Skip to main content

Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Tag: NU

LPTNU Jatim Apresiasi Penyelenggaraan Kolokium Penguatan ASWAJA bagi Dosen UNWAHA Jombang

Jombang – Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Jawa Timur (LPTNU Jatim) apresiasi penguatan pemahaman tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) bagi dosen di lingkungan Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua LPTNU Jawa Timur, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., pada kegiatan Kolokium Penguatan ASWAJA UNWAHA Jombang yang dilaksanakan di Auditorium, Minggu (09/02/2025). Prof. Junaidi yang berkesempatan hadir turut memberikan sambutan pada sesi pembukaan acara tersebut. Beliau mengungkapkan bahwa sudah semestinya kegiatan seperti ini dilakukan oleh perguruan tinggi NU. “Dengan begitu, kita akan (terus) belajar. Apalagi seperti di UNWAHA ini maka menjadi kewajiban bagi segenap civitas akademika untuk mempelajari pemikiran-pemikiran dari Kiyai Mbah Wahab tentang bagaimana pemahaman keIslaman, keilmuan, dan pemikiran beliau tentang kecintaan terhadap tanah air,” kata Rektor UNISMA tersebut. Beliau mensupport kegiatan yang telah diinisiasi oleh UNWAHA Jombang ini. Hal ini dikarenakan dapat berpengaruh terhadap pemahaman yang komprehensif mengenai para pendahulu dan pejuang NU. “Insyaallah dengan pemahaman yang mapan, bapak ibu dosen akan bisa menyampaikan kepada mahasiswa dengan benar. Kemudian nanti ada penyebaran (pemahaman, red) terhadap ratusan bahkan ribuan mahasiswa,” imbuh beliau. Di akhir sambutannya, beliau berharap melalui kegiatan Kolokium Penguatan ASWAJA ini bisa menjadi penguatan kembali tentang semangat yang dimiliki oleh Mbah Wahab. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi percontohan bagi kampus-kampus yang ada dalam naungan LPTNU. “Walaupun sebenarnya di masing-masing PTNU memiliki cara yang berbeda sesuai dengan ciri khas dan kebutuhannya. Tetapi yang sangat penting adalah penguatan ASWAJA menjadi syarat mutlak bagi civitas akademika di lingkungan PTNU,” pungkas beliau. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Kolokium Penguatan ASWAJA UNWAHA Jombang

Jombang – Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang menggelar Kolokium Penguatan ASWAJA bagi dosen. Kegiatan yang mengusung tema “Berwawasan Global, Berkarakter Islami Ahlussunnah Wal Jama’ah An Nahdliyah” ini dilaksanan di Auditorium, Minggu (09/02/2025). Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Bahrul Ulum (YPTBU), Ibu Nyai Hj. Hizbiyah Rochim Wahab mengungkapkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang Ahlussunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) bagi mahasiswa UNWAHA Jombang. “Sehingga yang menjadi peserta di Kolusium ini adalah bapak ibu dosen. Agar anak-anak kita ini bisa menekuni keilmuannya dengan belajar di perkuliahan dengan nilai plus yaitu penguatan akidah ASWAJA,” tutur beliau. Beliau juga menegaskan bahwa dalam forum ini juga akan disampaikan oleh para pemateri yaitu sejarah dan nilai-nilai perjuangan KH. A. Wahab Hasbullah. “Tidak kalah penting juga, para mahasiswa ini harus tahu siapa itu Mbah Wahab, bagaimana perjalanan pergerakan beliau,” lanjut beliau. Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNWAHA Jombang, Prof. Dr. Ir. H. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., ASEAN. Eng., juga memberikan sambutan sekaligus membuka Kolokium Penguatan ASWAJA. Beliau menyampaikan, sebagai lembaga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama, UNWAHA Jombang memiliki tanggung jawab untuk mentransfer nilai-nilai ASWAJA dan ajaran yang diwariskan oleh Mbah Wahab. “Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi momen penting bagi kita bersama dalam mengokohkan ajaran Islam yang toleran, moderat, dan rahmatan lil alamiin,” kata Rektor UNWAHA. Beliau juga berharap, dengan kegiatan ini, dapat memberikan pengetahuan lebih dan bisa mengimplementasikannya dalam kehidupan di lingkungan kampus maupun sosial masyarakat. “Sehingga kita semua bisa melahirkan generasi penerus yang berintelektual dan juga kuat secara spiritual. Dan nantinya mampu menjadi agen perubahan yang positif di masyarakat sebagaimana yang telah diwariskan oleh KH. A. Wahab Hasbullah,” imbuh beliau. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Rektor UNWAHA Jombang, dan dilanjutkan dengan penyampaian pengantar buku Biografi KH. A. Wahab Hasbullah oleh KH. Mun’im DZ. Usai pembukaan, sekitar 150 dosen di lingkungan UNWAHA Jombang mengikuti secara khidmat sesi materi. Adapun para pemateri dalam Kolokium Penguatan ASWAJA tersebut di antaranya adalah KH. Mun’im DZ dan KH. Adnan Anwar. Hadir dan juga memberikan sambutan, Ketua LPTNU Jawa Timur sekaligus Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA), Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dan juga jajaran pengurus YPTBU. Red: IbrahimEditor: Septian Ragil

