Tag: NU
Jelang Libur Lebaran Idul Fitri 1444 H, Unwaha Gelar Buka Bersama
Menjelang libur lebaran Idul Fitri 1444 H yang jatuh pada tanggal 15 April 2023, UNWAHA gelar buka bersama pada Minggu (9/4/2023). Acara yang merupakan agenda tahunan UNWAHA ini merupakan ajang mempererat tali silaturrahmi seluruh civitas akademik UNWAHA. Acara buka bersma dibuka dengan menyanyikan lagu yalalwathon dan tahlil bersama. Melalui sambutannya, Prof. Dr. Gatot Ciptadi, IPU. Asean., Eng. menyampaikan acara ini adalah ajang mempererat tali silaturrahmi antar seluruh civitas akademik. Melalui kesempatan ini, beliau juga memohon do’a dan dukungan dari seluruh civitas akademik UNWAHA terkait reakreditasi UNWAHA yang akan dilaksakana sekitar bulan Desember. Beliau juga memohon do’a dan dukungan terkait pembukaan program pascasarjana di UNWAHA. Program sarjana ini meliputi prodi PAI dan ES. Beliau juga menyampaikan pengaktivan kembali system checklock untuk meningkatkan kedisiplinan dosen dan karyawan UNWAHA. Sambutan kedua yang disampaikan oleh Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik. Beliau menyampaikan tentang pelaporan data ke LDDIKTI 7 yang akan ditutup tanggal 12 April 2023. Untuk itu, beliau menyampaikan agar seluruh dosen termasuk dosen yang belum memiliki jabatan fungsional untuk segera melengkapi berkas yang dibutuhkan. Sambutan ketiga sekaligus pembacaan do’a disampaikan oleh Dr. H. Abdul Kholid, M. Ag. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi dosen seperti yang disampaikan oleh Wakil Rektor Bisang Akademik sangat penting untuk meningkatkan akreditasi kampus. Oleh karena itu, dosen yang bersangkutan diharap segera menyelesaikan berkas yang dibutuhkan. Beliau juga menyampaikan bahwa diperkirakan tahun 2024, program pascasarjana UNWAHA sudah dibuka. Acara diakhiri dengan ramah tamah dan buka bersama seluruh civitas akademik UNWAHA.
UNWAHA Selenggarakan Pelatihan Penyusunan Administrasi Sertifikasi Dosen (SERDOS)
Menyambut pembukaan sertifikasi dosen (SERDOS) tahun 2023, kepegawaian UNWAHA menyelenggarakan pelatihan penyusunan administrasi SERDOS pada Selasa (4/4/2023). Acara yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di UNWAHA ini juga merupakan bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kualitas dosen. Acara ini menghadirkan dua narasumber yaitu Agus Sifaunajah, M. Kom. (Kaprodi Sistem Informasi) dan M. Farid Nasrulloh, S.Pd.Si., M.Pd. (Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan). Sertifikasi dosen adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk dosen. Sertifikasi dosen bertujuan untuk (1) menilai profesionalisme dosen guna menentukan kelayakan dosen (2) melindungi profesi dosen sebagai agen pembelajaran di perguruan tinggi, (3) meningkatkan proses dan hasil pendidikan dan (4) mempercepat terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Sertifikat pendidik yang diberikan kepada dosen melalui proses sertifikasi adalah bukti formal pengakuan terhadap dosen sebagai tenaga profesional pada jenjang pendidikan tinggi. Sertifikasi pendidik dilaksanakan melalui uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik. Uji kompetensi ini dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio, yang merupakan penilaian pengalaman akademik dan profesional dengan menggunakan portofolio dosen. Penilaian portofolio dosen dilakukan untuk memberikan pengakuan atas kemampuan profesional dosen. Dalam sambutannya, Ino Anggaputra, M.Pd. selaku Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan bahwa sertifikasi dosen sangat penting untuk dosen yang bersangkutan dan kampus. Semakin banyak dosen yang memperoleh sertifikat pendidik, maka secara tidak langsung kualitas kampus juga akan meningkat karena dosen yang bersangkutan sudah terbukti layak menjadi dosen. Selain itu, banyaknya dosen yang memiliki sertifikat pendidik akan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan di kampus sehingga mutu alumni sebagai generasi penerus bangsa dapat meningkat. M. Aliyul Wafa, M. Pd. selaku Kabag Kepegawaian UNWAHA menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kampus terhadap peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen. Hal ini berkaitan dengan manfaat yang diperoleh dari SERDOS yaitu dosen yang bersangkutan layak menjadi dosen dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dosen. Selain itu, bentuk dukungan lain yang diberikan kampus untuk peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen adalah pemberian subsidi pelatihan PEKERTI, tes TKDA, dan tes TKBI untuk dosen.
