahu dan paham akan UNWAHA.
Beasiswa Pendaftaran Mahasiswa Baru 2016
PROGRAM HAFIDH/HAFIDHOH UNWAHA Unwaha mengadakan beasiswa GRATIS 100% biaya perkuliahan bagi penghafal Al Quran untuk SELURUH FAKULTAS. Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK LPDP Beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan menawarkan GRATIS SPP (100% SPP) bagi 30 pendaftar seluruh prodi FAKULTAS Pendidikan. GRATIS SPP mulai dari semester awal hingga semester akhir (keseluruhan perkuliahan dari awal hingga lulus) Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK DEPTAN RI Beasiswa dari Kementrian Pertanian RI menawarkan GRATIS SPP (100% SPP) bagi 30 pendaftar seluruh prodi FAKULTAS Pertanian. GRATIS SPP mulai dari semester awal hingga semester akhir (keseluruhan perkuliahan dari awal hingga lulus) Kuota: masih terbuka Cara Pendaftaran: LINK
Tempeh Lukis dan Aneka Olahan Waluh di KKN Kedungjati
Salah satu desa yang menjadi sasaran KKN para mahasiswa UNWAHA adalah desa Kedungjati, Kabuh. Masyarakat di desa ini banyak yang menjadi pengrajin tempeh atau anyaman bambu. Hal lain yang sering dijumpai disana adalah labu atau waluh yang hampir selalu ada di sepanjang sawah. Melihat tempeh yang hanya dijual ala kadarnya, para mahasiswa berusaha mencari jalan lain agar memiliki daya jual tinggi. Tempeh yang biasa dipakai untuk memilih beras atau menjemur makanan mentah, disulap menjadi tempeh lukis dan tempeh jam lukis. Proses pengerjaan tempeh lukis dan tempeh jam lukis dikerjakan oleh mahasiswa sendiri, tanpa meminta bantuan dari pihak luar. Sementara bahan baku tempeh mereka dapatkan dengan membeli dari masyarakat setempat. Hasilnya, tempeh lukis dan tempeh jam lukis banyak diminati dan pesanan datang membanjir. Keuntungan yang didapat pun berlipat-lipat. Tempeh yang pada umumnya hanya bernilai 15.000, naik menjadi 40.000 hingga 50.000 setelah berbentuk tempeh lukis dan tempeh jam lukis. Ide awal dari olahan waluh adalah banyaknya buah waluh yang tidak dimanfaatkan oleh masyarakat. Setiap kali panen, yang diambil hanya biji waluh saja, sementara dagingnya dibiarkan terbengkalai di sepanjang sawah. Melihat hal ini, para mahasiswa berinisiatif untuk mengolah sisa waluh yang tidak bernilai jual menjadi produk unggulan. Olahan waluh yang mereka hasilkan adalah sandwich galau, masker, dan gethuk gulung. Sandwich galau adalah olahan waluh yang resepnya berasal dari para mahasiswa sendiri. Begitu juga dengan masker waluh. Para mahasiswa hanya memanfaatkan internet untuk mencari manfaat waluh bagi wajah, kemudian mengolahnya menjadi masker. Mereka bahkan menyebutkan bahwa selama mencari data, belum menemukan ada yang pernah mengolah waluh menjadi masker. Gethuk gulung berbahan waluh merupakan kolaborasi antara para mahasiswa dengan salah satu penduduk setempat. Para mahasiswa berperan untuk mengolah waluh, sementara resep berasal dari salah satu penduduk. Para mahasiswa juga yang berinisiatif untuk membuat kemasan yang menarik agar lebih diminati oleh konsumen. Tanggapan positif diberikan oleh masyarakat desa Kedungjati terhadap kiprah para mahasiswa KKN UNWAHA. Terlebih para mahasiswa mengajarkan keterampilan membuat tempeh lukis, tempeh jam lukis, dan olahan waluh kepada masyarakat sebagai bentuk pemberdayaan Posdaya (Pos Pemberdayaan Keluarga). Diharapkan, perekonomian mereka menjadi lebih baik dengan memanfaatkan komoditas yang sudah tersedia.