Jelang UTS, Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Ziarah ke Makam Muasis NU

Jombang – Menjelang Ujian Tengah Semester (UTS) Genap yang akan dilaksnakan mulai 8 Mei mendatang, para mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi (SI) menggelar ziarah bersama ke makam para muasis Nahdlatul Ulama (NU), Minggu (21/4/2024) kemarin. Kegiatan yang dikoordinir oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Sistem Informasi (HMP SI) ini bertujuan untuk mendapatkan keberkahan keilmuan para ulama. Ziarah makam ini juga sebagai bentuk syukur dan terimakasih kepada para guru dan pendiri NU dalam mewariskan keilmuan dan nilai-nilai spiritualitas. “Ziarah ke makam para muasis bisa menjadi momen untuk merenungkan perlanan hidup, juga bisa memberikan ketenangan, dan motivasi spiritual kepada kami. Selain itu, kami juga memohon do’a restu serta berharap mendapat berkah keilmuan muasis dalam menghadapi ujian dengan lancar dan baik,” kata Ketua HMP SI, A’tini Hidayatika. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi seluruh mahasiswa Prodi Sistem Informasi. “Apalagi masih di momen bulan Syawal, satu dengan yang lainnya saling bermaaf-maafan,” lanjut Ketua HMP SI tersebut. Ziarah dilaksanakan di tiga lokasi yang berbeda, dimulai dari makam KH. A. Wahab Hasbullah (Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas), KH. Bisri Syansuri (Pondok Pesantren Mamba’ul  Maarif Denanyar), dan Makam KH. Hasyim Asyari juga KH. Abdurrahman Wahid (Pondok Pesantren Tebuireng). Red : Ibrahim Editor : Septian Ragil **) Ikuti konten kreatif terbaru Unwaha Jombang di Instagram klik link ini dan jangan lupa follow.

KSEI HMP Ekonomi Syariah UNWAHA Menerima Penghargaan Sebagai “Srikandi Terbaik” di Musyawarah Regional FoSSEI Jawa Timur 2023