LPPM UNWAHA Gelar Sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023
LPPM UNWAHA menyelenggarakan sosialisasi Hibah Penelitian dan Pengabdian Tahun 2023 terkait pembukaan pengususlan proposal penelitian dan pengabdian kepada masyarakat 2023 melalui laman BIMA. Acara yang dilaksanakan Senin (3/4/2023) ini menghadirkan empat orang reviewer yaitu Ino Anggaputra, M.Pd., Dr. Zulfikar, M.Si., Suci Prihatiningsih, M.Pd., dan Agus Sifaunnajah, M.Kom. Acara ini terdiri dari dua kegiatan yaitu sosialisasi penyusunan proposal dan klinik penyusunan proposal. Materi sosialisasi yang disampaikan oleh ketua LPPM (M. Kris Yuan H. M.Pd. ini banyak membahas tentang klaster riset dan pengabdian di UNWAHA, alur pelaksanaan hibah, seleksi substansi penelitian penilaian RAB, dan faktor penyebab proposal hibah tidak didanai. Faktor-faktor yang menyebabkan proposal PKM tidak didanai diantaranya adalah tim tidak multidisiplin, tidak melibatkan mahasiswa, penulisan tidak sesuai dengan panduan, kurang IPTEKS, gambaran IPTEKS tidak lengkap, tidak jelas, tidak disertai gambar, anggaran tidak rasional, CV kurang menunjukkan pengalaman pengabdian, dan peta lokasi tidak jelas. Setelah acara sosialisasi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan klinik penyusunan proposal. Pada kegiatan ini draft proposal yang telah disiapkan peserta dinilai oleh tim revier untuk selanjutnya mendapat masukan dari tim reviewer.
Tingkatkan Silaturrahmi Antara Dosen dan Mahasiswa, Prodi PAI Gelar Talkshow Ramadhan
Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1444 H, Prodi PAI UNWAHA gelar talkshow Ramadhan bertajuk “Ramadhan Momentum Pembentukan Karakter dan Spirit Pererat Ukhuwah Islamiyah Bagi Generasi Milenial”. Acara yang dilaksanakan pada Senin (2/4/2023) ini merupakan momentum penting untuk meningkatkan silaturrahmi antara dosen dan mahasiswa prodi PAI, sekaligus menampung aspirasi mahasiswa guna peningkatan kualitas prodi PAI. Acara ini diawali dengan hiburan etnika musik yang dilanjutkan dengan tahlil bersama yang dipimpin oleh Drs. Waslah, M.Pd.I. selaku dekan FAI sebagai do’a awal untuk membuka acara ini dengan harapan acara dapat berjalan dengan lancar sampai akhir. Menurut ketua pelakasana, acara ini merupakan acara yang rutin diselenggarakan prodi PAI untuk menyemarakkan bulan Ramadhan sekaligus sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar, dosen dengan mahasiswa, dan antar mahasiswa. Selain itu, acara ini menambah wawasan mahasiswa melalui kajian materi yang disampaikan oleh pemateri. Dalam sambutannya, Dr. Didin Sirojudin, M.Pd.I. selaku kaprodi PAI menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memperkuat silaturrahmi antara dosen dengan mahasiswa sesuai dengan konsep kitab ta’lim muta’alim. Acara yang dihadiri dosen dan ± 400 mahaiswa prodi PAI ini, menghadirkan dua narasumber yaitu Dr. H. Abdul Kholid, M.Ag. (WR Bidang Keuangan dan Kerumahtanggans) dan Moch. Fodhil, M.Pd.I (dosen PAI). Dalam paparan materinya, Moch. Fodhil, M. Pd.I. menyampaikan bahwa puasa dibagi menjadi dua macam yaitu puasa khas dan puasa am. Puasa khas contohnya adalah memanfaatkan Ramadhan untuk memperbanyak dan memperkuat ibadah. Sedangkan puasa am adalah puasa seperti orang-orang pada umumnya yang tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti sekolah, bekerja, dan lain-lain. Acara yang berakhir pukul 17.38 ini ditutup dengan acara makan bersama dan penyampaian program himpunan kosma prodi PAI.