Musyawarah Regional merupakan agenda penutup kepengurusan Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam (FoSSEI) Jawa Timur yang berisi laporan pertanggung jawaban dari Badan Pengurus Harian (BPH) FoSSEI, dan juga merupakan waktu pemilihan Koordinator Regional yang baru. Tema dalam acara MUREG FoSSEI Jatim 2023 ini adalah Regenerasi Kepemimpinan dalam Pembentukan Organisasi dan Kepengurusan FoSSEI JATIM yang Berintegritas , Berinovasi, dan Profesional . Dengan tujuan Meningkatan ukhuwah islamiyah antar seluruh kader FoSSEI se-Jawa Timur dan meningkatkan pemikiran kualitatif mahasiswa dalam rangka pengembangan Ekonomi Islam. Selain itu juga untuk mengevaluasi serta mengkritisi isu kontemporer khususnya tentang dinamika ekonomi dalam realitas Sosial di Indonesia dan sebagai sarana untuk memberikan masukan serta kontribusi nyata bagi para pengambil kebijakan baik pemerintah, swasta maupun masyarakat dalam pembangunan ekonomi Nasional serta konsolidasi dan pemilihan Koordinator Regional Jawa Timur dan Calon Presidium Nasional FoSSEI masa amanah 2023-2024. Acara ini di selenggarakan oleh Dema FEBI IAI Ibrahimy dan dilaksanakan selama 4 hari pada tanggal 2- 5 November 2023 di IAI Ibrahimy Genteng Banyuwangi. MUREG FoSSEI Jatim 2023 ini diikuti oleh BPH Regional FoSSEI Jawa Timur Periode 2022-2023 dan perwakilan Kelompok Studi Ekonomi Islam yang ada di seluruh provinsi Jawa timur. Perwakilan dari Ekonomi Syariah Unwaha Jombang yang mengikuti acara ini adalah Arta Zulian Effendi dan Nuurun Alaa Nuurin. Selain itu Nuurun Alaa Nuurin yang merupakan bagian dari BPH FoSSEI Jatim 2022-2023 yakni mempresentasikan LPJ Kepengurusan selama 1 periode yang telah dilalui. Kemudian pada akhir acara MUREG ini terdapat Awarding apresiasi bagi Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang ada di Jawa Timur selama satu periode kepengurusan. Alhamdulillah, HMP Ekonomi Syariah dalam kegiatan MUREG FoSSEI Jatim 2023 ini menerima penghargaan dengan kategori Srikandi Terbaik dari Koordinator Regional FoSSEI Jawa Timur masa amanah 2022-2023. Mendengar kabar bahagia tersebut, besar harapan dari beberapa alumni kepada seluruh mahasiswa Ekonomi Syariah agar tidak langsung puas dengan hasil tersebut dan sebagai pacuan agar lebih semangat dalam membawa Ekonomi Syariah ke arah yang lebih baik lagi.

Peningkatan Kualitas Academic Writing melalui Coaching Clinic Strategi Sukses Menembus Jurnal International Bereputasi

Publikasi artikel ilmiah sebagai salah satu output penelitian merupakan suatu keniscayaan bagi karir seorang dosen. Artikel yang berhasil terbit di jurnal internasional bereputasi menunjukkan kualitas penelitian yang dilakukan. Untuk mendukung terciptanya kualitas penelitian yang baik, LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah bekerjasama dengan UIN Maulana Malik Ibrahim pada hari Ahad – Senin, 29-30 Oktober 2023 menyelenggarakan workshop penulisan dan publikasi artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Workshop ini dihadiri oleh peneliti produktif dari tiap fakultas di UNWAHA. Prof. Dr. Abd. Kholid, dalam opening speech nya menyampaikan kewajiban dosen dalam publikasi artikel ilmiah sebagai percepatan kenaikan jabatan fungsional menuju Lektor Kepala dan Guru Besar. Publikasi merupakan penyampaian hasil penelitian kepada khalayak ramai sebagai pertanggungajawaban akademis. Publikasi adalah sebuah komitmen, yang berdampak besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam paparannya juga disampaikan pencapaian publikasi, akreditasi, dan kepangkatan dosen yang meningkat tiap tahunnya. Narasumber utama Prof. Dr. Nur Ali, M.Pd. memaparkan tentang sistematika penulisan artikel ilmiah yang baik, mulai dari pendahuluan hingga penarikan simpulan. Disampaikan pula tips & trik proses submit di jurnal internasional bereputasi. “Dosen merupakan harta yang paling berharga bagi Perguruan Tinggi. Tentunya dalam hal ini adalah dosen yang produktif menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi”, ujar Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang di tengah pemaparan materinya. Narasumber kedua menguatkan workshop ini dengan materi best practice literature search & management reference . Workshop penulisan dan publikasi artikel ilmiah ini merupakan momen yang baik untuk meningkatkan produktivitas dan kinerja publikasi dosen. Tak hanya selesai pada acara workshop, program ini juga berkelanjutan melalui tugas mandiri dan coaching penyusunan hingga proses submit dan publish pada jurnal internasional bereputasi yang dituju.