Meraih Dua Manfaat Sholat Tarawih
Sholat tarawih merupakan salah satu ibadah sunnah di bulan Ramadhan yang memiliki banyak faidah dan manfaat. Sholat sunnah yang hanya dianjurkan di bulan Ramadhan ini disambut antusias oleh umat muslim setiap tahunnya, bahkan ada yang mengatakan Ramadhan tanpa tarawih bagaikan masakan tanpa garam. Anjuran sholat tarawih pada malam bulan Ramadhan berdasarkan hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah yang berbunyi: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ Artinya, “Barangsiapa beribadah (pada malam hari) bulan Ramadhan dan berpuasa karena iman dan mengharap pahala (dari Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (Muttafaq Alaih). Menurut Imam Abu Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi dalam kitab Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, yang dimaksud dengan ibadah malam hari di bulan Ramadhan pada hadits tersebut adalah dengan mengerjakan sholat sunnah tarawih. Dilansir dari NU Online, terdapat dua manfaat besar bagi orang-orang yang mengerjakan sholat sunnah tarawih yaitu manfaat ruhani dan jasmani. Manfaat ruhani yang diperoleh adalah diampuninya dosa-dosa yang pernah dilakukan sebagaimana dijelaskan dalam hadits di atas. Hal ini juga ditegaskan oleh Imam Abu Thayyib dalam kitabnya ‘Aunul Ma’bud Syarhun Sunan Abi Dawud: أَيْ مِنَ الصَّغَائِرِ وَيُرْجَى غُفْرَانُ الْكَبَائِرِ Artinya, “Yaitu, mulai dari dosa-dosa kecil, dan diharapkan ampunan dosa-dosa besar.” Sedangkan manfaat jasmani dari sholat tarawih adalah menyehatkan tubuh dan menghindarkan dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh makanan yang dikonsumsi selama berbuka. Hal ini sebagaiamana ditegaskan oleh Syekh Muhyiddin Mistu dalam kitabnya As-Shaumu Fiqhuhu wa Asraruhu, beliau mengatakan: صَلَاةُ التَّرَاوِيْحِ سُنَّةٌ مُؤَكَّدَةٌ لِلرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَهِيَ عِشْرُوْنَ رَكْعَةً وَتُفِيْدُ هَضْمَ الطَّعَامِ وَتَنْشِيْطَ الْجِسْمِ وَمَغْفِرَةَ الذُّنُوْبِ rakaat, dan berfaedah menghancurkan makanan (dalam perut), membangkitkan semangat ibadah, dan ampunan dosa-dosa”. Selain itu, menurut berbagai penelitian, gerakan sholat berfungsi dalam memaksimalkan suplai oksigen murni atau elektrolit dalam darah melalui pembuluh darah, melenturkan ruas tulang belakang, mengaktifkan kecerdasan, dan melancarkan peredaran darah.
Unwaha MOU dengan University of The Chamber of Commerce (UTCC) Thailand
Sebagai upaya pencapaian visi UNWAHA yaitu menjadi institusi pendidikan tinggi berstandar internasional yang berperan aktif dalam pengembangan IPTEK, pengelolaan Sumber Daya Alam, dan peningkatan Sumber Daya Manusia seutuhnya, UNWAHA kembali menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi luar negeri yaitu University of the Chamber of Commerce (UTCC) Thailand. Acara yang dihadiri jajaran pimpinan UNWAHA dan Dr. Piraphong Foosiri, Ms. Parichart Thammajinda, dan Mr. Wang Minliang selaku perwakilan UTCC ini digelar secara online pada Kamis (30/4/2023). Kegiatan ini merupakan penjajakan MoU antara UNWAHA dengan UTCC yang banyak membahas tentang berbagai program yang akan dijalankan selama kerjasama antar perguruan ini berlangsung. Melalui sambutannya Prof. Dr. Ir. Gatot Ciptadi, DESS., IPU., Asean Eng., selaku rektor UNWAHA berharap bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal terjalinnya kerjasama yang baik antara UNWAHA dengan UTCC baik dibidang riset maupu bidang kerjasama lainnya.