KPU Goes to KAMPUS Ajak Mahasiswa Unwaha Nobar Film “Kejarlah Janji”

Rangkaian KPU Goes to Campus, “Nonton Bareng Kejarlah Janji” dalam rangka Hari Sumpah Pemuda ke-95 tahun, diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Jombang Jawa Timur pada Sabtu (28/10/2023) dilakukan di Aula Rektorat Kampus Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang. Pada pembukaan acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ya Ahlal Wathon dan Jingle Pemilu, yang dipandu langsung oleh dirigen top mahasiswa Unwaha serta dilanjutkan dengan Pembacaan Doa. Sejak awal acara mahasiswa mengsisi Pre-Test yang disediakan oleh panitia KPU Kabupaten Jombang. 200 buah kursi yang disediakan tidak mampu menampung jumlah mahasiswa yang sangat antusias ingin mengikuti jalannya KPU Goes to Campus, Nobar Kejarlah Janji di Kampus Unwaha ini. Sebab kesempatan bagi mahasiswa bisa nobar film keren karya dari Garin Nugroho serta mendapatkan ilmu dan pengarahan-pengarahan yang bermanfaat terkhusus bagi mahasiswa Unwaha itu sendiri. Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Dr. H. Wafiyul Ahdi, M.Pd.I selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unwaha Jombang. Gus Wafi menyampaikan bahwa tahapan yang harus dilakukan oleh KPU sangat besar dan kompleks. “Oleh karena itu, sosialisasi merupakan hal yang sangat strategis dalam rangka menginformasikan, memberikan pemahaman, pendidikan kepada generasi muda, khsususnya pemilih pemula agar mampu memahami tentang system penyelenggaraan pemilihan umum sekaligus membangkitkan kesadaran akan hak politiknya sebagai warga bangsa dan warga negara, minimal kalua tidak bisa menjadi penyelenggara menjadi peserta,” kata Gus Wafi. Kemudian dilanjut sambutan dari Ibu Rita Darmawati, S. Sos selaku anggota KPU Kabupaten Jombang Devisi Sosisalisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia. Hematnya Ibu Rita menyampaikan bahwa KPU Goes to Campus adalah salah satu upaya KPU RI dalam meningkatkan pemahaman dan partisipasi pemilih muda, serta mempromosikan nilai-nilai demokrasi di kalangan generasi muda. KPU Goes to Campus adalah sarana belajar demokrasi agar sama-sama mensukseskan Hajat Nasional, Pemilu 2024. Menggunakan pemilihan dengan baik dan benar. Setelah sambutan-sambutan berjalan dengan lancar dan khidmat. Lalu disambung dengan penampilan Indonesia Menari oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Seni Budaya Unwaha. Tarian ini menggunakan isntrumen yang cukup menarik, bergenre modern kontemporer, yakni menggabungkan antara music tradisional dengan music modern pada zaman ini. Sontak gemuruh dan tepuk tangan mahasiswa menambah kemeriahan acara. Semua mata memandang kesenian luhur yang turun temurun lestari sampai diperagakan dengan baik oleh mahasiswa UKM Unwaha. “Selain merupakan seni gerak tubuh juga merupakan pengejawantahan dari pemahaman nilai budaya. Gerakan tari yang lemah gemulai mengajarkan seseorang untuk bersabar, bertutur lembut, dan berkonsentrasi tinggi, memadukan gerakan dengan irama,” tutur salah satu mahasiswa UKM seni budaya. Sebelum pemutaran film dimulai, terdapat sesi tanya jawab dan foto bersama. Seluruh mahasiswa sangat antusias dan penuh semangat dengan pertanyan-pertanyaan kritis yang dilontarkan kepada panitia KPU Kabupaten Jombang. Dengan begitu mereka mendapatkan hadian doorprize menarik dari panitia. Yang diberikan oleh Bapak Dekan dan Bapak Kaprodi sekaligus ucapan terima kasih kepada semua pihak. Dan ditutup dengam foto bersama seluruh peserta acara KPU Goes to Campus dan dilanjut Nonton Bareng film Kejarlah Janji. “Tanggapan saya terkait dengan kegiatan KPU Goes to Campus sangat baik dan relevan dilakukan, tentunya banyak hal yang kita dapat dari kegiatan tersebut. Saya mengapresiasi baik betul atas terlaksananya kegiatan KPU Goes to Kampus, menurut saya kegiatan tersebut sangatlah penting mengingat Bangsa Indonesia adalah Negara Demokrasi, dan Pemilihan Umum adalah salah satu instrumen demokkrasi yang bertujuan menghasilkan Pemerintahan yang bertugas mengatur, memimpin dan mengayomi bangsa ini.” Lanjutnya, “mahasiswa memiliki berbagai peran, pertama sebagai pemilih kaum milenial haruslah menggunakan hak suaranya karena jika tidak, secara tidak langsung tidak ikut berkontribusi untuk menentukan jalannya pemerintahan 5 tahun kedepan berdasarkan konteks Demokrasi. Kedua, peran Mahasiswa adalah dapat mengedukasi masyarakat tentang arti pentingnya pemilihan umum bagi kemajuan bangsa kedepanya. Peran mahasiswa yang ketiga adalah mengawal proses pemilu agar dapat berjalan dengan baik. Sosialisasi KPU di Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang, sangat penting untuk menjamin transparansi dan akuntabilitas pemilihan. Saya berharap dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa dapat memahami tata cara pemilihan dan memilih calon yang sesuai dengan harapan mereka. Kegiatan Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari mahasiswa Unwaha yang ikut berpartisipasi. Semoga dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu mahasiswa dalam memahami tata cara pemilu dan memilih calon yang tepat.” Pungkas Danur Wenda selaku Presma Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas KH. A. Wahab Hasbullah Jombang.