Waktu Sahur yang paling Utama menurut Rasulullah SAW
Sahur merupakan salah satu ibadah sunnah saat berpuasa. Anjuran melaksanaka sahur ini berdasarkan hadits yang berbunyi عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً “Tasahharu fainna fissahuri barakatan” yang artinya sahurlah kamu karena sahur mengandung keberkahan. Keberkahan yang dimaksud disini adalah kebaikan-kebaikan terutama yang berhubungan dengan kondisi fisik. Pernyatan tersebut disampaikan oleh Drs. KH. Achmad Hasan, M.Pd.I dosen UNWAHA sekaligus pengasuh Ribath As-Sa’diyyah 2 Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Melalui tausiahnya beliau memaparkan bahwa waktu sahur yang paling utama adalah mendekati fajar. Hal ini sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh sahabat yang artinya: “Dari Anas bin Malik radhiyallahu‘anhu bahwasanya Nabi shallallahu‘alaihi wa sallam dan Zaid bin Tsabit radhiyallahu‘anhu pernah makan sahur. Ketika keduanya selesai dari makan sahur, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri untuk shalat, lalu beliau mengerjakan shalat. Kami bertanya pada Anas tentang berapa lama antara selesainya makan sahur mereka berdua dan waktu melaksanakan shalat Shubuh. Anas menjawab, ‘Yaitu sekitar seseorang membaca 50 ayat (Al-Qur’an)”. Tenggang waktu yang disampaikan dalam hadits tersebut kira-kira 25 menit menjelang fajar. Ukuran makan saat sahur menurut hadits Rasulullah adalah minimal adalah seteguk air, dan dianjurkan makan satu atau tiga butir kurma. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa sebutir kurma memiliki kandungan kalori sekitar 23 kkal yang berasal dari 96% karbohidrat, 3% protein, dan 1% lemak. Dengan kata kalin, ketika seseorang mengkonsumsi tiga butir kurma, secara tidak langsung ia mengkonsumsi 70 kkal yang setara dengan satu piring nasi. Hal ini menunjukkan bahwa makan sahur tidak boleh berlebihan yang berakibat hilangnya hikmah puasa. Adapun hikmah sahur diantaranya sebagai pembeda muslim dengan ahli kitab, mengurangi nafsu dan syahwat, serta mempersiapkan fisik untuk berpuasa.
Kajian Enterpreneur dalam rangka Harlah Ke-6 IPNU dan IPPNU Unwaha Jombang
Jombang, 12 Maret 2023 Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah mengadakan Acara Harlah Ke-6 dan Kajian Enterpreneur dengan tema akselerasi pelajar untuk peradaban dunia pada (12/3/2023). Dalam sambutannya, Aank Fikri Al Bustomi selaku ketua PKPT IPNU menyampaikan bahwa Kader-kader IPNU-IPPNU diharapkan dapat berkontribusi, bermanfaat dan ikut andil mengambil peran di tengah-tengah Masyarakat. Sementara itu, Pembina PKPT UNWAHA, Muhammad Subhan S. Hum. menyampaikan bahwa IPNU-IPPNU harus mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap memertahankan identitasnya. IPNU-IPPNU juga harus mampu memanfaatkan dan menggunakan fasilitas modern sebagai media Pembina akhlakul karimah dan media dakwah. Hadir juga dalam memberikan Promotor Sunardi Yasin (Ketua Komisi B DPRD Kab. Jombang), yang menghimbau pemuda atau milenial Nahdliyin untuk terlibat dalam proses mengembangkan minat, skill, dan bakatnya di bidang bisnis. Semantara Agus Anwar Firdaus selaku pengurus HIPMI Jombang menyampaikan bahwal kunci kesuksesan dibidang bisnis adalah kemauan belajar yang dibarengi dengan tindakan nyata.