Dimensi Psikologi Idul Fitri

Fajar 1 Syawal 1444 H sebentar lagi akan tiba. Tanpa terasa Ramadhan sudah berada di penghujung waktunya dan akan segera ditutup dengan melaksanakan sholat Idul Fitri. Bagi umat islam, Idul Fitri merupakan titik kontinum kerinduan dari perjuangan sepanjang bulan menjalankan ibadah puasa dengan harapan sampai pada puncak kemenangan dengan fitrah dari dosa. Idul fitri juga merupakan puncak kesedihan, karena ditinggal bulan yang penuh rahmat, limpahan maghfiroh, dan ladang pahala yaitu bulan Ramadhan.   Keutamaan Hari Raya Idul Fitri Hari raya Idul Fitri tidak hanya sebuah momentum atas kemenangannya menahan diri dari makan dan minum serta menjauhi dari berbagai pekerjaan yang bisa mencederai pahala puasa. Lebih dari itu, hari raya Idul Fitri merupakan suatu hari yang harus dibanggakan, karena pada hari tersebut Allah menjanjikan ampunan bagi orang-orang yang melaksanakan ibadah shalat hari raya Idul Fitri. Rasulullah ﷺ bersabda: عَنْ ابنِ مَسْعُوْد عَنِ النَّبِي ﷺ أَنَّهُ قَالَ اِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللهُ تَعَالىَ: يَا مَلاَئِكَتِيْ كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ وَعِبَادِيْ اللَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا اِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ أَشْهِدُوْا أَنِّي قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِي مُنَادٍ يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ اِرْجِعُوْا اِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بَدَلْتُ سَيِّئَاتِكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى: يَا عِبَادِيْ صُمْتُمْ لِيْ وَأَفْطَرْتُمْ لِيْ فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ. Artinya, “Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad ﷺ, bahwa Nabi bersabda: ketika umat Nabi melaksanakan puasa pada bulan Ramadhan dan mereka keluar untuk melaksanakan shalat Idul Fitri, maka Allah berfirman: wahai Malaikatku, setiap yang telah bekerja akan mendapatkan upahnya. Dan hamba-hambaku yang telah melaksanakan puasa Ramadhan dan keluar rumah untuk melakukan shalat Idul Fitri, serta memohon upah (dari ibadah) mereka, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah memaafkan mereka. Kemudian ada yang berseru, ‘wahai umat Muhammad, kembalilah ke rumah-rumah kalian, aku telah menggantikan keburukan kalian dengan kebaikan’. Maka Allah swt berfirman: wahai hamba-hamba-Ku, kalian berpuasa untukku dan berbuka untukku, maka tegaklah kalian dengan mendapatkan ampunan-Ku terhadap kalian.   Secara psikologis, Idul Fitri bukan hanya momen perayaan dari berakhirnya madrasah Ramadhan, melainkan merupakan manifestasi teologis atas kesucian (fitrah) manusia yang bertauhid. Setidaknya terdapat tiga dimensi psikologi dari Idul Fitri yang sangat penting untuk dimaknai dan disyukuri yaitu kemenangan, kebahagiaan, dan kerukunana. Dimensi kemenangan. Idul Fitri sarat akan spirit kemenangan dalam mengendalikan nafsu. Menurut Imam Al-Ghazali, Pendidikan merupakan proses transformasi muslim dari budak nafsu menjadi hamba Allah yang bertaqwa, beriman, dan beramal sholeh. Dimensi kebahagiaan. Idul Fitri merupakan momen sosial untuk melepas rindu mengenang asal-usul primordial, dan meneguhkan spirit berbagi. Sehingga Idul Fitri harus dimaknai sebagai jalan kemenangan mental spiritual yang mengantarkan pada harmoni, kedamaian hati, dan kebahagiaan sejati. Dimensi kerukunan. Idul Fitri menyadarkan pentingnya komunikasi sosial melalui silaturrahmi dalam bentuk saling memaafkan, saling berbagi, saling menyayangi, dan saling menghargai. Idealnya silaturrahmi harus dimaknai sebagai trasnformasi sosial sebagai langkah strategis dan efektif untuk mewujudkan harmoni sosial dan kerukunan nasional bukan sekedar bertemu kangen dan bersambung rasa. Esensi dari dimensi kerukunan adalah komitmen bersama untuk memerdekakan diri dari segala penyakit hati dan bebas dari segala bentuk intervensi serta hegemoni asing.

Keagungan Lailatul Qadar yang Disembunyikan

Salah satu anugrah yang Allah SWT berikan kepada umat islam adalah adanya malam lailatul qadar atau malam yang lebih baik dari pada 1000 bulan yang selalu dinanti umat islam. Ibaratnya, lailatul qadar merupakan tamu agung dengan segudang bawaan kebaikan bagi orang-orang yang menjamunya. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Qadr:1-5,) إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.” (QS Al-Qadr: 1-5). Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa mayoritas mufasir menafsirkan ayat 2 dan 3 dengan makna “beramal atau beibadah di malam lailatul qadar lebih baik dibandingkan dengan beramal dalam 1000 bulan yang tidak ada lailatul qadar”. Sedangkan Syekh Mustafa Al-Maraghi menafsirkan ayat 2 dan 3 dari sudut pandang yang berbeda dengan para mufasir pada umumnya. Menurut beliau, alasan lailatul qadar lebih baik daripada 1000 bulan karena pada pada malam ini  diturunkannya permulaan syariat baru kepada manusia terbaik dan malam tersebut merupakan peletakan batu pondasi agama terakhir yang akan selalu sesuai dengan setiap masa dan tempat, adalah malam yang lebih utama dibanding 1.000 bulan dimana mereka membabi buta dalam kegelapan syirik, kesesatan menyembah berhala, kebingungan yang tidak ada ujungnya dan tidak mengenalibatas. Menurut Ad-Dhuhak, malam lailatul qadar merupakan malam keselamatan, dimana pada malam-malam lainnya Allah menetapkan adanya cobaan, musibah, dan keselamatan. Sedangkan menurut Syekh Nawawi Banten, malam lailatul qadar adalah malam dimana malaikat turun secara berkelompok dari awalnya malam sampai terbit fajar. Turunnya malaikat secara berturut-turut itu karena banyaknaya salam yang mereka sampaikan untuk ahli puasa dan shalat dari umat Nabi Muhammad SAW. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa malam lailatul qadar dari awal sampai terbitnya fajar selamat dari perbedaan dan kekuranan. Ibadah dibagian waktu manapun lebih baik daripada 1000 bulan. Malam lailatul qadar tidak seperti malam-malam lain terkait waktu misalnya waktu sahur untuk berdoa, sedangkan pada malam lailatul qadar semua waktu sama.