Dialog Publik “Milenial Penentu Arah Bangsa” Menuju Pesta Demokrasi 2024
Universitas KH. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA) Jombang bekerjasama dengan NU Online Jombang menggelar Dialog Publik dalam rangka menuju pesta demokrasi 2024 denga tema ‘Milenial Penentu Arah Bangsa’ pada hari Sabtu (4/3/2023). Acara ini sekaligus sebagai perayaan harlah ke-11NU Online Jombang sebagai situs resmi Nahdhatul Ulama (NU) Jombang. Ino Angga Putra, M.Pd., Wakil Rektor Bidang Akademik UNWAHA, menyampaikan bahwa UNWAHA tidak ragu bermitra dengan NU Online Jombang. Beliau juga menyampaikan bahwa UNWAHA meraih peringakat ke-1 dalam bidang kerjasama tingkat Jawa Timur tahun 2022 dan peringkat ke-3 dalam sistem penjaminan mutu internal yang ada di wilayah LDDIKTI 7 wilayah Surabaya. Acara yang dihadiri oleh Bupati Jombang ini menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Athoillah (Ketua KPU Jombang), Farid Al-Farisi (Wakil Ketua DPRD Jombang), Mas’ud Zuremi (Ketua DPRD Jombang), Khotim Fadhli, M.Pd. (Kaprodi Manajemen FE UNWAHA), dan Kyai A. Samsul Rijal (Tokoh NU Jombang). Melalui sambutannya Hj. Mundjidah Wahab selaku Bupati Jombang menyampaikan pentingnya generasi muda berpartisipasi dalam demokrasi, baik dalam penyelenggaraan maupun pengawasan pemilu, sehingga pemilu yang berintegrasi dapat terwujud. Dialog yang dipandu oleh Nur Fitriani ini banyak membahas tentang pentingnya generasi milenial sebagai tonggak penerus sejarah berpartisipasi dalam pemilu 2024. Peran penting yang bisa diambil mahasiswa sebagai generasi milenial adalah sebagai pengawas sekaligus pelaksana pemilu yang jujur dan bebas politic money.
Pendataan Warga NU melalui Software Terintegrasi Buatan Mahasiswa UNWAHA
Jombang – Mahasiswa Universitas KH. A Wahab Hasbullah yang mayoritas warga Nadhatul Ulama (NU) turut menyumbangkan kemampuannya di bidang IT dalam membuat suatu produk yang bermanfaat bagi warga NU di Jombang pada khususnya. Produk tersebut berupa software pendataan terintegrasi buatan mahasiswa Teknik Informatika. Pendataan dilakukan pada hari Ahad siang (28/4) di Auditorium UNWAHA. Sebanyak 250 tamu dari pengurus NU se MWC (majelis wakil Cabang Nadhatul Ulama) Jombang kota turut menghadiri dan mengikuti pendataan tersebut. Pendataan dimulai dari MWC Jombang kota dan dilanjutkan dengan MWC wilayah lainnya. Acara tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemaasiswaan, Dr. KH. Muhyidin Zainul Arifin, M.M. melalui sambutannya yang berpesan kepada mahasiswa untuk selalu mengabdikan dan mengembangkan ilmu yang diperoleh di kampus tercinta ini melalui kegiatan semacam ini dan mendorong para mahasiswa untuk terus berinovasi. Ketua PCNU Kabupaten Jombang, KH. Salman Yazid dalam sambutannya menyebutkan bahwa PCNU memerlukan data yang valid terkait program dan agenda rutin PCNU. “Pendataan ini tidak hanya untuk sarana tertib administrasi data, namun lebih jauh lagi yaitu untuk kepentingan dunia dan akhirat”, ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Babussalam Mojoagung. kegiatan tersebut berlangsung lancar dan lebih kondusif karena jadwal pendataan dilaksanakan setelah pemilu usai. Keputusan jadwal tersebut diapresiasi oleh kedua belah pihak baik dari warga NU maupun civitas akademika UNWAHA mengingat situasi politik saat itu. Harapan mahasiswa, software mereka dapat bermanfaat bagi warga NU di seluruh kabupaten Jombang.