Istighosah dan Buka Bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNWAHA

Fakultas Pertanian UNWAHA menggelar buka bersama dalam rangka mempererat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa. Acara yang dilaksanakan pada Selasa (11/4/2023) ini dihadiri dekan, kaprodi, dosen, mahasiswa, serta staff FAPERTA. Turut hadir juga dalam acara ini kabag kepegawaian dan Kabag Humas UNWAHA. Acara yang merupakan agenda tahunan FAPERTA ini dibuka dengan bacan istighosah dan dilanjutkan sambutan-sambutan. Dalam sambutannya, Ambar Susanti, M.P., selaku dekan FAPERTA mneyampaikan pentingnya silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa untuk memperkuat FAPERTA. Beliau juga berharap agar kedepannya acara ini dapat dihadiri oleh alumni untuk mempererat tali silaturrahmi anatara Lembaga dengan alumni. Acara dilanjutkan dengan pembagian doorprize, berbagai pertanyaan diberikan kepada mahasiswa, dan dijawab dengan antusias oleh mereka. memasuki waktu maghrib, acara ditutup dengan do’a bersama dan dilanjutkan dengan buka bersama dan ramah-tamah antar dosen dan mahasiswa.

Dimensi Filosofi Zakat dalam Filantropi Islam

Islam merupakan agama yang mengatur segala aspek kehidupan mulai dari hubungan dengan Tuhan hingga hingga hubungan antara manusia dan alam. Dimensi penghambaan yang dibangun oleh islam tidak terbatas pada prisip ketuhanan (teosentris), melainkan juga manifestasi kemanusiaan (antroposentris). Perhatian islam terkait kemanusiaan digambarkan melalui prinsip, ajaran, atau syariat keislaman. Hal ini menunjukkan dibalik ritual penghambaan yang disyariatkan dengan kewajiban terdapat makna esetoris beragama yang apabila kita refleksikan dan transformasikan dapat mewujudkan keharmonisan, baik hubungan dengan Tuhan, dengan sesama manuisa, maupun dengan alam. Zakat merupakan salah satu ibadah wajib yang menjadi bukti nyata perhatian syariat terhadap hubungan manusia dengan sesamanya. Secara ontologis zakat menunjukkan dogma religious, yang diungkap dalam Al-Qur’an sebanyak 82 kali yang bersifat konsepsional-dogmatis. Hal ini dapat dilihat dari riwayat Abu Bakar Ash-shidiq yang memerangi para pembangkang yang menolak membayar zakat, atau perintah Umar bin Khattab untuk membakar rumah orang islam yang menolak perintah zakat. Kejadian tersebut dapat dimaklumi mengingat zakat bersifat multidimensi. Selain berdimensi teologis, zakat juga berdimensi historis, ekonomi, politik, dan eskatologis. Oleh karena itu, zakat berbeda dengan ibadah lainnya seperti sholat yang bersifat ritual-individual-formal, zakat adalah satu-satunya rukun islam yang bertransformasi dari ibadah personal ke ibadah sosial, inilah yang disebut dimensi sosial-ekonomi zakat. Jika dikaji dari secara filosofi, zakat menyangkut tiga aspek. Pertama, aspek tugas manusia sebagai kholifah (QS. Al-Baqoroh: 30) yang harus memimpin dan mengatur tersedianya produksi, distribusi, dan konsumsi bagi makhluk hidup di bumi (QS. Qaf: 7-11; QS. An-Nahl: 69). Dalam konteks ini zakat harus melibatkan pemerintah baik dari segi hukum, anggaran, maupun pembagian. Aspek kedua, solidaritas sosial. Diharapkan zakat mampu memperkecil gap pemisah antara yang kaya dan yang miskin. Hal ini juga menjadi batas-batas equilibrium proporsional sehinggga kekayaan tidak menjadi penyebab kelalaian seseorang beribadah, begitupula kemiskinan tidak menjadi keterpurukan yang dapat menyebabkan seseorang lupa kepada Tuhannya. Aspek ketiga, cinta dan persaudaraan. Meskipun kemiskinan adalah realitas sosial yang tidak dapat dihapuskan secara mutlak, namun dengan zakat dampak sunnatullah tersebut dapat diminalisir sehingga tidak menghancurkan sendi-sendi kemanusaian. Dengan demikian zakat merupakan usaha untuk kembali pada kondisi fitrah sekaligus sebagai bentuk partisipasi dalam membangun kebersamaan sosial dan ekonomi dalam masyarakat.